Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 216


__ADS_3

Pandanglah seseorang dengan hati bukan dengan hasrat. Karena dengan hati kita bisa melihat sisi baik dan sedikit sisi buruk, sedang kan, jika kita memandang hanya dengan wujudnya, kita hanya bisa menemukan satu sisi saja.


"Anakmu kenapa tidak di bawa ... ?" tanya Galla seraya menuangkan minuman untuk Tian yang kini berada di ruang kerja Galla


"Mereka masih terlalu kecil, lagian kenapa kau masih melakukan pertunangan, kenapa tidak langsung menikah saja " ucap Tian seraya menyesapi minuman yang sudah Galla buatkan .


"Kau tabu sendiri bagaimana Papanya Angelina , dan Angelina adalah anak satu-satunya, tentu mereka mau acara anaknya terlihat sempurna"ucap Galla


"Kau benar juga sih Ga ..., lalu apa rencanamu setelah ini ... ?"tanya Tian


"Kau pasti sudah dengarkan, tentang Marissa dan Alan ... ? orang Tuan Alan sudah datang dan melamar Marissa, hanya saja aku belum memberitahukan Marissa tentang itu" ucap Galla


"Aku sudah dengar dari Om tentang itu, menurut ku bagus juga, Marissa akan ada temannya nanti, tante sangat baik, aku yakin Marissa akan betah di rumah Alan.


"Itu yang menjadi masalah bagiku Tian, dia alan ikut kerumah mertuanya, bisakah Alan dan Marissa tinggal mandiri saja" ucap Galla


"Memangnya kenapa ... ? kau takut ?" tanya Tian lagi


"Marissa orangnya kau tahu sendiri bagaimana dia, aku hanya khawatir kalau Marissa akan melakukan kebiasaan buruknya "ucap Galla


"Tante dan Om sudah tahu akan kebiasaan Marissa, itu bukan kebiasaan tapi gimana ya ... tidur sambil berjalan itu bukanlah hal yang Marissa inginkan,lagian ... Alan tidak akan pernah meninggalkan Marissa, kau jangan khawatir berlebihan, disini Marissa akan sering sendirian, kalau di saja masih ada Tante dan om " ucap Tian


Galla terlihat begitu berfikir dengan apa yang Tian katakan.


"Ia benar yang kau katakan, Baiklah ... apa kata kaulah, kau yang tahu tentang kebaikan Marissa" ucap Galla


"Karena aku juga sudah menganggap nya adik, seperti Mora dan lainnya" ucap Tian tersenyum


"Ngomong - ngomong kemana yang lainnya ... ? si kaku lagi, aku dengar dia alan menikah...? benarkah ... ?" tanya Galla lagi


"Ia, sudah saatnya dia memiliki hidupnya sendiri, aku juga sudah keluarga, kalian jiga Semua nya akan berkeluarga, Galla ... apakah Veni sudah termasuk terbaik untuk Li ... ?" tanya Tian meminta pendapat Galla


"Veni, dia gadis ceria, jauh dengan ke kakuan Li, tapi buktinya Veni bisa menyeimbangkan antara sikapnya dan sikap Asisten Li, ku rasa mereka sangat cocok, Veni juga gadis yang baik, mungkin dengan mereka menikah, hidup Asisten Li yang kaku bisa jadi ceria" ucap Galla


"Aku sudah mengatakan kalau aku ingin membebaskan dia dan membangun usianya sendiri bersama Veni, hanya saja .. Veni menolak nya,mereka masih ingin ada di sekitar ku, padahal aku hanya ingin mereka bebas melakukan apapun yang mereka suka" ucap Tian


"Mereka terlalu sayang padamu, kau di kelilingi oleh orang-orang baik Tian" ucap Galla

__ADS_1


"Kau benar, aku sangat beruntung punya kalian, thanks kawan " ucap Tian seraya meninju lengan Galla


"Sama-sama kawan "balas Galla.


*****


"Kau yakin akan menikah dengan Kamila ... ?" tanya papa nya Arsa


"Yakin pa, Arsa menyukai Kamila, dia baik dan juga ... Arsa sudah menyayangi Laksya pa" ucap Arsa


"Papa tidak bisa menghalangi niatmu, hanya saja papa memberimu saran, pikirlah dengan matang sebelum ada kejadian seperti masa lalu, ingat Arsa ... kau pernah selingkuh jangan sampai itu terulang kembali, senjata ada anak kecil yang sudah menganggap mu sebagai ayahnya, jika kau mengecewakan Kamila, kau juga akan mengecewakan anak kecil itu" ucap Papanya Arsa


"Arsa mengerti, Pa" ucap Arsa


Sedangkan Leona dan kawan-kawan kini benar-benar bersenang-senang, bahkan mereka sampai lupa sudah jam berapa sekarang.


