Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 262


__ADS_3

Dalam perjalanan, Assisten Li bukan langsung membawa Tian pulang tapi membawa nya kerumah sakit. Di sana ia langsung ditangani oleh dokter Jimmy.


Dokter Jimmy tidak menyangka bahwa alergi Tian masih sama tidak berkurang sedikitpun padahal kebanyakan dari alergi tubuh bisa sembuh dengan penyatuan tubuh antara suami dan istri.


"ada saja wanita yang dekat mendekati Dian Apakah mereka tidak mendengar tentang Tian sama sekali Mengapa mereka masih mau bermain nyawa dengan Tian" ucap dokter Jimmy yang tidak habis pikir dengan jebakan Yang Tian terima


"ini juga salahku dokter, andaikan saja aku tidak mengikuti saran tuan Tian untuk menemani mereka minum mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi " ucap asisten Li dengan penuh penyesalan


"dimana-mana setiap jebakan itu pasti ada hanya saja Ryan berhasil untuk menghindarinya andaikan arti yang tidak memiliki alergi itu mungkin dia sudah terpengaruh dengan obat per*ngsang yang telah wanita itu taburkan "ucap dokter Jimmy


"dokter benar ternyata masih ada ada rencana seperti itu untuk menaklukkan seorang pria Apakah mereka kekurangan uang sehingga mengambil jalan untuk menjebak tuan Tian" ucap Asisten Li


"itulah hidup Li semua orang tidak merasa puas dengan apa yang mereka dapatkan mereka atau selalu kurang dan kurang Karena itulah mereka mengambil segala jalan agar hidup mereka mendapatkan kepuasan, namun kepuasan itu tidak akan mereka dapatkan dengan jalan yang salah" ucap dokter Jimmy yang dibenarkan oleh asisten Li


"by the way selamat atas kehamilan istri mulih semoga istriku juga mengikuti kehamilannya"ucap dokter Jimmy Seraya mengulurkan tangannya


"Terima kasih Dokter Jimmy dan selamat juga untuk pernikahan kalian Mengapa tidak kalian tidak mengundang kami dalam pernikahan itu ?" tanya asisten Li


"pernikahan kami tidak dilakukan di sini Tuan Li, kami menikah di kediaman dokter Raisa sehingga sangat merepotkan jika kalian datang ke sana" ucap dokter Jimmy


Benar saja kediaman Dokter Raisa Bukanlah ada di kota namun ada di sebuah perkampungan kecil karena orang tuanya tidak ingin Dokter Raisa meninggalkan pekerjaannya yang sangat di butuhkan oleh banyak orang. orang tuanya Dokter Raisa tidak ingin ikut anaknya karena kampungnya adalah tempat kelahiran mereka dan penuh kenangan jika mereka meninggalkan kampung itu.


setelah pemeriksaan Tuan Tian, akhirnya dokter Jimmy keluar dari ruangannya dan menemui sang istri di ruangannya.


"Dokter Raisa,Apakah kau sibuk ?"Tanya Dokter Jimmy yang membuat Raisa tersenyum Seraya mendongakkan kepalanya.


"Ada apakah Dokter Jimmy jam segini sudah mencariku?" Tanya Dokter Raisa


"Tian mengalami alergi kembali Apakah kau tidak ingin melihatnya?" Tanya Dokter Jimmy pada Raisa, yang mana Raisa sangat terkejut mendengar kabar itu


"Kok bisa Apakah Tian ingin bermain dengan wanita lain?" Tanya Dokter Raisa


"apa yang Dokter Raisa pikirka,n Mengapa malah berpikir yang tidak-tidak tentang Tian ... ?Apakah Tian terlihat seperti lelaki brengsek lainnya ?"tanya-tanya dokter Jimmy


"Ya nggak juga sih tapi kok bisa mengalami alergi, biasanya kan kalau menyentuh Leona dia tidak alergi sekarang dia nyentuh siapa?" Tanya Dokter Raisa


"Dia mendapat jebakan Batman dari kliennya hahahah" jawab dokter Jimmy


"sudah jangan tanyakan padaku tanyakan sendiri pada orangnya" ucap Dokter Jimmy lagi.


benar saja jiwa kepo Dokter Raisa kini sedang membludak, ia menutup semua berkas yang ada di mejanya dan menutup laptop yang ada dihadapannya, dengan segera Dokter Raisa menuju keruangan Tian.


"Hai, Gimana keadaannya Tuan Tian?" Tanya Dokter Raisa

__ADS_1


"Pengantin baru, jangan bertanya tentang kabarku, seharusnya aku sekarang memukul kalian, kenapa kalian menikah tidak mengabariku" ucap Tian yang kesal dengan pernikahan Jimmy dan Raisa.


"Hahahah maaf Tuan, bukan kami berniat merahasiakan dari kalian, kalian tahu sendiri kan ..m kami pacaran sudah sangat lama tapi belum nikah-nikah juga, pernikahan kami akan gagal lagi, lalu kami merahasiakan pernikahan kami dari semua orang sehingga pernikahan kami selesai tanpa halangan di kampungku" ucap Dokter Raisa


Tian mengerti akan situasi yang Dokter Raisa dan Jimmy alami.


