Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 180


__ADS_3

Ibunya Leona juga kini sudah mulai was-was pada anaknya.


"Maafkan Ibu, karena ibu jarang sekali mengontrol kesehatan mu, sekarang bagaimana keadaan mu ...?" tanya sang Ibu yang mendatangi kamar Leona


"Apa yang ibu katakan, Leona baik-baik saja, bukankah hal wajah kalau orang hamil merasa kram perut ... ? Tian hanya kelewat khawatir Bu ... " ucap Leona menepuk punggung tangan Ibunya.


"Ini juga salah Tian, karena Tian memberi Ibu pekerjaan yang terlalu banyak" ucap Tian tiba-tiba dari arah pintu.


"Eh, Nak Tian sudah datang ... !" Ibunya Leona langsung berdiri saat melihat menantu nya datang.


"Ibu duduklah, "Ucap Tian yang langsung mencium kening Leona yang bersandar di ranjangnya.


"Aku ke ruang kerja dulu, Ibu ... Tian pamit " Ucap Tian seraya melangkah kan kakinya.


Ibunya kembali duduk di sebelah Leona.


"Ibu takut sama Tian ... ?" tanya Leona


"Tidak, hanya saja ibu sungkan padanya, dia orang yang berkuasa Na ..., setelah beberapa bulan ini terjun dalam dunia bisnis, suami mu adalah raja bisnis yang banyak di takuti, dimana-mana ada namanya, bahkan Ibu sangat takut jika ada yang tahu, kalau sebenarnya Tian adalah menantu Ibu" ucap Ibunya Leona


"Kenapa takut Bu ... ? kan enak Bu ... kalau banyak yang tahu, kalau ibu adalah ibunya wanita yang Tian cintai" goda Leona.


"Hisss ... "Ibunya Leona memukul punggung tangan Leona dengan lembut.


"Yang ada Ibu tidak akan di lepas oleh mereka, " ucap sang ibu seraya tersenyum pada anaknya


Entah ia harus beruntung atau bagaimana saat anaknya di cintai dengan sebegitu rupa oleh sang suami.


Ia menjadi tenang, dan ... merasa teringat akan cinta Almarhum suaminya.


Ayah Leona adalah Anggota TNI di sebuah negara, namun ... ia di nyatakan gugur saat peperangan terjadi.


Sampai kini mayat sang suami tidak di temukan, namun ... Ibunya Leona berharap jika suaminya benar-benar sudah tiada, semoga ia bisa tenang di alamnya.


Tapi jika ia masih hidup, semoga di beri kesehatan selalu, itupun berakhir susah terjadi 20 tahun yang lalu, saat usia Leona masih kurang lebih 5 tahunan.


"Ibu merindukan ayah ... ? pasti ayah juga seperti Tian kan ... ? mencintai Ibu dengan sepenuh hati" ucap Leona tersenyum, mengingat Ibunya selalu bercerita bahwa Ayahnya adalah pria yang paling hebat dan paling mencintai Ibunya.

__ADS_1


"Ibu, aku mencintai ayah ... begitu juga dengan Ibu, ayah akan selalu hidup di hati kita" ucap Leona


"Kau benar sayang, ayah akan selalu hidup dalam hati kita, baiklah ... Ibu keluar dulu, jika butuh apa-apa panggil Ibu, jangan merepotkan suamimu" ucap sang ibu membelai kepala anaknya


"Baiklah Ibu, Ibu jangan terlalu lelah ... istirahat lah, katakan pada Leona jika Tian memberi ibu pekerjaan yang berat" ucap terkekeh Leona


yang mana Ibunya juga ikut terkekeh


"Baiklah, selamat beristirahat sayang" Ibunya berucap seraya membuka handle pintu kamar Leona


"Ibu juga" balas Leona


Seketika Leona merindukan sang Ayah, Leona hanya ingat saat ayahnya melambaikan tangannya, setelah itu ... Leona sudah tidak ingat apa-apa lagi tentang Ayahnya.


Yang pasti, Ibunya selalu berkata, bahwa ayahnya adalah pria terbaik, dan terindah dalam hidup sang Ibu.


Beberapa saat kemudian, di saat Leona masih melamun, ia tidak menyadari akan kedatangan Tian.


