![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Keadaan perusahaan sangatlah genting, ada kesalahan dalam laporan keuangan, dan jika Tian tahu, dia pasti akan murka.
Tian paling tidak suka dengan kesalahan, apalagi pengkhianatan dalam pekerjaan.
"Katakan ... kau tahu sendiri kan ... bagaimana jika Tuan Tian marah, bahkan aku saja tidak akan bisa melakukan apapun selain menurutinya " ucap Asisten Li yang membuat Veni terkejut.
'Bukankah Tuan sendiri yang melakukan kekerasan itu, Tuan Tian hanya memerintahkan tapi kau yang melakukan ' gumam karyawan yang lain.
"Maafkan saya Tuan, saya mengaku salah, Ibu saya sakit ... aku butuh uang untuk mengobati nya, saya fikir rapat akan di lakukan akhir bulan, sehingga saya bisa mengganti uang yang saya pinjam, karena saya ada uang saat itu, Tuan ... saya benar-benar tidak berniat untuk mengambil uang perusahaan " ucap lelaki muda yang di nilai Asisten Li sangat lah produktif dalam pekerjaan. .
Tapi hari ini ... ia ketahuan melakukan kesalahan
"Apakah aku akan percaya dengan ucapanmu ...?" ucap Asisten Li
"Silahkan anda menghukum saya Tuan, tapi saya mohon ... jaga Ibu saya di rumah, karena Ibuku hanya punya aku sebagai harapannya, saya pasrah Tuan" lelaki muda itu tertunduk.
"Saya tidak akan mengambil uang perusahaan Tuan, saya hanya meminjam nya sebentar " tangisan pria itu kini sudah pecah.
Veni menarik jas Asisten Li dari belakang dengan pelan, namun di rasa oleh Asisten Li.
Asisten Li menjulurkan tangannya kebelakang, dan menggenggam tangan Veni.
"Baiklah, hanya untuk sekarang, Kau ... " tunjuk Asisten Li pada sekertaris nya.
"Urus keuangan yang kurang, jangan sampai Tuan Tian tahu masalah ini, biar aku yang transfer kekurangan nya nanti" ucap Assisten Li yang merasa tangan nya semakin di genggaman oleh Veni.
"Jika Ibumu sakit, pulanglah ... rawat dia, ini sebagai kebijakan baru dari perusahaan, untuk Kalian semua boleh ambil cuti, jika 1 orang tua kalian sakit dan kalian satu-satunya orang yang mereka andalkan, 2.jika sang istri sakit, dan melahirkan ... kalian harus siaga di dekatnya, kebijakan ini akan di terapkan mulai saat ini, dengan persetujuan Tuan Tian" ucap Asisten Li
"Tapi, jika itu hanya dijadikan alasan oleh kalian, maka dengan tidak hormat, perusahaan akan memecat kalian tanpa pesangon juga " lanjut asisten Li
Semua yang ada di ruang rapat bertepuk tangan atas kebijakan baru dari Tuan Tian.
Tentu itu pengaruh saat Tian melihat sendiri bagaimana perjuangan seorang istri.
Beberapa saat kemudian Rapat itu sudah selesai, semua karyawan sudah keluar dari ruangan itu, kini sisa Asisten Li dan Veni saja.
__ADS_1
"Aku sudah menyangka ini akan terjadi, jika kau ikut semuanya akan berubah " ucap Asisten Li
"Aku hanya tidak mau melihat kau kasar padanya, kau kan dengar sendiri kalau Ibunya sakit dan butuh biaya, kau bukan orang bodoh kan ...? kau pasti tahu dia berkata benar atau tidak" ucap Veni seraya duduk di meja rapat.
"Kau tahu ... ini yang ku suka darimu " Asisten Li menaruh kepala nya di paha Veni.
Veni mengelus kepala Asisten Li dengan lembut.
Tiba-tiba dering ponsel Veni berbunyi
"Hallo ... hai ... " Veni melambaikan tangannya pada Angelina yang menelfon nya melalui Vidio Call, dan Angelina memasukkan Marissa jiga dalam panggilan itu.
