![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Leona dan Tian sama-sama terkejut sehingga mereka saling melempar pandangan,
"Ada apa pak?" tanya Leona pada sopir Tian.
"Di depan ada beberapa preman Nyonya" ucap sopir itu.
Terdengar Tian mendengus kesal tangannya mengepal menahan amarah.
ku
"Berapa orang pak?" tanya Leona.
"tiga orang nyonya" ucap sopir itu.
"kau istirahat lah, biar aku yang turun" ucap , Leona pada Tian.
Tanpa mendengar jawaban Tian Leona pun turun dari mobilnya.
namun tidak disangka dia juga ikut turun dari mobilnya.
"apa yang kalian inginkan?" ucap Tian membuat Leona menoleh ke arahnya.
"Kami ingin nyawamu"ucap ketua preman itu.
membuat Tian tertawa.
"Hahahhahah ... ah sial ... kantuk ku hilang karena kalian"ucap Tian.
"Matilah kau ...!!!" Teriak preman itu dengan berlari memegang pisau, yang siap ia arahkan pada Tian.
Tian diam namun saat pisau itu akan mengenai perutnya, tangan nya langsung menahan tangan preman itu dan menyerang balik.
Preman kedua membantu preman pertama, sedangkan preman ke tiga berfikir, jika wanita nya terluka, maka Tian akan lemah.
Membuat Preman ketiga menyerang Leona, tanpa mereka sadari, Leona juga bisa menjaga diri.
Amarah Tian makin menjadi, saat melihat salah satu dari mereka juga menyerang Leona.
Dengan cepat Tian melumpuhkan kedua preman itu, dan Leona juga berhasil melumpuhkan 1 preman.
"Siapa yang menyuruh kalian ...!"ucap Tian mengintimidasi satu preman yang ada dalam cekalannya.
"Katakan ... !!!" bentak Tian lagi saat merkea memilih membisu.
__ADS_1
"Baiklah ... tidak ingin mengaku bukan, akan aku buat kalian mati enggan hidup pun tak nyaman"ucap Tian.
"Ampun ... ampun ... tuan Arsa yang menyuruh kami, ya ... dia yang menyuruh kami untuk membunuhmu"ucap preman itu.
"Bohong ... !!! Arsa tidak akan melakukan hak seperti ini, Tian ... percayalah padaku"ucap Leona.
Leona membela Arsa bukan karena ia masih cinta pada Arsa, tapi ... ia tidak ingin orang yang tidak bersalah mendapatkan hukuman dari Tian.
Tian sejenak menatap pada Leona, apakah kalian berfikir Tian cemburu ...? jelas cemburu ... Tian takut rasa cintanya Leona pada Arsa akan tumbuh kembali.
"Kalian bilang Arsa kan yang memerintah kan kalian, baiklah ... sekarang matilah kau ..."ucap Leona seraya ingin menikam preman yang ada di hadapannya.
"Ah ... jangan Bu ... maaf ... maaf jangan bunuh saya bu ..., saya masih punya anak kecil bu ..., saya akan mengakui, bukan tuan Arsa yang menyuruh kami, tapi Tuan Herman bu"ucap Preman yang ada di hadapannya Leona, yang mana tangan Leona memegang pisau sudah ada tepat di atas perut nya.
Leona bernafas lega, saat preman itu berkata bukankah Arsa yang melakukan hal ini.
Leona mendekati Tian, ia tahu wajah Tian sedang cemburu padanya.
"Jangan cemburu ... aku sudah tidak mencintai nya lagi, hanya saja aku tidak ingin kau menghukum orang yang tidak bersalah, kita akan segera bertunangan ... jangan rusak momen itu"ucap Leona memeluk tubuh Tian.
Sedangkan ketiga preman itu sudah di bawa oleh anak buah Tian yang baru saja tiba.
"Jangan membela pria lain lagi"ucap Tian seraya mengecup kening Leona.
Leona pernah mendengar dari Asisten Li, saat Tian menghukum orang, dan itu sangat mengerikan.
*****
"Arsa ... kau sudah lihat kan ... ? ternyata yang membeli perusahaan mu adalah Tuan Tian dan dihadiahkan untuk Bu Rina, oh astaga ... "ucap tak percaya Dinda.
