Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 140


__ADS_3

Candra dan Arita mengamati Arsa yang melangkah mendekati mereka.


"Kau sudah tiba, marilah kita bicara diluar, Arita juga butuh istirahat" ucap Candra


"Arita ... tunggulah di sini, setelah aku bicara dengan papa mu, aku akan kemari untuk menemani menemui Leona" ucap Arsa yang membuat Candra terkejut


"Untuk apa menemui Leona ... ?" tanya khawatir Candra


"Kau jangan khawatir, Arita tidak akan mengulang kesalahan yang sama, kami kesana tulus ingin minta maaf, dan akan memulai kehidupan dari awal, mungkin jika begitu ... Arita bisa cepat pulih" ucap Arsa dengan penuh keyakinan.


Candra menatap Arita dengan penuh pertanyaan


"Apa yang di katakan ya benar, Pa ... Arita hanya ingin minta maaf sama dia, tidak akan berbuat yang macam-macam" ucap Arita sedikit tersenyum pada Candra


"Kau sudah belajar banyak hal, Nak ... semangat lah ... " ucap Candra seraya mengelus kepala Arita.


"Kalau begitu ... papa dan Arsa akan bicara masalah pekerjaan, kami tidak akan mengganggumu" ucap Candra seraya meninggalkan Arita yang di ikuti oleh Arsa.


Meskipun Arita penasaran dengan apa yang akan mereka bicarakan, tapi ... kini ia lebih memilih abai, ia tidak ingin terlalu sibuk dengan orang lain.


*****


"Apa yang kau katakan Arsa ... Arita memiliki keluarga semacam itu ...! " Candra tidak percaya dengan apa yang Arsa katakan.


"Tapi, percayalah kakaknya sudah berubah, bahkan demi meninggalkan dunia itu, dia kabur dari rumahnya, Candra ... aku tahu ... aku salah, Karir mu harus hancur karena perbuatan ku, tapi aku ingin memperbaiki semuanya, aku juga ingin menemani Arita, aku juga ingin memastikan keyakinan ku tentang dia dan saudaranya" ucap Arsa


Sejenak mereka terdiam bersama.


"Aku tahu ... kau sudah menemukan putrimu, kau tahu kenapa aku tidak bertanya padamu dari kemaren ... ? itu karena aku percaya kalau kau akan menceritakan sendiri padaku" ucap Arsa.


Candra terdiam, lalu ia menatap pria yang bisa saja akan menjadi menantu nya nanti, umur yang hanya bertaut 10 tahun, panggilan Arsa yang tidak sopan, membuat Candra bisa lebih akrab dengan nya.


Seharusnya Arsa memanggil nya kakak, atau abang atau semacam, tapi disini Arsa memanggil hanya dengan sebutan Candra.


"Aku tahu ... kau akan mengatakan itu cepat atau lambat, aku bukan tidak ingin mengatakan padamu, hanya saja ... aku sendiri belum berkata apapun pada Putri kandung ku, katena aku sendiri belum mengatakan pada nya, Arsa ... dia dekat dengan mu, karena itulah aku belum mengatakan apapun padamu" ucap Candra

__ADS_1


Arsa terkejut, wanita anak candra dekat dengan ku ...? siapa dia ...? kira-kira begitulah pertanyaan yang ingin Arsa tanyakan pada Candra.


"Dinda, dialah putriku" ucap Candra membuat Arsa semakin terkejut.


*****


"Bagaimana ... apakah semuanya berjalan dengan lancar ... ?"tanya Tian pada orang di balik ponsel.


"Kau jangan khawatir ... kakak ipar pasti terhura melihat kejutan dari kami di sini hahahahah"


"Tapi, Kak ... ? kenapa kau memundurkan acaranya selama ini ... ? Mora bilang kalau 1 bulan dari pernikahan mu, ini sudah hampir 3 bulan loh ... "ucap Alan heran


"Pekerjaan disini terlalu menguras waktu, dan juga ... akhir- akhir ini proyek yang kami tangani mengalami masalah, kau sampai kan salam maafkan pada semua"ucap Tian


"Baiklah ... jangan lupa, mobil Ferarri sebagai hadiah karena aku sudah bekerja keras disini"ucap orang itu yang tidak lain lagi adalah Alan.


