Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 267


__ADS_3

Malam ini, acara berjalan dengan begitu lancar, Alan bertambah bahagia saat melihat sang adik yang dulu ngeselin kini menjadi sosok yang sangat berbeda, Rambut yang dulu selalu di buat keribo, kini telah di luruskan, ia kini terlihat anggun saat bertutur sapa, kebanggaan bagi keluarga saat melihat orang yang mereka sayang tumbuh menjadi seperti yang mereka ingin kan.


"Cari tahu , siapa yang dekat dengan Mora, baik wanita ataupun pria, aku ingin tahu secara detail teman-teman nya" ucap Tian pada anak buahnya


"Baik,Tuan" ucap anak buahnya Tian, setelah itu mereka berlalu dan kembali menikmati pesta malam ini.


Tian menghampiri Leona yang kini berkumpul dengan para wanita.


"Ada Tuan " ucap Veni seraya menyenggol lengan Leona


Leona pun melihat kearah samping nya dan benar saja, Tian sudah mengambil Baby Nala dari pangkuan Baby sitter nya.


"Hai, kok kemari ... ?" tanya Leona seraya melihat kearah sekitar Tian, siapa tahu ada Asisten Li di sekitar nya.


"Apakah tidak boleh" ucap Tian seraya mengecup pipi Nala


"Bukan begitu ... disini kan ... kami kumpul sama para wanita " bisik Leona


"Memangnya kenapa ... ? aku tidak akan melihat mereka, hanya kamu yang aku lihat" ucap Tian sekenanya yang mana ucapan Tian di dengar oleh banyak orang, sehingga tatapan mereka kini tertuju pada Tian, sedangkan Tian fokus pada anaknya dan juga pada Leona.


"Tidak disangka, anak yang sedari kecil bersama kita, kini malah menjadi menantu kira" ucap Maminya Tian seraya membelai kepala Marissa


"Tante benar, kalian dari dulu sangat menyayangi ku, makasih ya Tante, Mama" ucap Marissa seraya menatap dua bersaudara ipar itu, Mami nya Tian dan Mamanya Alan.


"Benar, Ternyata jodoh anakku ada di dekat kita selama ini, semoga hubungan kalian langgeng sampai kalian menua bersama, dan ingat ... ! singkirkan ego kalian saat ada perselisihan, karena itu adalah kunci keharmonisan rumah tangga" ucap Mama nya Alan pada anak dan menantunya.


Alan pamitan meninggalkan Marissa sama Mamanya dan juga Tante nya hanya karena melihat sang adik yang terduduk sendiri dengan minuman di tangannya


"Mora, Kau dari tadi hanya melamun, ada apa ...?" tanya Alan saat melihat sang adik yang duduk seraya melamun.


"Eh, Kak Alan. Tidak kok, aku gak melamun" ucap Mora seraya tersenyum pada kakaknya yang kini duduk di depannya


"Kakak pangling sama kamu" ucap Alan seraya memegang kedua tangan Mora

__ADS_1


"Pangling gimana ... ?" tanya Mora


"Kau tambah cantik kalau begini, kemana model rambut mu itu, warna pink dan merahnya juga kemana ... ?" goda Alan


"Kan ... Mora nurut apa kata kakak saat itu, masak Iya, Mora tetap seperti itu" alasan Mora pada kakak nya


"Benarkah karena kakak ... ?" tanya Alan dengan tatapan selidik


"Beneran kak" ucap Mora seraya tersenyum.


Jika lalu, Mora akan membuat keributan dengan Alan jika Alan menggoda nya, tapi kini ... Bahkan Alan akan memberikan hadiah pada sosok yang bisa mengubah sang adik menjadi wanita yang elegan.


"Kau sudah makan ... ? kau sekarang sedikit gemukan ya ... jadi lebih Chubby lihatnya" ucap Alan seraya mencubit kedua pipi Mora.


"Ih kakak ... malu lah banyak yang lihat, Mora kan sudah besar" ucap Mora seraya mengelus pipi nya sendiri.


"Kenapa ... ? kau kan adikku?" ucap Alan


Alan terdiam lalu memegang kedua tangan Mora kembali.


