![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Pagi menyapa, hari ini Leona akan ikut Tian ke perusahaan, karena jam 10 akan ada pertemuan antara para klien, dan kabarnya Angelina kini ikut dengan Galla, Tian ingin membuat kejutan untuk Leona begitupun dengan Galla, ia ingin membuat kejutan untuk sang kekasih.
Bukan kah mereka para cowok yang sweet banget, ah sayangnya hanya ada di dunia halu ku. hehehhehe.
"Tumben Tuan Tian mengajak kita ke kantor ...?" bisik Veni saat mereka sudah turun dari mobil.
"Entahlah, katanya akan ada para klien yang datang dan semuanya membawa pasangan nya, hehehhe termasuk Asisten Li, sekarang bisa bawa kamu sebagai pasangan nya, selamat ya ..." balas Leona dengan berbisik dekat Veni.
"Kau tau dari mana? jangan bilang ... kalau si kaku itu sudah melapor pada Tuan Tian ...?" tebak Veni yang mana Leona langsung mengangguk kan kepalanya dengan bibir tersenyum.
"Sayang, kau tunggulah di ruangan ku bersama Veni, aku dan Li ada rapat sebentar" Tian mendekat lalu mengusap pipi Leona dengan jati jempolnya.
Membuat Veni melirik pada Asisten Li yang mana expresi nya kaku dan seperti tidak melihat apapun, dan itu membuat Veni kesal sendiri.
"Baiklah, aku akan menunggu di dalam" balas Leona dengan senyuman.
"Sayang, papa kerja dulu ya ... jangan nakal ...!" ucap Tian seraya mengelus perut Leona dan mencium perut itu.
Tentu ada beberapa karyawan yang melihat tingkah manis sang atasan, Leona merasa malu dan bangga sekaligus.
"Sudah, sana kami masuk dulu da ..." Leona langsung menarik tangan Veni untuk segera masuk kedalam ruangan Tian, sebelum Tian meminta dirinya untuk mencium bibir nya, seperti kejadian -kejadian yang lalu.
Tian faham, dia hanya tersenyum melihat tingkah sang istri.
"Kau lihat Li ... bahkan dia lebih cantik dari Veni Kekasih mu itu, meskipun hamil ... ia semakin menggemaskan, Betul kan Li ...?" ucap Tian dengan bibir tersenyum nya.
"I ... iya Tuan ... " Asisten Li hanya bisa jawab iya, haruskah jawab kalau Veni jauh lebih lucu dan menggemaskan ...? bisa ngamuk Tuannya, begitulah pikir Asisten Li.
*****
"Nana ... kira-kira banyak gak ya ... kliennya yang datang nanti, aku takut kalau ketemu para istri Tuan besar" ucap Veni seraya duduk di sofa
__ADS_1
"Anggap saja kalau kita lagi reuni. Lagian aku juga gak ada yang kenal kan ... ? ah masa bodoh, Toh ada Tian dan Asisten Li, kita nempel saja pada mereka nanti, beres ..." Leona mencoba duduk di kursi kebesaran Tian
"Eh Ven ... cocok gak ...?" ucap Leona dengan cengengesan.
Tentu membuat Tian senyum-senyum sendiri kala melihat vidio yang menyambung kan tingkah Leona di ponselnya.
"Tuan, rapat nya bisa di mulai" bisik Li saat masih melihat Tian senyum-senyum dengan ponselnya.
"Coba kau lihat ... istriku sedang memeragakan tingkahku ... bukankah itu sangat lucu ...?" ucap Tian yang mana membuat para petinggi heran dengan apa yang Tian katakan.
Menyadari akan tatapan itu, Tian pun mematikan layar ponsel nya.
Lalu ia berusaha menetralkan perasaan nya, raut wajahnya kini kembali seperti hari biasanya.
Dingin, tegas dan tanpa senyuman, jauh sekali dengan expresi tadi.
Tian pun memulai rapat nya, sebelum para Klien datang, ia ingin memastikan perkembangan dari petinggi nya.
*****
Leona yang tertarik dengan foto yang Veni maksud kini berjalan menuju arah Veni.
Leona pun duduk di sebelah Veni dan membuka album kecil itu.
"Memangnya tidak apa-apa ya ... kita buka barang Tuan Tian, bukan kah itu tidak sopan" ucap Veni yang takut.