"Kita makan siang dulu yuk, udah jam 2 perut ku hanya di isi cemilan dari tadi" keluh Veni


"Iya, sama perut ku juga sudah berbunyi dari tadi" ucap Marissa.


"Kalian terlalu fokus bermain,ayo kita cari tempat makan" ajak. Angelina


Makan siang yang tertunda pun kini telah terjadi.


Tanpa mereka sadari ada banyak mata yang menatap arah mereka.


"Kalian merasa gak sih, kalau banyak mata yang menatap kita" ucap Marissa


"Benar kak,apakah di wajah kita ada sesuatu ... ? aku gak nyaman banget kalau di lihat begitu" ucap Dinda seraya melihat ke arah mereka.


"Apa yang kalian lihat ... ? apakah ada d


sesuatu di wajah kami, atau ... kalian tertarik pada kami ... ?" ucap Angelina seraya berdiri dari duduknya.


Namun tidak ada Jawaban apapun


"Hanya diam, beraninya kalian hanya menatap kami" umpat Angelina seraya duduk kembali.

__ADS_1


"Maafkan pengunjung lainnya Nona, sebenarnya kami melihat kalian bukannya tidak suka, hanya saja kami kagum, karena bisa melihat langsung para wanita Lelaki hebat di kota ini, kami bukannya ingin mengolok kalian dengan tatapan kami, hanya saja kami merasa sungkan saat harus menjawab pertanyaan kalian tadi"ucap pelayan tempat mereka makan itu.


"Benarkah ... ?" ucap malu Angelina


"Benar Nona, mereka menatap kagum pada kalian" ucap tiba-tiba Tian yang kini sudah mendekat ke arah kelima wanita itu.


Sontak banyak pengunjung yang ikut berdiri akan kehadiran mereka.


Siapa yang tidak mengagumi ketampanan Tian, meski sudah memiliki putra, tapi ketampanannya masih bersahaja, Galla menjadi nomor kedua dengan wajah dewasanya, Alan dengan lesung pipinya, Lihaonan dengan ke kaku annya dan Joe dengan wajah lucunya.


"Kalian kemari? tanya Leona


"Nyonya, untuk yang datang kemari saat ini, aku yang akan membayar semua nya, untuk kalian semua nikmatilah, dan bungkus lah untuk keluarga kalian" ucap Tian seraya menatap semua pengunjung.


"Wah, terimakasih Tuan Tian, memang anda adalah pemimpin yang sejati, semoga keluarga anda selalu di beri kebahagiaan dan kesuksesan " ucap beberapa orang dati mereka.


Namun bukan hanya mereka yang bahagia, pemilik tempat itupun juga ikut bahagia dengan kabar itu.


"Aku tebak, kalian telat makan karena sibuk dengan bermain ....!" ucap Alan, yang mana Alan selalu melihat story Marissa.


Mereka berlima pun di sediakan kursi ileh pata pelayan, bagaikan raja yang sangat di hormati, begitu lah mereka memperlakukan Tian.


"Nyonya ... ambilkan untuk kami juga" ucap Galla


"Baik Tuan" ucap pemilik tempat itu.


Benar saja , semua pengunjung membawa bungkusan makanan untuk keluarga nya, dan bergilir mengucapkan terimakasih kepada Tian dan semuanya.


"Lain kali ... jangan sampai telat makan, kau ingat dengan penyakit mu, jika sampai kambuh, maka aku akan mengurungmu, tidak boleh keluar tanpa aku yang ada di samping mu, mengerti ..." ucap Tian


"Baik Tuan raja" jawab Leona dengan senyuman nya.


"Kak Leona tidak mungkin akan kelaparan kak, dia sedari tadi tidak berhenti nyemil " ucap Marissa


"Makanya aku gendutan sekarang"ucap Leona.


Hai semuanya maaf selalu lama update nya, kisah ini akan segera tamat ya ... karena akan membosankan jika terlalu panjang, toh akhirnya mereka sufah bahagia ya kan ... Joe dah kelar dari masalahnya juga.

__ADS_1


__ADS_2