![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Galla tercengang dengan ucapan Angelina, berarti Angelina benar-benar dekat dengan Tian.
"Hallo Om, kenalkan saya Galla"ucap Galla seraya menjulurkan tangannya.
"Hai nak Galla, sudah lama kenal dengan Angelina?"tanya Abimanyu.
"Sudah Lama om"ucap bohong Galla, saat ia lihat Angelina ingin berkata.
Terlihat Abimanyu tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.
"Kalau boleh, saya ingin mengajak Angelina jalan-jalan sekitar sini om, Apakah boleh?"ucap Galla tak tahu malu.
"Boleh... boleh..., tentu sangat boleh, kalian adalah teman, tetap kah menjadi teman yang baik"ucap Abimanyu yang tahu siapa Galla.
"Papa..."rengek Angelina.
"Sudah sana jalam sama nak Galla,"ucap sang papa seraya mengedip kan matanya memberi isyarat agar dia mau.
Dengan terpaksa Angelina menuruti keinginan Galla dan juga papa nya.
"Aku baru tahu kalau ternyata Tuan Galla itu tidak tahu malu ya dan tidak punya rasa malu"ucap Angelina dengan senyum mengejek nya.
Galla menanggapi itu dengan senyum jumawa nya.
"Hahahhaha, Nona Angelina,aku baru tahu kalau ternyata anda semenyenangkan ini"ucap Galla seraya tersenyum kearah Angelina.
"Sudah berapa lama menjalin hubungan dengan Tian?"tanya Galla.
"Kenapa? apakah anda akan menikungnya? oh jangan sampai, karena saya hanya tertarik padanya saja"ucap Angelina yang mana membuat Galla makin tertawa.
"Ternyata Nona Angelina memiliki rasa percaya diri yang tinggi ya"ucap Galla dengan tertawa nya.
Angelina hanya menanggapi nya dengan senyuman.
"Ingin bertanding?"tanya Galla pada Leona.
"Apa yang akan saya dapat jika saya menang?"tanya Leona.
"Jika Nona menang, Nona bisa meminta apapun pada saya, tapi...jika saya menang, Nona harus mau saya ajak makan malam nanti"ucap Galla seraya tersenyum pada Angelina.
Terlihat Angelina memikirkan ucapan Galla, tidak ada salahnya mencobanya bukan? begitulah pikir Angelina, ia sangat yakin kau dia akan menang dari Galla
"Baiklah"ucap Angelina.
Akhirnya Galla dan Angelina pun sama-sama memainkan golf.
senyum terus mengembang di sudut bibir Galla, kala melihat Angelina yang bermain.
'Kalau di lihat Angelina bukanlah wanita impian Tian, tapi... anehnya Tian mempublikasikan hubungan nya dengan Angelina, apakah ini settingan' ucap Galla dalam hati.
__ADS_1
Terlihat Angelina yang merunyut saat menyadari dirinya kalah dari Galla.
"Hanya makan malam kan? tidak ada hal lain?"tanya pasti Angelina pada Galla.
"Iya hanya makan malam, memangnya kamu berharap apa selain itu?"goda Galla.
"Bukankah Tuan Galla terkenal dengan playboy dan kelicikan nya?"ucap Angelina seraya melangkah kan kakinya.
"Hei... itu hanya gosip ya.."bela Galla pada Angelina.
"Gosip? gosip tidak akan tersebar jika tidak terbukti benar"ucap Angelina.
*****
Arsa sudah mendatangi beberapa perusahaan namun hasilnya nihil, tidak ada satupun perusahaan yang mau menerima nya.
Sehingga ia mendatangi perusahaan bibiknya, bibik adik dari papa nya.
Ia sangat ingat, mamanya sudah mengusirnya dari pesta ulang tahun mama nya dulu karena bibik nya membela Leona saat itu.
Namun... kini Arsa sudah tidak punya pilihan lain, Arsa pun mendatangi perusahaan bibinya tepat pada jam 4 sore, beruntung nya bibik nya masih ada di perusahaan.
"Bibik"ucap Arsa seraya menyalami bibik nya.
"Duduklah Arsa"ucap Bibik nya.