"Aku istrinya, semua yang di miliki Tian juga milikku, itu kata Tian, jangan kan barang ini, ponselnya saja aku bebas otak-atik" ucap Leona seraya tersenyum pada Veni.
"Benarkah ... ?" tanya Veni tidak percaya dengan notabene Tuan Tian nya, yang dingin pada semua orang.
"Sejatinya begitulah hubungan suami istri, tidak ada yang harus menjadi rahasia antara keduanya, jika gal sepele saja bisa menjadi larangan, bagaimana dengan hal yang besar, menjadi seorang istri memang harus selalu percaya pada suami, tapi rasa cemburu itu akan selalu ada di kala rasa cinta itu ada, jika ingin main rahasia-rahasia an dengan sang istri, gak usah nikah saja ... hidup sendiri kan lebih baik, alone is better" ucap Leona.
__ADS_1
"Iya juga sih ... he hehe ... kau pasti sangat bahagia memiliki suami seperti Tuan Tian, secara finansial dia adalah pria yang sukses di kala muda, di tambah kesetiaan nya tidak bisa di ragukan lagi, sekarang ia juga tidak membatasi kepemilikan nya terhadap mu, semoga jodohku seperti Tuan Tian" Veni senyum-senyum sendiri kala mengingat saat Asisten Li berkata akan belajar cara pacaran anak jaman sekarang.
" Asisten Li tidak jauh beda dengan Tian menurut ku, dia bisa setia pada Tian, apalagi dengan kekasihnya, dia bisa tidak perhitungan pada sepupunya apalagi dengan pasangan nya, kau jjga beruntung karena visa menaklukkan hati kaku seperti Asisten Li" Leona menepuk bahu Veni berulang kali.
"Intinya kita harus menjadi diri sendiri, bukan kah kau sudah tahu kalau dulu aku mencintai kakak angkatku, heheheh dia menolak ku mentah-mentah, bahkan menertawakan aku di hadapan banyak orang, karena menurutnya ... sikap dan cara berpenampilan ku masih belum di katakan elegan, tepat nya masih kekanak-kanakan, tapi ... Asisten Li mengatakan kalau ia suka aku yang begini, hati dan pandangan orang itu beda-beda ya ..." Veni menundukkan kepalanya karena ia sadar matanya sudah berkaca-kaca.
Leona memeluk Veni dari samping.
"Tuhan telah menggantikan pria yang jauh lebih baik dari pada kakak angkatmu, apakah kau berfikir begitu ...?" ucap Leona
Veni mengangguk kan kepala nya.
"Kau benar ... dalam mimpi pun kau tidak bisa membayangkan kalau aku akan di sukai oleh orang tinggi seperti Asisten Li" Veni tersenyum pada Leona seraya menghapus air matanya yang hendak terjatuh.
Suara ketukan pintu membuat keduanya terdiam.
Veni membuka pintu nya, ternyata seorang staf yang membawa kan cemilan, buah-buahan dan juga minuman untuk kedua wanita Presdir nya.
"Terimakasih Ridwan ... bagaimana kabarmu ...?" tanya Veni saat melihat orang yang ia kenal yang membawa nampan, ya dia adalah teman Veni sekaligus tetangga Veni saat tinggal bersama ibu angkatnya.
"Kabar saya baik, Nona ... , apakah Nona sudah tahu kabar ibu Nona sekarang?" tanya Ridwan itu
"Ibu ... bukan kah ibu sudah baikan, 3 hari yang lalu aku sudah menghubungi nya, dia bilang sangat sehat sekarang" ucap Veni dengan nada tidak nyaman.
"Nona, ibu anda masih sakit, uang yang selalu anda kirimkan selalu digunakan Dani, jadi Ibu anda tidak pernah di rawat di rumah sakit, itu hanya akal-akalan Dani, kasihan sekali sekarang nasib Ibu anda" ucap Ridwan yang mana membuat raut wajah Veni berubah.
"Baiklah, aku alan pulang secepatnya, terimakasih ya Rid ... " Veni berusaha menetralkan perasaan nya, karena ia tidak ingin Leona tahu alan masalah ini.
Veni pun membawa nampan itu dan meletakkan di meja depan Leona
"Apa yang kalian bicarakan tadi ... seperti nya serius banget ...?" tanya Leona seraya mengambil buah yang sudah di kupas.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, dia Ridwan ... kau masih ingat kan ... aku hanya menanyakan kabar nya saja" ucap Veni. Namun ... keceriaan itu sudah berkurang tidak seperti tadi.