Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 173


__ADS_3

mendengar ucapan Veni, seketika ketiga wanita itu langsung tertawa bersamaan.


Hahahhaha hahahhaha


"Pasti sangat lucu kan ... " ucap Angelina Seraya memegang perutnya karena sakit kebanyakan tertawa.


"Dia menjadi cowok tercantik di pantai ini "ucap Veni


"Bagus tuh jika kita memotretnya" timpal Raisa


"Eh, bener juga kenapa aku tidak memotretnya ya tadi" ucap Veni yang langsung berdiri dari duduknya.


"Hai kau mau kemana ...? Jangan bilang kau ingin ke sana lagi ...!" teriakan Angelina


"Kalian tunggu lah, nanti akan aku berikan tontonan yang sangat menarik untuk kalian " teriak Veni


"Aneh-aneh tuh anak" ucap Leona yang baru saja berhenti tertawa


"Adik kecil kemarilah ... " Veni memanggil anak yang kini duduk di bawah kursi yang di tempati wanita itu


"Ada apa Tante ... " tanya anak itu seraya mendekati arah Veni


"Kau potret kan gambar wanita itu sekarang, mau ya ... " Veni menyodorkan ponsel nya pada anak kecil itu


"Memotret nya adalah pekerjaan yang sangat beresiko tante, harus ada imbalannya " ucap anak itu


"Ah, kau ingin apa, ice crem? katakan saja" ucap Veni


"Seratus Ribu sebagai imbalannya " ucap anak itu


"Kau ... ah baiklah, masih kecil udah pintar berbisnis, ini ... udah sana lakukan tugasmu dengan baik" ucap Veni yang kini duduk di pasir yang berwarna putih itu.


Benar saja beberapa saat kemudian, anak itu telah kembali dengan tugas yang sudah ia selesai kan


"Bagaimana pekerjaan mu Tante ... apakah Tante puas ?" tanya anak itu


"Keren, Baiklah ... kau bangunkan dia, biar pantai ini bisa ramai" ucap Veni seraya mengusap kepala anak cerdas itu


"Siap tante ... !" anak itu memberi hormat pada Veni sebagai tanda perintah akan di lakukan


Veni berlalu dengan tawa nya. Ia tidak sengaja memposting 2 foto di status aplikasi hijaunya.


Lalu kembali pada kumpulan para wanita


"Nih ... ah tampan banget ya ... " Veni menyodorkan ponsel nya pada ketiga wanita itu, benar saja mereka langsung tertawa bersamaan. Apalagi di tambah dengan bangun ya wanita itu, semakin membuat mereka tertawa.


Leona yang merasa sudah tidak tahan lagi


*****


"Kau lihat istriku ... ? kenapa dia tertawa seperti itu ... ?" tanya Tian yang sudah ada di pantai itu.

__ADS_1


Asisten Li menunjukkan status Veni tentang wanita berkumis


"Hahahhahaha " tawa Tian


"Siapa yang melakukan pekerjaan yang menakjubkan seperti ini ... ?" tanya Tian saat melihat gambar di ponsel Li


"Veni mengatakan kalau ada anak kecil yang melakukannya Tuan " ucap Asisten Li


"Panggil anak itu nanti, ia sudah sukses membuat istri bahagia seperti itu, akan saya berikan dia 1 permintaan " ucap Tian yang sangat di mengerti oleh Asisten nya.


Itulah Tian, ia akan memberikan hal itu pada orang lain.


Tawa mereka berempat terhenti saat melihat 4 jajaran pria yang berdiri di depannya yang mana mereka menjadi pusat perhatian para, pengunjung lainnya.


"Kau sangat bahagia ...?" tanya Tian seraya mengecup kening Leona


Yang lainnya hanya bisa menggigit jari melihat kemesraan Tian dan Leona yang tidak mengenal tempat dan waktu.


"Sangat bahagia ... bagaimana ... ? apakah pekerjaan mu sudah selesai ?" tanya Leona


Sejenak Tian terdiam, ia tidak tahu harus berkata apa pada istrinya.


Mengingat bagaimana ucapan Asisten Li bahwa Arita sudah meninggal dunia.


