![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Perlahan cinta itu akan memudar seiringnya waktu berjalan, saat dimana kau meninggalkan cinta itu sendiri, dengan rasa sakit yang kau tinggalkan.
Jangan salahkan hati jika ia sudah berpindah lagi, karena hati tahu dimana tempat ternyaman baginya.
"Cih ...apa dia datang lagi, beritanya sudah tersebar loh, tuh banyak karyawan cewek yang patah hati ... !" ucap Alan.
"Ckkk ... apa jika setiap wanita yang suka pada kita, kita harus membalasnya ... ? mereka hanay kagum bukan cinta" ucap Joe yang membenarkan jas nya.
"Baiklah, aku akan menemui Tuan Abimanyu, apa kau ingin ikut ...?"tanya Joe
"Enggak, aku tunggu di sini YM saja, udah sana pergi" ucap Alan sambil melempar kan bantal yang ada di sofa ke arah Joe.
Untungnya Joe segera menangkap bantal itu.
*****
"Ris ... mau gak makan bareng saka aku ... ?"tanya Veni pada teman sebelah nya
"Tumben ... ! kau lagi ada masalah sama pacarmu ya ... ?" tanya Risma teman sebelah Veni
"Aku mana ada cowok Ris, udah yuk makan bareng"ucap Veni seraya menarik tangan Risma, namun langkah mereka terhenti saat dihadapan nya ada si Kaku yang berdiri tegak layaknya tiang listrik.
"Maafkan Nona Veni, Nona Risma ... Nona Veni di panggil Tuan Tian keruangannya sekarang juga" ucap Asisten Li yang pandangan nya hanya tertuju pada Veni.
Tentu Risma langsung mundur mendengar nama Tian di sebutkan. Begitu juga dengan Veni ... ia tidak berkutik saat nama Tian di sebutkan.
"Mari Nona Veni ... " ucap Asisten Li memberi jalan pada Veni.
Veni melangkah dengan langkah yang cepat dan kaki di hentak-hentakkan.
Risma yang melihat tingkah Veni terkejut bukan main, Veni berani bertingkah di hadapan Asisten Li yang terkenal mirip dengan Tuan Tian.
Risma menggeleng kan kepalanya tak percaya.
Apa lagi dengan Asisten Li yang hanya diam.
Sesampainya di depan ruangan Tian, Asisten Li membukakan pintu untuk Veni.
Veni menatap sekilas Asisten Li, dengan bibir yang mengerucut.
Lalu Veni masuk tanpa melihat menghiraukan Asisten Li lagi.
"Duduklah Nona Veni ... sudah lama kita tidak bertemu ya ...." ucap Tian seraya. melihat wajah Veni yang biasanya penuh dengan senyuman sekarang malah datar.
Veni pun duduk seraya berkata
"Terimakasih Tuan, bagaimana kabar Nona Leona ... ?" tanya Veni gugup
__ADS_1
"Dia sehat ... baik ... bahagia tentu " ucap Tian tersenyum ke arah Veni layaknya manusia normal.
"Duduklah Li ... apakah kau akan menjadi patung yang berdiri saja di sana " ucap Tian dengan senyumannya.
"Bkatkan saja Tuan, biar dia jadi patung sungguhan " cebik Veni yang mana membuat Tian malah tertawa
"Li ... kau benar-benar melukai hatinya Li ... " goda Tian lada Asisten Li
Tidak butuh waktu yang lama, Beberapa karyawan yang bekerja di bagian masak, sudah membawakan makan siang Tian keruangannya.
"Apakah Nona Veni menyukainya ... ?" tanya Tian
"Tuan, saya tahu maksud anda memanggil saya kemari , apakah si kaku yang memintanya ... !" ucap Veni seraya melirik ke arah Asisten Li yang kini duduk di samping Veni
"Hahahah ... hahaha" tawa Tian pecah
"Nona Veni ... apakah si kaku itu bisa memberi perintah pada saya ... ?" ucap Tian
Veni diam, ia membenarkan apa yang Tian katakan, tidak mungkin Asisten Li memberi perintah pada Tuan nya.
