Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 162


__ADS_3

Tian menatap wajah Leona


"Sudah kurang 3 bulanan, dia akan hadir di tengah-tengah kita, apakah benar ... kebahagiaan seorang istri ada pada hadirnya seorang anak ... ?" tanya Tian seraya mengelus perut istrinya, seperti biasanya, janin yang ada di dalam sekalu memberi respon saat Tian mengelus nya.


"Tentu ... hadirnya dia akan menjadi pelengkap rumah tangga kita, dia selalu merespon saat kau menyentuhnya" ucap Leona


"Tentu, aku ayahnya ... dia pasti tahu kalau ayahnya sudah tidak sabar untuk menunggu kedatangan nya, aku dengar Ibu membicarakan masalah persalinan, bukankah pakai cara operasi itu tidak akan menyiksamu ...?" tanya Tian


"Kalau bisa melahirkan secara normal, mengapa harus menggunakan cara operasi sayang, aku yakin aku bisa, kau cukup ada di sisiku saat aku berjuang, kau adalah kekuatan terbesar ku, jika aku masih bisa, maka aku akan terus berusaha"


Leona memeluk Tian,


"Itu pasti akan sangat menyakitkan untukmu, lalu sakit apa yang akan seorang ayah rasakan saat istrinya berjuang untuk melahirkan anaknya" tanya Tian


"Sayang, sakit itu akan hilang dengan hadirnya bayi kita" ucap Leona.


"Berarti jawaban nya si laki-laki tidak merasakan sakit apapun, lalu bagaimana mereka tega menyakiti seorang perempuan, perempuan yang sudah pasti akan memperjuangkan garis keturunan kita, mengapa masih banyak laki-laki menganiaya perempuan, apalagi istrinya ...!" Tian sudah tersulut emosi


"Karena mereka tidak memiliki cinta sayang, mereka sudah hitam hatinya" jawab Leona mengelus pipi Tian.


"Aku akan lebih dan lebih mencintaimu sayang, terimakasih karena kau sudah berjuang demi anak-anak kita" tanpa terasa air mata Tian terjatuh kala pandangan nya bertemu dengan pandangan Leona


"Aku tahu, suamiku adalah yang terbaik "


Mereka pun saling berpelukan, Tian selalu mengelus perut sang istri, di pagi hari Tian menemani sang istri jalan-jalan kaki, bahkan ia menemani sang istri untuk melakukan senam kehamilan yang Leona lakukan di rumah.


Awalnya Leona ingin ikut senam ibu hamil, tapi ... ia urungkan kala mendengar bahwa senam hamil itu bisa di lakukan di rumah bersama suami yang menjadi temannya.


*****


"Dalam sebulan ini, seperti nya akan membuat Nona Dinda sibuk, karena saya ada proyek penting yang harus saya sendiri yang melakukan"


"Tidak apa-apa, lagian keadaan panti sudah terjamin, aku hanya melihat saja kan?" ucap Dinda seraya menyesap minuman yang ia pesan


"Nona, apakah ini caramu untuk mencari bahagia?" tanya Joe

__ADS_1


"Awalnya, aku hanya ingin mencari kesibukan di tengah kehidupan ku, seperti yang Tuan Joe ketahui, aku bukan wanita yang kuat, aku juga bukan wanita yang lapang dada, tapi aku sudah berusaha, berusaha memberikan yang terbaik untuk semuanya, untuk papa ... dan untuk wanita itu, meski ku tahu ia sudah menyesal, tapi terkadang sakit hati itu akan muncul lagi saat kita melihat siapa yang menyakiti kita" Dinda berkata dengan bibir tersenyum


"Dan ternyata ... aku mendapat kan kebahagiaan dalam hal ini, dan itu berkat Tuan Joe, terimakasih karena sudah mau menerima ku dalam hal kebaikan ini" Dinda memberanikan diri untuk menatap Joe.


Joe tersenyum kala mendengar ucapan Dinda.


"Kau masih terlalu muda menurut ku untuk memiliki pemikiran semacam ini, tapi ... saya suka melihat kedewasaan Nona, selama kita tidak bertemu, ku harap Nona tetap ceria seperti sekarang, karena saya yakin ... jika Nona cemberut, langit juga akan mendung " goda Joe pada Dinda, membuat Dinda langsung tertawa menutup mulutnya.


