Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 281


__ADS_3

Kebebasan Putri bukanlah hanya tanpa alasan bagi Leona, dengan adanya Putri, Leona bisa tahu dimana keberadaan dua saudara nya yang sudah pergi, tanpa harus mereka mencari, kedua saudara putri pasti akan datang sendiri.


Kebebasan Putri tergantung sikapnya nanti, 3 hari putri merasakan ada dalam penjara, dan kedua saudaranya masih belum merasakan bagaiman kulit mulusnya di gigit nyamuk dalam penjara. Namun ... mereka berdua malah enak-enakan tak bertanggung jawab atas apa yang telah mereka perbuat


"Terimakasih Nona atas kebaikan anda" ucap malu putri dengan menundukkan kepalanya


"Hem, duduklah, kau akan ikut kami, jaga sikapmu buktikan kalau kau anak yang baik" ucap Leona


"Baik,Nona" jawab putri


Mobil yang Asisten Li bawa pun menyusuri jalan, Putri yang kini duduk bersama Asisten Li, hanya bisa menatap keluar jendela. airmatanya terjatuh saat mengingat wajah tua papanya. Namun ... Putri sekuat hati menahan rasa sedihnya, ia tidak boleh menghancurkan harapan Papanya, ia harus bisa buktikan pada Papanya, kalau dia bisa bangkit.


Papa, Maafkan Putri


Hanya kata itu yang Putri serukan dalam hatinya.p


*****


"Aku tahu, Leona pasti akan melakukan itu, dia baik, dia tidak akan melihat satu sisi dari orang yang bersalah"ucap Arsa


"Kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian, hotel itu akan di lelang secepatnya, aku harap bisa mendapatkan hotel itu segera " ucap Arsa


"Baik, Tuan" ucap beberapa karyawan yang ada di dalam ruangan Arsa.


*****


"Kita salah sasaran, dia sudah tidak ada hubungan lagi dengan anak disini" ucap wanita yang bernama Rose


"Kau yakin? bukan tak - tik Joe itu?" tanya anggota nya

__ADS_1


"Yakin, aku malah lihat foto Dinda sama pria yang di kelas itu" ucap Rose


"Udah putus sebulan yang lalu, sekitar sebulan dua bulanan lah, putusnya" ucap Rose seraya menyesap minuman yang sudah ia beli di kantin kampus.


"Zhan?" tanya salah satu kawan Rose


"Ya, " jawab singkat Rose.


"Hai, kalian mencari ku? Aku sudah datang ke kalian " ucap Joe yang kini duduk di kursi kantin. Seketika Rose dan kawan-kawan melihat kearah Joe.


"Kau !" ucap terkejut Rose


"Cih, mencari tahu siapa wanitaku ? Untuk apa? jika mau balas dendam padaku, jangan libatkan orang lain, kalian masih muda untuk melawanku, kalian ingin balas dendam dengan cara apa padaku, silahkan lakukan, aku menyerahkan diri pada kalian " ucap Joe seraya melangkah mendekati mereka semua, mereka bukan menyerang malah berdiri dan mundur, Sehingga ada yang terjatuh karena takut.


"Kalian jangan takut, aku tidak akan melawan, dan semua yang ada disini tidak akan menolong ku, percaya lah, ayo tumpahkan kemarahan kalian padaku " ucap Joe seraya terus mendekati mereka.


"Apa yang kalian ingin kan dariku, balas dendam atas kematian teman dan kekasihmu? Apakah kalian tahu seberapa besar kesalahan mereka? balas dendam seperti apa yang kalian inginkan? memukulku ? atau ingin membunuhku? lakukan sesuka hati kalian, Biar tidak ada dendam lagi di kemudian hari " ucap Joe


"Sekarang kau ingin membunuh ku karena kekasihmu, baru tahu aku, ternyata kebodohan mu adalah kebodohan hakiki yang mungkin tak bisa lagi di perbaiki" ucap Joe


Seketika Rose terdiam, ia membenarkan apa yang Joe katakan, Tuan Darrel, Lelaki yang ia panggil ayah, sudah banyak melakukan pengorbanan untuk semua penghuni rumah itu, tapi dia malah jatuh cinta pada anaknya musuh, Sehingga ia membuat pengkhianatan besar, dengan memberi tahukan keberadaan Tuan Darrel saat itu.


