![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Sejenak tawa Dinda terhenti lalu tertawa kembali.
"Dinda ... aku tahu kau stress sampai-sampai kau tertawa seperti ini, tapi percayalah ... aku akan menerima kamu apa adanya, bukankah aku ini pria yang baik" ucap Jack lagi dengan tak tahu malu, malah semakin membuat Dinda tertawa sampai memegang perutnya.
"Kau punya kaca besar di rumah kan ... ? " tanya Dinda seraya menahan tawanya.
"Stress ... ! kau bilang aku stres hanya karena kau meninggalkanku? alamak Jack ... percaya diri banget sih kamu" ucap Dinda seraya menggelengkan kepalanya.
"Andaikan tidak ada pria lagi di dunia ini selain kamu, aku juga tidak akan mau dengan mu, ckkk ... benar-benar tak tahu malu, sekarang lebih baik kau pergi, atau ... " ucap Dinda terhenti saat Ia melihat Joe sudah ada di belakang tubuh Jack.
"Atau apa Din, aku tahu kau mencintaiku ... dan masih sangat mencintaiku kan ... ?" ucap Jack seraya meletakkan kedua tangannya di kedua sakunya.
"Cih, Hai sayang .. kau sudah datang" ucap Dinda seraya merentangkan kedua tangannya, terlihat senyum Jack yang mengembang kala melihat Dinda merentangkan kedua tangannya.
Namun ... betapa terkejutnya dan kecewanya Jack saat pelukan itu bukanlah untuk dirinya, melainkan untuk pria yang tadi keluar dari mobil yang Dinda naiki.
"Siapa dia ... ?" tanya Joe
"Oh, kenalkan ...dia adalah pria yang tidak tahu diri, kau ingat saat Arita datang ke pesta pernikahan Tuan Tian, dia lah teman lelaki nya, dan menghilang saat Arita mendapatkan masalah, pengecut banget kan dia ... " ucap Dinda yang masih mengalungkan kedua tangannya di leher Joe.
Joe seketika ingat, bahwa yang datang dengan Arita saat itu adalah kekasih Dinda. seketika rahang Joe mengeras, tangan nya mengepal.
"Sudah jangan emosi, dia sudah tidak penting bagiku, yuk kita pergi " ucap Dinda seraya menarik tangan Joe yang menenteng beberapa plastik makanan untuk makan bersama.
Terlihat wajah Jack yang menatap ke arah Dinda.
'Dia sudah memiliki kekasih, mengapa aku sangat familiar dengan wajah pria itu ya ..., namanya Joe ... Joe ... Joe ... siapa ya ... ?' bathin Jack yang terus menatap mobil mereka.
Saat Jack ingat siapa Joe, betapa terkejutnya Jack.
"Bukankah itu Jonathan ... , Iss ... kenapa Dinda bisa pacaran dengan Pandawa Lima, sialan ... bikin malu saja kau Jack, kau bahkan bilang kalau Dinda Stress gara-gara ditinggal olehmu, yang ada malah hidupnya tambah makmur begitu" ucap Jack pada diri sendiri.
*****
"Kenapa kau sampai tertawa begitu tadi, apakah kau begitu bahagia bisa Bertemu dengan mantan mu itu ... ?" tanya Joe
__ADS_1
"Ya ampun ... mana ada aku bahagia, aku tertawa karena dia mengatakan, Kalau aku stress karena ditinggal olehnya, bukankah itu lucu sekali " ucap Dinda yang kini sudah tertawa lagi.
"Mungkin jika dia anaknya seorang Pemimpin, atau Raja, aku akan memaklumi perkataan nya, eh dia gak sadar, dia itu siapa ? sampai -sampai aku akan stress karena nya" ucap Dinda.
"Bukankah dia percaya diri sekali" imbuh Dinda
Namun tidak ada respons dari Joe
"Kak, jangan bilang kalau kakak cemburu padanya " ucap Dinda
"Mana mungkin aku cemburu lada lekaki macam dia, tapi yang aku heran, kenapa kalian bisa bertemu disini, apakah ini kebetulan ... ?" tanya Joe
"Tentu Kak, aku sudah ganti Nomor juga" ucap Dinda
"Jangan khawatir, aku bukan tipe wanita tukang selingkuh kok, aku setia orangnya, seperti yang Pandawa Lima katakan, Setia itu mahal" ucap Dinda.
