Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 170


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 7, sebelum Tian meninggalkan Leona untuk urusan pekerjaan, Ia meminta Raisa untuk memeriksa kandungan Leona di depannya.


"Bagaimana ... ?" tanya Tian saat Dokter Raisa sudah selesai melakukan pemeriksaan


"Tidak perlu di khawatir kan, bayimu sangat aktif tentu ia sehat, kalau masalah ia banyak bergerak seperti yang kau bilang, itu wajar ... tidak perlu ada yang di cemaskan " ucap Raisa


"Tapi, karena gerakan itu, istriku tidak nyaman dalam istirahat, bukankah itu akan menganggu kesehatan nya " ucap Tian yang membuat Dokter Raisa menggeleng kan kepala nya.


"Itulah orang hamil Tian," ucap Dokter Raisa


"Kau sok tahu, kau saja belum hamil kan ... ? mana bisa kau menebak keadaan istriku yang kini sedang hamil" ucap ketus Tian pada Raisa yang mana membuat Leona malu.


"Tian, sudah ... ! aku tidak apa-apa, kalau anak kita di dalam tidak bergerak, itu malah bahaya buat ku jiga buat anak kita" ucap Leona yang malah membuat wajah Tian berubah khawatir


"Maaf, aku tidak tahu itu, aku berfikir ... setidaknya kurangi sedikit gerakannya, biar kau lebih nyaman istirahat " ucap Tian


"Inilah perjuangan seorang wanita Tian, Mami juga begini saat mengandung mu, jadi jangan sakiti hati Mami" ucap Leona


"Benar Tian, aku memang belum hamil, tapi aku seorang Dokter kan ... ? jadi aku juga tahu, Nona Leona, apakah anda sudah melakukan olahraga ibu hamil ... ?" tanya Raisa


"Sudah Dok " jawab Leona


"Rencana Nona akan melahirkan normal apa Caesar... ?" tanya Raisa


"Normal Dok" jawab Leona dengan senyuman


" Semoga sehat dan selamat saat melahirkan ya Nona, di minum vitaminnya juga " ucap akhir Raisa


Raisa cepat-cepat keluar dari kamar yang rasanya ia hanyalah seorang nyamuk yang sedang melihat mangsa yang mengabaikannya.


"Eh, kenapa kau terburu-buru ... " teriak Tian saat melihat tingkah Raisa.


"Kalian menyebalkan, tidakkah kalian memikirkan aku ... hiks ... aku kan jadi rindu Jimmy" ucap Raisa saat sudah memegang handle pintu.


"Hahaha ... " tawa Tian menggelegar saat mendengar ucapan Raisa.


Raisa keluar kamar dengan perasaan kesal namun ... ia tersenyum kala melihat tawa lepas Tian, Semuanya mencintai Tian.


Tentu ... karena ... Tian tipe orang yang berteman dengan sepenuh hati, menolong tanpa mengharap balasan, tidak pernah memandang status, yang ada dalam kalangan Tian sungguhlah dia yang beruntung.

__ADS_1


"Baiklah, sebentar lagi Veni dan Angelina akan kemari, aku akan berangkat dulu, kau boleh jalan-jalan tapi ingat hati-hati jangan sampai kelelahan " ucap Tian


"Okey, aku hanya ingin jalan-jalan di sekitar pantai, aku ingin main air di sana" ucap Leona dengan sok imut.


"Baiklah, manjakan dirimu juga, aku pamit dulu, Sayang jaga istri papa ya ... " ucap Tian pada anaknya yang ada dalam perut sang istri.


"Baiklah Pa ... papa juga hati-hati bawakan Mama oleh-oleh nantinya ya ... titip hati yang utuh untuk mama" ucap Leona mencium pipi Tian.


Tian hanya tersenyum mengelus pipi Leona


Di saat Tian turun dari tempat tidurnya, suara ketukan pintu di kamarnya pun membuat Tian melangkah menuju ke pintu.


