![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Veni yang terkejut melihat siapa yang datang langsung menutup kembali pintunya tanpa ia sadari, Veni berlari menghampiri Leona yang hampir saja terbang ke alam mimpi.
"Na...na... kau ada janji dengan Tuan Tian?"tanya Veni seraya berteriak dari arah pintu kamar Leona.
"Tidak"jawab Leona dengan nada lesu.
"Na... bangunlah, Tuan Tian sudah ada di depan pintu, eh... aku lupa... pintunya kok aku tutup lagi sih, na... cepat bangun aku takut kena semprot sama Asisten nya loh na...."teriak Veni lagi seraya berlari lagi menuju ke pintu depan untuk mempersilahkan Tian masuk.
"Tuan...tuan...maafkan saya, saya tidak sengaja"ucap Veni gugup dan takut.
Sedangkan Leona langsung duduk dari rebahan nya.
Ia menggeleng kan kepala nya mengingat-ingat, apakah ia ada janji? seperti nya tidak ada janji sama sekali, kenapa Tian datang? begitulah pertanyaan Leona dalam hatinya.
"Tuan, mari masuk, silahkan duduk Tuan"ucap Veni
"Apakah Leona sudah siap? maksud ku dimana Leona?"tanya Tian.
"Eh...Leona ya... memangnya Tuan akan mau mengajak Leona kemana Tuan?"tanya Veni kepo tapi ada rasa takut.
"Bukan aku yang mengajak keluar, tapi Leona yang mengajak aku, katanya dia mau cari angin malam yang segar"ucap Tian dnegan senyum yang Veni anggap itu adalah senyuman yang aneh.
"Eh, Leona ya..yang ngajak, sebentar Tuan biar saya panggilkan Leona"ucap Veni yang langsung kabur dari hadapan Tian, membuat Tian jadi heran, dari tadi wanita itu berlarian terus, apa tidak capek, mungkin begitu lah arti dari keheranan Tian.
"Na...na.. kau masih duduk di situ, kau sudah gila ya..., kenapa kau belum siap-siap, Tuan Tian mengatakan kalau kau yang sudah mengajak nya jalan malam ini"ucap Veni yang membuat mata lesu Leona terbuka lebar.
"Apa..? kapan aku mengajak nya?"ucap Leona dengan raut wajah terkejut.
"Aku mana tahu juga, tapi begitu yang Tuan katakan, katanya kamu ingin merasakan angin malam"ucap Veni.
Tentu membuat Leona mengingat-ingat kapan ia merasa mengajak jalan Tian,
Tapi tidak ada ingatan ajakannya sama sekali pada Tian.
Namun saat Leona masih termenung ia baru ingat chat Tian yang sore tadi.
"Ah... apakah karena Chat asal-asalan ku itu? kenapa bisa jadi seperti ini? aku tidak mengajak nya Ven, sumpah aku cuma bilang kalau aku mau merasakan anginnya malam"ucap Leona.
"Aku tidak mau tahu, pokoknya sekarang kau siap-siap dan temui Tuan Tian, Aku tidak mau menerima kemarahan asistennya itu" ucap Veni.
"apa Tuan Tian bisa menjadi sebodoh itu ya? hanya karena chat asal-asalan ku itu, issttt menyebalkan"rutuk Leona seraya menuju ke kamar mandi dan membasuh wajahnya yang terlihat sangat lesu.
__ADS_1
Sedang kan Tian selalu melihat kearah jam di tangan nya. dengan sesekali melihat kearah kamar Leona.
*****
"Bagaimana?apa ada perkembangan?"tanya Fandi pada Candra.
"Dia sudah siuman"jawab singkat Candra.
"Bagaimana keadaan perusahaan Arsa? Apakah ini ada hubungannya dengan Tuan Tian? apakah kau tidak ada petunjuk apapun"tanya Candra.
"Tian adalah pembisnis muda, ia tidak akan membawa urusan pribadi pada urusan pekerjaan"jawab Fandi.
"Sanksi sosial itu lebih mengerikan Can, lebih baik kita merasakan hukuman hukum daripada hukuman sanksi sosial, seperti yang kau lihat sendiri keadaan Arita, kini sekarat di dalam rumah sakit tidak menutupi kemungkinan itu akan terulang kembali"ucap Fandi.