"Semalam Nona Veni tidur dimana ... ?saya akan memberi kan Nona bonus karena lembur" ucap Tian seraya menyantap makan siangnya
"Aku ... apa perlu di jawab Tuan ... ? gak usah di jawab ya ... " ucap Veni melirik lagi ke arah Asisten Li.
Tentu Tian juga melirik ke arah Veni dan asisten Li bergantian
"Baiklah, akan saya beri tahu ... tapi bisakah bisik-bisik Tuan ... ? janji tidak akan menyentuh kulit anda" ucap Veni dengan gugup namun di paksakan agar Asisten Li tidak mendengar ya.
Tian meletakkan sendok ya dan tersenyum menatap Asisten Li, hampir saja ia tertawa
"Baiklah ... kemarilah ... " ucap Tian dengan jari telunjuk nya yang memberi kode
Veni mendekat namun matanya mendelik kearah Asisten Li, Asisten Li hanya diam menerima kecuekan Veni, meski rasa rindu menyeruak dalam hatinya.
"Saya tidur di apartemen Asisten Li " bisik Veni yang membuat Tian terbelalak.
Dan setelah tubuh Veni menjauh, tawa Tian mulai pecah kembali
Hahahha ... hahhahaha ... hahahhaah
"Kalian lucu sekali ... " ucap Tian di tengah-tengah tawanya.
"Kalian lanjutkan makannya, aku ke ruang istirahat ku dulu, Hahahhaha" ucap Tian seraya berdiri dari duduknya dan meninggalkan kedua pasangan yang masih sama-sama membisu.
Sesaat ruangan itu menjadi hening setelah kepergian Tian
"Habiskan ... !" ucap Asisten Li
__ADS_1
Namun Veni malah melakukan sebaliknya.
Veni berdiri saat makanannya hanya ia makan 2 suapan saja. Tentu itu memancing Asisten Li.
"Kau mau kemana ... ?" tanya Asisten Li seraya menarik tangan Veni
"Jam istirahat sudah habis Tuan Li, bukankah saya harus kembali ke ruangan saya " ucap Veni
"Kau masih marah padaku, maafkan aku ... aku janji tidak akan mengulang hal yang sama" ucap Asisten Li
"Rajin bekerja itu bagus Tuan, tapi mengabaikan waktu dan orang itu tidak bagu" ucap Veni seraya menghempaskan tangan Asisten Li yang memegang tangannya.
Asisten Li hanya bisa memandang langkah Veni yang semakin jauh dan menghilang dari balik pintu
Asisten Li tidak tahu cara bagaimana membujuk seorang wanita.
Sedangkan Veni saat sudah jauh dari ruangan Tian, dan melihat kearah sekitar, langsung tertawa dan menjingkrak- jingkrak karena bahagia, bisa melawan Asisten Li dengan lancar.
"Bagus Veni ... berikan pelajaran buat si gila kerja, biar dilain waktu dia tidak akan melakukan hal yang sama" ucap Veni pada dirinya sendiri
*****
Sedangkan Leona tidak memiliki kegiatan apapun selain menemani kedua bayinya.
Bayi Leona dan juga Tian kini tumbuh dengan begitu sehat.
"Wah kesayangan Mama sudah ganteng ya" ucap Leona pada bayi Nathan
"Mbak bayi Nala di mana ... ?" tanya Leona pada mbak Lastri
"bayi Nala baru saja masuk Nona" ucap bik Lastri
Setelah berkata seperti itu, Leona pun mengambil Nathan dalam pangkuan Lastri dan membawanya berjalan-jalan ke taman belakang.
Sore ini terlihat begitu indah, dengan langit berwarna jingga, menambah indahnya suasana taman belakang rumah Leona.
"Sebentar lagi papa akan datang sayang," ucap Leona
Benar saja saat neona selesai berkata suara deru mobil berhenti pun terdengar
"Nah kan ... benar apa yang mama katakan, sekarang Papa sudah datang,kita cepat jemput Papa yuk"ucap Leona pada baby Nathan.
Dengan segera Leona pun menuju ke depan untuk menyambut kedatangan Tian.
Saat Leona baru saja sampai di ruang tamu, Tia pun masuk ke dalam rumah dan segera menghampiri istri dan anaknya.
"Kesayangan papa sudah mandi ya ...?" ucap Tian seraya mencium Nathan dan Leona bergantian
__ADS_1