"Terimakasih karena sudah menjadi wanita yang mau bertahan di sisiku" ucap Joe tersenyum kearah Dinda.
Wanita mana yang tidak akan bertahan jika di cintai dengan begitu besar oleh seorang pria. menjamin kebahagiaan nya dan selalu ada di sisinya. Kedatangan Joe adalah kebahagiaan yang besar bagi Dinda.
*****
"Ibuku dari tadi aku tidak melihat nya, apakah mereka sudah pulang ... ?" tanya Veni
"Oh my God, maaf ... aku lupa, Kakakmu sudah pamitan tadi, katanya dia terburu-buru ada kepentingan mendesak, tapi katanya dia akan balik lagi nanti" ucap Asisten Li
"Ada kepentingan mendesak ... ? tentang apa ... ?" tanya Veni yang mana Asisten Li hanya mengangkat kedua bahunya bertanda tidak tahu alasannya.
Akhirnya makan siang mereka pun telah tiba.
Veni menikmati makan siangnya karena Assisten Li yang menyuapi nya.
"Kenapa ... ? apakah kau masih lelah karena tadi malam ...?" goda Asisten Li
"Mana mungkin, kekuatan ku sudah 100% mau kau coba lagi ... !" tantang Veni yang membuat Asisten Li tersenyum. Asisten Li langsung mencubit lembut kedua pipi Veni karena merasa gemas dengan istrinya itu.
__ADS_1
"Simpan energi mu untuk bulan madu kita nanti, Oke" ucap Assisten Li
"Bulan madu, Ah, baiklah ... bersiap - siaplah Assisten Li, aku Veni akan mengalahkan mu, dan anak-anak kita nanti pasti akan ikut dengan ku, baik wajahnya dan juga kepribadian nya yang ceria, tidak kaku seperti mu" cebik Veni
"Eh, emangnya apa hubungannya anak dan menang dalam hubungan badan ... ?" tanya Asisten Li kepo
"Ada yang mengatakan padaku, jika lelaki nya yang kalah maka anaknya akan mirip seperti ibunya, begitu juga sebaliknya " ucap Veni yang langsung mendapatkan jitakan di kening nya dari Asisten Li
"Kamu mendapatkan ilmu itu dari mana ? coba aku tanya sekarang, Anaknya Tuan Tian, salah satu mata dari mereka ada yang seperti Tuan Darrel, apakah ada hubungan nya Tuan Darrel dengan hubungan badan Tuan Tian dan Nona, Tidak ada kan ... ? lagian kaku seperti ku ada hikmahnya juga kan ... ?" ucap Asisten Li
"Apa hikmah nya coba ?" tanya Veni.
"Banyak " jawab Asisten Li
"Iya apa aja ... " ucap Veni
"1, terlihat tampan
2,Di jauhi wanita
3, terlihat ganas
4, Tentu di sukai wanita cantik seperti mu" ucap Asisten Li, mencoba untuk bercanda dengan sang istri.
Terlihat Veni yang memikirkan setiap ucapan Asisten Li. Terbayang di otak Veni anaknya yang wanita memiliki temperamen seperti Asisten Li. Lalu ... Veni tertawa sendiri saat melihat bayangan wajah anak yang mana belum ada di rahimnya.
"Kenapa kau malah ketawa ... ?" Tanya Asisten Li seraya memandang tawa istrinya yang terlihat begitu cantik.
"Tidak apa-apa, baiklah ... Suamiku, kakiku pegal, bisakah kau panggilkan tukang urut hotel disini, aju dengar, disini ada tukang urut profesional" ucap Veni
Tentu Asisten Li tahu maksud Veni, namun ... mana mungkin Asisten Li akan membiarkan Veni di sentuh oleh pria lain selain dirinya.
"Tidak boleh, Aku saja yang akan mengurut kakimu," ucap Asisten Li seraya menyentuh kaki Veni.
"Eh, kenapa ... ?" tanya Veni
__ADS_1
"Disini semua tukang pijit nya laki-laki, lain kali aku akan membawamu untuk perawatan tubuh yang mana pelayanan nya wanita semua" ucap Asisten Li yang kini sudah memijit kaki Veni dengan lembut.