Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 213


__ADS_3

Tangan Tian terlihat mengepal saat melihat siapa yang berdiri di atas panggung itu, matanya menatap Asisten Li dan Joe secara bergantian, seolah ingin bertanya 'mengapa sampai ada adegan seperti ini'


Tentu Asisten Li langsung faham dengan isyarat mata itu.


"Aku tahu ... aku ada salah padanya, aku pergi tanpa berpamitan untuk mengejar impian ku agar bisa menjadi wanita yang jauh lebih pantas untuknya, tapi sayangnya ... ada gadis yang jauh lebih muda datang dan menggoda nya, tentu ... lelaki itu jauh memilih daun muda ... ka ... "


"Cukup ... !!!" teriak Leona seketika, membuat semua orang terkejut, Leona menghentikan ucapan wanita itu karena ia teringat akan masa lalunya, dimana sang kekasih selingkuh dengan gadis muda.


"Nona Leona, saya tahu ... kau akan membela saya bukan ... ? karena kisah kita hampir sama, suami mu di rebut oleh gadis yang jauh lebih muda darimu, tapi nasibmu beruntung Nona, kau di nikahi oleh Tuan Tian ... " ucap sedih wanita itu yang langsung mendapatkan simpati dari banyak orang, sedangkan Dinda yang sedari tadi hanya bisa mengepalkan tangannya kini matanya terlihat berkaca-kaca.


Lampu tiba - tiba saja mati, dan terjadi lah sulap, dimana wanita itu sudah menghilang dari atas panggung.


Saat lampu sudah terbuka, kini Alan yang ada di sana, dengan sifat jenakanya Alan mencairkan suasana yang tadi sudah menegang.


"Salam semuanya, ... terimakasih katena kalian menikmati alur yang kami siapkan, hahhahaha apakah kalian merasa terhibur ... ?" ucap Alan dengan tawanya


"Jadi ... jadi tadi hanya drama ... ?" ucap seorang wanita


"Ya ... jika kalian suka ... maka bacalah kisah Kebangkitan Istri Tersakiti, di situ di tulis kisahnya, semua kisah ada di noveltoon ya ... " ucap Alan dengan semangat nya.


Tentu suasana yang tadi sudah menegang kini sudah mencair, namun ... kemarahan Leona sangat terlihat jelas, begitu juga dengan Dinda.


*****


"Kau sangat marah ... ? apakah marah sama Dinda ... ?" tanya Tian


"Bukan, aku tahu betul anak itu, hanya saja aku marah pada Wanita tidak tahu malu itu, bisa-bisanya dia mengarang cerita dengan sebegitu rupa, menyamakan kisahku dengan kisahnya, aku benci dia Tian, aku sangat tidak ingin melihatnya, kau lihat Dinda ... dia yang syok saat ini" ucap Leona yang kini berusaha menenangkan hatinya.

__ADS_1


"Kau jangan khawatir, Joe dan Li sudah mengurus nya, wanita itu akan menerima setiap apa yang sudah ia lakukan, kau tenang lah" ucap Tian seraya memeluk Leona


Acara di luar sudah berjalan dengan lancar, meski ada sedikit drama.


Sedangkan wanita yang yadi membuat Drama kini sudah ada di sebuah ruangan, dengan mata yang tertutup.


"Kalian kenapa mengurung ku disini ... Joe ... aku tahu ini pasti ulahmu, aku tidak akan menyerah Joe, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan kamu lagi " teriak wanita itu yang tidak lain lagi adalah Jeni


Seketika suara pintu terbuka


"Joe ... aku tahu itu kamu ... lepaskan aku Joe, kita kembali ke masa lalu, dimana hanya ada aku dan kamu" ucap Jeni


Seketika tutup mata jeni terbuka, benar saja ... Jeni langsung melihat Joe tapi ia tidak sendiri, ia datang bersama Dinda.


"Joe ... " ucap Jeni


3 kali tamparan melayang di pipi Jeni.


"Apa yang kau katakan tadi, aku datang dan menggoda kak Joe, menggoda bagaimana yang kau maksud, apakah begini ... ?" ucap Dinda seraya mencium bibir Joe dengan rakusnya, Joe tidak diam, ia membalas ciuman ganas dari Dinda, hingga kini mereka berciuman bibir tepat di hadapan Jeni.