Melihat Istrinya yang melamun, tentu Tian tahu ... bahwa ada hal yang di pikirkan oleh istrinya.


Tian berdiri di samping Leona dan memeluk nya, kepalanya tepat ada di perut Tian.


"Tidak ada, hanya merindukan ayah "ucap Leona melingkarkan tangannya di pinggang sang suami.


"Ayah, kau merindukan Ayah ... ?" tanya Tian yang kini duduk di samping Leona dengan masih memeluk nya.


"Bukan kangen gimana ... ? kau kan tahu sendiri, aku sejak kecil sudah ditinggal sama ayah, wajahnya saja aku tidak begitu ingat, ya sudahlah ... semoga ayahku ... bahagia di sana" ucap Leona seraya mendongakkan kepalanya.


Tian tersenyum saat pandangan mereka bertemu, namun hatinya dan fikirannya kini telah menerawang.


Atmajaya adalah nama keluarga ayah Leona.


Tian tertantang ingin mengetahui tentang ayahnya Leona yang katanya sudah meninggal dunia tanpa mayat di temukan.


*****


"Tuan, kelahiran Nona di perkirakan tanggal 2 bulan datang, anda yakin membiarkan Nona lahir normal ... ?" tanya Asisten Li pada Tian untuk memastikan persiapan.

__ADS_1


"Leona ingin lahir Normal, aku hanya bis menghormati itu, Li ... tangan ku gemetar saat harus mengingat kata melahirkan, apakah Leona bisa ... ? aku tidak sanggup Ki jika harus melihat dia akan bertarung menaruhkan nyawa di hadapan ku, tanpa aku sendiri tidak tahu cara membantunya " ucap gusar Tian.


"Tuan, kalau anda tidak ingin melihat Nona sakit, sebaiknya anda tunggu di luar, biar Ibu dan Veni yang menungguinya" ucap Asisten Li


"Tidak ... tidak, aku ayahnya ... aku yang harus pertama kali melihat anakku" Tolak keras Tian


Asisten Li hanya diam saat melihat kecemasan Tuannya. Ia juga tidak tahu cara mengatasi rasa cemas Tuannya saat ini, jika masalah bisnis mungkin Asisten Li bisa tapi ini masalah wanita, apalagi tentang melahirkan.


Hari ini sudah tanggal 24, masih kurang sekitar 8 harian menurut Asisten Li, tapi juka melihat keadaan Leona yang sudah sering mengalami sakit, rasanya waktu nya sudah tidak akan lama lagi.


*****


"Kalau begitu, Dinda pamit Nenek" ucap Dinda seraya memeluk Nenek nya.


"Kau benar-benar keterlaluan Candra, Dinda baru bergabung dengan keluarga kita, kau sudah mengirimkan nya keluar Negri,tidak bisakah kau menunggu 1 atau 2 tahun lagi" ucap kesal Ibunya Candra


"Kita bisa mengunjungi Dinda kapan saja kita mau Bu ... masa depannya cerah, ia anak yang cerdas, Papa yakin ... kau akan menjadi kebanggaan kami semua" ucap Candra membelai kepala Dinda


"Baiklah ... Dinda akan berusaha agar Papa bisa bangga sama Dinda" ucap Dinda.


Akhirnya Candra dan Dinda pun berlalu, Area sudah menunggu nya di bandara, memang teman yang paling baik kan Arsa.


Setengah jam berlalu, akhirnya Candra dan Dinda pun sampai di bandara.


"Kalian juga di sini ... ?" tanya Dinda saat melihat Arsa dan Kamila yang sudah menunggu nya.


"Iya, kami ingin mengantarkan mu" ucap Arsa


"Semoga sukses ya ... " ucap Kamila yang kini menggendong Laksya


"Terimakasih, kalian jaga diri di sini, awas jangan kabarin hak buruk padaku" ucap Dinda dengan gaya mengancamnya.


"Hahhaha mana ada, kami akan selalu ngasih kabar bahagia padamu, jadi anak yang baik di sana " ucap Arsa seraya mengusap kepala Dinda.


"Baiklah, aku pasti akan merindukan mu" ucap Dinda memeluk Arsa, begitu juga dengan Arsa.


Meski keduanya bersahabat tapi kalian sebagai readers pasti tau kan bagaimana, sikap mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2