Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 278


__ADS_3

Malam telah berakhir, dimana Joe benar-benar tidur seranjang dengan Dinda, tanpa melakukan adegan apapun. Namun ... Joe lelaki normal, tentu ia merasakan hal lain di bawah perut nya, saat Dinda dengan tanpa sengaja memeluk nya saat tertidur.


Pagi menyapa, semua insan sudah beranjak dari ranjang nya. Begitu juga Dinda yang mulai mengerjap kan matanya, Ia heran karena ada di pangkuan sang kekasih.


Dinda tersenyum melihat raut wajah Joe yang masih terpejam.


"Kau sangat tampan " ucap Dinda seraya menusuk - nusuk pipi Joe


"Imut lagi, jangan tinggalkan aku, tetap lah di sisiku, aku akan berusaha memahami mu, berusaha belajar akan kehidupan mu_"


"Dan belajar lah untuk menjadi istriku " ucap Joe seraya menangkap jari telunjuk Dinda.


"Kau sudah bangun ? curang" ucap Dinda seraya turun dari ranjang nya.


"Curang ? curang apa ?" tanya Joe seraya mendekati Dinda yang kini berdiri di jendela yang sudah ia buka, menikmati sinar matahari dan angin yang berhembus.


"Curang, kakak tidak bilang kalau kakak sudah bangun, kalau ku tahu ... mana mungkin aku akan memandang kakak dengan begitu " ucap Dinda seraya merentangkan kedua tangannya agar angin mengenai tubuh nya. Namun Joe langsung memeluk nya dari belakang, meletakkan dagunya di bahu Dinda.


"Kau tidak ingin memandang ku ? Kenapa ? sudah bosan ?" tanya Joe seraya mencium pipi Dinda dari samping.


"Ya ... tidak begitu juga, malu lah kalau ketahuan kayak tadi" ucap Dinda dengan memalingkan wajahnya yang merona.


"Baiklah, Jika begini terus bisa kebablasan aku, aku mau mandi dulu ya, aku harus ke kantor, jam 9 dosen mu akan datang" ucap Joe


seraya mengacak rambut Dinda.


"Baiklah, aku akan membuat sarapan pagi untukmu" ucap Dinda seraya menatap Joe yang tersenyum padanya. Lama mereka saling pandang dan akhirnya saling menyudahi dengan berpisah jalan. Joe ke kamar mandi, Dinda keluar dari kamarnya.


Membuat kan sarapan pagi untuk sang kekasihnya.


'Kalau kayak gini rasanya kayak suami istri ' bathin Dinda


Bibirnya senyum-senyum sambil terus memasak untuk Joe, tanpa Dinda sadari Joe sudah berdiri di belakang nya.

__ADS_1


"Mengkhayal sebagai seorang istri ya ... ?" ucap Joe Seraya memeluk Dinda dari belakang, tentu membuat Dinda terkejut


"Kak Joe, kau ... ! ngagetin tau " ucap Dinda


"Masak apa ... ?" tanya Joe


"Bahan sudah habis, adanya sayur, telur dan daging ayam, aku buat nasi goreng saja ya ... ? itu kalau kakak mau, kalau tidak mau, biar ku masakkan yang lain saja " ucap Dinda


"Apapun yang kau masak, pasti aku suka" ucap Joe seraya meletakkan dagunya di bahu Dinda.


"Apalagi masakan mu selalu enak, bikin perut ku lapar terus " ucap Joe


*****


"Bagaimana keadaan mu,Pa" ucap Leona pada Tian


"Aku sudah baik, Ma ... Papa dengar, Mama mengunjungi Putri dan Tuan Laksmana, untuk apa lagi ... ?" tanya Tian


"Gak ada, hanya mau lihat mereka saja, tapi Pa ... kedua anaknya Laksmana kabur , benar ya ... ?" tanya Leona


"Terlihat kalau Putri yang lebih menyayangi Papanya, sayangnya ... Putri mengambil jalan yang salah " ucap Leona


"Mama jangan memikirkan hal itu lagi, semua urusan kita di sini sudah selesai, kita akan segera kembali kerumah, aku sudah sangat merindukan Nathan dan Nala " ucap Tian


"Apalagi Mama, Pa" ucap Leona seraya tiduran di atas dada Tian.