"Bibik sudah dengar tentang mu dan Leona, kenapa bisa kau lakukan kesalahan sebesar itu Arsa, bukankah kau sangat mencintai Leona? mengapa bisa saat cinta itu ada tapi kau bisa selingkuh? Bibik ikut kecewa dengan apa yang kamu lakukan Arsa"ucap geram sang bibik.
"Aku tahu, aku tahu aku salah bik, maafkan aku karena sudah mengecewakan papa dan juga bibik dan termasuk kak Fandi"ucap Arsa.
"Sudahlah,ada kepentingan apa kau kemari?"tanya sang Bibik.
"Arsa butuh pekerjaan bik"ucap Arsa yang mana membuat sang bibik terkejut.
"Kau..kau bukannya__?"
Perusahaan Arsa sudah bangkrut bik"ucap Arsa seraya menundukkan kepalanya.
"Oh My good Arsa, karma mu telah di bayar Tunai oleh sang kuasa, kini kau harus sadar, wanita istrimu itu adalah keberuntungan bagimu, jadi jangan di sia-sia kan, kau tidak akan menemukan istri sebaik dirinya lagi Arsa"ucap geram Bibiknya.
"Bisakah bibik memberiku pekerjaan?"ucap Arsa.
bibik nya terlihat menarik nafas dalam-dalam seraya berkata.
"Baiklah, tapi... untuk sementara ini Bisakah kau menjadi OB disini, sebelum bibik mengatur tempat untukmu? itung-itung kau harus belajar dari bawah"ucap sang bibik.
Yang awal nya Arsa tidak mau, namun nyatanya ia mau dan mengajak Arka dan Anan ke kamar.
"Baiklah bik, hanya sementara kan bik?"ucap Arsa yang terpaksa menjawab ya untuk tawaran Bibinya.
__ADS_1
"Iya, sampai OB yang kerja disini masuk lagi" ucap sang bibik.
"Datang lah besok, sekarang kau temani lah papa mu"ucap sang bibik.
Dengan wajah yang lesu akhirnya Arsa pun keluar dari ruangan bibiknya.
'Tidak apa-apa Arsa, hanya sementara, tunjukkan pada bibik kalau kau pekerja keras'
ucap Arsa seraya menyemangati dirinya sendiri.
Arsa berjalan lemas menuju ke mobilnya.
Ia tidak menyangka kalau jabatan seorang Presdir kini menjadi seorang OB.
Arsa nyaris tertawa dengan nasib nya kini.
Satu kesalahan nya telah mengahncurkan hidupnya dengan sangat dan teramat.
Menyesal pun sudah percuma, semuanya sudah hilang seiringnya perpisahan antara dia dan Leona.
Mobil Arsa kini telah membawanya ke rumah sakit, langkahnya terhenti saat Dokter bicara dengan Arita.
"Kau harus sembuh dan minumlah obat itu secara rutin, agar penyakit Gonore dalam dirimu bisa segera sembuh"ucap Dokter Mei pada Arita, yang mana Arita hanya mengangguk kepala mya seraya berkata dengan bibir yang sulit di gerakkan.
"Terima kasih dokter"ucap Arita dengan tertatih.
"Sama-sama, semangat lah, masih ada papa mu yang ada di sisimu"ucap Dokter Mei pada Arita
Kini dokter itupun meninggalkan ruangan Arita, namun dengan sesegera ia menunju ke ruangan nya.
Arsa terus menatap wajah Arita yang belum terbangun.
"Jauh lebih baik"ucap Arita dengan terbata.
"Bagaimana apakah sudah menemukan pekerjaan?"tahya Arita.
"Sudah, di tempat bibik"ucap Arsa.
"Kau tidak ingin mengatakan sesuatu?"ucap Arsa, ingin memancing Arita.
"Apa?"tanya Arita balik.
"Sesuatu mungkin?"ucap Arsa yang langsung di mengerti oleh Arita.
"Yang kau dengar adalah benar, aku harap mas juga memeriksa kan diri untuk itu, mengingat kita sudah 2 tahun melakukan hal itu tanpa pengaman"ucap Arita, meski tidak jelas tapi Arsa mengerti.
Yang di katakan Arita benar, mengingat betapa sering nya Arsa melakukan hal itu dnegan Arita dulu, tapi dengan Leona?
Apakah Leona juga akan mengalami hal serupa dengan Arsa dan Arita, semoga saja tidak ya....
__ADS_1