![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Saat Zhan lengah, Joe segera menarik kursi dimana Dinda di ikat, dengan segera Joe melepaskan ikatan Dinda.
"Aw ... keterlaluan kau ... ! " pekik Zhan yang mana Joe hanya menembak kan pistol nya agar menggores kulit tangan Zhan dan mengenai barang yang ada di belakang Zhan.Hanya saja Joe tahu ... bahwa anak itu tidak memiliki pelajaran apapun tentang benda tajam.
Hanya saja modal tekad dan marah yang menjadi ambisinya.
"Kau sudah melangkah terlalu jauh Zhan, kau sudah benar - benar menguji ku, kalau kau ingin membalas ku, jangan bawa-bawa wanitaku " ucap Joe
"Kak, jangan ... dia bisa melukai kakak" ucap Dinda yang mencegah tangan Joe yang mana Joe mendekati Zhan
"Zhan ... Ayahmu adalah penjahat besar yang memang layak mati ! Ibumu saja mengakui itu, tapi kau ... ! ckkk ... " umpat kesal Joe.
"Ingin balas dendam padaku, silahkan ... pukul aku lampiaskan segala amarahmu," ucap Joe seraya merentangkan kedua tangannya, ingin menyambut Zhan memukul nya.
"Kak, apa yang kau lakukan ... !" teriak Dinda
"Tidak apa-apa Din, aku hanya ingin melihat seberapa besar kekuatan anaknya Zhu" ucap Joe.
Benar saja, Zhan langsung menghajar Joe dengan membabi buta, hanya saja, tubuh Joe tidak bergeming dengan pukulan itu, membuat Zhan merasa lelah dan berhenti.
"Kenapa kau tidak melawan, bukankah kau penjahat ?" ucap Zhan tertunduk
"Jika aku seperti yang kau pikirkan, sudah dari tadi aku membunuhmu" ucap Joe tepat dihadapan wajah Zhan.
Joe duduk dengan bertumpu pada kedua kakinya.
"Zhan ... kau salah, berhenti lah memiliki tujuan ingin balas dendam padaku, hidupmu masih panjang, masa depan mu pasti cerah, jangan ikuti jejak Ayahmu, kau memiliki seorang ibu yang masih membutuhkan mu, kau kekuatan baginya untuk bertahan selama ini, jika bukan karena Ibumu, apakah aku akan melepaskan mu ... ?" ucap Joe dengan nada menekan.
"Bibik, masuklah, dan bawalah putramu ini pulang" ucap Joe yang mana seorang wanita langsung masuk.
Ya ... dia adalah Ibunya Zhan, ibunya Zhan lah yang memberikan info lokasi Dinda di sekap.
Ibunya Zhan tahu ... Joe tidak akan melepaskan anaknya jika sampai terjadi sesuatu pada gadisnya.
Ibunya Zhan berjaga terus di depan ruangan itu agar bisa mencegah Zhan untuk melakukan hal diluar batas pada Dinda.
__ADS_1
"Tuan, Terimakasih ... Terimakasih karena kau sudah berbaik hati melepaskan anakku, Nona ... maafkan anakku" ucap Ibunya Zhan seraya mengatupkan kedua tangannya, memohon maaf pada Joe dan Dinda.
"Ingatlah Zhan ... setiap kau ingin melakukan hal, ingatlah ... ada ibumu yang akan menanggung semua ulahmu, jadi sebelum bertingkah, pikirkan segala akibatnya" ucap joe yang langsung membawa Dinda keluar.
Di saat Joe dan Dinda baru keluar dafi ruangan itu, Alan dan Marissa sudah tiba
"Dinda, bagaimana keadaan mu? apakah dia melukai mu?" tanya Marissa khawatir
"Aw ... " teriak Marissa saat melihat goresan di leher Dinda
Tidak apa-apa, lukanya juga tidak dalam, kau lihatkan ... aku masih bisa bicara " ucap Dinda
"Kemana bajingan kecil itu ... ? dia harus menerima akibatnya, apakah dia sudah kau lenyapkan ?" tanya Alan kesal.
