![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Malam ini menjadi malam yang panjang bagi pengantin baru. Alan yang selalu kepo akan malam pertama, kini menjadi gelisah sendiri saat Tian mengancamnya akan mengawinkannya dengan wanita tua jika masih berani mengintip malam pertama seseorang.
"Ayolah kak Tian, bukan hanya aku saat itu, tapi juga Kak Galla dan juga Mami mu, malah Mami yang menyuruhku agar mendekat kan telinga ku di pintu mu" ucap Alan membela diri.
"Ckkkk ke kanak-kanakan, kau dan Mami memang selalu kompak dalam menjahili orang lain, dan Galla, apa- apaan dia, kenapa jadi ikut-ikutan juga" ucap Tian.
"Malam ini,kau di larang berkeliaran di luar kamar, kalau masih terlihat, kau benar-benar akan ku nikahkan dengan janda tua" ancam Tian
"Kak, ayolah jangan tega begitu padaku, kau tahu ... Marissa adalah cinta mati ku, masak Iya kau jodohkan aku dengan janda, pakek Tua lagi" ucap Alan lagi.
"Marissa akan lebih nurut padaku, sekarang kau masuklah dalam kamar mu, jangan keluar kamar sebelum pagi tiba" ucap Tian seraya meninggalkan Alan di dalam kamarnya.
"Isss, kenapa jadi begini, Oh Veni ... kau memberiku masalah besar, malam ini aku benar-benar akan terkurung di dalam kamar ini tanpa ada Marissa, is ... benar-benar Istri si kaku, harus ku balas besok" ucap Alan pada diri sendiri.
Sedangkan Assisten Li dan Veni kini sama-sama kikuk, mereka sudah membersihkan diri mereka. dan kini mereka saking terdiam, mereka sama-sama ragu untuk berkata.
"Mana keberanian mu malam ini ... ? Bukankah kau selalu mengatakan kalau malam pertama adalah hal yang paling kau tunggu" ucap Asisten Li seraya memalingkan wajahnya dari Veni.
Veni juga demikian, Bukankah ini yang selalu ingin ia lewatkan.
Asisten Li tersenyum melihat raut wajah Veni yang malu-malu kucing. Beraninya seperti arang saja.
Namun betapa terkejutnya Asisten Li saat Veni tiba-tiba sudah ada di atas tubuh Asisten Li.
Mencium bibir Asisten Li, dan memberi belaian di setia inci tubuh Assisten Li.
Asisten Li yang masih dalam metode terkejut, terlihat tersenyum lalu membalas setiap permainan dari Veni.
"Veni tidak akan mengabaikan setiap apa yang sudah Veni katakan, Tuan" ucap Veni lembut tepat di telinga Assisten Li.
"Benarkah, buktikan bahwa setiap adegan malam pertama itu tidak harus butuh guru mengajari" balas Asisten Li yang tangannya sudah mengerayangi tubuh Veni
__ADS_1
Tentu Veni semakin agresif saat tangan Asisten Li sudah mengelus bagian-bagian sensitif Veni.
"Bagaimana ... ? Apakah kau suka ... ?" tanya Veni saat memberi servis di bagian junior Assisten Li.
"Kau terlalu pintar sayang, Ah ... kenapa senikmat ini" ucap Asisten li yang menikmati permainan Veni.
Tentu, Asisten Li tidak ingin merasakan nikmatnya sendirian, Ia juga memberi pelayanan untuk Veni. Mengulang apa yang sudah Veni lakukan padanya. Namun ... mendengar suara merdu dari irama Veni, Malah semakin membuat Asisten Li semangat dalam melakukan tugasnya.
"Iya ,Terus ... terus" renguh Veni dengan mata yang terpejam.
Asisten Li sudah tidak bisa menahan sesuatu yang membendung dalam benaknya. Ia pun mengarahkan junior nya dalam lobang permainan yang sesungguhnya.
Namun kenapa begitu sulit, padahal sudah basah dan tak ada penghalang, sehingga Veni membantu untuk mengarahkan nya, sehingga masuk lah sedikit demi sedikit junior itu dalam sarang nya.
