![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Kehidupan di dalam dunia, tiada kekal dan abadi. Ada gelap dan juga ada terang, seumpama malam dan siang.
Kehidupan juga banyak mengajarkan banyak hal, Hal yang harus kita lakukan secara jelas ataupun tersembunyi.
"Ini panti yang kau bangun dengan Joe" tanya Arsa saat sudah tiba di depan panti
"Ya ... bukan aku, Dana yang ku kirim buat pembangunan ini, ternyata kembali 2x lipat, aku tidak tahu apakah itu Joe yang melakukan atau orang lain, seminggu dari aku mentransfer uang itu, tiba-tiba ada orang yang mentransfer uang yang 2 kali lipat dari sebelumnya.
Arsa terdiam, ia sedikit mendengar bahwa setiap yamg dilakukan oleh kaki tangan Tian, itu adalah atas perintah Tian.
"Kau termasuk orang beruntung, karena bisa masuk dalam golongan mereka" ucap Arsa tersenyum mengacak rambut Dinda.
"Maksud mu ...?" tanya Dinda tidak mengerti.
Arsa menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan.
"Suatu saat kau akan mengerti, jika tidak masuk kedalam keluarga, Maka kau akan masuk dalam naungan bisnis mereka" ucap Arsa yang sama sekali tidak dimengerti Arsa.
Awww ... pekik Arsa karena Dinda memberinya tinjuan di lengan Arsa
"Bicara yang tidak masuk akal, membuat ku semakin pusing, jika ingin putar-putar pembicaraan ... mending diam ...!" ucap Dinda saat sudah sampai di depan pintu panti.
Arsa tersenyum ke arah Dinda, ia tahu ... Dinda belum menyadari dimana lingkungan dia sekarang berada.
*****
"Ternyata ini yang kau namakan pekerjaan penting itu, untung aku ikut ... kalau tidak, aku pasti akan melewati hari baik ini" ucap Angelina yang kini berdiri di balkon kamar hotel, dimana itu langsung mengarah pada pantai.
"Seharusnya aku sibuk bekerja, begitupun dengan Tian dan lainnya, tapi karena aku bilang kekasihku tidak ingin jauh dariku ... terpaksa Tian juga membawa Leona, kau lihat Joe ... hanya dia yang tidak memiliki pasangan, itu karena kami tidak bilang padanya kalau kami membawa pasangan kami" ucap Galla seraya memeluk Angelina dari belakang.
"Joe juga sudah punya pacar ...? bukankah dia sama kayak Lihaonan ya" ucap Angelina.
"Tidak, Joe beda dengan Li, Kalau Li ... asli tidak pernah dekat dengan wanita manapun, Veni adalah yang pertama, tapi kalau Joe ... dia memiliki kekasih, namun ... sudah lama menghilang, karena itu Tian memerintah kan dia agar dekat dengan wanita yang menurut Tian itu baik"ucap Galla
"Apakah benar, pilihan Tian adalah yang terbaik, mungkin saja benar ... tapi apakah juga baik menurut penilaian Joe ...?" ucap Angelina
"Tian bagi Li dan Joe adalah pengganti ayah mereka, semua yang di katakan Tian adalah yang terbaik, dan itu sudah banyak terbukti" ucap Galla
__ADS_1
Mereka sama-sama menatap dan menikmati pemandangan lautan di malam hari dengan pasangan masing-masing.
*****
"Apakah Tuan tidak akan mencarimu jika kau lama-lama di sini ... ?" tanya Veni yang kini tidur-tiduran di paha Asisten Li
"Dia sudah berkata ingin istirahat, berarti dia sudah tidak ingin di ganggu"Asisten Li dengan lembut mengusap kening dan pipi Veni.
"Kau begitu memahami Tuan Tian, bahkan tanpa beliau berkata pun, kau seolah mengerti apa perintah nya" ucap Veni
"Karena aku mencintainya ... seseorang akan menjadi peka saat sudah mencintai" ucap Asisten Li
"Tapi kenapa kau tidak peka terhadapku ...? apa jangan-jangan kau tidak mencintaiku ...?" Veni kini bangun dari tidurannya, ia memberi tatapan mengancam pada Asisten Li.
Namun ... expresi Veni yang saat ini malah terlihat lucu bagi Asisten Li.
