![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Aww ...
Pekik Dokter Jimmy,yang hanya di balas dengan wajah kaku saat Dokter Jimmy menatap ke arah Asisten Li.
"Iiss ... kau masih tetap sama, tidak pernah ramah, siapa wanita yang akan mau dengan pria kaku seperti mu"umpat kecil Dokter Jimmy pada Asisten Li.
Namun ... Asisten Li masih saja tidak bergeming, ia masih tegap tanpa expresi.
Veni yang mendengar kata itu ingin tertawa namun ... ia tahan, lalu ia memajukan wajahnya untuk melihat raut wajah Asisten Li dari arah samping nya.
Melihat tingkah Veni, Asisten Li menatap nya, sehingga pandangan mereka bertemu, Veni mengeluarkan lidahnya mengejek Asisten Li.
Week
Begitulah ucapan Veni dengan lidahnya yang di mainkan
Asisten Li terus menatap tingkah Veni yang menurutnya sangatlah lucu, ia ingin sekali meraih wajah yang mengejek nya itu.
Dokter Jimmy pun memberi obat untuk Tian, untuk mengurangi rasa mual dan pusing nya.
"Jangan terlalu banyak pikiran, perbanyaklah istirahat, juga ... jangan sering-sering berolahraga malam"bisik Dokter Jimmy dengan ucapan terakhir nya.
Dokter Jimmy tersenyum melihat expresi wajah Tian.
Kini Dokter Jimmy tahu ... jika Tian benar-benar sering melakukan itu.
"Memangnya berpengaruh ... ?"tanya Tian serius
"Hahahahhaha ... tentu tidak"canda Dokter Jimmy.
"Baiklah ... Nona Leona, kalau ada apa-apa langsung kabari saya, Sebaiknya Nona sendiri yang menelepon saya, karena yang biasanya menelfon saya itu bukanlah manusia, dia tidak bisa di tanya dengan bahasa manusia"ucap Dokter Jimmy seraya melirik ke arah Asisten Li.
Namun ... lagi-lagi Asisten Li tidak bergeming, ia menatap Tuan nya yang sudah tertidur.
"Baiklah, Dokter ... terimakasih"Leona tersenyum kearah Dokter Jimmy.
Asisten Li pun mengantarkan Dokter Jimmy hingga ke mobilnya.
"Jangan terlalu kaku Li ... karena akan sulit bagimu untuk menemukan seorang gadis"Ucap Dokter Jimmy seraya masuk kedalam mobilnya.
"Saya lebih baik sendiri Tuan, dari pada pacaran bertahun-tahun, takutnya hanya akan menjaga jodoh orang lain,jika tidak di segerakan"balas Asisten Li dengan raut wajah kakunya.
"Kau menyindir ku ... ?"ucap Jimmy
__ADS_1
"Tidak, Tuan ... hanya saja itu kenyataannya"jawab Asisten Li.
Saat Jimmy ingin membalas perkataan Asisten Li, Asisten Li sudah memberi nya kode pulang.
"Baiklah, Dokter Jimmy ... semoga selamat sampai tujuan, jangan lupa segera resmikan hubungan anda dengan Dokter Raisa"ucap Asisten Li seraya melambaikan tangannya, dan berjalan mundur masuk kedalam rumah Tian.
*****
"Bagaimana keadaan Om dan Tante"ucap Galla saat mengantarkan angelina ke rumahnya"
"Nak gala ... kamu perhatian sekali, kabar kami sangat baik, tentu ... apalagi saat melihat Nak Galla bersama angelina, rasa khawatir kami terhadap anak gadis kami sedikit berkurang"ucap Abimanyu.
Galla tersenyum mendengar ucapan Papa Angelina.
"Nak, mari kita makan bersama, kebetulan Angelina sudah menyiapkan semuanya"ucap Mamanya Angelina.
"Kenapa kalian repot-repot"ucap Galla tidak enak hati.
"Tidak, Nak ... kami tidak repot, ini pertama kalinya Nak Galla bertamu disini"ucap Mamanya Angelina penuh dengan perhatian.
Galla pun mengikuti ajakan papanya Angelina dan juga mamanya.
Angelina mengambil kan Galla nasi ke piring mya, dan memberi beberapa lauk, Galla memperhatikan raut wajah Angelina.
"Sudah, Cukup ... "Galla mengehentikan tangan Angelina yang hendak menambah kan beberapa lauk lagi.
