Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 298


__ADS_3

Tatkala malam semakin larut, Semua orang sudah mengerti bahwa pengantin baru menginginkan waktu untuk berdua, Joe dan Dinda berusaha menerima semua nasehat dan petuah dari semua orang, Hidup berumah tangga bukan lah perkara mudah, malah cobaan yang sesungguhnya dalam menjalani hidup akan semkin terasa. Hanya saja kita harus menyikapi nya dengan pikiran jernih jangan ikuti ego yang tinggi tapi ikuti apa kata hati yang dalam.


"Di dalam kamar yang sudah di sulap menjadi sangat indah, Di saat yang lain sudah merasakan kantuk yang luar biasa, tapi lain dengan kedua pengantin. Dinda berusaha agar ia tidak ngantuk demi Joe yang sudah terlalu menginginkan malam ini. Di da terlihat gugup, bingung dan cemas. Setelah ia membersihkan tubuhnya, ia sudah memakai baju tidur yang ternyata adalah sebuah Lingrie yang sangat membuat Dinda risih, di saat Dinda mencari model yang lain, hanya itu yang paling sopan menurut ya, Semuanya serba transparan. Dinda yakin, ini adalah perbuatan kakak nya, Marissa. Karena tadi sore, hanya dia yang bilang memiliki jadi spesial untuk nya yang sudah ia letakkan di dalam kamarnya. Ya ... lingerie inilah kado dari Marissa. Di saat Joe keluar dari kamar mandi, ia mendapati Dinda di atas ranjang dengan Lingrie merah memiliki lengan yang panjang namun transparan, Yang mana meskipun panjang jika yang di luar di lepas maka hanya akan tersisa Bra dan benda segitiga. Sungguh Dinda merasa malu saat Joe terus menatapnya dengan langkah yang semakin dekat dan dekat.


'Oh Tuhan ... Apakah kak Joe tidak suka dengan pakaian seperti ini, Kenapa tatapannya begitu' bathin Di da seraya berusaha membenarkan Lingrie itu.


Joe makin dekat hingga kini ia berdiri di dekat Dinda yang duduk dengan wajah yang tertunduk. Joe paham, ini pasti kelakuan Marissa memberikan pakaian ini, Hanya saja ... Joe bukanlah marah ia malah tersenyum dalam kecemasan Dinda yang terus saja menundukkan wajah nya.


"Kau sangat cantik, Dindaku" ucap Joe menyentuh ujung kepala Dinda, yang mana rambutnya terurai indah, Seketika Dinda mengangkat wajahnya. Hingga tatapan mereka bertemu satu sama lain. Tatapan itu begitu lama dan dalam, Seakan mereka ingin me.gartikan ... bahwa mereka malam ini sudah sah Saling memiliki. Berhak akan dirinya ... Dinda berusaha tersenyum pada Joe.


Joe duduk mensejajarkan diri ya dengan Dinda.

__ADS_1


Membelai pipi Dinda, memgelusnya dengan lembut, Hingga kini tangannya berada di bibir Dinda, di usap Bibir yang begitu menggodanya selama ini, Di belainya bibir itu, Sehingga menyebabkan sensasi tersendiri bagi keduanya, tangan satunya, Joe menyentuh tangan Dinda,membawa tangan itu agar merangkul kelehernya, Benar ... saja, Kini Dinda merangkul leher Joe dan wajah mereka semakin dekat hingga tanpa rasa pertemuan bibir itu terjadi dengan begitu lembut. saling melilitkan dengan begitu indah. Tangan Dinda yang merangkul leher Joe dan Tangan Joe yang kini melepaskan ikatan Lingrie itu, Hingga Lingrie itu turun dengan sendirinya.


Menampilkan kulit putih Dinda, membelainya dengan begitu lembut, hingga kini tangan itu ada di posisi gunung kembar yang sudah sangat menantang Joe untuk segera di jelajahi nya.


Di saat mereka saling bertautan, Tangan Joe dengan nakal telah membuka pengait bungkus Gunung itu sehingga kini terpapang jelas keindahan gunung kembar, Menciumi Dinda Hingga kini turun ke leher dan semakin turun . Menikmati masa dimana hasr4t yang kini hadir dengan begitu besar. Dinda yang juga sudah di liputi keinginan besar nya, mengikuti semua arahan permainan suaminya.


Detik-detik setiap detak jam yang berbunyi, menjadi saksi ... Dimana pengantin baru itu kini menuntaskan malam pertamanya dengan indah, Suara manja Dinda semakin menjadi Joe bersemangat dalam melakukan pimpinan olahraga malam ini.


"Apakah ini sakit?" tanya Joe saat sudah selesai, ia menyentuh sesuatu yang ia yakini saat ini pasti sakit.


"Awalnya sakit, tapi tidak apa-apa" ucap Dinda dengan wajah merona

__ADS_1


"Kenapa ini merah?" tanya Joe seraya menyentuh Pipi Dinda yang semakin merona.


"Biar aku lihat, ada yang lecet apa tidak disini" ucap Joe seraya masih menyentuh daerah itu, yang semakin membuat Dinda kayak kepiting rebus.


"Kak, Aku tidak apa-apa, dan itu juga tidak apa-apa" ucap Dinda yang memalingkan wajahnya karena malu dengan pertanyaan Joe


"Aku akan bertanya sama Marissa besok, agar kau tidak merasakan perih dan sakit" ucap Bodoh nya Joe


"Kak, jangan ... ! jangan tanyakan apapun pada kak Marissa, aku tidak apa-apa dan ini wajar" ucap Dinda seraya bangkit dan memegang kedua pipi Joe yang terlihat cemas.


"Karena ini pertama kalinya bagiku, makanya awalnya emang terasa perih, tapi tidak untuk seterusnya kak, udah ya ... " ucap Dinda membawa Joe dalam pelukan nya, hingga tubuh yang tanpa kain sehelai itupun kini bersentuhan kembali.

__ADS_1


"Semoga ... Disini akan hadir buah cinta kita, Dimana mereka akan mengabdikan hidup mereka pada orang-orang yang sudah baik pada kita, Tuan Tian dan Nona Leona" ucap Joe seraya mengelus perut Dinda yang rata.


__ADS_2