Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 60 Pacaran Ala Jalan Kaki


__ADS_3

Mamanya Arsa masih tidak percaya kalau perusahaan anaknya terancam pailit.


"Tapi itu kenyataannya ma, Arsa telah gagal dalam menjaga rumah tangganya dan sekarang dia juga gagal dalam bisnisnya, karena itulah seharusnya Arsa sekarang bisa sadar dan menyesali perbuatannya"ucap sang papa seraya masih terbaring di ranjang.


"Apa yang menyebabkan semua itu pa?"tanya sang mama dengan suara lesu.


"Banyak kesalahan yang Arsa lakukan selama 2 tahun ini, itu di mulai semenjak perselingkuhan itu terjadi, Arsa jarang ke perusahaan, sehingga dia kurang teliti dalam pemasukan dan pengeluaran, dia juga mengabaikan keluhan konsumen dan hanya fokus pada produk,


Arsa kurang mengawasi pergerakan pesaing, sehingga perusahaan nya kalah saing dalam pemasaran, Sehingga kini perusahaan itu terlilit hutang yang banyak, dan para klien nya mundur secara perlahan"ucap Papa Arsa yang menjelaskan pada sang mama.


"Apakah tidak ada yang bisa membantu Arsa? bukankah dulu Arsa pernah mengalami kesulitan itu juga pa?"tanya sang mama yang merasa kasian pada anaknya.


"Itu karena bantuan Leona ma, Leona membantu Arsa untuk memasarkan produk Arsa dan juga suntikan donor dana dari perusahaan Leona, Leona wanita yang cerdas, yang sangat di cintai dalam perusahaan nya, tentu perusahaan Leona itu akan mengambil keuntungan, Sekarang sudah tidak ada Leona di sana, apakah mama fikir mereka akan membantu Arsa?"ucap sang papa dengan suara lemah namun ada penekanan.


Tangis sang mama kini telah pecah, ia juga ikut sedih dengan apa yang telah di alami Arsa,


Padahal mamanya lah yang paling bahagia dengan perceraian itu, nyatanya... perceraian itu membuat petaka bagi Arsa.


*****


"Ini...makanlah"ucap Tian seraya menyerahkan cemilan yang ia beli di pinggir jalan.


"Terimakasih,"ucap Leona seraya mengambil cemilan itu di tangan Tian, mereka duduk di tepi jalan, banyak yang melihat ke arah merkea, yang mana penampilan mereka bertolak belakang, Tian dengan setelan formal nya, Sedangkan Leona dengan pakaian santainya.


"Mereka melihat mu terus, apa tidak ada hal lain yang harus mereka lihat"ucap Tian emosi.


Saat Leona ingin berkata, Tian sudah memakaikan jas nya pada tubuh Leona.


"Mereka tidak boleh ada yang melihat mu seperti itu"ucap Tian yang membuat Leona semakin terkejut.


'Bukan kah ini sebuah perhatian lelaki pada kekasihnya?' ucap Leona dalam hati.


"Tian... mereka bukan melihat ku, tapi mereka melihat mu"ucap Leona geli bercampur kesal.

__ADS_1


"Untuk apa mereka melihat ku? jelas pandangan mereka ke arahmu"ucap Tian tidak mau tahu.


"Lihatlah kau, kau pria yang tampan dan berwibawa, tentu itu menjadi pusat perhatian mereka, Karena seorang lelaki setampan dirimu berjalan dengan wanita seperti diriku, bukankah itu sangatlah tidak pantas"ucap Leona kesal sambil berdiri di dekat Tian, Tian mendongakkan kepalanya


'Ah .. benarkah??? berarti dia cemburu kan...karena mereka melihat ku, iss...manis sekali' ucap Tian dalam hati seraya terus menatap wajah kesal Leona.


Tian langsung menarik tangan Leona sehingga kini Leona terduduk dan berada dalam dekapan Tian.


"Apakah kau kesal karena mereka melihat ku? akan ku buat mereka tidak bisa melihat lagi"ucap Tian dengan nada serius.


"Eh, kenapa begitu? itu bukan salah mereka...dan apa ini, kenapa kau malah memeluk ku sekarang?"ucap Leona seraya melihat kearah sekeliling.


