Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 51 Jangan Menyinggung Leona kembali


__ADS_3

perseteruan di rumah mama Arsa pun terjadi,mama Arsa yang awalnya sangat menentang hubungan Arsa dengan Leona kini telah melemah.


"Mbak tidak usah merasa menyesal begitu, Arsa masih muda dan bisa mencari yang jauh lebih baik dari Leona ucap" adik perempuan namanya Arsa.


"itu yang sangat aku inginkan, tapi Arsa seakan terkunci dengan Leona" ucap Mama Arsa.


"ada gadis kecil itu, gunakan dia dulu setelah ini kita bisa menjodohkan Arsa dengan wanita yang terhormat" ucap adik lelakinya mamanya arsa, yaitu pamannya.


Obrolan itupun berhenti saat Fandi datang.


"Keluarga kita memang sudah besar dalam dunia bisnis, tapi... menyinggung Leona untuk saat ini jangan harap kalian bisa bernafas lega kembali, dengan sekali Leona berkata keluarga kalian bangkrut, maka seketika itu kalian akan menjadi gembel di jalanan"ucap Fandi seraya menatap semua keluarga dari mamanya.


"Hahhahahahah" tawa mereka serempak.


"Fandi... Fandi kalau mau ngebual jangan di sini dong, masa iya cuma hanya dengan perkataan si gembel itu kita bisa bangkrut" ucap bibinya Fandi.


terlihat senyum mengejek di bibir Fandi.


"itulah kalian, kalian hanya bisa merendahkan orang lain, tanpa kalian sadari di belakang orang yang kalian remehkan itu ada kekuatan yang tidak bisa kalian jangkau"ucapan Fandi dengan serius.


mamanya Arsa yang sudah mendengar tentang itu, kini berdiri mendekati Fandi.


Bagaimana Leona mengurus perceraian nya, disaat Candra tidak bisa lagi menjadi pengacaranya, Namun ternyata seorang pengacara terhebat yang bahkan Chandra pun bukan tandingannya, kini telah membantu Leona dengan secara gratis.


"Fandi katakan... siapa yang ada di belakang Leona selama ini?" tanya sang mama.


"Tian Alvaro" ucap Fandi


seketika semua yang ada di ruangan itu terkejut mendengar nama itu, Tian Alvaro seorang pemuda yang sudah sukses membawa perusahaan ayahnya Nomor 8 di seluruh dunia.


Siapa yang tidak mengenal Tian Alvaro, seperti rumor yang beredar dia adalah pemuda yang kejam, dingin, dan kaku.


Gosip tentangnya pun bersama wanita tidak lebih dari 1 bulan sudah menghilang.


pemuda yang tidak bisa didekati oleh wanita atau semacam minuman yang beralkohol.


"hahaha" tawa pamannya Fandi


"kau memilih nama yang tepat untuk membuat kami takut Fandi tapi itu tidaklah mungkin،seorang Tian tidak mungkin memilih wanita seperti Leona untuk dijadikan sandaran nya" ucap pamannya Fandi.


"Jika tidak percaya datanglah ke bandara nanti malam 18.30, kalian bisa lihat sendiri siapa wanita yang dibawa Tian"ucap Fandi Seraya menaiki tangga rumah nya.

__ADS_1


semua yang ada di ruangan itu saling melempar pandangan, ada yang percaya dan ada yang tidak percaya, sehingga beberapa dari orang itu memutuskan untuk pergi ke bandara ingin melihat secara langsung apa yang dikatakan Fandi benar atau tidak.


Jam sudah menunjukkan pukul 17.45.


Tian dan Leona sudah bersiap untuk berangkat ke Bandara,


"Raisa... aku titip dia, dia penting baginya maka...juga penting bagiku"ucap Tian pada Raisa sebelum meninggalkan rumah sakit.


"Kau jangan khawatir, perjuangkan cinta pertama mu, aku dan Jimmy akan selalu mendukung mu"ucap Raisa.


"Ingat jika kedua orang ini mencari keberadaan ibunya Leona, jangan sampai kalian bocorkan dengan alasan apapun"ucap Tian.


"Aku mengerti Tian, jangan khawatir tentang itu, dan lagi... sampai kapan kau akan mengatakan ke Leona kalau sebenernya Tante itu adalah mami mu"tanya Raisa seraya menahan tawanya.


