![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Perjalanan Alan tidak ada halangan sama sekali, hanya saja ... Alan selalu melirik wanita hijab yang ada di samping nya.
"Kau tidak gerah dengan pakaian seperti itu, mau berhenti beli baju dulu ...?" tanya Alan
"Saya tidak gerah Tuan, hanya saja kurang nyaman karena ini baju pernikahan" ucap Kinan
"Ah kau benar, Kita berhenti di Mall" ucap Alan
Alan tersenyum kala melihat senyuman Kinan untuk pertama kalinya.
'Sialan ... masak Iya lelaki jahat seperti Haris mau di ampuni dan di beri kesempatan untuk menikahinya, untung di Haris buntung di dia dong, Haris lelaki burung komodo itu, sudah sering kali celap celup di hutan belantara banyak wanita, masak iya akan mendapat kan wanita baik-baik seperti Kinan ... ' bathin Alan
Di saat mereka ada di perjalanan, suara dering ponsel membuat Alan kembali pada kesadaran nya.
"Hallo, Kak" ucap Alan
"Bagaimana ... ? apakah masih lama ... ?" tanya Galla
"Sudah hampir, mungkin setengah jam kemudian kami akan sampai" ucap Alan
"Baiklah, cepat! aku juga ingin tahu jawaban wanita itu" ucap Galla
Panggilan itupun berakhir dengan Alan menatap Kinan seraya berkata
"Kita tidak jadi berhenti di Mall, pakaian anehmu ini akan kami carikan nanti" ucap Alan
"Tidak apa-apa Tuan, hanya saja ... Untuk apa aku di pertemukan dengan lelaki itu lagi Tuan ... ?" tanya Kinan
"Kau akan di beri pertanyaan nanti, kau jawab saja sesuai hatimu, jangan ragu dan jangan takut, jawaban mu akan menentukan nasib Ayah dari bayimu" ucap Alan
"Apakah kakak Tuan adalah seorang polisi ... ?" tanya polos Kinan
"Lebih dari polisi, dia bisa menghukum.mati tersangka nya " ucap Alan
"Hakim ... ?" tanya Kinan
"Lebih, dari itu, jadi kau jangan khawatir dan takut, dia akan melindungi mu" ucap Alan pongah.
Kinan bukannya tenang malah ia semakin gusar, Alan mengatakan kalau kakak nya itu adalah orang yang lebih menyeramkan dari polisi dan lebih berkuasa dari pada Hakim.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari di tengah lamunan Kinan, mereka sudah sampai di depan rumah mewah yang terbangun dengan model modern.
Alan membuka kan pintu untuk Kinan dan menyuruhnya agar tidak takut. Jika Kinan takut itu tidak akan baik jika di lihat oleh Angelina.
"Jangan takut, dan jangan gugup, kalau kau terlihat ketakutan, maka hukuman yang akan kau dapatkan " ucap Alan memperingati.
Kinan pun mengikuti langkah Alan yang ia rasa sangat menakutkan. Langkahnya bagaikan langkah di lorong rumah sakit, yang sepi dan menyeramkan.
Beberapa pengawal membuka kan pintu untuk Alan dan Kinan, Tentu Alan di sambut oleh pelukan Marissa, yang kini melirik kearah Kinan.
"Kau pergi tanpa pamitan sama aku, kau tahu ... ? aku sangat mengkhawatirkan mu, Kakak juga, kenapa malah menyuruhmu untuk menjemput nya" ucap kesal Marissa dalam pelukan Alan.
"Tidak apa-apa, ini juga termasuk perjuangan ku untuk mendapatkan restu dari kakak mu, siapa tahu kita visa lebih cepat menikah" ucap Alan seraya tersenyum melihat Marissa.
"Ehemmm ... Kalian bisa lanjutkan alay kalian setelah ini, pergilah " ucap Galla yang sedari tadi duduk di sofa menatap kedua pasangan yang sedang membuat pertunjukan Romansa.
Alan dan Marissa pun duduk disofa, mereka juga penasaran dengan sosok Kinan, Apalagi melihat tampilan Kinan yang berhijab
"Kemarilah" ucap Galla pada Kinan yang tertunduk. Kinan ingat ucapan Alan, jangan gugup, jangan takut, kalau tidak mau dapat hukuman.
Kinan pun berjalan pelan ke arah Galla.
"Sudah mau menginjak 8 bulan, Tuan" ucap Kinan
"Kau tahu siapa ayah bayi itu ... ?" tanya Galla
"Saya hanya mengingat wajahnya,Tuan" jawab Kinan
"Kau ingin dia bertanggung jawab ... ? atau kau ingin membalas perbuatannya ?" tanya Galla
Kinan menunduk, Haris memanglah salah, karena ia sudah merenggut keperawanan nya dan juga telah membuat nya hamil tanpa adanya pernikahan. Tapi semua itu juga karena Ibunya yang sudah menjual nya dengan harga 5 juta.
