Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 229


__ADS_3

Kini yang ada dalam ruang tamu itu hanyalah Kamila dan Joe serta Laksya yang ada dalam gendongan Kamila.


"Kenalkan, Aku Jonathan, tapi panggil saja Joe" ucap Joe.


"Dia putra mu ... ? sudah besar ternyata" ucap Joe menatap Laksya


"Benar, sangat mirip dengannya, Hai Anak Kolong" sapa Joe pada Laksya.


"Ferdi, bukannya ingin menelantarkan mu, ataupun anak kalian, hanya saja tugasnya sebagai Abdi Negara saat itu mengharuskan ia pergi bertugas, sehingga kejadian naas benar-benar terjadi. Tapi mungkin sudah menjadi filing seseorang, sehari sebelum ia berangkat tugas, dia datang padaku dan memberikan kartu ini untuk kalian, aku tahu kisah kalian , mungkin anak ini datang karena kesalahan Ferdi, hanya saja, Ferdi tulus mencintai mu, dia ingin mencarimu dan segera memperistri kan mu, hanya saja ... sebelum itu terjadi Ferdi sudah berlalu" ucap Joe yang membuat Kamila terkejut, air matanya sudah berjatuhan kala mendengar nama seseorang yang benar-benar telah membuat nya keluar dari dunia malam.


"Ingin memperistri aku, Apakah tidak ada kebohongan yang lebih meyakinkan dari itu ... ?" ucap Kamila dengan senyum fan tangisnya.


"Lalu, bagaimana dengan istrinya ... ?" ucap Kamila lagi.


"Aku tidak membutuhkan ini lagi,Tuan. Sudah ada Tuan Arsa yang datang dan menyelamatkan kami" ucap Kamila


"Aku yang salah, karena aku telat menemukan mu, tapi percayalah, bahwa ... Ferdi sangat ingin bertanggung jawab atas dirimu, apalagi saat dia mendengar kalau kau hamil, dia menceritakan semuanya pada keluarga besarnya, bahkan istrinya juga sudah tahu itu, Terimalah ini, sebagai rasa tanggung jawab Ferdi untuk terakhir kalinya " ucap Joe seraya menyerahkan kembali kartu yang sudah Kamila berikan pada Joe.


Kamila jatuh terduduk di sofa, semua bayangan kebersamaan nya dengan Ferdi, teringat kembali. Ia menangis seraya memeluk sang putra.


"Apakah aku yang salah? aku mengira kalau dia tidak sudi memiliki anak dari wanita seperti ku, aku mengira semua ucapannya hanyalah rayuan nya, dia menghilang dariku, bahkan sekedar mengirim kan pesan untukku saja tidak ada" hiks ... hiks ... hiks ...


Kamila menangis, dadanya terasa sesak, kenapa ia di ingatkan kembali dengan cinta nya, Cinta yang mengajarkan ia untuk mengenal dunia luar, Cinta yang mengajarkan ia agar keluar dari kesalahan terbesar nya.


"Biar aku yang menggendong si Anak Kolong" ucap Joe seraya mengambil Laksya dalam dekapan Kamila yang masih menangis.


*****


"Kau belum menjelaskan, ada hubungan apa antara Joe dan Kamila, setahuku ... Kamila ..." ucap Arsa yang terpotong oleh Dinda.


"Jangankan kau, aku saja tidak tahu " ucap Dinda.


"Kau tidak cemburu ... ?" tanya Arsa


"Hahaha cemburu, Arsa ... Arsa, aku sangat percaya padanya, apalagi kak Kamila sudah jadi istrimu, Kak Joe akan menjaga kepercayaan ku" ucap Dinda yakin.

__ADS_1


"Aku merindukan mu, apakah kau tidak merindukan aku ... ?" ucap Dinda mengalihkan pembicaraan.


"Tumben ... !" ucap Arsa dengan senyuman nya.


"Ya ... mungkin karena kau terlalu resek dan ngeselin, jadi aku merindukan mu" ucap Dinda dengan asal.


"Kau sudah bertemu dengan Papamu?" tanya Arsa


"Belum, Papa hari ini ada kasus, ketemu nya sekalian di acara nanti dah" ucap Dinda tersenyum melihat ke arah Arsa.


