Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 205


__ADS_3

Di tengah malam yang gelap, Asisten Li membawa mobilnya dengan sangat cepat, ia sangat tahu ... Veni saat ini pasti sangat kesal, jika tidak segera di bujuk, anak itu bisa ngambek dalam waktu yang panjang, bahkan tidak membisu di hadapan Asisten Li.


Begitu pun dengan Joe, ia kesulitan mencari Dinda. Berulang kali Joe memukul setir mobilnya karena merasa kesal pada diri sendiri.


"Ah sial ... apa kau sudah pulang ... ? Dinda maaf ... apakah kau marah ... ? aku harap kau tidak berfikiran yang tidak-tidak tentang ku, dia hanya masa laluku" ucap Joe pada diri sendiri.


Tiba-tiba Joe mengerem mobil nya dengan dadakan, hampir saja kepalanya terbentur dengan setir mobilnya karena begitu terkejut.


Ia melihat Dinda yang terduduk di pinggiran jalan, dengan sebotol minuman di tangan nya, Dinda terlihat lemas seraya melihat kearah sekitar nya.


Dengan segera Joe turun dari mobilnya, dan mendekati Dinda.


Saat Dinda menyadari akan kedatangan seseorang ia menatap kearahnya.


Awalnya Dinda terkejut, karena Joe bisa menemukan dirinya dengan mudah.


Tapi setelah itu, Dinda tersenyum agar bisa menyembunyikan suasana hatinya.


"Kakak di sini ... ?" ucap Dinda gugup karena Joe sedari tadi hanya menatapnya saja.


Joe langsung memeluk Dinda, tanpa berkata apapun.


"Aku mencarimu" ucap Joe dengan pelukan yang begitu erat.


"Ah, aku lupa ... kalau aku harus menyambut kedatangan Kakak iya kan ... ? maaf ya kak" ucap Dinda seraya berusaha melepaskan pelukannya.


"Dia bukan siapa-siapa nya aku, juga bukan kekasihku, percayalah ... " ucap Joe yang mengabaikan kepura-puraan Dinda.


"Maksud kakak apa ... ? dia siapa maksud kakak ... ?"Dinda pura-pura tidak tahu, namun tingkahnya sudah terlihat berbeda.


Joe langsung memeluk Dinda untuk pertama kalinya.


"Maafkan aku ya ... aku tidak pernah cerita tentang dia selama ini, tapi percayalah dia hanya masa lalu yang tidak akan mungkin ku biarkan datang lagi dalam masa depan kita" ucap Joe seraya mendekap tubuh Dinda


"Aku tidak apa-apa kak, dia kekasih kakak, seharusnya aku yang minta maaf, kenapa kakak kemari, dia butuh kakak sekarang" ucap Dinda seraya melepaskan pelukan Joe,halus namun di paksakan.

__ADS_1


Joe membawa Dinda duduk di mana tadi Dinda duduk, mengangkat dagu Dinda agar Dinda menatap pada dirinya.


"Kau kecewa padaku ... ? kau cemburu kah padanya ... "tanya Joe seraya menatap lekat netra Dinda.


Dinda yang menerima tatapan itu menjadi salah tingkah sendiri, ia juga tidak mengerti dengan perasaan nya, ia juga tidak ingin sakit yang dulu sangat mengoyak hatinya, terulang kembali.


"Atas dasar apa aku cemburu padanya ... ?


atas dasar apa aku kecewa sama kakak ... ?


Aku bukan siapa-siapa bagi kakak, aku hanya orang asing yang baru saja masuk kedalam hidup kakak, menjadi teman kakak aku sudah bahagia, aku wanita kak, aku bisa merasakan apa yang dia rasakan, jadi ku mohon kembali lah, dan temani dia" ucap Dinda seraya menundukkan kepalanya.


"Aku yang salah, maafkan aku, kau ada hak atas diriku, karena kau wanita yang paling berharga dalam hidupku, kadang orang yang paling terdekat dengan kitalah yang paling menyakiti kita, Dinda ... percayalah ... aku dan dia tidak memiliki hubungan apapun " ucap Joe


Sejenak mereka terdiam, hanya kata 'kau wanita yang paling berharga dalam hidupku'


yang Dinda tangkap, dari sekian banyaknya kata yang Joe katakan.