"Kisah kita sudah selesai Ma, kini tinggal kisah mereka, kisah anak kita, semoga dengan kisah kita, para Readers bisa mengambil pelajaran dalam hal positif " ucap Tian membelai kepala Leona yang ada di atas dadanya.


"Apa yang bisa mereka ambil dari kisah kita pa, gak ada yang menarik " ucap Leona


"Kesetiaan Ma, Kesetiaan .... kepercayaan dan juga menjunjung harkat dan martabat wanita, Mama kan tahu, kalau aku ini tipe orang yang setia, apalagi pakek banget " ucap Tian


"Ya ...karena papa memiliki penyakit yang aneh, coba kalau enggak, banyak tuh pengusaha tampan punya wanita lebih dari satu" cebik Leona seraya mengangkat kepalanya dari dada Tian

__ADS_1


"Tapi Othornya gak suka dengan pria kayak gitu, coba baca deh di setiap karyanya hanya cowok setia yang dia tulis hahaha" ucap Tian dengan tawanya.


"Apakah Papa sudah tenang sekarang ... ?" tanya Leona


"Belum, ada kisah Joe dan Dinda yang masih sangat labil, dengan umur Dinda yang masih terlalu muda untuk Joe, dan dengan masa lalu Joe, aku takut, Dinda akan menyerah, ada kisah Marissa dan Alan, namun aku tenang karena ada paman dan Galla di sana, Veni ... dia masih hamil, menunggu hari kelahiran nya adalah hal yang sangat ekstrim bagi kami kaum pria, aku hanya ingin ada di sisi Lihaonan saat dia menemani istrinya nanti" ucap Tian


"Mereka pria hebat, pasti akan menjaga wanitanya dengan baik, tapi benar kata Papa, yang kita khawatir kan adalah Dinda dan Joe mengingat usia mereka yang terpaut jauh, emangnya umur Joe berapa, bukankah jauh di bawah Asisten Li ya ... ?" tanya Leona


"Ya, hanya selisih 1 apa 2 tahun, gitu, usiaku sudah 33 tahu, mungkin usia Joe seumuran dengan ku, Asisten Li sudah 35 tahun tapi dia terlihat awet muda ya ... " ucap Tian


"Kenapa umur para pria sudah lebih kepala tiga tapi masih ganteng-ganteng " cebik Leona


"Usia tidak memandang cinta, Ma, hati kita yang penting, aku lihat ... untuk saat ini Dinda menyesuaikan dirinya dengan lingkungan Joe, meski aku juga melihat ketidak stabilan pada diri Dinda, Makanya saat itu aku mengatakan kepada Joe, jangan sembunyikan apapun dari Dinda, sekecil apapun dan sebahaya apapun" ucap Tian


"Kau sudah memprediksi semuanya ... ?" tanya Leona


"Aku hanya ingin yang terbaik untuk mereka semua, Ma ... aku tidak ingin ada perpisahan pada orang terdekat ku, jika tak sejalan, maka bicarakan baik-baik sebelum terjadi pernikahan" ucap Tian yang di benarkan oleh Leona.


Menyatakan cinta itu mudah, namun membinanya yang susah, menjaga komitmen berdua yang sulit, itu yang membuat kita akan rapuh jika tidak ada kepercayaan, kejujuran dan yang pasti kesetiaan.


...*Didalam mahligai cinta, Sebuah cinta dilukiskan....


...Tanpa adanya cinta, Sebuah kisah takkan indah....


...Kenapa harus cinta ... ?...


...Karena cinta adalah hal yang terindah....


...Rasa itu tak akan mudah hadir, Namun tak akan mungkin tak hadir....


...Semuanya akan ada kisah tersendiri, Kisah yang akan memberi kita pelajaran....


...Kisah dimana kita akan tahu rasanya tawa dan tangis....

__ADS_1


...Kisah yang akan mengajarkan kita agar kuat dan tak rapuh....


...Kisah yang akan memberi kita pelajaran dalam rasa kecewa dan bahagia*....


__ADS_2