Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 284


__ADS_3

Hidup tidak akan selamanya berada di dalam fase nyaman, Zona aman. Ada kalanya kita akan ada di dalam situasi, dimana kita akan berada di titik terbawah, Hanya saja ... tergantung kita dalam menyikapinya. Berusaha dengan keegoisan, atau berusaha dengan kesabaran. Lelaki di uji saat dia sudah berada di Zona aman dan nyaman, sedangkan wanita di uji saat sang lelaki tidak memiliki apa-apa dan ada di titik terbawah.


Karena merasa jenuh, Dinda yang sudah menghabiskan makanan di atas meja, berdiri dan melihat kearah jendela, melihat seluruh pemandangan dari balkon ruangan Joe. Joe yang melihat itu hanya tersenyum.


"Kak, boleh tidak, Kalau aku jalan-jalan di kantor ini? kalau gak boleh juga gak apa-apa" ucap Dinda


"Kau jenuh Ya ?" ucap Joe seraya menarik tangan Dinda yang berdiri di sampingnya. Kini Dinda duduk di pangkuan Joe.


Dinda menganggukkan kepalanya seraya tangannya melingkar di leher Joe.


"Kalau kau tersesat? " tanya Joe


"Kan ada kakak yang akan mencariku" jawab Dinda


"Kalau ada yang mengganggumu?" tanya Joe


"Kan ada kakak yang akan melindungiku" jawab Dinda, yang mana wajahnya kini semakin dekat dengan wajah Joe, dan _


Cup


Satu kecupan mendarat di bibir Joe dari Dinda.


"Aku udah ngasih hadiah sama kakak, berarti boleh ya ... aku jalan-jalan, sebentar kok, Oke!" ucap Dinda seraya berdiri dari pangkuan Joe yang masih terkejut dengan ciuman tiba-tiba dari Dinda di bibirnya.


"Kalau sudah begini, aku harus apa? Baiklah ... kalau ada apa-apa kabarin aku" ucap Joe


"Oke, calon suamiku yang entah kapan terkabul ... " ucap Dinda seraya berlalu meninggalkan Joe, yang termangu karena ucapan dan tingkah Dinda.Namun pada akhirnya Joe tersenyum mendengar kata dan kekonyolan Dinda yang melambai kan tangannya seraya mengucapkan kata itu.


'Calon Suamiku yang entah kapan terkabul' Joe mengulang kata yang di ucapkan Dinda dengan bibir tersenyum


'Bukan hanya kau yang ingin hubungan ini resmi, Dinda. aku juga menginginkan itu, bahkan sangat menginginkan itu' bathin Joe seraya menatap layar di laptopnya dan melihat Dinda yang berjalan mengitari setiap jalan yang ia telusuri. Joe tersenyum melihat setiap langkah Dinda. Ia pun meneruskan pekerjaan dengan memeriksa beberapa berkas namun ... sesekali pandangan nya tertuju pada Dinda. Dari laptopnya ia bisa melihat Dinda.

__ADS_1


'Perusahaan ini sangatlah besar, jauh lebih besar dari yang di kota, keren banget Tuan Tian' bathin Dinda seraya mengagumi setiap bangunan yang ada di kantor itu. Namun ... Saat Dinda ingin masuk ke dalam lift untuk turun ke ruang bawah, Tiba-tiba


"Hei, Gadis penggoda ... jalan-jalan cari mangsa lain ya ... ?" ucap seorang karyawan yang sama sekali malas Dinda ladeni.


"Eh diem lagi" ucap temannya yang satunya.


"Maaf, ya kakak semua. Saya tidak punya urusan dengan kalian, jadi mending ... kalian lanjutkan pekerjaan kalian, sebelum kalian di pecat !" ucap Dinda yang jengah tak ingin membuat keributan. Namun saat Dinda ingin masuk, tangannya di tarik oleh kedua wanita itu, hingga Dinda terjatuh.


"Aw" pekik Dinda saat ia terjatuh di lantai.


Dan semua itu di lihat oleh Joe dari layar laptopnya, dengan segera Joe berdiri dan menuju ke tempat Dinda dengan Emosi.


"Dasar anak ingusan, gak punya sopan santun banget sih sama yang lebih tua" ucap Karyawan yang terlihat sangat tidak suka pada Dinda


Dinda bangun dan menatap lekat pada wanita itu.


