![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Saat Dian masuk ke dalam apartemennya Iya sedikit mendengar canda tawa Leona dengan Veni.
Tian berhenti sejenak lalu sedikit melangkah untuk melihat canda Leona.
terlihat tawa Leona yang lepas dengan Veni,namun tiba-tiba senyum yang Tian pancarkan sirna saat mengingat perkataan Asisten Li.
'A**ku akan pastikan kau selalu bahagia, Aku tidak akan membiarkan penyakit itu ada dalam tubuhmu, tidak akan pernah!!!" ucap Tian geram Seraya mengepalkan tangannya.
Tian pun melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya, ia segera membersihkan tubuhnya.
*****
"Nona kau mengakui kekalahanmu kan?"ucap Galla pada Angelina.
"Tentu, aku bukanlah orang curang seperti Tuan Galla" ucap Angelina.
"Cuma makan malam kan? Baiklah sampai jumpa di tempat nanti malam"ucap Angelina Seraya meninggalkan Galla.
Langkah Angelina semakin menjauh dari Galla,namun pandangan tetap tertuju pada Angelina Seraya bergumam "Menarik"
Galla pun meninggalkan lapangan Golf itu dengan bibir masih tersenyum.
*****
"Sudah siap, wah....baunya sangat mengundang perut untuk segera menyantap nya Na.."ucap Veni seraya mencium aroma masakannya dan Leona.
Tepatnya Leona yang masak, dia hanya bertugas mengambil kan barang yang Leona minta, meski terkadang Veni salah mengambil nya.
"Baiklah, kau panggil kah Asisten Li, dan aku akan memanggil Tuan Tian"ucap Leona.
"Iss... kita seperti pasangan suami istri ya..."ucap Veni dengan senyum sumringah nya, membuat Leona tertawa seraya berjalan melewati tangga.
"Kau sudah mandi? kalau begitu turunlah,makanlah dulu"ucap Leona saat melihat Tian yang sudah rapi.
"Kau bilang pagi ini libur dan kau mengambilkan cuti untukku, lalu kau mau kemana?"tanya Leona.
"Kenapa? apakah Nona Leona tidak bisa berpisah dariku meski hanya sebentar?"goda Tian.
"Bukan, bukan begitu... tapi..ah sudahlah kau turunlah dulu, aku akan mandi sebentar"ucap Leona seraya mengambil baju yang sudah Tian siap kan, mungkin Asisten Li yang membelinya.
"Aku akan menunggumu"ucap Tian yang mana berhasil membuat Leona berhenti tepat di pintu kamar mandi.
.Ia tersenyum pada Tian saat melihat Tian tersenyum padanya.
Berada di dekat Tian, di perhatikan dan di hargai membuat Leona merasa nyaman.
Meski ia masih takut untuk menjalin hubungan, tapi...Leona akan membiarkan hatinya berjalan seiring keinginan nya.
Tidak butuh waktu lama bagi Leona berada dalam kamar mandi. ia keluar dengan baju yang sudah lengkap.
__ADS_1
Leona segera menyisir rambutnya, lalu berjalan mendekati Tian yang masih sibuk dengan ponselnya.
"Ayo"ucap Leona, membuat Tian mendongakkan kepalanya.
"Kenapa kau semakin hari semakin cantik"ucapan itu tiba-tiba lolos saja dari mulut Tian,membuat pipi Leona memerah.
"Kau sekarang kenapa pintar sekali menggombal"ucap Leona seraya mendahului Tian.
"Siapa yang menggombal?"ucap Tian membela diri.
Begitulah Tian, banyak bicara hanya di hadapan Leona, akan menjadi Tian nyang dingin saat bersama yang lain.
Saat mereka menuruni tangga, Leona dan Tian melihat Veni dan Asisten Li yang berdiri di dekat meja makan.
"Kenapa masih berdiri disitu, duduklah"ucap Leona yang tidak mengerti sorot mata Asisten Li.
Veni yang sudah faham dengan Asisten Li menimpali ucapan Leona.
"Kami menunggu mu Na, kau duduklah dulu, biar aku melayanimu"ucap Veni.
"Eh...apanya melayaniku, kau duduklah...aku bukan majikan mu tapi temanmu"ucap Leona yang masih belum menyadari saat ini dia ada dirumah siapa?.