"Tuan Joe ... sepertinya anda akan sangat merindukan ku selama sebulan ini, ingat ya Tuan ... aku tidak akan datang duluan jika kau merindukanku " Goda Dinda dengan kedipan mata sebelah nya.


Tentu Joe teeyawa dengan perkataan Dinda, ia suka dengan kepribadian Dinda, blak-blakan tapi cerdas.


Lama mereka berbincang, saat mereka keluar dari cafe tempat mereka minum, Dinda tanpa sengaja bertemu dengan Arsa.


Arsa sedang berbincang dengan klien nya, ya ... Dinda juga tahu siapa orang itu.


"Siapa ... ? pacarmu ...?" tanya Joe dengan pura-pura tidak tahu.


"Bukan,aku kan sudah bilang kalau aku sekarang adalah jomblowati" ucap Dinda dengan senyum jaimnya.


"Apakah tidak apa-apa jika aku meninggalkan Nona secantik Nona Dinda sendirian ...?" goda lagi Joe


"Tidak akan ada berani yang berbuat apapun pada Dinda heheheh" balas Dinda dengan candaan nya.


"Baiklah, kalau begitu aku duluan, jaga diri" ucap Joe tersenyum kearah Dinda


"Baiklah ... hati-hati, jangan kangen padaku ya ... ?" teriak Dinda membuat Joe tersenyum lepas namun tidak menoleh kearah Dinda, ia takut semakin tersenyum mendapati wajah lucu Dinda.


Di saat mobil Joe sudah menjauh dari pandangan Dinda, Dinda berbalik melihat ke arah Arsa, bertepatan pandangan Arsa juga mengarah padanya.


Tatapan mereka terkunci satu sama lain.


Hingga akhirnya mereka tersenyum bersamaan.


Arsa mendekati Dinda.

__ADS_1


"Sudah pulang ...?" tanya Arsa


"Siapa ...?" tanya Dinda


"Dia, cowok idamanmu" goda Arsa


"Kau ini ... bagaimana tadi apakah lancar ...?" tanya Dinda seraya berjalan


"Seperti yang kau lihat, semuanya berjalan dengan lancar, ayo ku antar" ucap Arsa


"Kau merindukanku ya ... ayo ngaku .... " senggol Dinda pada Arsa


"Kau ... semenjak kejadian itu, kau selalu menyibukkan diri, aku sampai sulit untuk bertemu dengan mu" ucap Arsa seraya membuka kan pintu untuk Dinda


"Aku memang sibuk, bagaimana keadaan nya sekarang ...?" tanya Dinda


"Seperti nya tidak akan ada harapan untuknya, sudah banyak obat terbaik yang Dokter gunakan, Dinda. .. maafkan ia, ku mohon ..." ucap Arsa seraya menyalakan mobilnya


"Arsa ... apakah kau mengira aku tidak tulus memaafkan nya, aku tulus, hanya saja aku tidak bisa dekat dengannya dalam waktu yang dekat, aku butuh waktu untuk itu" ucap Dinda


"Terimakasih, aku percaya ... semua bukan salah dia, ada salah ku juga" ucap Arsa


"Tentu, seharusnya tuhan lebih menghukum mu, kau yang banyak melakukan kesalahan-kesalahan itu" cebik Dinda namun di sertai dengan senyuman.


Mereka melalui perjalanan dengan bercanda tawa. Sejenak Arsa menatap Dinda seraya berkata


"Apakah kau sudah tahu, siapa Joe itu sebenarnya ...?" ucap Arsa saat mereka berhenti di sebuah taman


"Dia, pemuda baik, smart dan juga sangat peduli pada sesama" ucap Dinda dengan senyum kudanya.


"Dia salah satu kaki tangan Tian, dia adik sepupu Asisten Li" Arsa berkata seraya menatap Dinda, benar saja ia melihat keterkejutan di raut wajah Dinda.


Seharusnya Dinda sudah tahu dari awal, dari mobil yang Joe gunakan sudah sama persis dengan mobil yang Asisten Li gunakan.


Namun ... Dinda seperti yang Joe katakan, dia cerdas, smart, blak-blakan dan juga polos.

__ADS_1


__ADS_2