Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 92 Lamaran Singkat Tian


__ADS_3

FLASH BACK


"Tuan ... anda akan benar-benar kembali malam ini?" tanya Asisten Li pada Tian.


"Apakah kau tidak melihatnya tadi ... matanya sudah sembab seperti itu,aku tidak akan bisa istirahat, sebelum aku ada di sisinya"ucap gelisah Tian.


terpaksa Asisten Li harus menggerakkan anak buahnya untuk memesankan tiket buat Tian.


Apalagi Li juga harus menyiapkan penyambutan untuk besok,sungguh asisten Li malam ini harus bekerja lembur.


Malam ini Tian benar-benar melakukan perjalanan jauh ke negara Leona.


Sehingga ia bisa sampai tepat waktu di acara pemotongan Pita ibunya Leona.


Tidak lupa ia masih menggunakan sarung tangan nya untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, dia mencium pipi Maminya dengan penuh cinta, sedangkan untuk Ibu Leona, ia menciumnya seakan mulut nya benar-benar bersentuhan, tapi itu tidak ... ibu Leona mengerti dengan Alergi yang di derita sang calon mantu.


Flash ON


Saat mereka sudah masuk kedalam perusahaan, beberapa anak buah Tian membawa mereka ke Aula perusahaan.


Di sana Tian sudah menyiapkan kejutan, kejutan untuk orang yang ia cintai.


Di panggung Tian berdiri memandang setiap manusia yang ada.


mikrofon sudah ada di tangan nya.


"Terimakasih untuk semua karyawan yang masih setia dengan perusahaan ini, saya harap kalian bisa bekerjasama dengan baik untuk memulihkan keadaan, dan bisa tumbuh lebih maju dari sebelumnya, Ibu Rina adalah wanita kedua yang sangat saya hormati, beliau juga sudah aku anggap ibu, apapun keputusan nya adalah keputusan ku, apapun dan segalanya atas perintahnya, untuk Ibu ... semoga ibu sukses untuk mengembangkan perusahaan agar lebih maju"ucap Tian dengan di iringi tepuk tangan.


Leona menatap lelaki yang kini memenuhi relung hatinya dengan tersenyum, bagaimana bisa ia memberi cintanya juga pada ibunya.


Di Aula juga sudah ada 3 orang dari pihak media yang diijinkan untuk mengambil gambar dan video seorang Tian, namun ... mereka berpenampilan seperti karyawan yang sedang mengabadikan momen.


"Buat Mami ku ... Terima kasih karena sudah menjadi Mami sekaligus teman yang baik untuk Tian, buat temanku Galla ... terimakasih karena sudah ada di saat moments seperti ini, dan untuk semua yang mencintaiku, terimakasih karena sudah bersedia hadir dalam momen seperti ini, dan untuk wanita yang begitu aku cintai ... bersediakah kau berdiri di samping ku?"ucap Tian seraya menatap Leona yang terdiam seketika saat Tian mengatakan hal itu.


Tepuk tangan yang sedari tadi ia berikan kini tiba-tiba lenyap.

__ADS_1


Meski ia tahu ... wanita yang Tian maksud adalah dirinya, namun mengutarakan di hadapan semua orang rasa gugup selalu ada.


Tian turun kebawah dan mengambil tangan Leona, membawa nya ke atas panggung, membuat semua mata terkejut akan pandangan itu.


"Dialah wanita ku, wanita yang sangat aku cintai ... satu-satunya wanita yang berhasil membuatku jatuh cinta"ucap Tian.


"Tapi tuan ... mengingat kalau Nona Leona adalah wanita yang pernah ...."ucap ragu reporter yang kini ada di bawah panggung.


"Aku tidak perduli dengan masa lalunya, yang aku perdulikan adalah masa depannya, masa sekarang dimana hanya ada aku dan dia"ucap Tian seraya menggenggam tangan Leona dan mencium punggung tangan itu.


Suara tepuk tangan terdengar jelas di ruangan itu.


Leona menatap netra Tian.


"Acara pertunangan akan kami adakan di hotel B 2 hari lagi, semua yang ada di sini datanglah"ucap Akhir Tian dengan senyum yang terlihat jelas.