"Tuan... silahkan duduk"ucap Asisten Li menyadarkan Leona, bahwa disini memang ada majikan yang harus ia layani.
Namun... perubahan telah terjadi.
Tian tersenyum pada Leona memberi isyarat kalau Veni juga boleh duduk.
Akhirnya semuanya makan bersama di pagi hari .
"Sangat enak"ucap Tian setelah mengusap bibirnya dengan tisu.
"Leona yang masak"ucap Veni dengan jenakanya.
Membuat Asisten Li menatap kearahnya.
Veni yang menyadari kesalahannya hanya langsung menunduk kan kepalanya.
Tapi lagi-lagi Tian tersenyum kearah Veni fan Leona.
"Li...kau perintahkan Pak Hamdan untuk mengantarkan Nona Veni ke perusahaan, dan kau hubungi Agam untuk menghandle agenda hari ini"ucap Tian.
"Baik Tuan"Asisten Li pun memberi isyarat pada Veni agar Veni mengikut langkahnya.
"Na..aku berangkat dulu ya...da..."ucap Veni.
"Maafkan aku ya... karena aku kau nakan bekerja keras hari ini"ucap Leona.
"Tidak apa-apa, kau bersenang-senang lah sama Tuan Presdir"ucap Veni dengan berbisik di telinga Leona,membuat Leona memukul lengan Veni dan menampakkan tawa kedua wanita itu secara bersamaan.
__ADS_1
Veni pun keluar dari apartemen Tian.
"Hei Tuan kaku, memangnya Tuan Tian akan membawa Leona kemana?"tanya Veni mengumpulkan keberanian nya.
"Apakah Nona Veni penasaran?"jawab Asisten Li dengan pertanyaan balik.
"Tentu"ucap Veni.
"Kalau penasaran, mengapa tidak bertanya langsung pada Tuan"ucap Asisten Li yang mana membuat Veni tidak bisa mencegah tangannya untuk memukul lengan Asisten Li.
"Aww... kenapa Nona malah memukul ku"pekik Asisten Li.
"Rasanya aku ingin sekali memukul kepala mu Tuan,"Ucap geram Veni.
"Apakah kau berani?"tanya Asisten Li seraya mendekati Veni selangkah demi selangkah.
Dan itu membuat nyali Veni menciut, Veni berjalan mundur selangkah sesuai langkah Asisten Li.
"Tuan...jangan macam-macam,saya... saya bisa berteriak loh"ucap Veni.
"Berteriak lah semaumu Nona, bukankah tadi Nona bilang kalau Nona ingin memikul kepalaku, silahkan pukul sekarang"ucap Asisten Li seraya terus maju membuat Veni terus mundur.
*****
Sedangkan Arsa kini sudah mulai dengan pekerjaan barunya, Bibiknya ingin menguji Arsa apakah Arsa berubah dan bisa di andalkan, karena bibik nya sebenarnya sangat menyayangi Arsa, menganggap Arsa sebagai anaknya, Begitu lah kekecewaan yang bibiknya rasakan atas apa yang sudah Arsa lakukan.
Arsa memulai pekerjaan nya dengan membersihkan seluruh ruangan kantor bersama teman senior nya.
Arsa.bisa menyesuaikan diri dan tidak bersikap arogan, itulah yang membuat jalan Arsa berjalan tanpa halangan.
"Hai...kau tidak ingin makan siang?"tanya teman baru Arsa.
"Kau duluan saja, aku masih lelah"ucap Arsa seraya menyeka keringat nya.
"Aku faham, ini pertama kalinya buatmu, sabar saja, roda akaj selalu berputar"ucap teman barunya Arsa itu.
Arsa hanya membalas dengan senyuman.
*****
"Pa...maaf"ucap Arita.
"Arita, belajar lah bersikap dewasa saat ini, kalau bukan Arsa siapa lagi yang akan bertanggung jawab padamu, jaga sikapmu, Arsa sekarang dalam kesulitan, seharusnya kau ada di sampingnya memberinya kekuatan"ucao Candra
"Pa... amu memang mencintai mas Arsa tapi...kalau mas Arsa menjadi OB, apa iya dia bisa mencukupi kebutuhan ku"ucap Arita yanana perban nya sudah di ganti, hanya kepala nya saja yang kini di lilit perban.
Candra tidak tahu bagaimana harus bicara dengan Arita.
Kini harta yang membuat semuanya akan sulit berjalan.
__ADS_1