![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Sebelum baca bab selanjutnya mohon di like bab sebelumnya ya kakak-kakak cantik.
Leona selalu teringat dengan ucapan asisten Li saat mereka masih berada di dalam mobil.
Iya tidak menyangka wanita yang dikhianati suami nya, akan di cintai lagi oleh orang yang sama sekali belum menikah.
Antara tak percaya dan bersyukur bisa di cintai dengan sebegitu rupa.
Tapi pengalaman Leona yang membuat Leona harus berfikir ulang.
Menjalin rumah tangga bukan hanya sekedar mengandalkan cinta.
"Leona ... fokuslah, Ayo selesai kan tugas mu, ini dari Marissa loh, yang katanya Tuan Alan pelanggan setia"ucap Leona pada diri sendiri.
Saat ini Leona bekerja dari rumahnya ia mendesain sebuah karya yang sempat viral di seluruh penjuru dunia.
Namun semua karya itu Leona ubah dengan caranya sendiri.
"semangat Leona ... kamu pasti bisa" ucap Leona seraya yang menggambar.
*****
"Kau keterlaluan Arita" ucap Chandra Saat memasuki ruangan Arita.
terlihat jelas guratan amarah Chandra di wajahnya.
"Apa maksud apa Kenapa masuk tiba-tiba, pakai marah-marah lagi" ucap Arita
"Papa sudah membaca semua chat yang kau kirimkan kepada teman lelaki mu, kau jadi wanita apaan Arita ... apakah sebelum ini kamu lakukan itu dengan pria lain selain Arsa?" tanya Chandra Seraya menahan amarahnya.
terlihat Arita terkejut dengan semua perkataan papapnya, Apakah papahnya menyadap ponselnya? begitulah isi fikiran Arita.
"Benar ... papa menyadap ponsel mu, karena tidak mungkin kau terkena penyakit itu jika hanya melakukan dengan Arsa ...!!!" ucap Candra dengan emosinya.
Tentu itu membuat Arita terkejut sekali.
"Pa ... ini tidak seperti yang papa pikir kan, Arita, Arita hanya bercanda dengannya, pa ... percayalah sama Arita"ucap Arita yang ingin tutun dari ranjangnya.
"Apa yang harus papa lakukan agar kau berubah Arita, banyak yang jadi korban karena ulahmu, Arsa sampai berpisah dengan istrinya karena mu, tapi ... kau, kau malah, oh tuhan ... apakah kau putriku Arita ..."ucap Candra.
"Setelah kau keluar dari rumah sakit, kau akan papa kirim ke asrama,kau tidak bisa lagi membantah papa Arita, dan juga ... Arsa tidak akan menikahimu"ucap Candra
__ADS_1
"Asrama ... papa bercanda, pa ... mas Arsa jiga sekarang sudah ada di titik bawah, Arita juga tidak mau menikah dengannya, tapi ... Asrama ... apa yang akan Arita lakukan fi Asrama pa"ucap Arita.
"Di sana kau bisa merenungkan setiap perbuatan mu Arita, sadarlah ... kau satu-satunya peninggalan mama mu untuk papa, berubah lah nak"ucap Candra seraya memohon pada Arita.
Jam berjalan dengan begitu cepat, Leona menyibukkan diri dengan melakukan pekerjaan nya.
Sesekali dia melihat ponsel nya namun tidak ada notifikasi apapun.
*****
"Nona Angelina sangat lah cantik malam ini"goda Galla pada Angelina saat baru tiba di meja makan malam.
"Benarkah, apa mungkin Tuan Galla memiliki masalah dalam penglihatan nya?"jawab Angelina sinis pada Galla seraya mendaratkan tubuhnya di kursi yang sudah disiapkan.
"Jika begitu ... aku ingin masalah penglihatan ini selalu ada, karena bisa melihat Nona Angelina yang cantik"ucap Galla tak tahu malu.
"Tuan Galla ... aku dengar Tuan sedang mencari partner kerja untuk pembangunan Hotel di wilayah Kota H, bagaimana kalau Tuan bekerjasama dengan perusahaan papa ku"ucap Angelina seraya menyuapi mulutnya dengan sesendok makanan yang tersaji.
"Apa yang akan saya dapat kan dari Nona jika saya menyetujui dengan permintaan Nona"ucap Galla seraya tersenyum penuh arti.
"Masalah bisnis tentu Nona tahu itu"imbuh Galla.