"Apa yang kau sembunyikan dariku?" tanya Tian pada Asisten Li saat itu


"Saya tidak menyembunyikan apapun Tuan" Asisten Li langsung menunjukkan gambar dimana Arita dimakamkan.


"Hei ... kenapa melamun, apakah terjadi sesuatu atau masalah ... ?" tanya Leona saat melihat raut wajah Tian


"Tidak, kalian sudah makan siang, aku fikir kalian sudah kembali ke kamar kalian, ternyata kalian masih betah di sini " ucap Tian panjang kali lebar wkwkwkkw


"Aku yang tidak mau ke kamar, jarang banget kan ... kita bisa bermain di pantai seperti ini" jawab Leona


"Kenapa kalian diam, ah ... jangan takut padaku ..., ayo kita makan siang bersama, seafood disini terkenal enak" ajak Tian seraya merangkul pinggang Leona


yang di ikuti oleh mereka semua


Sedangkan Angelina langsung melingkar kan tangannya ke pinggang Galla dan menyandarkan tubuhnya


"Aku merindukan mu" bisik Angelina di telinga Galla


"Aku juga" Galla mencium sekilas pipi Angelina


Untung mereka ada di bagian belakang, sehingga mereka bebas tanpa malu berciuman


Sedangkan Asisten Li masih sama berjalan beriringan degan Veni layaknya bukan kekasih.


Tanpa melihat dan melirik, hanya berjalan mengikuti sang Tuan yang ada di depan.


Para pelayan pun melayani mereka semua dengan sigap.

__ADS_1


Karena mereka yakin bahwa mereka bukanlah pengunjung biasa


"Aku bisa minta es lemon?" tanya Leona pada pelayan


"Akan saya ambil kan segera Nona" ucap pelayan itu dengan segera, apalagi melihat Leona yang hamil besar.


"Kau sangat haus?" tanya Tian


"tidak, hanya saja aku sangat menginginkan jus Lemon itu sekarang juga, pelayan itu mengerti ... ia langsung mengambil kannya karena aku sedang hamil" ucap Leona


Leona duduk tepat di pagar pembatas sehingga ia bisa menyandarkan tubuhnya dengan nyaman.


Beberapa saat kemudian pelayan itu datang dengan segelas es lemon itu.


"silahkan di nikmati Nona ... " ucap pelayan itu dengan ramah


"Siapa namamu ... ?" tanya Tian


"Marsih Tuan" jawab pelayan itu


"Berapa lama kau kerja di sini?" tanya Tian yang tidak di mengerti oleh yang lain namun sangat di mengerti oleh Asisten Li


"Sudah sekitar 2 bulan Tuan" jawab pelayan itu


"Kau masih baru, bekerjalah padaku menjadi pelayan istriku, saya akan menggajimu 3x lipat dari gajimu disini" ucap Tian


Namun pelayan itu tidak menjawab


"Saya akan bicara pada atasanmu, kau hanya mengatakan iya pada Tuan ku" ucap Li yang mengerti ke khawatiran pelayan itu.


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu" ucap pelayan wanita itu


"Hebat ... ! kau mengerti banyak hal tentang raut wajah seseorang Li ... " puji Galla lada Asisten Li.


Itulah kelebihan Li, membaca expresi wajah seseorang memanglah ahli nya Li.


Sehingga Tian tidak khawatir dengan segala urusan karena ada Li di hadapannya.


Mereka pun menikmati makan siang mereka, Leona terlihat begitu lahap menikmati santapannya.


Tian dengan laten mengambilkan daging ikan bakar yang Leona pesan, memisahkan daging dan tulang-tulang nya agar Istrinya merasa nyaman dalam menikmati nya.


Galla meniru gaya Tian, ia mengupas kan kulit udang agar Angelina bisa menikmati daging udangnya dengan nyaman.


Veni melihat kedua pasangan itu begitu juga dengan Raisa.


Namun Raisa memilih abai, sehingga Joe merasa lucu dengan keadaan ini.


'Kalian benar-benar iri ya melihat pasangan romantis, isss ... kak kau harus peka pada kemauan wanita mu' Bathin Joe dengan senyum seraya melihat kearah mereka semua dengan bergantian.


Love buat kalian semua

__ADS_1


__ADS_2