Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 68 Galla Bertemu Dengan Angelina


__ADS_3

"Cukup Marissa...!!! sudah kau tidak perlu harus kompeten pada satu pria, kau cantik...kau juga berpendidikan tinggi, kau tidak harus menggantungkan hatimu pada pria yang tidak menyukai mu, kakak lelah,kakak lelah harus melakukan hal yang harus nya tidak kakak lakukan"ucap Galla pada Marissa yang kini merengek agar kakak nya mau melakukan sesuatu pada Angelina.


"Cobalah kau lihat orang lain selain Tian, kau pasti bisa sayang"ucap Galla seraya memeluk adiknya uang sudah menangis sesenggukan.


"Jika Marissa bisa, Marissa akan melakukan itu kak,tapi... Marisa tidak bisa, Marissa tidak bisa mengalihkan pandangan Marissa dari Tian, kenapa dulu Tian perhatian sama Marissa jika akhirnya Marissa akan di tolak begini"ucap Marissa.


"Marissa, Tian hanya menganggap mu adiknya, sama seperti kakak, tapi... sekarang semuanya sudah berbeda, kau membuat jarak antara kita dengannya"ucap Galla.


"Apakah sesulit itu mengubah Cinta dari seorang adik menjadi kekasih?" tanya Marissa pada Gala kakaknya.


"Kau jangan bersedih terus, masih banyak Pria hebat, tentunya kau harus mendapatkan pria yang tulus mencintaimu"ucap Galla.


"Baiklah, kalau begitu kakak akan pergi ke lapangan Golf, kau mau ikut?"tanya Galla saat pelukan mereka terlepas.


"Ah tidak, aku harus menyiapkan gaun ku saat ke pesta itu, pasti Tian akan datang saat itu, sama Angelina lagi"ucap Marissa mengerucutkan bibirnya.


"Lalu kau akan datang sama siapa? apakah sama kakak, atau mau menggaet cowok lain?"tanya Galla.


"Entahlah, apa kata nanti"ucap Marissa seraya menatap kakaknya.


"Sudah 4 tahun itu berlalu, sekarang buanglah masa dimana Tian menolak mu, buka hatimu untuk orang lain"ucap Galla.


"Kakak tahu apa yang harus kakak lakukan, kalau begitu kakak pamit dulu"ucap Galla Seraya mengusap lembut ujung kepala Marissa.


"By The way, Angelina tidak buruk"ucap sang kakak seraya berbalik dan tersenyum pada Marissa.


Lalu Galla melanjutkan langkah kakinya, meninggalkan Marissa yang masih mematung.


*****


"Kau baik-baik lah disini, aku akan mencari pekerjaan hari ini, aku tidak mau kalau kau sembuh, kau menjadi tidak mau padaku"ucap Arsa seraya berusaha tersenyum pada Arita,


Arita masih kaku dalam bicara.


Dia ingin mengatakan kalau Arsa harus memeriksa kan dirinya juga, tidak jauh kemungkinan Arsa mengalami apa yang dia alami, karena Arsa juga sering melakukan Onani atau Or*l ***.


*****


"Aku sudah minta izin sama bu Diana kalau kau tidak masuk saat ini" ucap Tian pada Leona.


sejenak Leona terdiam ia menghentikan aktivitasnya yang sedang a kamar Tian.


"Aku tahu pasti kau lakukan itu karena kau seorang Tian" ucap Leona.


Terlihat Tian yang tertawa diatas ranjang.

__ADS_1


"Kemarilah"ucap Tian seraya menepuk kasur di sebelah nya.


"Aku akan belanja untuk kebutuhan mu, jadi jangan macam-macam"ucap Leona.


"Aku ikut"ucap Tian yang hendak turunkan dari ranjangnya.


"Berhenti....!!"ucap Leona membuat Tian mengangkat kembali kakinya.


"Hei... jangan mengagetkan begitu, aku sudah sembuh"ucap Tian.


"Lalu...kalau kau sembuh, kenapa malah menahan ku dan meminta izin untuk ku tidak masuk bekerja"ucap Leona.


"Iss...kau pacarku sekarang, apa salahnya jika aku minta perhatian pada pacar sendiri"ucap Tian Seraya mendekati Leona.


Sontak Leona mundur seiring nya langkah Tian.


"Kau mau apa? jangan mendekat"ucap Leona, namun di balas senyuman oleh Tian.