"Kenapa diam ... ?" ucap Galla
"Tuan, saya memang korban di sini, hanya saja yang berhak menghukum seseorang bukanlah saya, tapi yang kuasa, Saya tersakiti benar, tapi jika yang bersalah mau berubah saya maafkan, itu juga bukan sepenuhnya salah dia, saya di jual dan dia yang beli, saya hanya berharap Tuan menghukum nya dengan bijak " ucap Kinan setelah beberapa saat terdiam karena ingin menyusun kata yang tepat untuk orang yang ada dihadapan nya itu, Tentu membuat semua yang ada di ruangan itu terkejut.
"Kau yakin tidak ingin menghukum nya sendiri, misalnya kau bunuh saja dia?" tanya Alan
"Kematian bukanlah hal yang bisa kita ambil seenaknya Tuan, nyawa adalah milik sang kuasa, jika memang lelaki itu harus di hukum, maka hukumlah sesuai dengan hukum Negara, kita tidak berhak mengambil nyawanya " ucap Kinan.
__ADS_1
"Bawa kemari si Haris" ucap Galla pada anak buahnya.
Beberapa anak buah Galla pun pergi untuk membawa Haris kehadapan Galla dan yang lainnya.
Galla menatap Kinan dari bawah sampai ke atas. penampilan nya yang jauh dari penampilan orang terdekatnya n, membuat Galla yakin, bahwa wanita ini bukanlah asli dari Negara ini.
"Kau pendatang ?" tanya Galla
"Saya dari Indonesia Tuan, tepat nya kediaman saya dari Surabaya" ucap Kinan
"Kau kemari untuk kuliah ... ?" tanya Galla
"Tidak, Saya ikut Ayah saya kerja di sini bersama dengan Ibu dan saudara tiriku juga, tapi semenjak Ayah tahu kalau aku hamil, dia sudah tidak pernah melihat ku lagu" ucap Kinan menahan air mata yang akan jatuh.
"Jahat banget keluarga mu, Seharusnya kau cerita ke Ayahmu, kalau kau di jual oleh Ibumu" ucap Marissa
"Ayah lebih percaya sama Ibu dari pada Aku" ucap Kinan melihat kearah Marissa dengan senyuman.
"Kau masih tersenyum dengan nasib yang kau alami sekarang ... ? kalau aku ... pasti aku sudah bunuh diri" cebik Marissa
"Aku hanya manusia biasa, yang hanya berpegangan dengan hati agar tidak sampai melalui jalan yang salah, Hati adalah tuntunan untuk ku agar tetap bisa berfikir jernih" ucap Kinan yang mana tidak di mengerti oleh Marissa
Di saat mereka masih berbincang, Haris tiba-tiba terlempar kehadapan Galla dan Kinan, sontak Kinan sangat terkejut dan menjerit.
"Kinan ... ?" ucap Haris saat melihat wanita yang berbalut gaun kebaya pengantin dengan perut buncitnya.
"Kamu ... ?" ucap Kinan
"Dia kan yang sudah membuatmu hamil ... ? bicaralah, karena sebentar lagi dia harus pergi jauh ke Neraka" ucap Alan
Yang mana Galla sudah tidak ada di tempat, Alan yang mewakili Galla bicara juga ikut pergi, Namun ada beberapa anak buah yang masih mengawasi mereka.
"Kinan, aku minta maaf padamu, Maafkan aku tapi aku sekarang sadar, hidupku sudah tidak lama lagi, selama aku hidup, aku selalu berbuat salah, tapi setidaknya aku ingin berbuat baik di akhir hidupku, aku tahu ... ini adalah anakku, karena itu, berjanjilah kau akan terus menjaganya, menjadikan nya anak yang seperti dirimu, Kinan, maafkan aku, andaikan saja aku masih di beri kesempatan untuk hidup, aku ingin menjaga mu dan anak kita, aku akan berubah " ucap Haris di bawah kaki Kinan
"Bangunlah, bukan aku yang harus kau sembah, minta ampunan sama yang menciptakan mu," ucap Kinan seraya membantu Haris berdiri, kakinya yang pincang membuat nya sulit untuk berdiri.
"Tidak apa-apa, Kinan ... semua hartaku sudah aku pindahkan atas namamu, jagalah diri baik-baik, dan jangan lah kembali pada keluarga mu, Tuan Galla dan yang lainnya adalah orang-orang baik, kau tidak akan celaka ada di antara mereka, Maafkan aku" ucap Haris menahan sakitnya.
Kinan menatap mata Haris yang terlihat begitu sungguh-sungguh dalam minta maaf.
__ADS_1