![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Dengan perintah Tian, Asisten Li sudah membuat suasana Kantin menjadi seperti sedia kala, seakan-akan tidak ada seorang pemimpin di dalam kantin itu.
"Kakak datang dan langsung menuju ke kantin karyawan, ini akan membuat Nona Leona viral seketika loh"ucap Alan.
"Kau benar, karena dengan itulah, Kakak mu melindungi dengan cara memberi tahu semua karyawan mu, kalau Leona adalah__"ucap Zain tercekat saat pandangan mata Tian tertuju pada lensanya, seketika Zain bungkam dengan tawa Alan yang tertahan.
"Baiklah.... Maafkan saya karena telah mengganggu makan siang mu, nanti malam aku akan ketempat mu, ada hadiah yang sudah aku persiapkan"ucap Tian di dekat telinga Leona, setelah berkata seperti itu, Tian pun meninggalkan Leona dan juga Veni.
hanya saja bekas bayangannya yang duduk tepat di samping Leona, masih membuat para karyawan lain memandang kearahnya.
"Hadiah apa? iss... jangan-jangan Tuan Tian mau melamar mu Na"ucap Veni
"Ngacok kamu, udah ah...aku kembali keruangan gak enak tahu di liatin terus sama mereka"ucap Leona seraya meninggalkan kantin.
"Bagaimana?"ucap Alan.
"Masih lanjut...?"tanya Alan lagi.
"Morra kemana?"tanya Tian tanpa menjawab pertanyaan Alan.
Kini mereka semua duduk di ruangan Alan, termasuk Zain.
"Morra ikut Tante menemui klien nya"ucap Alan
"Dia tidak mengalami kesulitan di sini kan!"tanya Tian yang langsung membuat Alan tertawa.
"Hahahhahaha, bilang saja kau hanya ingin menanyakan tentang Leona, basa-basi menanyakan Morra cih"ucap Alan yang mana membuat Zain juga ingin tertawa.
"Kesulitan apa yang kamu maksud, dia cukup cerdas dalam mengakses semua yang ada di perusahaan, top... pilihan kakak memang is the best"puji Alan.
"Bahkan rancangan mode perhiasan nya di akui oleh petinggi loh"puji Alan.
"Syukurlah kalau begitu, beri dia kesibukan agar tidak ada waktu baginya untuk memikirkan hal-hal yang akan mempengaruhi dirinya"ucap Tian yang tidak di mengerti Alan, namun...Assiten Li dan juga Zain tahu kemana arah pembicaraan Leona.
*****
"Selamat sore Tuan Arsa akhirnya kita berjumpa lagi"ucap seorang klien yang sudah di tunggu Arsa.
"Selamat sore juga Tuan,"ucap Tian membalas uluran tangan Klien nya.
"saya sudah membaca proposal perusahaan anda tuan, dan saya tertarik"ucap Klien Arsa.
"Syukur lah jika Anda suka Tuan," ucap Arsa.
__ADS_1
Pembicaraan seputar bisnis itupun memakan waktu,Hingga akhir langit pun berubah menjadi jingga.
"Kalau begitu, saya permisi Tuan, lain kali mampirlah kerumah ku bersama istrimu" ucap sang kliennya membuat ingatan Arsa kembali tertuju pada Leona.
"Baik tuan, kapan-kapan saya pasti akan berkunjung"ucap Arsa.
Kliennya pun meninggalkan Arsa yang masih berdiri mematung.
"Pak, Tuan Doni sudah berlalu"ucap Dinda yang membuat Arsa sadar.
"Teringat sama Bu Leona ya pak?"tanya Dinda.
"Dia pasti sudah menerima Akta perceraian itu"ucap Arsa.
"Kenapa bapak tidak memperjuangkan jika ujung-ujungnya bapak akan menyesali nya"ucap Dinda yang membuat Arsa melihat kearahnya.
"Kau tidak tahu Leona Din, memangnya apa yang bisa saya lakukan, bahkan Leona memiliki bukti intim ku dengan Arita, jika Leona masih bekim mempunyai bukti, mungkin aku bisa menyangkal dan memperjuangkan"ucap Arsa.
