![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
"Alan .... ! rasakan ini,"ucap Marissa seraya terus memukul Alan.
Saat Marissa hendak melayangkan kedua tangan nya di dada bidang Alan,Alan menangkap kedua tangan itu, sehingga Marissa dan Akan kini saling menatap.
Lama tatapan itu terkunci, hingga muncul senyum iseng Alan.
"Apakah kau begitu menyukaiku ...? hingga kau tak sabar ingin memangsa ku ... ? Marissa aku ini lelaki polos, kau telah memperkos*ku" ucap Alan yang menyadarkan Marissa dengan posisinya.
Tentu Marissa langsung meloncat turun.
"Eh ...ana ada aku melakukan itu padamu ... ? Alan ... kenapa kau sangat iseng padaku" Teriak kesal Marissa dengan wajah yang memerah karena menahan malu.
"Kau pria gila ..."umpat Marissa seraya melangkah kan kakinya meninggalkan Alan.
"Hei ... kau mau kemana ... ? kau harus tanggung jawab Ris ... aku sudah ternoda ... " ucap Alan terus menggoda Marissa.
"Tergoda apanya ... gigimu itu yang ternoda"cebik Marissa dengan langkahnya yang terus semakin menjauhi Alan.
Namun Alan memanglah tipe pria iseng dan jahil, tentu ia sangat suka menggoda Marissa.
Alan tersenyum seraya mengikuti Marissa dari belakang.
"Bilang saja kalau kau ingin memberiku kode untuk mengikuti mu ke kamar iya ... kan ... ? udah gak sabaran ya ... nikah yuk"ucap Alan yang semakin membuat Marissa terkejut.
Apakah masih ada pria yang tidak tahu malu seperti Alan di dunia ini ... ?.
*****
Asisten Li terus saja mencari Veni, mata tajamnya terus saja melihat kearah sekitar.
"Tuan Nona Veni ada di club sama seorang Pria"
Sebelum orang itu meneruskan kata-katanya, Asisten Li langsung memutuskan sambungan telfonnya, dan segera menuju ke klub dekat dengan hotel.
Wajah amarah, tegang dan cemas terlihat jelas di raut wajah Asisten Li.
Entah rasa yang mana yang nantinya akan menguasai saat sudah menemukan Veni.
Namun ... Asisten Li ingat bahwa Veni menghilang setelah kejadian itu.
Ia kan berusaha menahan emosi saat ini.
__ADS_1
Tapi untuk menjabarkan rasa peduli dan cemas apakah Asisten Li bisa ... ?
Kini asisten Li sudah sampai di depan club, ia segera masuk kedalam, meski masih sore ... tapi pengunjung Klub sudah rame, tentu itu membuat bising di telinga Asisten Li.
Lagu dan kelap-kelip lampu membuat suasana menjadi hidup, banyak wanita uang berjoged bahkan ada yang datang mendekati Asisten Li.
. Sebelum wanita itu menyentuh Asisten Li, Asisten Li sudah mengangkat tangannya, memberi isyarat bahwa ia tidak ingin pelayanan dari mereka.
Tentu itu membuat wanita itu kesal dan meremehkan Asisten Li.
Pandangan Asisten Li terus menatap sekeliling, mencari sosok yang begitu ia temukan.
Sebentar lagi gelap akan menyapa, Asisten Li terus berjalan mencari Veni, ia kini berada di tengah orang-orang berjoged.
Tentu itu membuat Asisten Li meras Risih, Namun ... saat ia melihat kearah depannya, ia menemukan Veni duduk di depan penjual Bir dengan seorang pria di dekatnya.
Tangan Asisten Li mengepal, bagaimana bisa ... Veni berada di tempat seperti ini bersama seorang pria, bukankah dia memberi kesempatan untuk pria bajingan itu mendekatinya.
Terlihat dari tempat Asisten Li tawa Veni yang terlepas.
Dengan langkah besarnya, Asisten Li menuju ke arah Veni.
tawa Veni dengan pria itu semakin terdengar.
"Minumlah ... apakah kau tidak suka, kalau tidak suka seharusnya kau tidak di sini, kita bisa berbincang di cafe kan ... ?" ucap teman lelaki Veni.
"Benar ..." namun kata-kata Veni terhenti saat tangan Veni ada yang mengambilnya.
"Tuan, kamu ...!"ucap Veni yang langsung turun dari kursi nya.