"Maafkan aku, karena bagiku saat ini masih Tuan Tian yang utama, tapi ... percayalah ... aku akan berusaha juga untuk mengutamakan mu" ucap Asisten Li menggenggam tangan Veni yang tadi sudah menunjuk-nunjuk ke arahnya.
"Sampai kapan ... ?" tanya Veni
"Sampai aku benar-benar memastikan kalau Tuan bahagia" ucap Asisten Li membuat Veni terharu.
"Ve ... setelah aku memastikan Tuan ku bahagia ... aku juga akan memastikan kebahagiaan mu" Asisten Li kini telah bergantian, ia yang kini tidur dalam pangkuan Veni.
"Ternyata ... tugasmu sangat berat, jangan kau fikirkan aku, aku bahagia saat ada kamu, tetap lah ada untukku" Veni berkata seraya mengelus punggung tangan Asisten Li.
"Genggam tanganku seperti ini terus, kita akan melalui nya bersama setelah ini" Assisten Li berkata seraya memejamkan matanya, tangannya tergenggam dengan tangan Veni.
Kening mereka saling bersatu, mencoba tuk memahami keadaan satu sama lain.
Jangan tanya Joe yang kini hanya sendiri.
Ia menunggu Dokter Raisa dan Dokter Jimi di lantai bawah.
"Cih, mereka semua berpasangan, tega ya kalian ... hiks ... hiks ... hiks ..." Joe menatap ke arah kamar atas yang terisi dengan pasangan.
*****
__ADS_1
Setelah berkunjung, Arsa mengantarkan Dinda kerumahnya, awalnya Arsa ingin mampir, namun ... melihat Dinda yang kelelahan, Arsa merasa kurang nyaman.
"Kau istirahat lah, sepertinya kau sangat lelah hari ini" ucap Arsa saat Dinda sudah keluar dari mobilnya.
"Kau sangat benar, baru kali ini aku merasa sangat mengantuk di jam segini, kau hati-hati lah, salam kan pada papa" ucap Dinda seraya menguap.
"Baiklah, da ... selamat istirahat" ucap Arsa
"Oke, Thank you" Dinda melangkah dengan tubuh yang lemas, sesampainya ia di dalam, ia langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa.
Sedangkan Arsa sudah sampai di depan rumahnya.
"Kau baru pulang ...?"tanya sang papa
"Iya pa ... bagaimana keadaan papa?" tanya Arsa yang menghampiri papannya yang sedang duduk di teras depan rumahnya
"Sudah jauh lebih baik, Arsa duduklah ... ada hal yang ingin papa bicarakan dengan mu" ucap sang papa.
Arsa pun duduk di samping papanya
"Kau sudah lama bercerai, tidak kah kau ingin memulai rumah tangga lagi ...? dan ... apakah kau yakin ... akan tetap memilih bersama Arita ...?" tanya sang papa.
Tebtu Arsa terdiam, ia berjanji tidak akan melakukan kesalahan apapun lagi, dia juga ingin bertanggung jawab akan Arita, namun ... lagi dan lagi Arita tidak mau.
"Bukan kah, anaknya Candra adalah Dinda ...? kenapa kau tidak Menikahi nya saja, papa lihat ... kau dan dia semakin hari semakin dekat, dan juga ..."
"Tidak pa ..., Aku dan Dinda tidak akan pernah menjadi pasangan, aku sudah berjanji padanya, dan juga ... dia sudah ku anggap sebagai adikku sendiri" ucap Arsa
Sejenak tidak ada yang membuka suara antara papa dan Arsa.
"Baiklah ... papa rasa kau sudah jauh lebih baik, papa harap kau bisa segera melanjutkan hidupmu, jika tidak bisa mendapatkan seperti Leona, setidaknya dia bisa perhatian dan sayang juga sama kamu" ucap Papa nya Arsa
"Arsa tahu, baiklah ... kalau begitu Arsa masuk dulu, papa tidak ingin masuk?" tanya Arsa
"Masuklah dulu, nanti papa nyusul".
Hai ... hai ... maafkan telat up karena ada kegiatan real yang tidak bisa do tinggalkan mohon teman-teman memaklumi.
__ADS_1
Lanjut nanti ya teman-teman.