"Jika kalian mau balas dendam, jangan ragu, datang lah lagi padaku, jika kalian sudah siap " ucap Joe seraya menyentuh pundak teman pria Rose.


"Oh,Iya ... aku tak punya pacar, yang ada hanyalah calon istri, tapi ... jika sedikit saja kalian menyentuh nya, aku pastikan, kepala kalian akan terpisah dari tubuh kalian. dendam kalian tidak ada hubungan nya dengannya, jadi ... persiapkan kalian hanya untuk ku" imbuh Joe


Joe Sudah memikirkan semua yang telah Ia lakukan, ia tidak ingin bersembunyi dari anak-anak yang memiliki dendam padanya, ia akan melawan mereka dengan terang-terangan, karena ia tahu dendam mereka sama seperti dendam Zhan saat itu.


Mungkin cara yang ia lakukan pada Zhan, bisa ia lakukan juga pada mereka, sehingga dendam yang masih tersimpan bisa sirna.

__ADS_1


Joe sudah lelah melawan musuh dengan kekerasan, Mungkin dengan cara itu bisa meredam semua dendam.


Joe juga ingin hidup damai bersama Dinda.


Semua mahasiswa melihat kearah Joe hanya kata 'Keren'. yang mereka lontarkan.


Setelah kepergian Joe, Rose dengan kawan-kawan terduduk.


"Kita terlihat bodoh sekali tadi, ah sial ... ! dia hanya seorang diri, kenapa kita jadi gemetaran kayak gitu, bukankah dia sudah menyerahkan dirinya, kenapa kita malah gak berkutik begitu " ucap teman Rose yang berwajah tampan.


"Auranya emang beda ya, ah sial, aku malah terpesona tadi" ucap temannya Rose yang lain,


"Benar, meskipun sesama pria, tapi rasa kagum itu ada, Tapi ....kau Rose, Apakah masih ingin membalasnya ? kalau ia, ajak saja ketemuan, bukankah ia bilang, ia tidak akan melawan " ucap yang lain pada Rose. Namun Rose terlihat sedih dan menundukkan wajahnya, rupanya ia menangis.


"Kau kenapa Rose?" Tanya mereka


"Aku yang salah, semua yang di katakannya benar, Aku berdosa sama Ayah Darrel, dia sudah mengorbankan hidupnya demi kita semua,, tapi karena cinta aku telah mengkhianati nya, aku salah ... aku merindukan Ayah Darrel" ucap Rose yang mellow.


"Lalu ... ? Apakah kita akan mundur dengan dendam ini?" tanya salah satu dari mereka


"Kalau kau berani, ya ... lakuin aja, kalau aku mundur, dia menyerah saja, terlihat menakutkan, apalagi saat dia melawan, bisa mati pipisan aku" ucap salah satu diantara mereka lagi.


"Payah kalian" ucap yang lainnya.


Ternyata Joe sudah sampai di depan apartemen Dinda, ia langsung masuk, meski ia tahu, kalau di dalam ada seorang Dosen yang memberi materi pada Dinda.


"Bapak boleh pulang sekarang" ucap Joe tanpa melihat ke Dosen itu, Pandangannya tertuju pada Dinda, hanya pada Dinda.


"Baik, Tuan" ucap Dosen itu, dengan segera langsung keluar dari Apartemen Dinda. Joe langsung memeluk Dinda seraya berkata

__ADS_1


"Aku mencintaimu" ucap Joe dalam pelukan Dinda


__ADS_2