Galla tersenyum kala melihat senyuman Angelina.
"Duduklah kau juga harus makan"ucap Galla memberi perhatian.
Tentu itu membuat Abimanyu puas.
Setelah makan malam bersama, Angelina membawa Galla berkeliling rumahnya.
"Terimakasih ... "ucap Angelina seraya melihat kearah Galla di sampingnya.
"Terimakasih untuk apa ... ?" Galla kembali menatap Angelina
"Karena malam ini sudah makan malam bersama disini"ucap Angelina.
"Setiap hari pun aku mau " goda Galla.
"Baiklah ... ini sudah malam, aku akan pulang, kau tahu ... kalau Alan sudah ada di rumah, Marissa akan di buat kesal terus"Galla mengingat wajah kesal adiknya setiap Alan menggoda nya.
__ADS_1
"Tapi ... aku lihat, ada hal unik dalam hubungan mereka, Alan adalah tipe periang, Marissa tipe penyendiri,aku rasa ... mereka sangat cocok" Angelina berkata seraya terus melangkah kan kakinya.
Terlihat Galla memikirkan ucapan Angelina.
Galla mengangguk kan kepala saat apa yang di katakan Angelina adalah benar.
*****
"Alan ... kau jangan macam-macam ya, aku lagi fokus ini ... waktunya sudah hampir, ini masih sisa 3"ucap Marissa
"Itu salahmu sendiri, kenapa kau lakukan sendiri ... kan masih banyak karyawan mu"ucap Alan
"Aku ingin ... aku sendiri yang melakukan ini untuk Kak Tian"ucap Marissa, tentu itu membuat wajah Alan berubah.
Terlihat Alan yang cemburu dengan ucapan Marissa, Alan turun dari meja yang ia duduki, berjalan mendekati Marissa yang masih dalam pandangan kosong nya.
Alan segera menarik leher Marissa, menyatukan bibir mereka, Marissa terkejut bahkan berusaha melepaskan diri, namun ... tenaga Marissa kalah jauh dengan tenaga Alan.
Tangan Alan menahan leher Marissa agar ia bisa terus menjelajah jauh dalam bibir Marissa.
Alan melepaskan ciumannya kala Marissa terbatuk.
"Lupakan Kak Tian, dia sudah beristri"ucap Alan dengan pandangan yang tidak bisa Marissa mengerti.
"Aku ... aku sudah melupakan nya, aku ... aku sudah tidak mencintai nya sebagai pria, aku hanya ... mengagumi nya sebagai seorang kakak, kenapa kau malah main mencium ku, kau cemburu ... ?"ucap gugup Marissa dengan salah tingkah.
Alan mengangkat tubuh Marissa agar berdiri di depannya. Memegang kedua bahunya dan langsung menarik nya dalam pelukannya.
"Sudah cukup kau dalam obsesimu, dari dulu ada aku tapi kau selalu abai terhadap ku, tapi .... kini aku tidak akan membiarkan kamu mengabaikan aku lagi" Alan mengelus kepala Marissa.
Marissa membiarkan dirinya berada dalam pelukan yang sudah beberapa minggu ini telah membelenggunya, Marissa bukannya tidak mengerti dengan perasaan Alan, namun ... ia tidak ingin memberi harapan palsu saat ia sendiri belum memastikan sendiri, hatinya sudah benar-benar kosong.
"Ajari aku untuk jatuh cinta padamu Alan ... "ucap Marissa seraya mendongakkan kepalanya menatap wajah Alan.
"Tanpa kau minta, aku alan berusaha membuatmu jatuh cinta padaku, beri aku kesempatan itu, jangan tolak keberadaan ku lagi ... cukup dulu dan tidak untuk saat ini"Alan membalas tatapan Marissa.
Tatapan itu terkunci, dan semua itu di saksikan oleh kakaknya dari pintu yang terbuka.
Galla tersenyum kala mendengar perkataan Marissa.
Alan pun membiarkan mereka berdua saling menatap dalam harapan.
Sejenak Marissa menenggelamkan kepalanya dalam dada Alan.
__ADS_1
Ia tidak pernah memeluk seorang pria manapun kecuali kakaknya, karena ia begitu menjaga hati dan perasaan nya hanya untuk Tian, tapi kali ini ia akan belajar membuka hati untuk pria lain, karena tidak mungkin baginya selalu bertahan dalam hati yang telah di miliki orang lain.