"Sampai dia resmi menjadi kekasih ku, Raisa sesampainya aku di sana, banyak hal yang ingin ku tanyakan padamu, kau tunggu kabar dariku ya"ucap Tian.


"Baiklah, kalau masalah wanita aku dan Jimmy ahlinya"ucap Raisa seraya tersenyum pada Tian.


Raisa dan Jimmy begitu bahagia saat mendengar bahwa Tian bisa menyentuh seorang perempuan, tapi kenyataan yang membuat sedikit mereka kecewa adalah status Leona apalagi dengan perasaan Leona yang masih belum move on.


Raisa dan Jimmy berharap Leona segera melupakan Arsa dan masuk dalam pelukan sahabat nya yaitu Tian.


Leona juga sudah selesai pamitan dengan ibunya, air mata Leona mengalir deras di pipi nya, namun bibirnya selalu tersenyum pada ibunya.


Sang ibu hanya bisa tersenyum.


Ia tahu tentang perceraian anaknya, karena meskipun ibunya Koma, namun ternyata ia bisa mendengar, sehingga ia tidak terkejut saat ia tidak melihat Arsa datang.


*****


"Ter__"


"Jangan katakan lagi, aku bahagia bisa membantu mu"ucap Tian memutuskan ucapan Leona yang hendak ingin berkata terima kasih.


Leona tersenyum pada Tian yang juga tersenyum padanya.


Mereka akhirnya pun sampai di Bandara.


Benar saja, beberapa keluarga Arsa sudah berdiri di ruang masuk, pertama nya mereka memang tidak melupakan wajah Leona, namun yang membuat mereka terkejut adalah, Leona jauh lebih cantik dari pada terakhir mereka lihat.


Dan yang lebih mengejutkan mereka adalah pria yang ada di sampingnya.

__ADS_1


meski terlihat samar mereka sudah meyakini kalau itu benar-benar seorang Tian.


Apalagi saat Tian membuka masker yang menempel menutupi wajahnya.


"lihat, dia benar-benar Tian"ucap salah satu dari mereka.


"Is .. mana mungkin, anakku jauh lebih segalanya dari Leona, tapi mereka masih kecil untuk berkenalan sama Tian"ucap salah satu dari ke 4 krang itu.


Tian dan Leona pun masuk kedalam bandara, yang mana mereka ikuti.


*****


"Loh...ini ruangan apa?"tanya Leona pada Tian.


"Kau pasti kelelahan, istirahatlah"" ucap Tian seraya mendudukkan Leona di tempat tidur yang mewah.


"yakin hanya untukku?"ucap Leona dengan ragu


"jelaslah, masa kita berdua?... kalau kamu mau ya baiklah" ucap Tian seraya ingin membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


"Eh...eh janganlah itu tempatku" ucap Leona seraya memanyunkan bibirnya.


Namun Tian sudah mendaratkan tubuhnya terlebih dulu.


akhirnya Leona pun pasrah,


"terserah"ucap Leona dan segera duduk di atas sofa di ruangan itu.


lalu Leona pun menuju kamar mandi yang ada di pesawat itu, ia membersihkan wajahnya dari beberapa hiasan.


setelah ia keluar dari kamar mandi dia sudah mendapati Tian yang sudah duduk di dekat jendela.


"Aku perhatikan mulai dari tadi pagi kau belum menelpon Angelina sama sekali"tanya Leona.


"Mmmm ...untuk apa menelfon nya, kita sudah sama-sama dewasa bukan!!"ucap Tian pada Leona


namun itu membuat Leona berpikir apakah, iya cara berpacaran seseorang itu beda.


karena baginya dulu saat ia tidak mendengar suara Arsa sebentar saja, rasa rindu itu selalu menghantui.


tapi seperti yang Tian katakan mungkin cara berpacaran mereka berbeda dengan dirinya,

__ADS_1


berpacaran anak orang kaya itu tidak mengasyikkan begitulah isi pikiran Leona.


akhirnya pesawat pun telah berlalu dari bandara itu beberapa keluarga yang telah menguntiti Tian dan Leona kini telah berbalik pulang.


__ADS_2