![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Kini hari telah tiba di mana asisten Li dan Veni pergi untuk menjemput sang ibu.
"Kau yakin akan melakukan ini untuk ku?" tanya Veni pada Asisten Li
"Dia berarti untukmu, jadi dia juga berarti untukku" jawab asisten Li
"Disana Kau akan bertemu dengan Dhani,kuharap kau bisa mengontrol emosi saat dia memancing kemarahan mu" ucap Veni
"Bukankah dia cinta pertamamu ... ?" tanya Asisten Li
"Itu karena dulu aku sangat bodoh, karena telah mencintai pria brengsek seperti dirinya" ucap Veni dengan memanyunkan bibirnya.
"Apakah dia sangat tampan ... ?" tanya lagi asisten Li
"Jauh lebih tampan dirimu" jawab Veni cepat
Sejenak mereka terdiam, mereka sama-sama menikmati pemandangan di luar jendela.
"Tempat tinggalmu tidak begitu jauh dari perusahaan, tapi kenapa kau jarang sekali untuk mengunjungi ibumu?" tanya asisten Li
"Kau benar, hanya butuh 4 jam untuk sampai ke tempat Ibu, hanya saja ... untuk melupakan seseorang dan menghapus namanya itu bukan butuh jarak tapi butuh waktu yang lama agar tidak bisa bertemu dengannya lagi" Veni berkata Seraya menundukkan kepalanya
"Apakah dulu kau begitu mencintainya?" tanya asisten Li
"Aku sudah mengatakan padamu, bahwa itu adalah kebodohan ku, mencintainya hanya menjadi lelucon baginya" Veni berkata dengan senyum di bibirnya, tapi Asisten Li bisa melihat guratan kecewa di wajahnya.
Asisten Li menggenggam tangan Veni.
"Aku mencintaimu ... aku akan melakukan segala cara agar kau nyaman di sisiku " ucap Asisten Li seraya menyetir mobilnya
Veni tersenyum, ia masih ingat penghinaan Dani saat itu, di hadapan teman-temannya ia mengatakan bahwa Veni selalu mengejar cintanya, wanita yang menurutnya tidaklah pantas untuk berdiri di dekatnya.
Sakit hatinya membuat ia bertekad untuk meninggalkan ibunya yang sudah membesarkan nya, Iya bertekad untuk mencari pekerjaan di Kota Ini.
Asisten Li menghentikan mobilnya, ia membuka kan pintu untuk Veni
"Kenapa berhenti ... ?" tanya Veni
"Kita makan dulu, pagi tadi kita belum sarapan kan ... ?" Ucap Asisten Li membawa Veni dalam sebuah restoran kecil yang ada di pinggiran jalan.
Tangan Asisten Li masih terus menggenggam tangan Veni, mereka duduk berhadapan
Tanpa bertanya Asisten Li memesankan makanan untuk Veni, Veni terkejut saat Asisten Li tau kaan makanan kesukaannya.
"Kau tahu ... ?" tanya Veni
"Tentu" jawab singkat Asisten Li
"Fruit salad buat makanan penutup" ucap Asisten Li pada Veni.
Senyuman mereka mampu menyihir beberapa pengunjung.
__ADS_1
"Kalian pasangan muda baru nikah ya ... ?" tanya wanita yang duduk di samping Asisten Li
"Kenapa memangnya Bu ... ?" tanya Veni
"Sangat serasi, " jawab ibu-ibu itu tersenyum kearah Veni.
"Ah, benarkah ... ? Ibu benar ... kami baru saja menikah" ucap Veni dengan senyum jenakanya
"Kalau punya anak pasti akan lucu seperti mu" ucap ibu itu yang menyukai Veni
Asisten Li hanya tersenyum mendengar perbincangan Veni dan Ibu-ibu itu.
Tidak sampai menunggu laman, makanan pesanan Asisten Li pun telah datang.
Veni dan Asisten Li sama-sama memberikan perhatian, kadang Asisten Li menyuapi Veni kadang juga Veni menambahkan porsi Asisten Li.
Senyum mereka terus terlihat di wajahnya.
Beberapa pengunjung yang kabanyakan adalah ibu-ibu dan bapak-bapak, juga ikut tersenyum dengan hubungan manis mereka .
Setelah menghabiskan semua makanannya, Asisten Li dan Veni pun meninggalkan tempat itu.
