![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Akhirnya Leona oun sampai di tempat nya, saat ia ingin masuk ia melihat Asisten Li yang berdiri laku menunduk kan kepalanya padanya.
Karena Leona lelah, Leona hanya tersenyum membalas anggukan kepala Asisten Li dan segera menghilang dari balik pintu.
Rasanya lelah sangat menyiksa Leona saat ini, ia segera merebahkan tubuhnya di ranjang nya seraya merentangkan kedua tangan nya.
"Fiiuuuuuhhhh....lelah banget di tambah harus bertemu dengan orang-orang hebat itu"gumam Leona seraya mencoba memejamkan matanya, rasanya ia sangat mengantuk saat ini.
*****
"Terimakasih Nona Angelina"ucap Tian pada Angelina.
"Jadi... benar-benar dia Wanita hebat itu?"tanya Angelina.
"Kau sudah pasti bisa menebaknya,jaga dia"ucap Tian.
"Apa keistimewaan nya?"tanya Angelina.
Tian tersenyum seraya terus melangkah kan kakinya.
"Sebenarnya aku memiliki penyakit nyang aneh, bisa di bilang ini adalah OCD atau Alergi, aku tidak bisa menyentuh sembarang wanita,hanya dia yang ku inginkan dan hanya dia yang bisa aku sentuh"terang Tian membuat Angelina terperangah tak percaya.
Mata Angelina melebar begitupun dengan mulutnya.
"Kau bercanda Tuan Tian?"ucap Angelina tidak percaya.
"Tidak ada yang tahu akan penyakit itu kecuali orang tuaku dan juga Asisten Li, yang mereka tahu hanyalah aku tidak suka bersentuhan dengan wanita, dan kau sekarang orang luar yang tahu akan penyakit itu"ucap Tian.
"Apakah aki termasuk orang yang spesial?"tanya Angelina dengan berusaha tersenyum.
"Bisa dibilang begitu, tapi sayangnya aku juga tidak bisa menyentuhmu Nona Angelina" ucap Tian Seraya membalas senyuman Angelina.
Terlihat Angelina menganggukkan kepalanya berulang kali, kini ia mengerti mengapa Tian susah untuk didekati oleh wanita manapun.
Percuma dong meskipun aku ada di dekatnya tapi tidak bisa di pikir Angelina.
"Baiklah sekarang Nona pulanglah ini sudah terlalu malam untuk seorang wanita secantik anda nona" ucap Tian
"Apakah kita bisa dikatakan berteman sekarang"tanya Angelina.
"Tidak!! kita tidak bisa berteman, kita hanya sebagai partner kerja saja, karena bagiku berteman hanyalah untuk pendamping hidupku"ucap Tian dengan serius.
Sejenak Angelina terdiam lalu ia terlihat menganggukkan kepalanya lagi.
"Baiklah, berarti kita hanya sebagai partner kerja saja"ucap Angelina
"kalau begitu saya permisi dulu Tuan Tian"
ucap Angelina dengan sopan dan dengan bibir tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah Nona hati-hati"ucap Tian Seraya melihat kearah Angelina.
Tidak menunggu lama Asisten Li muncul dengan mobilnya, Tian langsung menaiki mobil itu saat Asisten Li sudah membuka kan pintu mobilnya.
Tian terlihat diam seraya menatap luar jendela, seakan-akan lelaki itu sedang berfikir keras akan suatu hal.
Namun... Asisten Li seakan takut untuk menanyakannya.
Hingga kini mereka sudah sampai di kediaman Tian.
"Li.. mulai besok aku akan tinggal di apartemen,"ucap Tian sebelum turun dari mobilnya.
*****
Pagi pun telah tiba, Arsa yang di selimuti oleh kepeningan kepala menjadi sulit untuk istirahat.
Saat ini ia duduk di ruang tamu, ia di datangi oleh Dinda.
"Bagaimana pak, semua karyawan sudah menuntut gaji"ucap Dinda.
"Aku tahu itu Din... semuanya salah ku, bagaimana apakah ada orang yang ingin membeli perusahaan?"ucap Arsa lemas.
"Ada Tuan, hanya saja mereka menawar dengan harga murah"ucap Dinda.
