![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Kini sampai lah mereka di Bandara, dimana mereka sudah melihat Galla menunggu.
"Kakak" ucap Marissa seraya memeluk kakaknya.
"Suka tinggal jauh sama kakak,Hem " ucap Galla seraya mengelus kepala Marissa
"Marissa kan harus membiasakan diri untuk hidup tanpa kakak" ucap Marissa
"Kau dari dulu tetap saja, keras kepala, Kakak tidak akan meninggalkan mu sampai kapanpun, kenapa kau selalu berfikir jauh seperti itu " ucap Galla seraya melepaskan pelukannya.
"Kalian sudah siap kan ... ?" tanya Galla
"Iya, Tuan" jawab Joe
"Wanitamu ... ?" tanya Galla
"Hasil dari karya adikmu, Tuan" jawab Joe
"Jangan di lounching kan, kau faham ... !" ucap Galla pada Marissa
"Iya, tidak akan Marissa lounching kan, janji ... " ucap Marissa
Sedangkan Dinda juga merasa malu sendiri, untungnya sekarang Jas Joe yang menutupi paha mulusnya.
Dalam perjalanan, Mereka banyak dian, apalagi Marissa kini duduk dengan sang kakak, membuat rencana yang Alan susun jadi terbatalkan semua.
'Ah kenapa aku bisa lupa kalau masih ada kak Galla, gak jadi kan mesra-mesraan di pesawat,' bathin Alan.
Tentu Joe paham dengan raut wajah Alan. Joe hanya tersenyum menahan tawanya.
Sedangkan Galla merangkul adiknya sepanjang perjalanan, menumpahkan rindunya pada sang adik.
"Lain kali ... jangan berpikiran yang enggak-enggak, kakak tidak akan meninggalkan mu, setelah kau menikah pun, kakak tidak akan meninggalkan mu, Angelina adalah kakak sekaligus sahabat buatmu kan ... ? jadi jangan berfikiran yang tidak-tidak, jangan terbawa alur film atau novel yang kau baca, tidak semua ipar itu menguasai kakak mu" ucap Galla.
Marissa hanya mengangguk kan kepalanya dalam dekapan Kakaknya.
Hingga Marissa terlelap dalam tidurnya, Alan hanya bisa menatap pemandangan dari arah jendela pesawat, seraya menatap sang kekasih yang tertidur di pelukan pria lain.
'Seharusnya kan ... aku yang memeluknya begitu.' bathin Alan
"Sudah, jangan cemberut gitu, nanti di pecat koh jadi adik ipar" goda Joe
"Kau tidak berpelukan sama Dinda, kenapa malah dekat-dekat dengan ku" ucap kesal Alan
"Mana mau dia kalau ada yang melihat, apalagi di hadapan mu, bisa iri tingkat dewa kau nantinya" ucap Joe meledek Alan.
Sedangkan Dinda selalu diam, ia merasa tidak nyaman dengan penampilan nya, karena semenjak tadi menjadi perbincangan.
Padahal ia tadi bahagia, karena ia merasa percaya diri.
__ADS_1
"Kau kenapa, hah" ucap Jav mengecup kening Dinda, yang selalu memalingkan wajahnya.
Dinda hanya diam, dia hanya menggeleng kam kepalanya.
"Kau tidak nyaman ya ..., tidak apa-apa, kau lihat ... ! pakaian pramugari itu jauh lebih pendek darimu, hanya saja, Galla dan kami tidak ingin apa yang menjadi milik kami terlibat oleh orang lain, hanya karena itu, aku hanya tidak rela keindahan tubuhmu di nikmati oleh mata orang lain " ucap Joe yang kini merangkul Dinda.
Joe pindah duduk, kini ia duduk di samping Dinda.
Mendengar ucapan Joe, Dinda mengangkat kepalanya, ia melihat wajah Joe, ada banyak ketulusan di matanya.
"Hanya aku yang boleh melihat nya, tidak boleh orang lain" ucap Joe
"Apakah kau akan cemburu dengan banyak mata yang melihat itu" tanya Dinda
"Tentu ... aku bahkan akan sangat marah, jika ada yang berani menatap mu lama-lama " ucap Dinda
"Jika seandainya aku berpelukan dengan pria lain, apakah kau akan marah juga ?" tanya Dinda
"Berpelukan dalam hal bagaimana ?" tanya Joe
"Seperti kau dan sahabat wanitamu" ucap Dinda
"kau merindukan Arsa ... ?" tebak Joe
Dinda hanya diam, namun matanya sudah menunjukkan semuanya.
"Benarkah ... ? aku mencintaimu " ucap Dinda mengerat kan pelukannya.
