Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 154


__ADS_3

Angin malam tidak akan mengganggu tidur sang ratu, karena sang pangeran selalu memeluknya untuk memberi kehangatan.


Jam tengah malam, Tian terbangun karena merasa Leona bergerak, ia menatap wajah sang istri, sehingga mata Leona terbuka, pandangan mereka bertemu.


Leona memegang pipi Tian seraya berkata :


"Ada apa ...? kenapa kamu terjaga ...? apa aku membangunkan mu ... hemm" tanya Leona


"Kau bergerak tadi, aku mengira kau akan kemana ..." Tian berkata seraya mengecup tangan Leona yang memegang pipinya.


"Alu tahu, kau begitu peduli padaku, sayang ... jangan cemaskan aku ... aku baik-baik saja, kehamilan ini ... adalah kekuatan bagiku, bukan kelemahan ku, aku tahu ... mau ingin menjadi suami dan ayah yang terbaik, kau sudah mendapatkan itu sayang, aku yakin, kau adalah suami dan ayah yang terbaik yang ada di dunia ini" Leona mengelus pipi suaminya.


"Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian, jika itu terjadi ... alu bisa gila nanti, Sayang. ... aku mohon ... jaga diri baik-baik, jangan sampai lelah" Tian mengecup kening istrinya.


"Tentu sayang ... aku akan baik-baik saja, anakmu hebat seperti dirimu, ia akan menjaga ku" Leona bangun dari tidurannya, ia bersandar di sandaran ranjang nya.


Mengambil air putih yang ada di nakas sisi ranjang nya.


"Sayang, tidurlah ... besok kau akan ke kantor" Leona mengelus kepala Tian yang kini terbaring di pangkuan nya memeluk nya dan mendekatkan kepalanya di perut Leona.


"Kau adalah hidupku, Nana ... jangan buat aku khawatir" Tian semakin mengeratkan pelukannya


"Kau juga hidupku ... " Leona terus mengelus kepala Tian, ia merasa sudah tertidur sangat lama, sehingga kantuknya tiba-tiba saja hilang.


Ia melihat ponsel nya, ia juga bingung harus berbuat apa besok, ia sangat yakin ... jika kini dirinya tidak di perbolehkan untuk bekerja.


Leona melihat ponsel nya dan ia tidak sengaja melihat beberapa pakaian keluaran terbaru.


"Ah, kenapa aku akhiri-akhir ini suka banget ya dengan pakaian yang kayak ginian, ini jauh dari standard diriku" gumam Leona seraya terus menatap gambar beberapa baju di ponselnya.


Merasa kantuk telah datang lagi, Leona memindahkan kepala Tian ke bantal nya, lalu ia berbaring memeluk sang suami, mencari kenyamanan di dalam tubuh Tian.


Tian yang merasa di peluk, membalas pelukan itu.


Alangkah indahnya jika punya pasangan wkwkwkwk.


Sinar matahari kini menyelusup di semua celah yang ada, Leona sudah bangun sebelum Tian terbangun, ia menggunakan kesempatan itu untuk turun kebawah.

__ADS_1


Ia merasa tubuh sangat enteng dan nyaman.


"Sayang, may kemana ...? kau baru sembuh, Nak" Sang Mami muncul dan melihat Leona yang berjalan sendiri di pagi hari.


"Leona sudah baik-baik saja, Mam ... maaf karena sudah merepotkan kalian" Leona tertunduk saat berkata


"Apa yang kau katakan, kau adalah anakku ... kau juga penting bagi kami, apalagi dalam rahimmu sudah ada keturunan kami, Sayang ... jangan terlalu lelah oke ..." Maminya mengelus pucuk kepala Leona.


"Tian belum bangun ...?" tanya sang Mami


"Saat aku turun tadi belum sih Mam," jawab Leona yang kini berada di dapur, melihat mertuanya yang membuat sesuatu, meski ada seorang pembantu


"Minumlah, Nak" Ucap Maminya Tian seraya meletakkan secangkir minuman hangat untuk menantu nya.


"Ibumu sudah kembali tadi malam, ada hal yang harus ia selesai kan," imbuh Maminya Tian.