"Apakah Galla dan Alan sudah siap ... ?" tanya Tian saat sudah melihat Asisten Li sudah berdiri tegap bagaikan tiang listrik


"Iya Tuan, Tuan Galla dan Tuan Alan sudah ada di bawah menunggu Tuan" ucap Asisten Li


"Baiklah, kau panggil kan Veni dan Angelina serta Raisa bawalah istriku jalan-jalan, dia bilang ingin main air di pantai, dan pastikan dia tidak terpapar sinar matahari " ucap Tian


"Semuanya sudah di atur Tuan" jawab Asisten Li yang memang sudah menyiapkan semuanya, karena kekasihnya juga bilang ingin bermain air tentu Nona Leona nya juga alan melakukan hal yang sama.


"kau memang yang terbaik Li" ucap Tian


"Tunggulah aku belum pamitan sama istriku" ucap Tian seraya berlalu dari hadapan Asisten Li.


Beberapa saat kemudian Tian pun keluar dari kamarnya bersamaan dengan hadirnya Veni dan Angelina dari belakang tubuh Asisten Li.


"Masuklah, dia sudah tidak sabar menunggu kalian" ucap Tian


"Dengan cepat Angelina dan Veni masuk kedalam kamar Leona, dimana mereka langsung melihat Leona yang sudah siap dengan baju santainya.


" Ah, akhirnya kalian sudah datang, ayo ... oh iya Dokter Raisa mana ... ?" tanya Leona


"Dia sudah ada di bawah, tadi dia ngoceh katanya iri melihat kemesraan kalian " cebik Veni


"Tian memang sengaja, dia bahkan tertawa sampai sakit perut " ucap Leona yang menggandeng Angelina dan Veni.


"Jangan kan Dokter Raisa aku saja yang selalu ada di dekat Leona, wih ... serasa melihat drakor tau ... ! Acara Live " ucap Veni


"Serasa masih anak muda kalau di cintai " ucap Leona dengan mata berkaca.

__ADS_1


"Kau pantas mendapatkan nya, karena kau wanita yang baik" ucap Angelina memeluk Leona, begitu pun dengan Veni, mereka bertiga berpelukan di lorong yang panjang.


*****


"Huff ... jenuh juga hari ini" ucap Dinda seraya menyandarkan tubuhnya di kursinya.


Ia jadi teringat pada Joe.


'Ah, dia pasti sudah bekerja, benarkah ia kaki tangan Tuan Tian ... ? ' bathin Dinda seraya memainkan Bulpoin di tangannya.


Tiba-tiba dering ponsel nya mengagetkannya.


"Hallo ... " ucap Dinda tanpa melihat nama penelfon


"Apakah kau merindukanku ... ? tentu ... dan itu sudah pasti, iya kan ... ?" ucap orang yang ada di balik ponsel, seketika Dinda melihat siapa nama penelfon nya.


Joe ...


"Eh, ... mana ada seperti itu ... ? yang ada kau yang merindukan aku, buktinya ... kau yang menghubungi ku duluan hayo ... ngaku ... " ucap Dinda dengan riang.


"Ckkk ...jangankan rindu, ingat namamu saja aku tidak, " ucap bohong Joe


"Cih, sok gengsi ... kangen bilang aja bos, gak akan ada yang marah kok " ucap Dinda


"Ciah ... ngasih kode ni ... kalau lagi sendiri ..." goda Joe


"Ah, Joe ... mana ada ... itu kan hanya sebuah perkataan" ucap Dinda yang langsung berdiri dari duduknya, seolah-olah ia lagi berbicara langsung dengan sang penelfon.


"Hahhaha ... bagaimana ... apakah sudah tidak jenuh ... ?" ucap Joe


"Eh, kok kamu tahu kalau aku sedang jenuh saat ini ... ? kau memasang cctv ya ... atau jangan-jangan kau memata-matai aku ... hayo... ngaku" ucap Dinda


"Ckkk ... itu lah kekuatan mata bathin" ucap Joe


"Maya bathin apaan," ucap Dinda


"Kau pasti memanyunkan bibir mu saat ini" tebak Joe dengan benar


"Joe ... kenapa kau selalu benar" teriak Dinda

__ADS_1


Dan itu berhasil membuat Joe terpinggkal-pingkal karena tawanya.


Setelah beberapa saat bercanda, akhirnya mereka kembali dalam metode bicara serius tentu itu masalah panti, Dinda ingin menyanyakan perihal Dia dan Tian tapi Dinda merasa bukanlah hal yang tepat jika bertanya dalam ponsel.


__ADS_2