Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 187


__ADS_3

Malam telah berganti siang, Joe berjanji akan mengantarkan Dinda pada kampus barunya, karena Joe kenal betul dengan Dosen yang menjadi pembimbing Dinda nantinya, atau bisa di sebut Rektor untuk Dinda.


"Kak Joe, terimakasih " ucap Dinda saat Joe sudah memarkir kan mobilnya


"Belum saatnya kau berterima kasih, aku belum selesai membantumu, ayo turun " ucap Joe


Benar saja, Joe turun yang di ikuti oleh Dinda.


Kampus itu adalah dimana Joe mengais ilmu, banyak yang kenal dengan Joe, Joe mahasiswa terbaik di universitas ternama itu.


"Tuan Joe, anda kemari pasti ada hal yang penting " ucap salah satu dosen yang mengenal Joe


"Tidak, Pak ... saya kemari membawa mahasiswi baru, saya harap semua dosen disini bisa memberi pelajaran terbaik untuk nya" ucap Joe yang merasa di tatap oleh puluhan pasang mata.


Dinda yang hanya menunduk juga merasa tidak nyaman dengan tatapan beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang ada di sekitar.


'Bukankah itu kakak senior yang menjadi legenda di universitas sini ya, dia bawa mahasiswi wanita, pasti dia orang yang spesial


'Isss .... siapa tahu dia adiknya ...'


'Kalau adiknya, apakah iya harus berpegangan tangan dari tadi, tuh lihat ... ! senior selalu menggenggam tangan wanita itu'


Banyak lagi hal yang di dengar oleh Dinda, mendengar kata tangannya yang di pegang, tentu Dinda langsung melepaskan tangan Joe.


Membuat Joe seketika melihat kearah Dinda karena terkejut.


"Kenapa ... ?" tanya Joe


"tidak apa-apa, tanganku hanya terasa gatal saja" ucap gugup dan salah tingkah Dinda.


Karena benar kata mereka, tidak mungkin jika mereka tidak ada hubungan tapi berpegangan tangan dengan begitu nyaman.


"Baiklah Tuan Joe, pak Adi akan menjadi rektor nya" ucap dosen itu.


"Apakah Bu susan sudah tidak ada ... ? kenapa harus pak Adi ... ?" ucap tidak suka Joe.


"Ada ... Bu susan Ada Tuan, baiklah ... Bu sudan yang akan menjadi Rektor nya, sesuai keinginan Tuan Joe " ucap Dosen itu.


"Baiklah ... terimakasih Pak, kalau begitu ... saya akan berkeliling kampus ini, sebagai perkenalan untuk Dinda "ucap Joe


"Baik ... Baik Tuan" ucap sopan dosen itu.


Dinda diam bukan karena tidak ada pertanyaan, tapi karena banyaknya pertanyaan dan rasa penasaran tentang Joe dan semuanya.

__ADS_1


Benarkah yang di katakan Arsa ... ? apakah benar Joe bukanlah pria biasa ... ? benarkah kata Arsa kalau Joe adalah kaki tangannya Tuan Tian.


Seketika Dinda ingat, bahwa tempat kelahiran Tuan Tian adalah negara London.


Dinda membungkam mulutnya sendiri karena terkejut, ia mengelap keringat yang tiba-tiba saja keluar, tanpa ia melakukan olahraga apapun.


Joe menarik tangan Dinda keluar dari ruangan kepala Dosen itu.


Menyadari Dinda seperti patung yang di tarik, Joe menghentikan langkahnya, yang otomatis Dinda akan menabrak tubuh Joe.


"Aw" pekik Dinda


"Apa yang kau fikirkan ... ? apa ada masalah ... ?atau kau merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka ... ?" tanya Joe seraya menatap semua mahasiswa yang berada fi arah sekitar mereka.


"Bukan ... bukan itu, aku tidak ada masalah kok" ucap Dinda seraya mengusap hidungnya.


Lalu Dinda menatap Joe dengan netra tajamnya.


"Kau siapa ... ?" tanya Dinda yang mana membuat Joe langsung memegang kening Dinda.