Joe memegang kedua tangan mungil Dinda, membuat nya berhadapan dengannya.


"Dia masa lalu yang telah hilang dalam hidupku, Dia masa lalu yang kehadirannya pun kini tidak ku harapkan lagi, seperti dirimu yang memiliki masa lalu, begitupun dengan ku, Dinda percayalah padaku, aku ... aku mencintaimu" ucap Joe yang sudah memantapkan hatinya untuk mengungkapkan perasaan nya pada Dinda.


Dinda diam dengan sejuta kata yang ingin ia ucapkan namun ... tidak bisa ia keluarkan.


Rasanya suaranya tertahan, ia ingin bicara namun terasa terhambat.


"Aku tidak akan memaksamu untuk memberikan jawaban sekarang untuk ku, hanya saja aku berharap ... percayalah dengan ucapanku" ucap Joe.


Dinda menghela nafasnya dalam-dalam.


"Aku ingin tahu tentang nya, kenapa kakak dan dia bisa terpisah dan mengakhiri hubungan kalian apakah bisa ... ?" tanya Dinda yang sudah bisa menata hati dan kata-katanya.


Joe menatap Dinda yang kini tersenyum paksa pada Joe.


Joe mencubit kedua pipi Dinda yang membuat Dinda meringis.

__ADS_1


"Baiklah ... akan aku ceritakan, tapi jangan di tertawakan ya ... " ucap Joe


"Janji gak akan " ucap Dinda


"Aku dan dia saling mencintai, aku akui ... aku sangat dan sangat mencintai, mencintai dan di cintai butuh rasa percaya dan menghargai, dia pergi tanpa pamit padaku, meninggalkan aku ketika aku sangat membutuhkan dia dalam hidupku, saat itu Ayah ku meninggal, dan di hari itulah dia juga pergi, dengan alasan mengejar cita-cita nya, aku tidak menghubungi nya, kau terlanjur kecewa padanya, dia pergi tanpa pamit, tidak menghargai cintaku sama sekali, hingga akhirnya ... aku memutuskan hari-hari ku habiskan dengan berjalan-jalan malam dan bertemu dengan para orang jalanan, mereka yang membuat ku melupakan dirinya, dan kehadiran mu lah sebagai pengubah hidupku " Ucap Joe seraya menoleh kearah Dinda yang begitu serius mendengarkan ceritanya.


"Kalian tidak putus ... hanya saja kakak tidak ingin bicara padanya " ucap Dinda


"Apa harus dengan kata putus, kau percaya aku tidak akan lagi bersama nya ... "


"Bukan begitu sih kak, mungkin menurut kakak, kakak dan dia sudah putus, tapi bagi dia ... ?" ucap Dinda seraya mengerucutkan bibirnya


"Berarti beneran kau juga menyukaiku ...? hayo ngaku ... ?" goda Joe


"Is ... kakak asal nebak aja" pukul Dinda di lengan Joe


"Aw ... " pekik Joe


"Jangan pura-pura deh kak, aku gak kuat-kuat kok mukulnya " ucap Dinda


"Tapi yang kau pukul tepat di bagian yang luka sayang ... " ucap Joe yang meringis kesakitan.


Namun sebelah matanya terbuka untuk melihat expresi wajah Dinda.


Tentu Dinda khawatir, Dinda langsung memegang lengan Joe dan membuka lengan baju Joe, benar saja ada perban namun ... luka Joe sudah di nyatakan sangat sembuh.


"Maaf ... maaf kak ... " ucap Dinda seraya meniup-niup luka Joe.


Tentu senyum Joe langsung terlihat.


*****


"Alan ... bukannya aku tidak menyetujui hubungan mu dengan Marissa, hanya saja ... aku duluan yang harus nikah kan ... ?" ucap Galla yang membuat wajah Alam yang tadi di tekuk kini berbinar kembali.


"Ckkkk aku kira kak Galla tidak setuju, ya sudah cepat kakak menikah, setelah itu ... giliran aku sama Marissa "ucap Alan.

__ADS_1


Alan dan Galla menikmati minuman bir yang sudah Galla siapkan.


Alan dan Galla sama-sama penikmat bir, namun mereka masih bisa mengontrol diri.


__ADS_2