Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 47 Kunjungan Leona dan Tian


__ADS_3

Tian dan Leona kini telah berjalan menuju rumah makan sederhana, Tian melepaskan jas nya, ia hanya memakai kemeja putih.


Sungguh ciptaan tuhan yang paling indah, untuk sesaat Leona terpana namun... Segera ia menepis segala kekagumannya.


Leona dan Tian duduk di tempat dekat jendela.


Meski sudah malam,namun pengunjung nya masih lumayan ramai.


"Ckkkk"umpat kesal Tian melihat tatapan para pengunjung yang tertuju pada tempatnya.


"Kau kenapa?"tanya Leona.


"Mereka selalu melihat mu"ucap Tian.


'Eh ...mana ada mereka melihat ku, yang ada mereka lagi melihat mu Tuan Tian yang sempurna bentuknya'


"Seperti nya mereka bukan melihat ku Tian, mereka melihat mu"ucap Leona seraya menahan senyum.


"Mana ada melihat ku, biarkan aku duduk di samping mu"ucap Tian, tepat nya bukan bertanya tapi mengatakan, benar saja Kini Tian duduk di sebelah Leona, menghalangi tubuh Leona dari pandangan para pengunjung lainnya.


"Ah sweet banget sih, kalian liat gak? Bagaimana pria itu melindungi wanita nya dari pandangan mata lelaki...mau dong punya pacar seperti dirinya"


"Cih... Pelet apa yang wanita itu berikan sama pria itu sehingga bisa menaklukkan pria setampan itu, aku iri loh sama dia"


"Serasi banget ya mereka, apalagi cowoknya cakep bener ey, semoga saja cowoknya gak playboy karena memiliki wajah yang tampan"


Begitulah para pengunjung bergosip yang mana bisa di dengar oleh kedua orang yang lagi di bicarakan.


"Apakah kau tidak nyaman dengan ucapan mereka?"tanya Tian,


"Tidak apa-apa, tidak usah di dengar kan juga komentar orang"ucap Leona seraya tersenyum ke arah Tian.


Makanan malam pun telah tersaji di meja, Leona tidak memikirkan tingkah Tian, yang kini ia inginkan mengisi perutnya yang sudah keroncongan.


"Ayo makan, abaikan saja mereka"ucap Leona.


Tian memandang Leona sejenak, lalu tersenyum dan menuruti apa yang Leona katakan.


*****


"Besok kau waktunya untuk periksa, datang lah lebih awal, aku akan menyusulmu nanti"ucap Arsa pada Arita.


"Tapi kau pasti akan datang kan..?"tanya Arita.


"Pasti, sekarang tidurlah,jam 9 kau harus sudah ada dirumah sakit"ucap Arsa.


"Aku sudah izin kepada kepala sekolah mu, setiap hari rabu kau akan masuk hanya 1 pelajaran"ucap Arsa.


"Terimakasih karena sudah selalu ada untukku, jangan selingkuh dariku"ucap Arita seraya memeluk tubuh Arsa.

__ADS_1


"Tidak akan"ucap Arsa.


Malam telah berlalu, Leona sudah istirahat begitupun dengan Tian.


Pagi-pagi sekali, Tian sudah rapi dengan baju kaos biasa, ini adalah penampilan Tian yang paling berbeda tanpa pakaian formal sedikitpun.


"Eh anak mami mau kemana pagi-pagi sudah ganteng gitu, dan ini lagi"ucap sang mami seraya memegang baju yang Tian pakai.


"Ini apa? tumben pakai kayak ginian"tanya sang mami.


"Mami...biarkan Tian pergi ya takut telat, by mami"ucap Tian seraya mencium kening Maminya.


"Kenapa Mi?"tanya sang papi saat menuruni tangga rumahnya sudah mendapatkan wajah bengong di pagi hari.


"Itu si Tian pi.., pagi-pagi anak itu sudah membuat pikiran mami kacau, cara berpakaian nya itu loh gak seperti biasanya"ucap sang mami.


"Li sudah menelfon papi, hari ini Tian ada urusan di luar kota"ucap Papi nya.


"Lalu apa hubungannya dengan penampilan nya sekarang?"tanya sang mami.