Leona pun berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Tian, Tian tersenyum melihat expresi wajah Leona.


Akhirnya Tian pun melepaskan tubuh Leona dan kembali berjalan menapaki jalan yang penuh dengan pasangan romantis.


Namun tiba-tiba ada suara yang sangat Tian kenali, ya ....itu adalah suara Marissa.


Ini bukanlah hal yang baik, apalagi saat ini ia bersama Leona.


Tiba-tiba


"Hai Nona Marissa, kita berjumpa lagi, benar ini Tian"ucap Angelina yang juga tiba-tiba muncul dan menggaet lengan Tian tanpa izin, tentu kulit mereka masih belum bersentuhan.


"Angelina? kau juga di sini?"tanya Marissa yang terkejut saat tadi tidak melihat Angelina sama sekali.


"Tentu dong, Kekasih ku ada di sini, itu sudah seharusnya aku juga di sini iya kan?"ucap Angelina pada Tian.


"Iya, kau di sini? apakah bersama Galla?"tanya Tian yang berusaha menetralkan suaranya.


"Tian .. jadi... kau benar-benar mengakui hubungan mu dengan Angelina?"tanya Marissa dengan mata yang sudah mulai berkaca.


Tentu Galla sangat hafal dengan suara mewek adik nya, Galla pun turun dan berdiri di dekat Marissa.

__ADS_1


"Aku baru tahu, kalau seorang Tian bisa berjalan kaki, bukankah ini hal yang langka?"ucap Galla.


"Demi wanitaku, dia yang meminta hal ini, tentu apapun akan saya lakukan untuk Wanita ku"ucap Tian seraya melihat ke arah Angelina, namun yang terkejut adalah Leona, yang kini berdiri di belakang Tian.


'Bukankah itu keinginan ku?' gumam Leona dalam hati.


"Ternyata ada gadis lain di belakangmu, siapa dia?"tanya Galla yang menyadari keberadaan Leona, tentu Angelina langsung melepaskan tangan nya dan menoleh kearah Leona.


"Leona majulah"ucap Angelina.


"kenalkan ini adalah Nona marissa dan ini adalah Tuan Galla, kenalkan ini adalah Leona, desainer perhiasan yang sudah aku dan Tian pesan"ucap Angelina dengan lugas.


"Hai Nona Marissa kita berjumpa lagi"ucap Leona pada Marissa yang masih menahan wajah kesal nya, namun sesaat sudah berubah.


"Hai na... "Ucap Marissa dengan senyum namun suaranya terdengar lesu.


Galla dan Tian saling beradu pandang, Mereka sempat menjalin hubungan namun harus usai saat cinta Marissa Tian tolak.


"Kalau begitu, Tuan... Nona saya duluan, kebetulan rumah saya sudah dekat"ucap Leona ingin menghindar dari suasana yang mencekam baginya.


"Biar ku antarkan saja Nona"ucap Galla yang membuat tangan Tian mengepal.


Dengan dasar apa Galla menawarkan mengantar Leona pulang, saat Tian ingin berkata suara Leona menghentikan nya.


"Tidak usah Tuan, terimakasih, kalau begitu saya permisi, Nona Angelina, Kita akan berjumpa lagi di perusahaan"ucap Leona seraya menundukkan kepalanya pada semua yang ada di situ, tentu itu semakin membuat Tian naik pitam.


"Jangan tundukkan Kepala mu pada siapapun,kecuali aku..!!" ucap Tian yang membuat Ke tiga orang itu terkejut, sedangkan Leona sudah tidak asing dengan perkataan itu.


"Baik...!!"hanya itu kata yang keluar dari mulut Leona.


Leona pun langsung melangkah kan kakinya, ia terlihat memasukkan kedua tangannya kedalam kedua saku jaketnya.


Suasana malam ini memang lah sangat dingin, dan itu tidak lepas dari pandangan Tian.

__ADS_1


"Nona Marissa, kalau tidak ada hal lagi, bolehkah kami melanjutkan acara pacaran kami?ucap Angelina di selingi dengan senyum nya yang menawan.


__ADS_2