Terlihat Veni yang meringis menahan sakit, sehingga membuat Asisten Li berhenti sejenak.
"Sakit ... ?" tanya Asisten Li
"Lanjutkan" ucap Veni dengan pandangan yang sendu.
Sehingga rasa sakit yang awalnya Veni rasakan menjadi nikmat yang luar biasa, berulang kali Veni mengeluarkan suara tang selalu membantu Asisten Li tambah semangat. peluh sudah membasahi tubuh mereka, yang mana tanpa mereka sadari, sudah tidak ada sehelai kain pun yang menutupi tubuh mereka. Tanda merah kini terpapang jelas di seluruh leher dan dada Veni.
"Bagaimana ... ? Apakah kau suka?" tanya Asisten Li
"Sangat suka, lanjutkan ... ayo kita tuntaskan permainan ini" ucap Veni dengan nafas nya yang tersengal-sengal.
Merekapun mengganti posisi, dan mengambil beberapa gaya yang menurut mereka nyaman.
"Ya ... ya ... terus ... terus sayang, aku suka" ucap Veni dalam permainannya
Asisten Li tidak menjawab, hanya saja ia menambah pacuan permainan nya semakin cepat, malah semakin membuat Veni suka.
__ADS_1
Hingga akhirnya mereka mengakhiri permainan nya dengan keluar nya benih secara bersamaan.
Asisten Li ambruk di punggung Veni, dengan peluh yang membasahi tubuh mereka.
Setelah lama mereka terdiam dengan nafasnya yang masih belum teratur, Asisten Li mencabut juniornya dan segera menuju ke kamar mandi tanpa membawa apapun. Veni yang masih berdiri setengah menunduk di depan meja hias, hanya bisa tersenyum kala ia merasakan malam pertama nya. Saat Asisten Li sudah keluar dengan tubuh polos nya, Dia langsung menuju ke Veni yang sudah memakai piyama nya. Menggendong tubuh Veni dan membawa nya ke kamar mandi.
"Biar aku yang membersihkan nya" ucap Asisten Li
"Tidak usah, aku bisa sendiri" tolak Veni, mana mungkin dia akan membiarkan Asisten Li membersihkan area sensitif nya.
"Kenapa ... ? aku sudah lihat semuanya, bahkan dengan sangat jelas" ucap Asisten Li tanpa berfikir, yang mana ucapan nya malah membuat Veni tersipu malu.
"Kau, dasar bodoh" ucap Veni seraya mendorong tubuh Asisten Li keluar dari kamar mandi.
"Hei, kenapa malah di tutup, dan apa ini ... ? aku ingin membantu mu saja" ucap Asisten Li seraya terus mengetuk pintu kamar mandi.
"Udah sana, aku bisa sendiri" teriak Veni
Yang mana membuat Asisten Li tersenyum sendiri. Ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Saat Asisten Li mendarat ken tubuh nya di atas ranjang, Pintu kamar mandi terbuka, dan memperlihatkan Veni yang keluar dengan langkah yang begitu pelan.
"Kenapa? Apakah sakit ?" tanya Asisten Li saat Veni sudah ada di dekat nya.
"Duduklah, maafkan aku ... " ucap Asisten Li
"Kenapa diam ... ?" tanya Asisten Li
"Aku tidak apa-apa, bukankah hal begini sudah biasa, tapi kenapa kau malah membuat peta yang begitu banyak di leher ku ... ? kau ken tahu sendiri, aku tidak punya pakaian yang panjang bagian lehernya" ucap Veni mengerucutkan bibirnya
"Memangnya kenapa? kita sudah sah suami-istri, apa yang harus di takutkan?" ucap Asisten Li dengan senyuman nya.
"Kau enak, bisa memasang wajah kakumu, lah ... aku ... pasti tidak di biarkan tenang sama Marissa" cebik Veni
__ADS_1
"Kalau Marissa mengejekmu, katakan padaku, akan ku buat dia minta maaf padamu, percaya lah" ucap Asisten Li seraya mengusap kepala Veni.
"Sekarang kita istirahat" ajak Asisten Li, dan membantu Veni untuk berbaring.