"Jelas ada hubungannya Mi...., dia tidak ingin di kenali sebagai Tian Alvaro"ucap Sang Papi membuat pikiran mami nya berputar kemana-mana.


"Leona?"tebak sang mami.


Yang di balas anggukan kepala oleh Papinya.


Nyonya Diana menutup mulutnya tak percaya.


*****


"Oke"Teriak balik Veni.


Benar saja saat Veni membuka pintu nya, Tian sudah berdiri dan membuat mata Veni terbuka lebar-lebar.


'Oh my God, berikan aku oksigen..mana oksigen...ganteng banget Tuan Tian.


Ah... Leona...kau akan jalan berdua dengan seorang pangeran Leona... kenapa kau tak tersentuh sedikit pun dengan ketampanan nya'


Ucap Veni seraya masih tercengang dengan penampilan Tian.


Tian yang menyadari expresi Veni hanya diam, ia bingung harus bagaimana agar Veni bisa tersadar.


'Kenapa hanya Leona yang gak mempan'


umpat Tian dalam hati


Beberapa saat kemudian suara Leona menyadarkan Veni.


"Loh, kok tidak di suruh masuk Ven"ucap Leona yang sudah rapi dengan penampilan nya.

__ADS_1


"Kita berangkat saja, agar sampai nya di sana tidak terlalu siang"ucap Tian.


"Baiklah, kalau begitu Ven..aku pamit dulu ya"ucap Leona pada Veni.


"Ba..baiklah, hati-hati Na"ucap Veni.


"Oke kau juga"ucap Leona seraya memeluk Veni dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Kenapa kau senyum-senyum?"tanya Tian pada Leona saat mereka sudah ada di dalam taksi.


"Tidak, ini bukan penampilan mu loh"ucap Leona seraya melihat kearah Tian.


"Aku hanya ingin menjadi Tian saat ini"ucap Tian.


"Terimakasih, kau jauh berbeda dengan rumor yang ku tahu selama ini,"ucap Leona.


"Benarkah?, yang kejam itu bukanlah aku tapi Li, jadi kau jangan berbuat masalah dengannya"ucap Tian.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 6 Leona dan Tian sudah sampai di Bandara.


Tian dengan segera memakai masker menutupi separuh wajahnya, namun... Asisten Li tidak ingin ada hal yang terjadi, jadi ia mengutus seseorang untuk mengikuti Tian dan Leona secara diam-diam.


Pesawat yang Tian dan Leona naiki sudah 'Take Off'


Rasa bahagia tentu sangat Leona rasakan, sudah beberapa tahun ibunya terbaring di ranjang rumah sakit, namun... hanya Beberapa waktu berada dalam pengobatan dokter yang Tian rekomendasi kan, Ibunya sudah sadar.


"Kau pasti sangat bahagia bukan?"ucap Tian.


"Sangat, ibu adalah segala nya bagiku, dan kamulah yang memberinya pengobatan, aku tidak tahu harus berterima kasih dengan cara apa dan bagaimana, kau sangat baik padaku Tian"ucap Leona.


"Baguslah jika kau tahu berterima kasih"ucap Tian dengan senyum candaan nya.


*****


"Mas, aku sudah mau menuju ke rumah sakit, mas Arsa akan datang kan...?"ucap Arita dari sebrang.


"Pasti datang, sebentar lagi aku akan jalan juga"ucap Arsa.


"Baiklah sampai bertemu di sana ya mas"ucap Arita seraya mematikan ponselnya.


Arita kini telah menuju kerumah sakit, Candra tidak bisa menemani putri nya karena ia di sibukkan dengan pekerjaan nya juga.


"Akhirnya kita sampai juga"ucap Leona saat sudah menghirup kota kelahirannya.


"Kau kelelahan?"tanya Tian.


"Bagaimana bisa, aku sudah tidur dari tadi"ucap Leona menahan malu, karena ia tidur di lengan Tian tanpa sadar.


Akhirnya Tian dan Leona menaiki taksi menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


Saat sampai di rumah sakit, Tian menuju ke ruangan Jimmy, sedangkan Leona menuju keruangan Ibunya.


Namun...langkah Leona terhenti saat ia bertatap muka dengan Arita.


__ADS_2