"Kakak memang bilang begitu, tapi bukan di hadapan kakak, kalau di hadapan kakak tetap lah menjadi Mora yang nakal" ucap Alan


"Kakak sayang sama kamu, Akhir-akhir ini kau tak pernah mengeluh pada Kakak, Kenapa ... ?" tanya Alan


"Karena Mora ingin belajar mandiri kak, Mora ingin seperti wanita-wanita itu" ucap Nora seraya melihat kearah kumpulan wanita hebat bersama Tian dan Leona


"Mereka adalah wanita yang menjadi kan aku ingin sekali berubah, mereka adalah cerminan bahwa wanita yang baik, akan mendapatkan jodoh yang baik pula, Kak ... Mora tak selamanya menjadi anak kecil, nanti Mora juga akan mengalami apa yang namanya masalah dan harus Mora sendiri yang selesai kan, bukan kakak atau Papa, bahkan kak Tian" ucap Mora, lalu Mora tersenyum pada kakak nya.


"Kakak sudah memiliki kak Marissa yang harus selalu kakak jaga, semoga, aku mendapat kan pria seperti kakak-kakak ku" ucap Mora


Alan benar-benar tersentuh dnegan semua yang di katakan Mora.


Belajar dari mana coba si manja ini mengeluarkan kata-kata bijaknya.

__ADS_1


"Kau tetap kebanggaan kami, kesayangan kanu dan tentunya ... kau akan tetap perioritas kami" ucap Alan mengelus pucuk kepala Mora


Mora tersenyum dengan begitu indah. Lalu ia ikut Alan untuk bergabung dengan yang lainnya.


"Keponakan Tante makin cantik saja" ucap Maminya Tian seraya memeluk Mora


"Kan Tantenya cantik, tentu Mora harus cantik juga kan ... ?" hehehe ucap Mora seraya tersenyum pada semua yang ada di sana.


Tanpa terasa malam semakin berlalu, acara demi acara susah mereka lalu. Malam yang indah ini kini telah menjadi saksi, resminya hubungan Alan dan Marissa. setelah sekian lama Alan menunggu waktu dan momen seperti ini.


*****


"Kau beneran dekat sama selegram cantik itu ... ? setahuku dia bukan tipe mu loh" ucap teman nya Dani.


"Tipe, bukan masalah tipe yang membuat ku tak bisa move on dari Kinan, kepribadian nya, dan cara ia menghadapi hidup yang aku suka, masalah selegram yang kalian bicarakan, untuk saat ini kami masih murni berteman, dia pernah menjadi tamu di acara kita, hanya sebatas itu, tapi menurut ku, dia anaknya baik, cepat masuk jika di nasehati, dan juga ... pikiran nya masih polos" ucap Dani yang membuat teman-teman nya tercengang.


"Kau tidak melakukan hal yang tidak-tidak kan sama tuh cewek ... ?" ucap temannya Dani


"Ya elah, kau pikir aku akan berbuat apa sama dia ... ? meskipun aku bukan dari kalangan atas, tapi aku tahu, dia bukan anak dari orang biasa, mana berani aku berbuat sesuatu sama dia" ucap Dani


"Kau bilang dia polos, polos yang bagaimana ... ?" tanya yang lain.


"Yang aku maksud polos, dia masih suci, pikirannya masih kosong, jika di beri arahan tentang hal yang baik, dia langsung mengikuti, gak susah ngajarin nya, gak kayak kalian semua" ucap Dani


"Ya ... aku kira kau dah nyobain dia" ucap lesu temannya yang mana langsung dapat lemparan asbak di pangkuan nya.


"Aku punya adik perempuan, jadi aku akan hormati perempuan, biar adikku di hormati juga" ucap Dani


"Adikmu kan sudah nikah ... ? jelas udah di hormati sama suaminya, Suaminya keren lagi, Asisten Li, Lihaonan, si singa di perusahaan keluarga Alvaro" ucap yang lainnya.


"Kalian benar, dia adikku yang sudah aku sakiti dulu, aku sangat menyayangi nya, karena itu ... aku akan menjaga kehormatan wanita yang ada di sisiku sebagaimana kekasih adikku menjaga nya selama ini" ucap Dani dengan nada sedih.


Temannya yang ada disisinya menepuk bahu Dani, memberi nya kekuatan untuk melupakan kesalahan yang sudah ia perbuat dimasa lalunya.

__ADS_1


__ADS_2