![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Terlihat Tian mondar-mandir di ruangan kerjanya, baru saja ia mendapat kan kabar dari anak buah pamannya tentang nama Darel, anggota TNI tahun 90an.
Anak buah pamannya mengatakan, kalau ada lelaki yang bernama Darel di sebuh desa terpencil, ia.mantan TNI yang berhasil di selamat kan oleh warga, dan kini ia menjabat sebagai pemimpin desa itu karena keberanian nya, tapi belum bisa di pastikan dia Darel ayahnya Leona atau orang lain.
"Tuan, Meeting akan segera di mulai " ucap Asisten Li bersamaan dengan mengetuk pintu. "Baiklah ... kau siapkan semua nya" ucap Tian
"Baik Tuan" Asisten Li langsung pergi dari ruangan itu.
Asisten Li juga berusaha mencari tahu keberadaan Darel, sesuai perintah Tuannya.
Li juga dapat kabar yang sama dari anak buahnya, namun yang paling membuat Li penasaran adalah, Jika ia benar-benar ayahnya Nona mudanya, kenapa ia tidak kembali pada keluarganya, apakah Ayah nya Nona mudanya hilang ingatan ... ?atau ... ada hal yang lain.
Asisten Li mematikan ponselnya, semua anggota dewan sudah ada dalam ruangan Meeting.
Akhirnya Tian pun datang, semua orang berdiri dengan biasanya.
Setelah Tian duduk, barulah mereka semua akan duduk juga.
Mereka memulai Meeting mereka, meski banyak ketegangan tapi mereka bisa melalui dengan lancar.
"Mario ... kau sudah bekerja keras, terimakasih ... dan pertahankan cara kinerja mu, bonus mu akan segera dikirimkan" ucap Tian, setelah berkata ... Tian langsung meninggalkan ruangan itu.
"Kau menempatkan dia di bagian pemasaran ... ? apakah tidak terlalu jauh lokasimu dan lokasinya ... ?" goda Tian pada Asisten Li
"Ada cctv di ruangannya, saya bisa memantaunya jika saya mau Tuan" jawab Asisten Li
"Cih ... di bagian pemasaran banyak karyawan tampan dan sepertinya mereka juga tampan ... Apakah kau tidak takut kalau dia akan tergoda oleh mereka ... ?" ucap Tian sambil berjalan menuju keruangan nya.
"Kalau begitu ... saya akan mengganti karyawan pria dengan karyawan wanita saja Tuan" jawab datar Asisten Li
"Kau tidak asyik Li ... kenapa kau tidak menjadikan dia Sekertaris mu saja, kau bisa melihat nya sesukamu kan ... ?" ucap Tian
"Dia yang tidak mau Tuan, dia bilang jarak akan memberikan rasa rindu tersendiri " ucap Asisten Li, Tian menghentikan langkahnya lalu ia tertawa melihat kearah Asisten nya.
"Hahahha ... dan kau mendengar kan ucapan nya ... ? kau benar-benar penurut Li ... " Tian menepuk bahu Asisten Li dengan tawa yang masih terdengar.
"Baiklah ... kembalilah keruanganmu" ucap Tian
__ADS_1
"Baik Tuan " Asisten Li tidak melangkah sebelum memastikan Tuannya masuk kedalam ruangan nya.
*****
"Hai ... Nala ... Kak Nathan sudah ganteng loh ..." ucap Leona menyapa Nala yang di gendong oleh baby sitter nya, sedangkan Nathan di gendong olehnya.
"Nona ... biar Den Nathan saya yang gendong Nona" ucap Baby sitter yang biasa menggendong Nathan.
"Tidak apa-apa mbak ... biar saya saja, mbak bisa melakukan tugas mbak yang lain, nanti gantian sama mbak lastri" ucap Leona
"Baiklah kalau begitu Nona" ucap Baby sitter Nathan yang bernama Susi.
Susi pun pergi dan merapikan tempat bayi Nathan, semuanya Susi bereskan.
Setelah Nathan tertidur, barulah Leona mengambil Nala dan menggendong nya.
"Hai sayang, si cantiknya Mama gak mau tidur ya ... Kak Nathan udah bobok loh" ucap Leona seraya mencium pipi gembul putri nya.