"Baiklah ... kalian minta apa sebagai hadiah dari pernikahan kalian" tanya Tian


"Kau ingin memberikan nya padaku ... ?" ucap Raisa


"Tentu .. kalian Adalah temanku" ucap Tian


"Apa ya ... belum aku pikir kan, lain hari aku kabarin ya .. " ucap Raisa yang hendak menyentuh Tian namun segera ia tahan.


"Eh lupa, kalau kulitmu ini sangat lah berharga, sehingga hanya istri mu yang bisa menyentuh nya" ucap Raisa dengan tangannya yang menggelantung.


"Sudah di minum obatnya ... ?" tanya Raisa


"Sudah, kenapa Obat nya bertambah ... ?" tanya Tian


"Mana ada bertambah, itu tetap sama Tian, kau saja yang sudah lama tidak kambuh jadinya berasa banyak obat nya, istrimu mana ...?"tanya Raisa


"Dia belum tahu kalau aku ada disini, aku ada bisnis di luar kota, eh ketemu ulat bulu nih sudah kena virusnya" ucap Tian yang membuat Raisa tertawa .


Sedangkan Asisten Li sedang menjemput Leona di kediamannya namun ia tidak ingin membuat Leona khawatir tentang keadaan Tian.


"Loh ... Asisten Li, kau sudah kembali, lalu dimana Tian .. ?" tanya Leona yang sudah memasang wajah khawatir.


"Alergi Tuan kambuh Nona, terpaksa kami pulang lebih awal" ucap Asisten Li yabg tidak memiliki alasan lain.


"Alergi ... ?kok bisa?" tanya Leona


Hingga akhirnya Leona bisa menyimpulkan sendiri apa yang sebenarnya terjadi. dengan cepat Leona mengambil tasnya dan mengikuti asisten di ke rumah sakit.


Leona sangat marah dengan apa yang terjadi pada tiap Ingin rasanya ia memberi pelajaran pada wanita yang berani menyentuh Tian,sehingga mengakibatkan Tian mengalami alergi itu kembali.


"Tuan sudah tidak apa-apa hanya saja bintik merahnya yang tidak hilang, di sana ia sudah meminum obat dari Dokter yabg sudah di rekomendasikan oleh Dokter Jimmy" ucap Asisten Li berharap Leona tidak terlalu khawatir.


"Lalu, wanita itu sekarang bagaimana ... ?" tanya Leona


"Sudah di hempaskan secara halus oleh Tuan Tian, karena itu mungkin Alerginya terlihat lebih parah, Tuan tian bahkan mencekik wanita itu dengan tangannya sendiri" ucap Asisten Li.


"Sekarang bagaimana keadaan wanita itu" tanya Leona

__ADS_1


"Kakinya sudah dipatahkan, jadi ia tak bisa lagi menjebak orang lain dengan muslihat nya" ucap Asisten Li yang membuat Leona menutup mulutnya, ia baru ingat dulu Tian juga mematahkan tangan Arita.


Leona semakin gelisah ia takut polisi akan datang. Karena gugup Leona sampai lupa siapa suami nya saat ini.


Dia Lelaki hebat yang memiliki sejuta koneksi jaringan yang mampu membuatnya terlepas dati segala tuntutan.


Sesampainya Leona di rumah sakit ia langsung berlari menuju ke kamar suaminya, benar saja ia melihat Tian yang terbaring dengan bintik-bintik merah di sekujur tubuh nya dan wajahnya.


"bagaimana keadaan mu sekarang ...?" tanya Leona Seraya mencium pipi Tian


"kau sudah datang?" ucap Tian Seraya membuka matanya.


Leona menganggukkan kepalanya Seraya mencium kening Tian kembali.


"kenapa sampai begini?" tanya Leona


"tidak apa-apa hanya bertemu dengan ulat bulu kecil" jawab Tian Seraya tersenyum pada Leona.


"Apakah masih terasa gatal?" tanya Leona


"sudah jauh lebih mendingan daripada pertama kalinya" ucap Tian seraya tersenyum pada Leona


"syukurlah kalau begitu, kamu menginginkan sesuatu?" Tanya Leona


"aku sudah makan sesuatu tadi,kamu pasti lelah"ucap Tian pada Leona


"Tidak juga, " jawab Leona Seraya membelai kepala Tian


"Keadaan anak-anak bagaimana ....?" tanya Tian


"Mereka sudah tertidur" ucap Leona


*****


"Galla, pernikahan adikmu dengan putraku akan menjadi sejarah di kota ini, karena aku akan membuat pernikahan ini begitu meriah" Ucap Tuan Marcell pada Galla


"Aku ikut Tuan saja, bagaimana enaknya " ucap Galla.


"Persiapan sudah 70% kami berharap semuanya berjalan sesuai dengan rencana, Galla kau jangan cemaskan adikmu, dia sudah kami anggap seperti anak kami sendiri" ucap Marcell


"Saya tahu, Tuan. Anda dan Nyonya sangat lah sayang pada adikku, aku sangat beruntung karena adikku memiliki Alan disisi-nya" ucap Galla


"Alan Begitu mencintai nya ... kami sangat berharap hubungan yang sering terlihat cekcok itu berjalan seperti pasangan yang lainnya, mereka kadang mengingat kan aku tentang hubungan ku dengan istriku, selalu bertengkar tapi kami saling sayang, itulah kami mengungkapkan perasaan kami " ucap Tuan Marcell pada Galla seraya melihat persiapan dekorasi untuk pernikahan Alan dan Marissa

__ADS_1


__ADS_2