"Hei, aku dengar Leona sudah melahirkan benar kah itu ... ?" tanya Angelina antusias
"Iya, dan katanya lagi kembar ya ... ah pasti lucu banget sama kayak aku" ucap Marissa kegirangan
"Iya kalian bener, gak nyangka saja kalau Leona akan hamil anak kembar" ucap Veni
"Hei Ven ... kau ada di ruangan apa itu ... ? jangan bilang ... ?" tebak Angelina dan Marissa bersamaan
"Sudah matikan saja ponselnya, mereka hanya nyamuk yang butuh darah manusia" ucap Asisten Li yang membuat kedua wanita yang jauh bisa mendengar dengan jelas.
"Hei Asisten kaku, dasar kau ya ... untung sahabat kami mau sama kamu, kalau bukan karena kami mana ada wanita yang mau sama kamu" ucap kesal Marissa yang dikatakan nyamuk oleh asisten Li
Tiba-tiba layar ponsel Veni langsung hitam saat tangan Asisten Li sudah menggenggam tangan Veni.
Asisten Li menangkup kedua pipi Veni lalu mencium bibir nya yang sedari tadi menjadi pusat perhatian nya.
"Jika lagi bersama ku, bisakah kau hanya fokus padaku ... ?" ucap Asisten Li seraya memeluk Veni saat bibir mereka sudah terlepas.
"Mereka sedang menelepon, aku hanya tidak nyaman saja jika menolak panggilan nya" ucap Veni salah tingkah
"Abaikan saja, nanti mereka akan menghubungi mu lagi" Ucap Asisten Li.
"kapan kita bisa Sah ...?" tanya Veni lirih dalam dekapan Asisten Li
__ADS_1
"Sebentar lagi, apakah kau sudah tidak sabar ... ?" goda Asisten Li
"iss ... bukankah harusnya aku yang mengatakan itu" ucap Veni seraya mendorong tubuh Asisten Li
"kau berani mendorong ku ... !" ucap Asisten Li seraya mendekati Veni
"Kenapa ... ? aku tidak takut padamu ya ... " cebik Veni seraya menyendekapkan kedua tangannya di dadanya.
"Kau berani padaku, karena kau tahu ... aku tidak akan menyakiti mu" ucap Asisten Li seraya menarik tubuh Veni lalu memeluknya dengan sangat erat.
*****
"Hah ... ! benarkah seperti itu ... ! iss Veni ... hebat dia bis menaklukkan si Kaku sampai seperti itu" ucap Marissa kagum pada Veni.
"Ya begitulah, Ah ... Si Kaku bisa sweet juga loh" ternyata, gak ngalahin si Tian" ucap Angelina
"Benarkah ... ? kalah dong Alan ku" ucap Marissa
"Isss ... kalau Alan besar dalam gombalnya, kalau Tian dan Li dalam tindakan Sayang ... " ucap Angelina pada Marissa.
"Kalau kakak ku gimana ... ? jago apa dia ... ?" tanya Marissa dengan senyum-senyum.
"Marissa ... jangan ajarin kakak iparmu bicara yang nggak-nggak ya ... dia masih lugu dan polos" ucap Galla dari arah belakang tubuh Angelina
"Iss ... Angelina lugu dan polos, cih ciuman dengan ganas tanpa menutup pintu itu yang kakak sebut polos, " cebik Marissa yang langsung membuat Galla dan Angelina terpaku.
"Udah jangan pada kaget, karena kalian mataku yang suci ternoda tau ... !" ucap Marissa lagi.
"Ah sudahlah, jangan pasang wajah bodoh kalian, lain kali jika mau buat adegan panas tutup dulu pintunya, karena di dalam rumah ada anak suci yang tak tau apa-apa" Marissa berkata seraya menahan tawanya, melihat expresi Galla dan Angelina
"Marissa ... untung kita jauh sekarang ya, awas saja kalau aku dan kakak mu balik, habis kamu ... !" ucap Angelina.
Hahahhahaha
Tawa Marissa pecah melihat wajah Angelina yang sudah seperti kepiting rebus.
__ADS_1
"Udah slow saja, Kak ... bawakan oleh-oleh ya ... tas baru atau baju baru oke, kalian berdua, jadi sama-sama bawain aku oleh-oleh, gak usah di jawab di Iya in aja ya ...." ucap Marissa langsung menutup sambungan telepon nya.