Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 136


__ADS_3

Kini jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, sedari tadi Tian sudah memasang wajah yang tidak bersahabat.


Bagaimana bisa Lihaonan melewati batas waktu yang sudah di tentukan.


"Apakah masih lama ... ?" tanya Tian seraya melihat jam yang melingkar di tangannya.


"Sebentar lagi akan sampai Tuan, Tuan lanjutkan istirahat nya, kalau sudah sampai saya pasti akan membangun kan Tuan" ucap Asisten Li


"Kau tahu ... ini sudah larut malam, bagaimana jika Leona menunggu ku terlalu lama, apakah kau tidak melihat wajah lelah nya" ucap kesal Tian


"Nona sudah istirahat, Nona Veni sudah mengabari saya tadi Tuan," ucap Asisten Li


"Dia sudah tidur ... ? bukankah dia bilang akan menunggu ku pulang?" tanya Tian


"Iya awalnya Nona Leona menunggu Tuan, tapi saat Nona Veni melihat Nona Leona menguap, jadi Nona Veni menyuruhnya untuk istirahat, Nona pasti akan terbangun nanti saat Tuan sampai di rumah" ucap Asisten Li yang sudah kehabisan akal untuk menenangkan kegelisahan Tuannya.


Benar saja,Leona sudah terlelap tidur di sofa ruang tamu bersama Veni.


"Kenapa anak-anak ini malah tidur di sini?" ucap sang ibu saat melintasi ruang tamu menuju ke dapur.


"Na, kenapa tidur di sini? " ucap sang ibu seraya membangun kan Leona


"Tian dalam perjalanan, Bu ... Leona ingin menyambut nya" ucap Leona seraya membuka matanya.


"Ini sudah jam 11 malam, yakin suamimu akan datang, mengapa kau tidak menghubungi nya " saran sang ibu


"Ibu benar saja, rasanya tubuh Leona greges, Bu ... " ucap Leona seraya memegang tengkeruk lehernya.


"Ya sudah kau hubungi dulu suamimu, setelah itu kembali lah ke kamarmu" ucap sang ibu yang langsung melangkah menuju ke kamarnya.


Leona menatap langkah sang Ibu yang sudah memasuki kamarnya, lalu Leona mengambil ponselnya yang ada di atas meja, dengan sesekali melihat ke arah Veni yang sangat pulas tidurnya.


Namun disaat Leona ingin menekan nomor suaminya, Suara deru mobil membatalkan niatnya, ia segera berlari menuju ke pintu, untuk membuka kan pintu.


Entah kenapa rasa rindu itu kini makin terasa fi hati Leona, benar saja saat Leona membuka pintunya, Ia melihat Tian yang baru saja keluar dari mobilnya, pandangan mereka saling terkunci untuk sesaat, tiba-tiba mata Leona mulai berair, ia mulai berlari mendekati suaminya dan memeluknya.


Tian merasa terkejut dengan sikap Leona.

__ADS_1


"Aku merindukan mu" ucap Leona dalam pelukan Tian.


"Kenapa menangis ... ? aku sudah pulang, udah jangan menangis, kau lihat Li ... dia sampai menangis" ucap Tian seraya menatap tajam Asisten Li


"Itu karena bahagia melihat Tuan sudah ada dirumah" ucap Asisten Li yang ingin segera pergi agar tidak melihat acara live kemesraan dua pasangan yang saling merindu.


Leona masih mendekap suaminya dalam pelukannya.


"Masuklah Li ... " titah Tian


Li langsung meninggalkan Tuan dan Nona nya untuk melepaskan rindu, ah kenapa gak di kamar saja sih kan enak bisa leluasa,


Eh ... emangnya apa yang alan mereka lakukan di kamarnya ... ? emangnya kau tahu ... kau kan jomblo ...


Langkah Asisten Li terhenti saat melihat sosok yang mulai karen mengganggu fikiran nya tertidur pulas, tangan satunya terkulai ke bawan sofa, kakinya mengangkat semua ke atas sofa.