"kau benar Fandi, dampaknya sangatlah banyak 1 putriku harus mengalami hal tragis ini, 2 perusahaan Arsa kini terancam bangkrut dan ketiga nama baik ku sudah tercemar banyak yang tidak mempercayaiku lagi, mereka merasa jika aku tidak berhak menjadi pengacara karena tidak bisa mengatasi kelakuan anaknya sendiri"ucap Candra dengan nada penuh kesedihan.
"Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya Chandra, kau Jangan berkecil hati tetaplah optimis dan semangat,"Ucap Fandi memberi semangat pada sahabatnya.
Candra tersenyum kepada Fandi.
"keadaan Arsa bagaimana Fan? Apakah pernikahan itu tetap akan terjadi?" tanya Chandra pada Fandi.
"masa depan Arita sudah tidak bisa dipertahankan lagi Fan, hanya Arsa yang bisa menikahinya saat ini, nama baiknya sudah tercoreng, Iya sudah dicap sebagai pelakor" ucap Candra.
"Baiklah akan saya usahakan pernikahan itu terjadi Chandra,"ucap Fandi sang sahabat.
Fandi tidak tahu harus bagaimana lagi, ia juga terseret dalam permasalahan adik dan anak sahabat nya.
******
"Tian, kau mau kemana? tanya Leona
"Bukankah kau yang mengajak ku untuk menikmati udara malam?"ucap Tian itu.
Leona menggelengkan wajahnya dengan cepat.
"Tian,kita batalkan saja ya ...kasihan Veni"ucap Leona seraya memohon pada Tian.
"Kalau aku oke..oke.saja, kau lihat sendiri bagaimana Tian yang selalu menaik turunkan emosi tuan Tian."ucap Veni
"kau ragu karena Veni sendirian?" tanya Tian Seraya menatap Leona.
__ADS_1
Tanpa Leona sadari asisten Li sudah menuju ke tempatnya.
"Tuan terlihat sangat bahagia, semoga Nona Leona tidak mengecewakan Tuan" ucap Asisten Li.
Sehingga tanpa ia sadari ia sudah sampai di tempat Leona.
"Leona... kau bilang takut Veni sendiri kan? tuh sudah ada Li yang akan menemaninya, atau mungkin kita bisa jalan bareng"ucap Tian yang langsung di tolak oleh Asisten Li dan juga Veni secara bersamaan.
"Tidak!!! kalian jalan lah berdua, aku dan asisten Li akan berjalan berdua juga"tolak Veni seraya tersenyum getir pada arah Tian.
"Tuh kan...kau dengar sendiri, kalau begitu kita bisa jalan sekarang? tanya Tian.
"Mm...baiklah, tapi.. kita jalan kaki, jangan pakai mobil"ucap Leona, sengaja ia berkata seperti itu agar Tian membatalkan niatnya untuk mengajaknya jalan.
namun semua tidak sesuai dengan keinginan Leona.
"Dengan senang hati, kita akan berjalan kaki, Li... kau juga bisa melakukan hal itu"ucap Tian yang selalu tersenyum pada Leona.
"Akan saya coba juga Tuan"ucap Asisten Li.
Akhirnya, Leona pun tidak bisa menolak dan menghindar dari jalan berdua dengan Tian.
Suasana malam ternyata sangat indah, Leona menikmati setiap hembusan angin malam menerpa dengan sejuk.
banyak pasangan yang berlalu lalang dengan begitu bahagia, dan Leona melihat itu dengan bibir tersenyum.
"Kau juga menginginkan nya?"tanya Tian saat melihat Leona menatap penjual gorengan.
"Apakah boleh?"tanya Leona.
Pasalnya orang kaya yang Leona kenal, tidak akan membiarkan orang tersayang nya makan jajanan di pinggir jalan.
Namun sesaat Leona tertawa
'Ah, Leona kau semakin tinggi hati ya,... mana ada Tuan Tian akan menyukaimu'ucap Leona dalam hatinya.
Saat Leona masih terpatung akan lamunannya ia melihat Tian yang berjalan menuju ke penjual kaki Lima.
*****
"Apa...!!! Itu tidak mungkin, Arsa tidak mungkin melakukan itu"ucap sang mama membela anak kesayangannya.
__ADS_1