Tanpa menjawab Tian mematikan ponselnya.


"Kau menelfon siapa ... ?"tanya manja Leona seraya memeluk Tian dari belakang.


"Honeymoon di kamar saja aku sidah sangat bahagia, asalkan bersama mu, dimana pun aku pasti bahagia" ucap Leona seraya membalikkan tubuh suaminya agar menghadap kearah nya.


Tian menatap bahagia istri nya, ia benar-benar sangat terharu dengan apa yang Leona katakan.


Leona memang beda dengan wanita manapun, di saat wanita lain meminta dan mengidolakan tempat terindah untuk bulan madunya, Leona malah lain, ia bahagia dimanapun asal bersama suaminya.


Tian merasa akhir-akhir ini sikap Leona semakin berubah, ia semakin manja padanya, sering mengajaknya terlebih dahulu, bahkan hasr*tnya seakan bertambah.


Leona mencium bibir Tian sekilas, lalu di saat Tian ingin membalas ciuman itu, suara ketukan pintu kamat terdengar, sehingga Leona dan Tian tertawa menghentikan aksi ciuman itu.


"Biar aku yang buka" ucap Leona


"Oh iya ... ibu kemana ... ? rasanya aku tidak mendengar suara ibu sedari tadi?" ucap Tian mengikuti langkah Leona.


"Ibu ada urusan pekerjaan, oh iya berkas yang Asisten Li berikan udah kau baca ... ?" tanya Leona seraya membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


"Ada apa bik ... ?" tanya Leona.


"Di bawah ada tamu Tuan, Nona" bibik itu menunduk.


"Siapa ... ?" tanya Leona


"Bibik tidak tahu, Non, tapi ... Tuan Li dan Nona Veni sudah menemui mereka, dan Tuan Li menyuruh saya memanggil Tuan dan Nona" ucap Bibik nya


"Ah, Baiklah bik ... terimakasih" ucap Leona


Tian dan Leona pun menuruni tangga, Leona terkejut saat melihat siapa yang ada di tuang tamunya, Tapi ... Leona masih tersenyum dalam keterkejutan nya.


Tian sudah mengepal kan tangannya, saat kedua tamu itu sama-sama berdiri melihat kedatangan Tian dan Leona.


"Lihatlah, mereka masih berani datang kemari ... ingin cari masalah lagi ... apa belum puas dengan apa yang kalian lakukan ... !" Veni jelas-jelas menampakkan ketidak sukaanya pada kedua tamu itu.


Ya ... mereka adalah Arsa fan Arita.


Beda dengan Leona, saat Leona melihat amarah di wajah suaminya, Leona mengelus lengan Tian agar tidak terlalu emosi.


"Duduklah ... " ucap Leona seraya tersenyum.


Tian kini juga duduk mengikuti istri nya.


"Bagaimana keadaan mu ... ? maafkan Suami ku ya ...?" ucap Leona tulus seraya menyentuh tangan Arita.


Arita menatap Leona dengan mata yang sudah berkaca-kaca, ia tidak menyangka akan mendapatkan sikap ramah dari Leona.


"Kak, ... aku ... aku minta maaf atas semua kesalahanku selama ini, maafkan aku ... maafkan aku karena menjadi duri dalam hidup kakak, maafkan aku karena telah menjadi racun dalam rumah tangga kakak, maafkan aku ... maafkan aku atas semua yang aku lakukan" Arita kini tertunduk menangis, bahunya bahkan sampai naik turun karena tangisnya.


Leona tersenyum mendapati Arita yang menyesal.


"aku sudah melupakan itu semua, sungguh ... aku sudah bahagia sekarang, jadi ... kalian harus bahagia juga, aku memaafkan mu dari dulu Arita, aku memaafkan ... kau sudah banyak berubah, jadilah anak yang baik" ucap Leona.


"Aku juga ingin minta maaf pada kalian, dan juga ... kalau bisa ku mohon ... berilah Candra tempat untuk karier nya, dia tidak bersalah dalam hal ini, Tuan Tian ... aku tahu anda bisa membantu ku dalam hal ini" ucap Arsa tulus.

__ADS_1


Maafkan ya teman-teman, lama up-nya hehhehe kehabisan data wkwkwkkwkw.


__ADS_2