"Aku sudah menduga itu Din ... saat melihat Nama itu ... itu adalah marga Leona. tapi aku tidak menduga jika Tian bisa mencintai Leona sedalam itu"ucap Arsa dengan senyum penuh luka.
"Aku tahu ... Leona adalah wanita yang istimewa, tapi ... aku tidak menduga, orang sehebat Tian bisa mencintai seseorang tanpa melihat masa lalunya, sesempurna itukah Tian menjadi lelaki?"ucap Arsa pada Dinda.
"Ya ... aku belum pernah mendengar gosip tentang nya selama ini, dan kau tahu ... kabar kedekatan nya dia dan Nona Angelina adakah setingan, hanya untuk merahasiakan keberadaan Bu Leona, Arsa ... apakah kau sudah rela melepas kan Bu Leona?"tanya Dinda.
"Rela tidak rela ... Leona sudah terlepas Din ...dan juga sekeras apapun aku berusaha dia tidak akan pernah bisa kembali, jadi ... merelakan nya adalah jalan terbaik agar hatimu juga damai, apalagi melihat ia begitu di cintai oleh Tian"ucap Arsa.
"Kau yang sabar, jika kau benar-benar berubah, tuhan tidak akan diam, ia akan membantumu bangkit, tapi ingat ... sadar dan jangan kembali pada jalan pengkhianatan"ucap Dinda.
Terlihat Arsa yang tertawa renyah bersamaan dengan tawanya Dinda.
*****
__ADS_1
"Sial ... hanya menghadapi satu orang mereka gagal?"ucap pamannya Arsa.
"Tuan ... Nona Leona juga jago berkelahi"ucap Preman yang hanya melihat kejadian itu dari jauh.
"Apakah mereka menyatakan kalau yang ada di balik semua itu adalah Arsa?"tanya paman nya Arsa.
"Iya Tuan, tapi ... Nona Leona tidak percaya, sehingga Nona Leona seakan ingin menikam jambrut, terpaksa Jambrut membuka mulut nya kalau Tuan lah dalang dari semua ini"ucap preman itu.
"Ah sial ... kalian bodoh ... bodoh ... bodoh ..."ucap Pamannya Arsa lalu pergi meninggalkan anak buahnya itu, ia bersiap untuk segera pergi meninggalkan kota ini.
Tidak akan menutup kemungkinan, Tian akan mencarinya.
"Papa mau kemana ... ?"tanya sang istri saat melihat sang suami keluar kamar dengan membawa koper.
"kita sudah tidak aman mah ... kita harus pergi dari kota ini untuk sementara waktu"ucap paman nya Arsa.
"Lah memang nya kenapa pa ... ?"tanya istrinya yang tidak tahu tentang penyerangan itu.
"mama tidak usah banyak nanya, kalau mau ikut ayo ... kau tidak mau ikut ya sudah papa saja yang pergi"ucap pamannya Arsa.
Namun saat dia masih berdiri menunggu sang istri, Beberapa anak buah Tian langsung masuk kedalam rumah nya, dan membawanya secara paksa.
*****
"Akan ku siapkan air hangat dulu untuk mu setelah itu istirahat lah"ucap Leona.
"Oh iya ... kau sudah sarapan ...?"tanya Leona.
"Sudah"jawab Tian Seraya tersenyum pada Leona.
Leona pun menuju kamar mandi menyiapkan air hangat, sedang kan Tian masih sibuk dengan ponselnya, entah apa yang di lakukan Tian, tapi raut wajahnya seakan menahan kekesalan yang sangat teramat.
Saat Tian baru saja meletakkan ponselnya di nakas, Leona keluar dari kamar mandi dan menghampiri nya.
"Biar ku bantu"ucap Leona seraya membuka kan kancing baju Tian, Tian menatap Leona dengan Begitu lekat.
Lalu Tersenyum saat melihat Leona tersenyum padanya.
"Sudah ... sana mandilah"ucap Leona seraya membawa pakaian kotor Tian.
"Tidak sekalian di mandiin nih?"goda Tian saat sudah mau sampai di pintu kamar mandi.
"Saat sudah Sah, baru ku akan bantu"jawab Leona dwngan senyum menggoda nya.
__ADS_1