'Apakah begini gaya tidur gadis ini ... kenapa tidak ada manis-manis nya sama sekali ... '


Gumam Asisten Li yang terus menatap Veni, lalu Asisten Li mengambil ponsel nya dan sedikit tersenyum setelah mengambil gambar gaya tidur Veni.


Tidak mau Tuannya melihat gaya tidur unik Veni, Assisten Li mengangkat tubuh Veni dan membawanya masuk kedalam kamarnya.


Asisten Li pun keluar dari kamar Veni dengan bibir yang masih tersenyum.


Sedangkan kedua manusia itu sudah tak terlihat, Asisten Li langsung masuk ke dalam kamar ruang tamu.


*****


"Aku ingin membersihkan tubuhku dulu," ucap Tian yang mana Leona masih setia dalam pelukan nya.


"Gak usah ... aku suka aroma mu malam ini, mau ya ... " goda Leona pada Tian.


Tian merasa heran dan bingung dengan tingkah istrinya malam ini, apalagi mendengar Leona mengajak nya terlebih dahulu.


"Kenapa ... kau lelah ya ... ? baiklah ... aku tidak akan mengganggumu" ucap Leona seraya memanyunkan bibirnya.


"Kau yang meminta duluan, jadi ... jangan salah kan aku jika aku tidak ingin berhenti malam ini" ucap Tian seraya membaringkan tubuh Leona.

__ADS_1


Sebelum Tian dan Leona memulai malam panas nya, Tian mengirimkan pesan untuk Asisten Li agar besok semua agendanya di batalkan.


Asisten Li yang memang belum tidur, merasa terkejut.


Ini di batalkan bukan di tunda, itu berarti Tuannya tidak akan ke kantor besok, tapi kenapa ... ?


Lihaonan bingung sendiri, lalu ia membatalkan semua pertemuan besok pada semua klien nya.


"Lelah sekali ... Tuan selamat bersenang-senang" gumam Asisten Li seraya tersenyum sendiri.


"Apa yang membuat mu berhenti ... ?" ucap Leona seraya menatap mata sang suami.


"Kau berbeda malam ini sayang ... " Tian mendarat kan ciuman di kening Leona dan terus turun hingga kini bibir mereka bergulat dengan begitu nikmat.


Leona yang memang berinsiatif sendiri melucuti setiap kain yang melekat di tubuhnya dan juga tubuh suaminya, tanpa melepaskan penyatuan bibir mereka.


Tian yang melihat ke agresifan Leona tersenyum.


Kini Leona bangkit dan mendorong tubuh Tian hingga terjerembab di kasur, Leona menaiki tubuh Tian dan bermain sendiri di atasnya, membuat sang suami menikmati semua permainan istrinya.


"Kau tahu ... aku begitu merindukan mu, merindukan semua aktifitas kita, kau hanya milikku, hanya milikku ... " ucap Leona seraya menyatukan tubuhnya dengan tubuh sang suami.


Tentu ini adalah hal yang paling membuat Tian bahagia, sensasi yang ia rasakan sangat lah berbeda dengan biasanya.


Leona mengikat rambutnya sehingga merasa leluasa bermain dengan cucuran keringat di tubuh keduanya.


Tian bangkit setengah terduduk.


Saat Leona bermain naik turun, Tian melahap buah kenyal yang menjadi pusat perhatian nya.


Meski dengan rasa heran kenapa istrinya kini begitu agresif malam ini, bahkan ia melarang nya untuk membersihkan diri terlebih dahulu.


Lantunan suara merdu yang Leona ciptakan, membuat Tian semakin semangat untuk melakukan olahraga malam, merasa puas dengan permainan itu, Tian membawa Leona ketepi ranjang, di situlah ilmu berbagai permainan kini Tian terapkan, ia ingin melakukan semua yang menjadi fantasi nya selama ini. begitu kuga dengan Leona, Leona malam ini seakan haus dengan kasih sayang sang suami.


"Kau begitu menikmati nya sayang ... ?" bisik Tian tengah-tengah pergulatan nya.


"Ia sayang, ah .. kau hebat Tian ... " ucap lirih Leona dalam deru nafas yang tak beraturan.

__ADS_1


Permainan itu berlangsung hingga kini jam menunjukkan pukul 4 dini hari.


__ADS_2