"Kembali sekarang!" titah Asisten Li.
"Tapi, aku masih ingin mengobrol dengan temanku, Tuan" ucap Veni.
"Kau ... tidak bisakah kau diam dan tidak berulah, apakah kau suka membuat orang lain mencemaskan mu ... !" ucap Asisten Li.
"Siapa yang menyuruh anda mencemaskan aku"cebik Veni.
"Bukan aku yang mencemaskan mu, tapi Nona muda, sekarang kau pulang lah bersama.ku, dan kau ... ! apakah kau yang membawanya kemari ... ? apakah kau tahu tempat ini berbahaya untuk seorang wanita ... ?" ucap Asisten Li pada pria uang ada di dekat Veni tadi.
Tidak ingin mendengar kata-kata lagi, Asisten Li menarik tangan Veni.
__ADS_1
"Di ... aku pamit dulu ya, serigala kaku lagi marah"ucap Veni setengah berteriak, dan itu membuat Dendi tersenyum melambaikan tangan pada Veni yang mana tangannya.masih di tarik oleh Asisten Li.
"Udah lepasin tanganku ..., aku bisa berjalan sendiri ... " ucap Veni seraya berusaha melepaskan tangannya dari pegangan tangan Asisten Li.
Asisten Li berhenti dari langkah nya, dan menatap Veni dengan tatapan dinginnya.
Veni yang di tatap seperti itu menjadi kehilangan nyali yang berusaha ia tahan sedari tadi.
"Apa yang Nona inginkan ... ?" akhirnya Asisten Li, berusaha menahan hati nya untuk meluapkan kekesalannya.
Asisten Li terus menatap Veni yang kini terlihat gugup.
"Apakah anda puas jika harus membuat saya kebingungan mencari anda, bisakah anda menghidupkan ponsel anda saat anda ingin keluar, apakah anda tidak memikirkan perasaan Nona Leona ... ? apakah .... "
"Sudah ... ! oke ... oke aku salah, ponsel ku kehabisan batrai, aku bertemu dengan teman lama, apakah tidak boleh berbincang-bincang sebentar dengannya, lagian aku sudah besar, kalina tidak perlu merasa khawatir begitu, disini juga tempat kelahiran ku ... jadi aku tahu arah jalan pulang"ucap Veni seraya menunduk kan kepalanya, serat memilin baju bagian bawah.
"Teman lama ... berbincang di Klub ... ? apakah Nona tidak bisa menilai bagaimana mata lelaki bajingan itu menatap Nona ... !" ucap Kesal Asisten Li saat mengingat bagaimana Lelaki itu menatap Veni tadi.
"Kenapa kau selalu membesar-besarkan masalah, aku hanya bertemu dengan temanku sudah cukup, kau tidak harus menghakimi hal yang belum terjadi, lagian ... Tuan Assisten Li kau .... "
Cup ...
Asisten Li dengan cepat mencium bibir yang mengoceh layaknya burung Beo, sehingga bibir itu kini bungkam seketika.
Mata Veni melotot tangannya menutup bibirnya yang tadi dikecup oleh Asisten Li, bagaimana bisa Asisten Li melakukan hal yang pertama kali bagi Veni.
Lama Veni terdiam dengan keterkejutan nya, begitupun dengan Asisten Li, ia juga menyadari kenapa ia melakukan hal konyol itu.
Tapi ... assisten Li tidak tahan saat melihat bibir tipis itu bergerak dengan lincahnya, sehingga menyeret nya untuk membuat sentuhan.
Aaaaaa ...
Teriak Veni saat sudah kembali sadar dan langsung melangkahkan kakinya dengan cepat, wajahnya memerah ... mulutnya berkomat-kamit merutuki Asisten Li.
Dasar Asisten bodoh, kaku , gila ... kau berani mencuri ciuman pertamaku, dasar lelaki gila ...
Rutuk Veni di sepanjang perjalanan, Begitu juga dengan Asisten Li, ia berjalan dengan termenung, mengingat rasa yang baru ia rasakan.
Kenapa rasanya berbeda dengan saat ia mencium keponakan nya dulu ...
Kenapa rasa itu menjadi aneh dengan ciuman nya dengan ponaan nya ... apakah karena Veni sudah dewasa, sedangkan Keponakan nya masih bayi ... ? mengapa rasanya lebih menggemaskan mencium Veni tadi.
__ADS_1