Arsa membalas senyuman itu, ingin sekaki rasanya Arsa memeluk wanita yang duduk di sampingnya, hanya saja ia tidak ingin melakukan kesalahan-kesalahan itu kembali, dan Arsa takut akan memberikan masalah pada Dinda


*****


"Kau kabari Joe, bahwa kita semua sudah ada di hotel, takutnya dia malah pergi ke kediaman Tian nanti " ucap Galla pada Alan.


"Apakah kepentingan mereka tidak bisa ditunda dulu, jangan-jangan mereka lagi senang-senang, alasan ada kepentingan yang sangat" cebik Alan yang masih kesal karena tidak bisa berduaan dengan Marissa, Ini semua juga gara-gara Angelina, kalau seandainya ada Angelina, sudah pasti Galla akan meninggalkan Marissa dan menyerahkan padanya.


"Kalau lagi kesal pada seseorang jangan luapkan pada orang lain " ucap Marisa seraya menahan tawa nya.


"Ris, kau di panggil Tuan Tian " ucap Veni yang baru muncul


"Aku, aku di panggil Kak Tian ? ada apa ... ?" tanya Marissa.


"Aku juga tidak tahu" ucap Veni


" Sudah temui Tian, jarang-jarang loh, Tian memanggil mu" ucap Galla


"Kakak benar juga, baiklah ... kalau begitu Bay semuanya " ucap Marissa yang langsung meninggalkan mereka semua dan menuju ke kamar yang di tempati Tian dan Leona.


Suara ketukan pintu terdengar, Menunggu sebentar, tiba-tiba pintu terbuka, di situ terlihat Leona yang membuka kan pintu.


"Di cari Kak Tian mu, dia ada di balkon, pergilah " ucap Leona seraya menutup pintu, Dan Marissa berada di hadapan Leona.


"Emangnya ada apa ... ? apa aku berbuat salah ? oh iya ... aku hanya iseng kok, buat pakaian ala kayak gitu, kau kan tahu, itu sedang Trend di kalangan anak muda sana "ucap Marisa mengatakan dosanya terlebih dahulu.

__ADS_1


"Hei, kenapa kau berkata seperti itu, aku benar-benar tidak tahu untuk apa dia memanggil mu, mungkin dia kangen padamu, dia juga sudah memakai sarung tangannya tadi, pasti dia ingin menyentuh mu" Ucap Leona. Bukan bahagia yang Marissa rasakan, tapi hal lain.


Ini bukan tipe Tian banget, kalau seperti ini, pasti ada kesalahan yang sudah ia lakukan.


"Semoga saja apa yang kau katakan itu benar, aku takut akan sebaliknya yang kudapatkan"ucap Marissa Seraya menundukkan wajahnya


"Tidak kok, ku perhatikan wajah Tian senyum-senyum dari tadi" ucap Leona menenangkan perasaan Marissa.


Marissa pun berjalan menuju ke Balkon ruangan Tian, sedang kan Leona memilih untuk menemani sang dua putra dan putri nya.


"Kak Tian " ucap Marissa dari belakang tubuh Tian


"Kemarilah ... !" ucap Tian tanpa menoleh


Marissa berjalan pelan Karena gugup dan takut .


"Kau takut padaku ... ? kemarilah, aku tidak akan menghukummu"ucap Tian pada Marissa.


Marissa pun melangkahkan kakinya Dan kini ia berdiri tepat di samping Tian.


Marisa memegang pagar pembatas balkon itu Seraya melihat pemandangan dari arah atas.


"Kau sangat menyukai pekerjaan mu sekarang ... ?"tanya Tian


"Kakak benar, aku sangat menyukai pekerjaan ku sekarang, emangnya kenapa kak ... ?"Tanya Marissa


"tidak apa-apa aku hanya ingin bertanya saja padamu tapi jika mendesain pakaian, berhati-hati lah.


Jangan sampai merugikan orang lain" ucap Tian.


'Nah kan ... aku yakin pasti masalah Dinda, siapa sih pengikut kak Tian, Ah ... jangan sampai, anggap saja aku tuli, sekarang, lagian dia sudah menikah kan ... kenapa ... ? masih ada waktu menanyakan hal itu 'ucap Marissa dalam hati.


"Jangan takut, aku tidak akan memarahimu atau bahkan memukul mu, kenapa kau gugup seperti itu" ucap Tian tersenyum bahkan nyaris tertawa saat melihat expresi wajahnya.


"Ya seperti biasanya kak, Mendesain pakaian tak semudah yang aku bayangkan "keluh Marissa

__ADS_1


"Ingin aku yang promosikan ... ?" tanya Tian


__ADS_2