Setelah itu, bulan hanya bibir saja yang di cicipi Joe melainkan leher jenjang Dinda menjadi sasaran Joe saat ini, Dinda tidak menolak bahkan ia menatap Jeni yang masih terlihat begitu terkejut.


"Ah ... apakah begini yang kau sebut menggoda ... lanjutkan Joe sayang ... aku mencintaimu ... " ucap Dinda dengan sangat mesra.


"Cukup ... ! hentikan Joe, jangan lakukan ini padaku, hentikan ..."teriak Jeni seraya menutup matanya.


Melihat expresi Jeni, Dinda dan Joe menghentikan aksi panas mereka.

__ADS_1


Joe langsung mencengkeram pipi Jeni, membuat nya menatap wajah Joe.


"Apa yang kau rencanakan ... ? apakah kau berfikir aku akan luluh dengan apa yang kau lakukan, aku semakin benci dengan mu Jeni, kau bahkan melukai hati orang-orang yang aku cintai, ini acara Tuan Galla dan Nona Angelina, kau telah merusak momen bahagia mereka hanya karena keegoisan mu ... !" teriak Joe seraya menghempaskan pipi Jeni


"Kau fikir, setelah kau melakukan drama itu, semua orang akan simpati padamu, ingatlah Jen ... yang tahu keadaan ku saat itu adalah mereka" ucap Joe


"Joe ... kau sudah banyak berubah Joe, dulu .. dulu kau tidak ingin aku terluka sedikitpun, sekarang ... kau malah membiarkan wanita perusak itu menampar ku di hadapanmu, sihir apa yang sudah ia berikan padamu Joe ... sadarlah ... akulah cintamu bukan dia " ucap jeni seraya memegang kerah baju Joe


"Itu dulu, sekarang ... bahkan aku ingin melihat kau mati saja Jen ... agar kau bisa sadar, kalau masa lalu tidak bisa menjadi masa depan" ucap Joe


"Bukan aku yang akan memberi mu hukuman, tapi ... wanita siapa yang kau singgung tadi, kau telah membuat luka lama Nona muda terbuka lagi dengan menyebut kisah masa lalunya, Nikmatilah apa yang sudah kau lakukan" ucap Joe membawa Dinda berlalu dari ruangan itu.


Joe terlihat merangkul Dinda, membawanya dalam pelukannya.


Sedangkan Jeni kini sadar ... Leona bukan membela nyantadi, tapi ia teringat akan masa lalunya, masa dimana hatinya terasa hancur.


Leona istri sah yang di khianati dengan Pelakor kecil, yang memilih pergi dari suaminya dan bertemu dengan seorang Tian Alvaro.


Kegelisahan kini telah Jeni rasakan, ia tidak sadar bahwa ia menyinggung seseorang yang seharusnya tidak ia singgung.


Ia lupa bahwa acara ini adalah milik lima pemuda yang kini memiliki julukan 5 Pandawa, (julukan Tian,Lihaonan,Galla, Alan dan Joe,) julukan itu dapat dari readers ya ...


"Oh tuhan ... apa yang sudah aku lakukan ... hanya karena ingin mendapatkan Joe kembali, aku sudah membuat masalah besar dalam hidupku sendiri" ucap Jeni pada diri sendiri.


Kini Jeni berdiri dan mencari jalan keluar, sayangnya ... ia sudah terlambat, anak buah Tian sudah datang.


"Ku mohon lepaskan aku, aku ... aku ngaku salah Tuan, aku mohon ... lepaskan aku, aku janji ... aku akan pergi setelah ini, aku akan pergi jauh dari hidup kalian semua, ku mohon tuan .. maafkan aku" ucap Jeni yang sudah di seret oleh anak buah Tian.

__ADS_1


Dinda bukanlah Leona yang mudah memaafkan , dia ingin Jeni pergi, jika Jeni tidak pergi maka Dinda yang akan pergi, itulah perkataan yang Dinda ucapkan pada Tian saat di tanya maunya Dinda apa.


__ADS_2