"Apa maksudmu ... ?" tanya Joe seraya memulai langkah kakinya yang diikuti oleh Dinda


"Maksud ku, kamu itu sebenarnya siapa ... ? kau bukan lelaki biasa kan ...? kau memiliki kedudukan tinggi di sini " tanya Dinda yang juga bingung dengan pertanyaan nya sendiri


Joe tersenyum melihat tingkah Dinda.


Tingkah yang selalu membuat ia ingat padanya.


"Kau ingin tahu tentang ku ... ?" tanya Joe membalas tatapan Dinda


Dinda tidak menjawab, ia hanya mengangguk kan kepalanya yang membuat ia semakin terlihat begitu menggemaskan bagi Joe


"Duduklah ... !" ucap Joe


Lalu Dinda menoleh kearah belakang, benar saja mereka sudah ada di halaman kampus, yang mana terdapat kursi panjang di sana.


Tanpa membantah Dinda pun duduk seraya melihat kearah Joe yang juga ikut duduk.


"Aku mahasiswa terbaik di kampus ini beberapa tahun yang lalu, Kampus ini adalah kampus terbaik dan terbesar di negara ini, aku beruntung bisa masuk ke universitas ini, dengan nilai terbaik ku, aku banyak di kagumi, buktinya tadi, kau bisa lihat sendiri ... masih banyak anak yang mengingat ku" ucap Joe dengan senyum penuh kerinduan di masa lalu.


"Bukan hanya itu, apakah benar ... kalau kak Joe adalah orangnya Tuan Tian ... ?" tanya Dinda


Sejenak Joe terdiam, ia menatap Dinda.

__ADS_1


Semalam.mereka sudah berjanji akan sekalu ada satu sama lain, karena Dinda tidak ada satupun yang ia kenal, Dinda pun setuju dengan ucapan Joe.


"Kau mengetahui nya ... ? dari siapa ... ? sahabat mu itu ...? Arsa ... " ucap Joe


"Ya, apakah kau keluarganya ... ?" tanya Dinda ragu.


"Bukan ... ! aku adalah adik sepupu Asisten Li, Lihaonan adalah awal dimana keluarga kami kenal dengan Tuan Tian, Tuan Tian menyukai cara berfikir ku, akhirnya dia juga mengangkat ku sebagai anak buahnya, Tuan Tian adalah pahlawan bagi keluarga kami, kami bukan dari orang berada, tapi dengan tangan Tuan, keberadaan keluarga kami di akui oleh semua orang " ucap Joe dengan penuh kebanggaan.


Dinda terdiam saat mendengar semua ucapan Joe


"Aku sudah mendengar kesetiaan Asisten Li terhadap Tuan Tian, apakah kau juga akan ... ?"


"Aku juga akan melakukan hal yang sama" ucap Joe memotong ucapan Dinda.


Sejenak Dinda terdiam, ia menunduk kan kepalanya, merasa malu akan setiap tingkah lakunya selama ini terhadap Joe.


"Kenapa diam ... ? malu ... ? sudah terlanjur, aku hanya Joe dan hanya Joe, kita akan menjalin hubungan hanya dengan Joe tanpa adanya iming-iming Tuan Tian" ucap Joe


"Lupakan, jangan diam begitu, kau seperti burung yang kena virus kalau diam begitu" senggol Joe ke lengan Dinda.


Dinda nyengir kuda pada Joe.


"Kalau begitu ... aku tidak akaj sungkan lagi pada Kak Joe" rangkul Dinda ke lengan Joe.


Dengan tawanya Dinda tidak menyadari bahwa Joe menatap lengannya yang di rangkul ileh Dinda.


"Sekarang, traktir aku makan dan minum Es" ucap Dinda seraya bangkit dari duduknya dan menarik lengan Joe.


"Hanya makan dan minum Es ... ?" tanya Joe


"Ya ... apakah Kak Joe akan mentraktir yang lebih besar ... ? ah jangan sekarang ... lain kali saja kalau mood ku baik" ucap Dinda seraya berjalan menyusuri kampus.


"Hei, kau akan membawaku kemana ... ?" tanya Joe


"Ke kantin " jawab Dinda


"Kantin nya ke sana sayang, bukan kesini" ucap Joe menghentikan langkah Dinda.


Akhirnya Joe dan Dinda sama-sama tertawa.


*****


"Gali terus informasi nya ... !" Titah Tian

__ADS_1


__ADS_2