"Apa salahku padamu, kenapa kau menggangguku?" ucap Dinda pelan namun tepat di wajah Karyawan itu


"Apa kau bilang ... ? Kak Joe milikmu? sejak kapan ... ? apa sejak roda kehidupan berhenti berputar ? atau sejak lebaran monyet ditiadakan?" tanya Dinda yang membuat teman karyawan wanita itu bingung.


"Eh, Vlo ... Emangnya sejak kapan Monyet merayakan lebaran?" tanya temannya karyawan yang mengaku milik Joe, membuat wanita yang bernama Vlo itu tersulut emosi lagi.


"Kamu dengar kan baik-baik, aku dan kak Joe sudah hampir dua tahun berhubungan, jadi sejak kapak kak Joe itu milikmu, hem?" ucap Dinda


Namun di diluar dugaan Dinda, saat ada Ob keluar dari lift itu, dengan membawa nampan berisi kopi, tiba-tiba Vlo yang sudah tersulut emosi, mengambil gelas itu dan menyiram kannya ke Dinda


"Jangan .... !" teriak Joe dari arah belakang Vlo namun ... terlambat, Kopi itu sudah mengenai wajah Dinda, meskipun Dinda menghalanginya dengan kedua tangannya, tapi kopi itu sedikit mengenai wajahnya, sehingga membuat Dinda menjerit.


Aw ...panas ...


"Dinda ...!" Joe berlari setelah tertegun melihat kejadian itu beberapa saat, begitu juga dengan yang ada di tempat itu, mereka tertegun dengan kejadian spontan yang Vlo lakukan.

__ADS_1


Plak ...


Tamparan langsung mengenai wajah Dinda dari Joe bahkan Joe menarik rambut Vlo kebelakang dengan kasar.


"Siapa yang mengizinkanmu menyentuhnya ! Kenapa kau lakukan ini padanya ... !" teriak Joe dengan begitu Emosi.


"kakak ... panas .. panas sekali kak" lirih Dinda


"Pak Joe ... " ucap gugup dua wanita itu.


"Security ... !" teriak Joe


Beberapa Security yang ada agak jauhan dari tempat itu, datang dengan keterkejutan mereka yang melihat atasannya sangatlah marah, hingga menarik rambut karyawan wanitanya


"Maafkan saya pak, maafkan saya" ucap gugup Vlo dan temannya itu.


"Bawa mereka, pastikan mereka jangan kabur, kalau mereka kabur, kalian yang akan menanggung akibatnya !" ucap Joe seraya menghempaskan Vlo dan merangkul Dinda yang sudah menjerit karena perih dan panas.


"Maafkan aku ...maafkan aku, ku mohon maafkan aku" ucap Joe yang sudah menggendong Dinda menuju kerumah sakit dekat perusahaan. Tentu berita itu langsung tersebar di seluruh perusahaan,, Joe terdengar cuek tapi tak pernah kasar, tapi kali ini, bahkan ia menampar karyawan itu, itu sudah bertanda, Kesalahannya terlalu fatal.


'Gila, tuh si Vlo. Berani bener memprovokasi Tuan Joe, aku dengar kan ... wanita itu wanitanya Tuan Joe' gosip karyawan pria yang tak percaya akan ada kejadian semacam itu di perusahaan yang selama ini adem ayem.


'Bener, bagaimana nasib kekasih Tuan Joe ya ... ? kopi panas loh, men" ucap karyawan lain


'Habislah riwayat Vlo di perusahaan ini, meskipun Tuan Joe bukan presiden direktur,tapi dia memiliki hak sepenuhnya di perusahaan ini' gosip mereka lagi.


" Vlo ! Apa yang kau lakukan! kau lihat ... ! Pak Joe marah besar karena mu" ucap temannya Vlo


"Aku refleks Non,aku emosi saat tahu kalau dia sudah 2 tahun pacaran sama pak Joe. Kamu kan tahu sendiri bagaimana aku mencintai Pak Joe selama ini?" ucap Vlo seraya mengusap wajahnya yang sudah penuh dengan air mata


"Tapi gak kayak gini caranya,Vlo. Kalau begini ... kita bisa di pecat, bahkan pak Joe bisa berbuat lebih" ucap Temannya Vlo yang sudah sangat khawatir.

__ADS_1


__ADS_2