"Nah itu pak yang aku maksud, tapi bapak masih termasuk hebat menurut ku, dari pada Si Aris, udah terbukti selingkuh masih menyangkalnya, malah makin ngelunjak, tampangnya itu loh, bikin aku ingin nonjok dia, kayak hak ada rasa bersalah nya"ucap kesal Dinda yang membuat Arsa bingung.
"Aris...? Aris siapa Din?"tanya Arsa.
"Itu loh pak, Aris di film layangan putus"ucap Dinda.
"Tapi itu di angkat dari kisah nyata loh pak, sabar banget dah yang jadi kinan,"ucap Dinda.
"Siapa lagi Kinan Din?"tanya Arsa.
"Istrinya Aris yang di selingkuhi Aris"ucap Dinda kesal, Dinda malah kesal pada Arsa yang tidak tahu film Viral itu.
"Kayaknya kau bisa ikut main film deh Din, cocok untuk peran antagonis" hahahhaha ucap Arsa tertawa, membuat Dinda mengulum senyumnya, pasalnya Arsa selama berpisah dengan Leona tidak pernah tertawa lepas lagi.
"Mau buat konten pak?"tanya Dinda.
"Konten apa?"tanya Arsa.
"Konten perdebatan Aris sama Kinan"ucap Dinda.
"Kau jangan ngacok deh Din, kau nikmati saja berfoto-foto, mumpung suasana Jingga saat ini indah"ucap Arsa seraya menatap pemandangan dari tempat yang kini ia pijak.
Seketika Dinda melihat pemandangan itu, benar saja, senja saat ini sangatlah indah.
Terlihat Arsa menikmati suasana dan udara seraya merentangkan kedua tangan nya.
__ADS_1
Membiarkan udara masuk kedalam tubuhnya.
*****
"Silahkan Tuan"ucap Leona pada Tian dan Asisten Li,
Leona memasak makan malam untuk semuanya, karena siang tadi, Tian sudah bilang kalau ia akan makan malam di tempat Leona.
"Aku sudah pernah mengatakan padamu kan, jangan panggil aku tuan saat kita ada diluar lingkup pekerjaan"ucap Tian.
"Eh itu, kayaknya canggung saja tuan"ucap Leona gugup.
"Terserah kau saja lah, ayo kita mulai makan malamnya"ucap Tian.
Makan malam pun terlaksana dengan suasana tegang yang Veni rasakan, karena ini adalah makan malam pertama dengan orang yang selama ini ia kagumi.
*****
"Nona Veni, mari ikut saya"ucap Asisten Li
Tanpa menjawab pun veni.mengikuti langkah Asisten Li, kini Leona dan Tian ada di balkon, menikmati suasana dingin malam.
"Ini"ucap Tian seraya menyerahkan Akta perceraian itu pada Leona.
Leona tertegun untuk sesaat melihat berkas itu.
Leona membuka berkas itu dengan tangan bergetar, ia tidak menyangka proses perceraian berjalan dengan semudah ini.
Namun Leona begitu terkejut dengan pemberian Arsa.
"akhirnya perceraian itu terjadi Arsa, perceraian yang tidak pernah ku harapkan dalam rumah tangga kita, mengapa masih sakit begini..., mengapa masih sesulit ini melupakan mu Arsa, hubungan kita bukanlah hubungan tanpa perjuangan, kita memulai semua dari Nol, tapi... semudah inilah semuanya hilang"
Ucap Leona dalam hati seraya matanya terus menatap tiap kata yang tertera.
Tentu air matanya sudah membasahi pipi nya.
Tian merasakan sakit di hatinya, melihat Leona masih menangisi mantan suaminya itu.
Apakah cintanya masih besar pada suami nya?
mungkin itulah pertanyaan yang ada dalam hati Tian untuk Leona.
Tanpa di sadari Tian memeluk Leona yang terduduk di kursi dengan masih memegang erat Akta perceraian nya.
__ADS_1
"Menangis lah, setelah ini...kau jangan biarkan, air matamu jatuh lagi, aku tahu... kau masih mencintai mantan suamimu, tapi..kau tidak harus larut dalam kesedihan mu,"ucap Tian seraya membelai kepala samping Leona.