"Benar kah? hanya 1 orang itu saja yang menawar?"tanya Arsa lemas.
Namun tiba-tiba ada panggilan masuk di ponsel Dinda, dengan segera Dinda mengangkat nya.
"Hallo dengan Dinda Rosalin disini"ucap Dinda.
.
.
"Benarkah? baiklah kami akan segera bertemu dengan anda, Terima kasih Tuan"ucap Dinda berulang kali pada penelfon.
Akhirnya panggilan itu pun terputus lalu Dinda menetap pada arah Arsa.
"Pak ada kabar bagus untuk kita "ucap Dinda dengan penuh senyuman.
"katakanlah Dinda" ucap Arsa masih dengan keadaan lemas.
"ada perusahaan asing yang ingin mengambil alih Perusahaan kita pak mereka akan membeli saham kita dengan harga tinggi" ucap Dinda
"Benarkah Apakah mereka sudah mendengar keadaan Perusahaan kita yang sudah bangkrut" ucap Arsa
"ya mereka sudah mendengar semuanya pak,mereka masih ingin membeli saham kita sepenuhnya, Mereka ingin perusahaan segera di alih kan"ucap Dinda.
"Kalau begitu, segeralah kau urus, dan segera beri gaji karyawan"ucap Arsa.
__ADS_1
"Orang itu ingin bertemu dengan anda pak"ucap Dinda lagi.
"Baiklah kapan?"tanya Arsa.
"Jam 7 malam nanti"ucap Dinda.
"Baiklah kau atur saja tempatnya"ucap Arsa yang kini bisa mulai tersenyum,
Karena Arsa akan terancam pidana jika tidak bisa membayar kredit dan membayar semua hutang perusahaan.
"Kalau begitu saya permisi dulu pak"ucap Dinda seraya berdiri dari duduknya, sesekali Dinda melihat sekeliling ruangan itu, sudah tampak berbeda dari terakhir kali ia datang saat masih ada Leona.
Kini ruangan itu sudah terlihat mati, seperti tidak ada kehidupan dan tak terawat.
"Baiklah hati-hati di jalan"ucap Arsa yang kini juga mulai berdiri dari duduknya.
Akhirnya Arsa bisa bernafas lega, meski ia akan kehilangan perusahaan nya, tapi ia bisa memulai lagi dari awal.
Akhirnya Arsa pun keluar dari kediamannya, sudahnlama ia rasanya tidak senang-senang, semenjak perpisahan nya dengan Leona, masalah datang bertubi-tubi.
Akhirnya Arsa kini pergi ke klub bersama temannya.
"Aku sudah dengar tentang mu dan perusahaan mu, lagian kenapa kau tertarik sama ABG sih"ujar temannya.
"Ckkk...kau belum tahu wanita itu seperti apa, jika kau tahu kau pasti akan ketagihan juga"ucap Arsa yang sudah setengah mabuk.
"Karenanya kau kehilangan istri terbaik mu"ucap temannya Arsa, yang mana membuat Arsa teringat kembali pada sosok Leona. Pandangan nya menjadi kosong, semua tentang Leona kini mulai bermain dalam ingatannya.
Arsa tertawa nyaris menangis, apakah semua masalah yang menimpa nya adalah hukuman untuknya atas apa yang sudah ia lakukan selama ini? begitulah pikiran Arsa, dengan sesekali meneguk segelas minuman memabukkan itu.
"Semua nya sudah hilang, semuanya sudah menjauh, hahahahha"racau Arsa.
*****
"Bagaimana Dok?"tanya Candra pada dokter yang mengurus Arita.
"Sudah mulai membaik Tuan, usahakan jangan banyak bergerak dulu"ucap sang dokter.
Arita yang sudah tersadar ingin berkata namun... mulut nya terasa kaku, ia sama sekali tidak bisa menggerakkan mulutnya.
Mungkin karena pengaruh perban yang ada di bawah dagunya,pikir Arita.
Mata Arita menatap Candra seolah ingin bertanya.
Candra seolah mengerti dengan apa yang di cari putrinya.
"Sebentar lagi... sebentar lagi dia pasti datang"ucap Candra pads Arita.
"Sembuh lah...papa akan menunggumu"ucap Candra seraya mengelus kepala Arita.
__ADS_1