"Aku bukan pengecut yang melawan seseorang yang lemah, dia bukan lawan yang harus kita lawan, bahkan memegang pisau pun dia tidak tahu, bagaimana bisa aku membunuhnya " ucap Joe
Benar saja, saat Joe dan yang lain bicara, Zhan dan Ibunya keluar dari ruangan itu.
Alan yang melihat Zhan baik-baik saja menjadi emosi namun heran memandang Joe.
"Kak Joe benar, Zhan yang awalnya ingin mendekati ku, hanya ingin melampiaskan amarahnya, dia tidak jahat, hanya saja ... dendamnya ingin sekali ia luapkan. Jika dia jahat, mungkin sudah dari tadi dia membunuh ku" ucap Dinda
"Kalau kau masih melampiaskan amarah mu datanglah ketempat ku, kau bisa puas memukul ku" ucap Joe pada Zhan
Lalu Joe segera pergi untuk memberikan Dinda obat.
"Kau lihat ... ! mereka adalah orang yang baik, Joe adalah anak buah Marcell, salah satu ketua Mafia yang bekerja sama dengan polisi untuk menangkap para pengkhianat Negara, Ayahmu adalah termasuk orang itu.Ayahmu sudah banyak membunuh orang lain, jadi Ibu mohon ... lupakan dendammu" ucap sang Ibu
Zhan hanya diam, bukan Joe yang kini menjadi pusat perhatian Zhan, tapi Dinda yang terluka karenanya.
"Tunggu ... !" teriak Zhan pada arah mereka.
Sontak membuat Joe dan yang lainnya berhenti dan menoleh kearah Zhan.
"Is ... mau apalagi dia, mau kupukul" ucap Alan
__ADS_1
"Dinda terluka, gunakanlah ini untuk menutupi darahnya" ucap Zhan seraya memberikan Syal yang ia pakai di lengannya.
Tentu itu membuat pandangan mereka semua tak percaya.
"Maafkan aku" ucap Zhan dan langsung pergi dengan menggandeng Ibunya.
Benar, yang Joe katakan, Ibunya hanya memilikinya, jika ia tidak ada, siapa yang akan menemani nya, jika ia tidak ada siapa yang akan merawat nya.
Zhan menatap wajah Ibunya dan langsung memeluknya.
"maafkan Zhan, karena sudah membuat Ibu selalu khawatir " ucap Zhan
"Tidak, sayang ... kau adalah penyemangat Ibu, Jangan lakukan hal yang bisa membahayakan mu, lupakan ayahmu dan hiduplah dengan baik di masa depan " ucap sang Ibu seraya mengelus kepala anaknya.
*****
"Bagaimana dengan keadaan nya saat ini ... ?" teriak Veni dan Angelina secara bersamaan
"Dinda tidak apa-apa, Dinda cerdas juga, ia mengajak penculik nya untuk mengobrol agar bisa menunda waktu dan meredam emosinya si penculik" ucap Marissa.
"Tapi tetap saja itu ngeri, kalau itu Tuan Tian, sudah pisah tuh kepala sama badan hahahha" ucap Veni
"Kau benar, apalagi sampai berdarah gitu, sudah yakin dah anak itu alan ada dikandang buaya" timpal Angelina
Sedangkan Dinda lehernya kini di kasih perban sedikit.
"Apakah masih sakit ... ? maafkan aku ... karena aku, kau terluka lagi"ucap Joe
"Sudahlah, semuanya sudah terjadi, sekarang aku tahu motif Zhan mendekatiku selama ini, ah sial aku tidak tahu kalau dia punya dendam sama kakak" ucap Dinda yang masih terbaring di ranjang, dengan Joe yang menyuap kan bubur untuk Dinda.
"Kau tinggal di apartemen ku saja, aku tidak tenang jika kau sendirian begini" ucap Joe
"Tidak apa-apa kak, lagian Zhan tidaka kan melakukan hal itu lagi, dia mana berani melakukan hal yang sama pada orang yang sama" ucap Dinda
Zhan juga dalam perawatan dokter, selain mengobati lukanya, Ibunya Zhan juga membawa Zhan ke Psikiater.
__ADS_1
Ibunya Zhan merasa, Zhan mengalami gangguan dalam hal emosi, berharap gangguan itu tidak terlalu parah, sehingga bisa segera ditangani.