Saat Tian sudah berada tepat di depan Leona, Leona langsung menyerang Tian, namun berhasil Tian tangkap,sehingga perkelahian antara Tian dan Leona pun tidak bisa dihindari.


Namun...sekali lagi Tian berhasil menguasai tubuh Leona.


Membuat Leona tidak bisa bergerak dalam dekapan Tian.


Tentu membuat raut wajah Leona memerah.


"Siapa yang kau maksud Nyonya Tian"ucap Leona dengan gugup.


"Kau, hanya kau yang akan menjadi Nyonya Tian"ucap lagi Tian tepat di daun telinga Leona.


membuat Leona bisa merasakan hembusan nafas Tian.


"Kau..kau lepaskan aku, aku akan pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan mu setelah ini"ucap Leona gugup dengan wajah yang masih memerah.


Tian mengendurkan pelukannya di perut Leona.


"Kenapa masih belum bergerak, apakah enak aku peluk?"goda Tian pada Leona, yang mana Leona langsung menjauh dari tubuh Tian.


"Aku akan ikut dengan mu, kebetulan tempat nya lumayan dekat, kita bisa olahraga sekalian kesana"ucap Tian seraya memberikan pakaian olahraga pada Leona.


"Ini baju wanita? kau memiliki nya?"tanya Leona heran.


"itu punya Marissa, hanya 1x pakai, aku rasa masih muat untuk tubuh mu"ucap Tian seraya memakai baju tepat di hadapan Leona.


"Marissa...? di sini ..?"ucap Leona.

__ADS_1


"Jangan berfikir macam-macam, kau tahu aku tidak bisa menyentuh sembarang wanita"ucap Tian seraya kini memakai celana panjang nya.


"Iss .kau bis gak ganti bajunya jangan di hadapan ku"ucap Leona seraya membelakangi tubuh Tian.


"kenapa? kau sebentar lagi akan melihat seluruh tubuhku, kalau kita sudah resmi menikah, iya kan...?"ucap Tian seraya tersenyum ke arah Leona.


Leona malas menanggapi arah pembicaraan Tian, kini Leona segera mengganti bajunya dan segera keluar,Leona yang mengikat rambutnya dengan di tinggi kan membuat Tian langsung melepaskan ikatan rambut Leona.


"Kenapa?"tanya Leona terkejut


"Kau mau menunjukkan ini sama siapa? cukup ke aku saja"ucap Tian seraya menunjuk leher jenjang Leona.


Sontak Leona menepis tangan Tian.


akhirnya Leona mengikat rambutnya secara asal.


"Kenapa kau selau terlihat cantik, kita tidak usah keluar rumah saja ya, biar Asisten Ki saja yang membeli nya"ucap Tian.


"Tanpa mu aku akan tetap keluar"ucap Leona Seraya membuka pintu kamar Tian, tapi...betapa terkejutnya Leona saat keluar dari kamar Tian, dia sudah mendapati Asisten Li yang berdiri di depan pintu dengan posisi masih tegap.


"Asisten Li ...kau...!!!"ucap Leona.


"Aku sudah bilang, kota suruh Li saja yang membeli nya, toh dia sudah ada disini iya kan?"ucap Tian mendekati Leona dan Asisten Li.


"Tidak, aku akan tetap pergi ke supermarket sekarang...!!!"ucap Leona seraya meninggalkan Tian dan asisten Li.


"Bukankah dia terlalu Manis Li" ucap Tian seraya mengejar langkah Leona.


"Tuan Apakah perlu saya ikut?" tanya Asisten Li Seraya mengejar langkah Tian.


"Tidak perlu, aku ingin berdua saat ini dengannya" ucap Tian pada asisten.


Tian pun mengejar Leona.


*****


"Hai Nona Angelina, tidak menyangka akan bertemu anda di sini?"ucap Galla pada Angelina.


Yang mana Angelina juga berada di lapangan Golf bersama Ayahnya.


"Hai juga Tuan Galla, tidak menyangka jiga akan bertemu dengan orang hebat seperti tuan Galla di sini"ucap ramah Angelina.


"Apakah Tian juga ada di sini?"tanya Galla seraya melihat kearah sekeliling.


"Bukan kah semenjak kejadian itu, Tian sudah tidak menyukai Golf lagi ya Tuan?"ucap Angelina dengan sok tahu tentang kehidupan Tian.

__ADS_1


__ADS_2