Veni begitu menikmati pemandangan dimana ia sering mendatangi nya dulu.
Meski hanya sekedar jalan-jalan atau menikmati suasana akhir pekan.
Ia menjadi ingat akan suemua kenangan nya dengan beberapa bayangan masa lalunya.
Rumah yang lumayan luas dengan pagar kecil, sebagai penutup pintu rumahnya.
Tidak ada pagar tinggi, tidak ada rumah berlantai.
Rumah itu terlihat sederhana dan Asri.
"Inilah tempatku tinggal, ayo masuk ... !" ucap Veni seraya membuka pintu mobilnya
Di saat mereka sampai di depan pintu, suara sesuatu yang terjatuh membuat Veni terkejut.
Ia langsung membuka pintu rumah itu dengan tergesa-gesa.
Benar saja, pintunya tidak terkunci
"Ibu ... ! ucap Veni saat melihat snag ibunjatih dari kursi rodanya
"Kau siapa ... !" tanya sang ibu yang memandang Veni dengan mengingat akan wajahnya
"Ini Veni Bu ... ini Veni ... " ucap Veni dengan tangisannya.
Ini pertama kalinya Assisten Li melihat Veni menangis. kenapa hatinya juga ikut sakit melihat nya.
Veni dan Asisten Li membawa Ibunya ke tempat tidurnya.
__ADS_1
"Veni anakku sudah datang ... ?" ucap snag Ibu seraya meraba wajah Veni
"Veni datang Bu ... maaf Veni terlambat menjenguk Ibu" Veni memeluk ibunya
"Tidak apa-apa,Nak ... ibu senang melihat kau datang, penglihatan ibu sudah berkurang, tapi ibu tahu ... anak ibu pasti sekarang tambah cantik" ucap Ibunya Veni.
"Siapa yang datang dengan mu,Nak ... ?" tabya sang Ibu
"Dia ... "
"Ibu ... saya datang sebagai lelaki yang akan menjaga Veni, Bu ..." ucap Asisten Li memotong pembicaraan Veni
"Pacarmu ... ?" tanya Ibunya Veni
"Iya, Bu ... dia datang untuk membawa ibu bersama kami, ibu harus segara di obati.
"Ibu sehat, Nak ... ibu sehat ... kau sudah makan ... biar ibu buatkan kau makanan kesukaan mu" ucap Ibunya Veni
"Ibu ... ibu sudah ... " ucap Veni memeluk sang Ibu.
"Veni sudah makan, ayo kita pergi Bu ... " ucap Veni
"Kakak mu masih belum pulang, Ibu tidak bisa meninggalkan nya, Nak" ucap Sang ibu.
Namun tiba-tiba suara motor berhenti membuat Ibunya Veni khawatir
"Veni ... bawalah Nak Li ... ke kamar mu, Kakak mu tidak boleh melihat nya, dan ... dan ... "
"Ibu ... Jika anakmu adalah kakakanya Veni, maka aku harus menemuinya" ucap Asisten Li memotong ucapan Ibunya Veni
"Tapi watak dia kurang bagu, Nak ... "ucao ibunya Veni
"aku bisa mengatasinya Bu, kita sama-sama pria" ucap Asisten Li.
Benar saja, Pria yang di sebut kakak oleh ibunya Veni itu muncul dari balik pintu.
"Ckkk ... kalian siapa ... ? kenapa ada di kamar ibuku ... !" Dani berkata seraya mencari sesuatu di bawah baju ibunya yang tersusun di lemari
"Dani, lihatlah ... ini Veni adikmu, Nak ... !" ucapan sang ibu menghentikan gerakan tangan Dani
Seketika tubuh Dani kaku mendengar nama yang sudah beberapa tahun tidak ia sebut.
Nama yang begitu mencolok di hatinya.
Namun dengan cepat Dani menetralkan perasaan nya. Ia menghapus air matanya yang sudah menggenang saat mendengar nama itu.
'Akhirnya kau datang, apakah harus dengan kabar ini kau akan datang ... ?' bathin Dani
Dani membalikkan tubuhnya, memberanikan diri menatap wanita yang kini jauh dari penampilannya di masa lalunya.
Veni mencoba mengalihkan pandangannya agar tidak bertemu dengan Dani.
__ADS_1
Di saat Dani fokus menatap arah Veni, matanya juga menangkap sosok yang berdiri di samping Veni dengan tangannya kini menggenggam tangan Veni.