Entah kenapa Dinda sangat merindukan Arsa, biar bagaimanapun Arsa saat ini sudah berubah jauh lebih baik dari yang dulu. Masalah Arsa dengan Leona, bukanlah dengan Dinda, sehingga Dinda harus ikut-ikutan menjauh dadi mantan bos nya itu.
"Aku juga mencintai mu, aku yakin kau akan selalu menjaga kepercayaan ku dan cintaku " ucap Joe
"Arsa sudah menikah, jadi tidak ada yang harus kau khawatirkan antara aku dan dia" ucap Dinda membuat Joe tak percaya.
"Sudah menikah ... ? dengan siapa ... ?" tanya Joe
"Kakak ya Arita, namanya Kamila" ucap Dinda.
Seketika Joe terdiam mendengar nama itu, namun ... nama Kamila bukanlah satu orang yang memiliki nya. pikir Joe.
*****
"Laksya ... sebentar lagi aunty Dinda akan datang, kau harus bersikap baik padanya nanti, kau faham kan maksud Ayah" ucap Arsa pada anak sambungnya.
"Jam berapa Dinda akan sampai, Mas ... ?" tanya Kamila seraya meletakkan secangkir kopi
"Mungkin sekitar 1 jam lagi pesawat yang ia tumpangi akan mendarat " jawab Arsa
"Apakah dia akan langsung kemari ...?" tanya Kamila
__ADS_1
"Entah lah dia akan menelfonku untuk itu nanti"ucap Arsa seraya memainkan tangan Laksya yang ada dalam gendongannya.
"Titip Laks dulu ya Mas, aku mau masak, siapa tahu Dinda bisa kesini nanti" ucap Kamila
"Baiklah, terimakasih ya ... " ucap Arsa
"Tunggu, sepertinya Dinda akan lama mendarat, kemungkinan akan malam juga, jadi tidak usah masak yang banyak" ucap Arsa
Kamila tersenyum setelah itu berlalu, meninggalkan Arsa dan Laksya.
Kamila tahu ... siapa Dinda di kehidupan Arsa.
Satu-satunya orang yang ada di sisi Arsa disaat Arsa benar-benar jatuh dalam kehidupan nya dulu, satu-satunya wanita yang mampu membuatnya menjadi lebih baik lagi. Dinda adalah sahabat yang jauh lebih berarti dari apapun. Mungkin jika Arsa diharuskan memilih
antara dirinya dan Dinda, sudah pasti Arsa akan memilih Dinda. Kamila tidak cemburu, dia mengerti bahwa semua yang Dinda lakukan untuk Arsa sangatlah berarti dalam hidup Arsa.
*****
"Bagaimana ? Apakah semuanya sudah sesuai ?" tanya Tian pada seluruh anak buahnya yang mengatur acara untuk pernikahan Asisten Li besok.
"semuanya sudah seperti yang Tuan inginkan " ucap mereka
"Baiklah, kalau begitu kalian pergilah " ucap Tian
Di saat mereka keluar dari ruangan Tian, Assisten Li masuk.
"Tuan, anda terlalu baik untuk saya dan Veni" ucap Li menundukkan kepala nya.
Tian berdiri dari duduknya lalu berjalan menuju ke arah Asisten Li.
"Kau selalu melakukan yang terbaik untukku, aku belum melakukan apapun untukmu, Li ... besok adalah hari bahagia mu, aku berharap kau mendapatkan kebahagiaan itu, kebahagiaan dimana kau akan b
melepas masa lajangmu, aku bahagia untukmu, selamat untukmu " ucap Tian seraya memeluk Asisten Li. Betapa terharunya Li, mendapatkan semua itu dari Tian, dan pelukan dari Tian adalah hadiah terbesar baginya.
"Selamat ... sekali lagi selamat menempuh hidup baru" ucap Tian seraya melepaskan pelukannya.
Asisten Li mengusap matanya uang sudah berair.
"Jika aku cuti, siapa yang akan menggantikan saya nanti Tuan? saya tidak bisa meninggalkan anda " ucap Asisten Li
"Kalau di perusahaan, masih ada Ramos yang akan membantuku, kau jangan khawatir " ucap Tian
"Kalau seandainya disini, kalau anda membutuhkan sesuatu ?" tanya Asisten Li
"Ada aku istrinya yang akan mengurus nya, Assisten Li " ucap tiba-tiba Leona dari balik pintu ruangan Tian.
Asisten Li dan Tian sama-sama menoleh kearah Leona secara bersamaan. Tian tersenyum dengan ucapan sang istri.
Sedangkan Asisten Li semakin menunduk karena merasa tidak nyaman.
__ADS_1