"Tuan benar-benar licik"ucap Angelina seraya membalas senyuman Galla.
"Tentu ... dia kekasihku bukan?"ucap Angelina. .
Sejenak Galla terdiam lalu ... mengulang suapan lagi ke mulut nya.
"Hanya karena cinta tak terbalas kan, Tuan Galla sampai memutuskan persahabatan Tuan dan Tian, bukankah itu sangat lah tidak masuk akal"ucap Angelina yang berhasil membuat Galla mengehentikan tangannya.
"Aku sangat mencintai dan menyayangi adikku, luka hatinya adalah luka hatiku"ucap Galla dengan suara menahan sedihnya.
"Tapi ... mengorbankan persahabatan dan hubungan itu sangat disayangkan bukan ...? Tian ... menolak cinta Nona Marissa tentu katena alasan yang tidak bisa ia jelaskan, memulai permusuhan dengan sahabat yang begitu berarti bagi kita apakah nyaman ...?"ucap Angeline yang sangat di benarkan oleh Galla.
"Nona Marissa bukanlah anak kecil lagi, yang harus anda turuti kemauan nya, dia sudah dewasa dan menjadi wanita yang begitu cantik, Tian juga tidak mungkin menolak Marissa juka di hatinya ada cinta, tapi ... apakah cinta harus dipaksa kan?"ucap lagi Angelina.
"Tuan adalah sahabat baik Tian, seharusnya Tuan Galla lebih mengenal Galla dari siapapun"ucap Angelina yang berhasil membungkam Galla.
.
.
__ADS_1
.
Suasana menjadi hening, sehening kuburan di tengah malam wkwkwkw.
"Yang Nona Angelina katakan benar, tapi apa kurangnya Marissa di mata Tian"ucap Galla dengan bodoh nya.
"Cinta ... cinta yang tidak ada tuan, mungkin Tian menyayangi Nona Marissa sebagai adik, bukanlah sebagai pendamping, dan itu tidak bisa di paksa, karena jika hubungan di awali dengan sebuah kebohongan, keterpaksaan, maka hasilnya tidak akan baik"ucap Angelina dengan begitu bijaksana. .
"Aku mencintai Tian, tapi ...Tian tidak mencintai ku, apakah aku bisa memaksanya? tidak tuan ... menjadi temannya saja aku sudah senang, tuan ... luruskan kesalahpahaman kalian, Tian tidak seburuk dan sejahat itu menolak Nona Marissa, ada alasan di balik itu semua"ucap Angelina menatap Galla.
"Kau bukan kekasih Tian ...?"tanya Galla memastikan.
"Kata siapa ... aku kekasihnya, tapi aku bukan pemilik hatinya hehehehehe"ucap Angelina di selingi dengan tawa jenakanya.
Suasana kini menjadi hidup lagi.
Namun setiap perkataan Angelina selalu terngiang di ingatan Galla.
kenangan kebersamaan nya dnegan Tian, sehingga terjadi nya penolakan Tian pada Marissa semua bermain di ingatannya.
Angelina menyadari itu.
Angelina pun memberikan segelas Wine pada Galla untuk melupakan sejenak kenangan itu.
"Lupakan, tapi ... mulailah dari awal"ucap Angeline seraya bersulang pada Galla.
Tanpa sadar Galla mabuk berat saat itu, sehingga Angelina tidak tahu harus membawa nya kemana.
Akhirnya Angelina pun memesan kan kamar untuk Galla.
*****
"Bibik mu kurang ajar sekali Arsa ... !! menjadikan mu sebagai OB, apakah dia pantas untuk di panggil bibik?"ucap kesal sang mama.
"Perusahaan itu adalah milik papa mu juga ... dasar gak tahu diri sekali dia"ucap Kesal mamanya Arsa.
"Sudahlah ma ... yang bibik berikan sudah cukup bagi Arsa, semua saudara mama seakan menutup mata saat kita susah, coba saat kita berjaya, mereka hanya bisa menjilat dan menjilat saja"ucap Arsa juga dengan kekesalan nya.
"Arsa sudah melihat keadaan Papa, kalau begitu Arsa pulang dulu"ucap Arsa.
"Eh arsa ... tunggu, kau sudah bertemu dengan anaknya teman mama ..."tanya Mama nya Arsa.
__ADS_1
"Tidak ada waktu"jawab Arsa.