Tentu semua itu di lihat oleh para karyawan tempat Leona bekerja dulu, dan juga keluarga Arsa menyaksikan siaran langsung itu.


Mereka terlihat begitu lemas seakan tidak ada urat lagi untuk berdiri, beda dengan pamannya Arsa, ia menelfon seseorang untuk mencegah Tian dan Leona di jalan,sedang Papanya Arsa ia tersenyum melihat menantu kesayangan nya dulu bisa tersenyum lagi.


Doa papa nya Arsa dalam hati, seraya terus menatap wajah mantan menantunya dari layar televisi.


*****


"Ibu ikut bahagia melihat mu bahagia Na ... "ucap bu Tantri dengan terharu, air mata kebahagiaan mengalir di pipi gembul nya.


"Seperti dugaan saya kan ... Tuan Tian ada rasa pada Leona ... ah, beruntung banget sih si Leona" seru karyawan yang mengenal Leona.


"Bener banget, pisah sama Tuan Arsa eh ... dapat Tuan Tian, lelaki yang dalam mimpi pun tidak bisa kita raih, eh malah kecantol sama Leona"seru lagi karyawan yang lain.


"Tuhan sedang menyembuhkan luka Leona dengan hadirnya Tuan Tian, doakan saja yang terbaik buat teman kita itu"seru lagi karyawan yang lain.


"Leona juga cantik sebenarnya malah sangat cantik ... hanya saja dari dulu ia selalu menjaga penampilan nya"ucap yang lain.


"Aku tahu ... Saat kejadian Arsa datang ke perusahaan, di situlah Tuan Tian memandang Leona, mengambil kesempatan untuk mendekati Leona, syukurlah kalau Leona menyadari keberadaan Tuan Tian, seperti yang kita tahu,Leona sangatlah mencintai Arsa selama ini" ucap Bu Tantri pada semua karyawan nya.

__ADS_1


Di saat mereka masih berkumpul melihat siaran langsung itu, ada seseorang yang masuk ternyata memberikan undangan pada bu Tantri.


"Datanglah kalian semua me acara pertunangan Tuan Tian nantinya"ucap orang utusan itu.


"kami semua pak ...?"Tanya seorang karyawan.


"Ya ... semua yang ada di kantor ini datanglah"ucap utusan itu lalu pergi meninggalkan mereka semua.


*****


"Kenapa ...?" hanya kata itu yang mampu Leona katakan saat ini.


"Karena kau pantas mendapatkan nya Na ... Terimakasih karena sudah ada di kehidupan ku, berjanji lah untuk selalu setia pada cinta kita"ucap Tian yang kini sudah benar-benar meninggalkan perusahaan pada Galla.


"Baiklah ... aku akan mengurus nya di sini, pergilah"ucap Galla pada Tian dan Galla.


"Terimakasih, kepala ku sedikit pusing, aku akan istirahat sebentar"ucap Tian pada Galla.


"Istirahat lah, setelah semuanya selesai kami juga akan menyusul kalian"ucap Galla seraya menepuk bahu Tian sebelah.


Leona yang tidak banyak bicara sedari tadi hanya bisa mengikuti langkah Tian.


Mereka juga berpamitan pada kedua sosok wanita yang tidak lain lagi adalah Ibunya Leona dan juga Maminya Tian.


"Leona ... jaga anak Mami ya, kami akan pulang setelah ini"ucap Maminya Tian.


"Baik Tante ... "ucap Leona.


Akhirnya Tian dan Leona pun keluar dari perusahaan itu. Terlihat Tian yang menyandarkan tubuh nya, ia terlihat begitu lelah.


"Tidur lah dulu, nanti kalau sudah sampai akan ku bangunkan"ucap Leona seraya mengambil tangan Tian.


Tian langsung menjatuhkan tubuhnya di pangkuan Leona. ia tertidur di paha Leona, Leona dengan lembut memberi pijatan di kepala Tian.


Sehingga tanpa sadar, tiba-tiba mobil terhenti seketika, membuat kedua manusia di kursi belakang terkejut.

__ADS_1


__ADS_2