"Aku sudah baca pesan nya kok Mam, dan Mami ... Mami tidak perlu membuat kan aku minuman, seharusnya itu adalah tugasku" Leona merasa tidak enak pada mertua nya.


"Tidak apa-apa, kau juga anakku ... jangan sungkan padaku, Apa yang ingin kau lakukan hari ini ...?" tanya Maminya Tian


"Shopping ..." jawab cepat Leona, membuat Leona menutup mulutnya karena tidak bisa menjaga nya.


"Tapi ingat ya ... jangan sering-sering melakukan itu ... apalagi dengan tempo cepat, kasihan cucuku di dalam" bisik Maminya Tian seraya meninggalkan menantu nya karena melihat kedatangan Tian dari arah tangga, tentu Leona merasa malu dengan ucapan terakhir Maminya.


"Kenapa ... ? apa yang Mami katakan ...?" ucap Tian saat sudah ada di dekat Leona.


Leona terkejut, ia tidak menyadari kedatangan suaminya.


"Eh, itu ... tidak ada kok, Maminya hanya bilang, kalau aku harus menjaga diriku" ucap gugup Leona, tentu Tian tahu kalau bukan itu yang dikatakan Maminya.


Tian mengecup kening istrinya.


"Aku tahu, kamu berbohong ..." goda Tian


"Ah, kau selalu saja tahu kalau aku berbohong padamu" Leona bergelayut manja di lengan suaminya.


"Temani aku jalan-jalan pagi ya ... keliling rumah ini saja kok" ucap Leona menyandarkan kepalanya di lengan suaminya dengan sambil berjalan.

__ADS_1


"Tentu" Tian merangkul tubuh istrinya.


Mereka berjalan mengelilingi rumah dengan sambil merangkul satu sama lain.


"Kau ingin shopping ... , pakailah kartu ini" Tian memberikan kartu gold padanya


"Tidak usah, kartu yang kau berikan kemaren masih belum aku pakai, kau sudah memberikan beberapa kartu padaku, aku juga tidak akan memborong semua barang kan ..." Leona berkata dengan bibir mengerucut.


"Baiklah, kau akan pergi sama siapa ...? aku tidak tenang jika kau hanya berdua dengan Veni, kau bawa salah satu pengawal ya ..." Tian mengelus kepala Leona dengan lembut.


"Tidak mau ...! aku ingin berdua saja dengan Veni"Leona bermanja di dada Tian.


"Jika kau begini, mana bisa aku kekantor sayang" Tian berkata seraya membalas pelukan Leona.


Veni yang awalnya ingin memanggil Leona dan Tian untuk sarapan pagi, akhirnya pergi karena tidak kuat melihat drama cinta romantis di pagi hari.


Wajah Veni terlihat bingung, tanpa ia sadari bibir nya manyun, menyadari kegagalan Veni, Asisten Li mendekati nya.


"Dimana Tuan dan Nona ...?" tanya Asisten Li


"Mereka ada di depan ..." ucap gugup Veni


"Kenapa kau tidak memanggil nya ..." tanya Asisten Li seraya bejalan mendekati pintu depan.


"Mereka lagi bermesraan,mana berani aku mendekatinya " Ucapan Veni menghentikan langkah Asisten Li.


Asisten Li berdiri mematung di dekat pintu, ia tidak akan bergeming sebelum melihat Tuannya masuk.


'Benar-benar setia ...' bathin Veni saat menatap Asisten Li


Benar saja, beberapa saat kemudian, Tian dan Leona masuk.


"Tian, Nyonya besar dan Tuan besar sudah menunggu anda" ucap Asisten Li saat Tian melihat kearahnya.


"Baiklah ... " Tian pun membawa Leona ke ruang makan.


Sedangkan Asisten Li menarik tangan Veni fan mendudukkan nya di kursi taman belakang, disana juga sudah sedia sarapan pagi, tidak ada bedanya dengan yang ada di dalam.

__ADS_1


"Segeralah makan, kau akan menemani Nona untuk belanja nanti" ucap Asisten Li seraya meletakkan beberapa makanan di atas piring Veni


__ADS_2