"Mbak ... apakah Nala rewel kalau malam ... ?" tanya Leona
"Tidak Nona, Non Nala dan Den Nathan tidak ada yang rewel sama sekali" ucap Lastri
"Baik Nona" jawab Lastri.
"Ternyata sumpek juga mbak kalau hanya berdiam diri dirumah" ucap Leona
Lastri hanya menjadi pendengar setia Leona, tanpa menjawab.
"Mbak sudah punya suami ... ?" tanya Leona
"Sudah Non ... dia juga bekerja sebagai perawat dirumah sakit dimana Nona melahirkan" ucap Lastri
"Apakah sudah memiliki anak ... ?"tanya Leona
Sejenak Lastri terdiam mendengar pertanyaan itu.
"Apakah pertanyaan saya salah ... maaf ya ... " ucap Leona merasa tidak nyaman sendiri
__ADS_1
"Tidak Nona, saya sempat hamil, saat itu masih tinggal sama mertua, di saat aku hamil, mereka tidak membiarkan aku istirahat sejenak, sehingga akhirnya aku terjatuh karena mengepel lantai dekat tangga atas" ucap Lastri menahan air matanya.
"Mertua saya tidak suka dengan saya Nona, mertua saya ingin pernikahan kami berakhir, saat itu kami masih tinggal bersama mertua sku tidak bekerja karena suami saya ingin saya menjaga kandungan dengan baik tapi keinginan itu hanya menjadi harapan, mertuaku mengetahui kehamilan ku, bukan simpati yang aku dapatkan tapi penyiksaan lahir batin yang aku terima. Ibu mertuaku tidak ada hentinya menjadikan aku sebagai pelayan gratis di rumah nya, di saat suamiku tahu tindakan Ibunya, Dia marah ... saat itulah hari dimana aku Kehilangan bayiku, aku di dorong oleh ibu mertuaku karena dia berfikir akulah yang menyebabkan anaknya berani melawan nya." ucap Lastri.
Leona yang mendengar hal itu ikut terharu, ia tidak menyangka , bahwa masih ada kisah yang lebih menyedihkan dari pada dirinya di masa lalu.
"Kau wanita yang kuat mbak, salut aku dengan mbak Lastri. Percayalah mbak ... rizki sudah ada yang atur" ucap Leona Seraya menepuk punggung tangan Lastri
"Terimakasih Nona, karena sudah mendengar kan cerita saya" ucap lagi Lastri
"Tidak masalah, aku adalah pendengar yang baik loh" ucap Leona seraya tersenyum pada Lastri.
Lastri membalas senyum itu. Baru kali ini Lastri bekerja pada orang sekaya dan sebaik Leona dan Tian.
"Nala sudah tidur mbak ... , bisa kan ... mbak yang meletakkan nya ... " ucap Leona seraya memberikan Nala pada Lastri.
"Mbak juga istirahat ... oke" ucap Leona.
Lastri hanya menjawab ucapan Leona dengan senyuman.
Leona hanya tersenyum Seraya memandang kepergian Lastri menuju ke kamar sang bayi. .
Disaat Leona sudah tidak melihat sosok Lastri,suara dari ponselnya membuatnya tersadar lalu ia mengangkatnya.
"Hallo sayang ... aku merindukan mu" ucap orang di sebrang sana
"Sayang ... kan baru pagi tadi yang pergi, udah main kangen, lebay tau gak ... !" ucap Leona dengan cuek, namun sebenarnya bibir Leona tersenyum.
"Bagaimana anak-anak, apakah menyusahkan mu ... m?" tanya Tian
"Tidak sama sekali, bahkan aku ingin kau saat ini ada di depan mataku" goda Leona
"Sayang ... kau sengaja ingin menggodaku, ingin ya .... burung suami mu ini di potong lagi sama Mami ... ?" ucap Tian yang membuat tawa Leona pecah.
"Sudah ... kerja sana, aku ingin istirahat sayang" ucap Leona
"Ah, baiklah ... padahal aku masih kangen" Tian berkata dengan suara yang di buat-buat.
__ADS_1
"Sampai bertemu nanti malam " ucap Leona pada Tian.
Leona sadar jika semakin ia provokasi suaminya, bisa-bisa agenda hari ini akan terbengkalai.