![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Kini pandangan Leona selalu tertuju pada arah Arsa, Dinda mamanya Arsa dan juga Papanya Arsa.
Ada kehangatan saat mamanya Arsa tersenyum pada Leona.
senyum yang tidak pernah Leona lihat semenjak menjadi menantunya.
Leona membalas senyuman itu bersamaan dengan jatuhnya air mata.
Akhirnya kini Leona dan Tian sampai di tempat yang sudah disediakan.
mereka kini menjadi pusat perhatian karena menjadi pengantin yang tercantik dalam tahun ini.
Terlihat senyum Tian mengembang saat melihat sosok yang begitu ia nantikan kini telah hadir di hadapannya.
orang yang pertama kali naik ke atas panggung adalah asisten Li.
"Selamat tuan muda, Selamat untuk pernikahan Tuan" ucap asisten Li
"Terima kasih Li, tanpamu aku tidak akan bertemu dengannya"ucap Dian Seraya memeluk asisten Li.
Tian dan Leona kini menyalami kedua orang tua Tian,Lalu menyalami Ibunya Leona, sarung tangan yang kini melindungi tangan Tian dari sentuhan wanita lain, membuatnya merasa aman.
Kini kedua orang tua Arsa menaiki panggung dimana Tian dan Leona berdiri.
"Leona ... "ucap Mamanya Arsa.
"Mama ..."ucap Leona.
Maafkan Mama ... maafkan mama karena menjadi mertua yang buruk, maafkan mama karena selalu menilai rendah dirimu, dan terimakasih karena kamu masih menyelamatkan Arsa dari fitnah pamannya"
"Maafkan Leona juga Ma ... terimakasih karena kalian sudah hadir"ucap Leona.
"Semoga kau selalu di beri kebahagiaan nak ... maafkan papa karena tidak bisa menjadi mertua yang baik"
"Papa adakah mertua yang terbaik, jaga kesehatan papa ... "ucap Leona.
Mamanya Arsa memeluk Leona dengan begitu tulus, Tian mengamati wajah istrinya yang terlihat begitu bahagia.
Apakah sebahagia ini melihat orang yang kita cintai bahagia.
Tian tersenyum dengan tangan terus menggenggam tangan Leona.
Orang Tua Arsa sudah turun dan kini giliran Arsa dan Dinda yang naik.
"Bu Leona masih ingat saya ... ?"tanya Dinda.
"Ya ... kamu adalah Dinda kan ... terimakasih karena sudah datang"ucap Leona dengan sumringah.
__ADS_1
"Selamat ya bu ... semoga ibu selalu bahagia dan segera di beri momongan "ucap Dinda yang membuat perhatian Tian teralih kan ke arah nya.
"Terimakasih ... "hanya itu yang Leona katakan.
"Na ... selamat ya ... "ucap Arsa.
"Terimakasih Arsa ... "jawa Leona dengan membalas senyuman Arsa.
Leona berusaha mengalihkan pandangannya saat Arsa terus menatap nya.
Merasakan ketidak nyamanan Leona, Dinda segera menarik tangan Arsa untuk turun.
"Cih ... kenapa kau menatap bu Leona Dengan begitu? Apa kau ingin Tian mencungkil matamu itu" ucap Dinda kesal.
"kau benar ... aku sudah tidak punya hak untuk menatapnya, Dinda aku benar-benar menyesali karena telah membuatnya terluka" ucap Arsa Seraya meneguk segelas minuman yang baru saja ia ambil.
"Sudahlah ... lupakan masih banyak wanita yang bisa kau nikahi kan" ucap Dinda dengan sekenanya.
"Tapi tidak akan ada wanita yang akan menjadi istri sebaik Leona"ucap Arsa dengan bibir bergetar.
"Jika kau ingin istri yang baik, maka berubahlah menjadi yang baik, jika kau ingin Istri setia maka kau belajarlah untuk setia, paham kan" ucap Dinda.
"Kau selalu benar ... lihatlah ... sekarang Leona terlihat lebih cantik dari sebelumnya, padahal perpisahan itu hanya beberapa bulan yang lalu"ucap Arsa seraya memandang ke arah Leona dan Tian.
"itu karena Tuan Tian melimpahkan kebahagiaan dan mengutamakan senyuman Ibu Leona, makanya wajah Ibu Leona terlihat lebih ih cantik dari sebelumnya"ucap Dinda ceplas-ceplos.
Namun betapa terkejutnya Dinda saat melihat Arita yang datang dengan mantan kekasihnya, apakah mereka juga di undang ...? begitulah pertanyaan yang ada di fikiran Dinda.
Sedangkan Leona gantian kini turun untuk berbaur dengan para tamu petinggi.
namun saat Leona melihat ibu Tantri ia meminta izin untuk menghampiri Bu Tantri.
"Mmmm ada Bu Tantri bolehkah aku mendekatinya?"tanya Leona pada Tian.
"Li panggilkan Bu Tantri kemari, biar dia yang datang ke sini"perintah Tian pada asisten Li.
"Baik Tuan"ucap Asisten Li.
"Biar saya saja Tuan, anda pasti kelelahan"ucap Veni mengikuti langkah Asisten Li.
"Nona Veni saya baru tahu kalau anda perhatian denganku" goda asisten Li pada Veni.
"Siapa juga yang perhatian dengan anda ... saya ... saya cuma tidak tega aja melihat anda yang kelelahan" ucap gugup Veni.
"benarkah begitu Nona Veni ... ?" Li makin menggoda Veni karena gemas melihat raut wajahnya yang sudah memanyunkan bibirnya
"Selamat datang Bu Tantri ... " sapa Veni bersamaan dengan Asisten Li.
__ADS_1
"Terimakasih Tuan Li ... Hai Ven... "sapa Bu Tantri.
"Anda datang lah ke Nona Leona, beliau merindukan anda" ucap Asisten Li.
"Ah iya ... aku baru saja ingin mendatangi nya" ucap Bu Tantri.
"Mari silahkan Bu ... kami sangat merindukan Ibu"ucap Veni.
"Ah jangan panggil Ibu lagi, panggil saja Tantri ... sekarang jabatan kalian lebih tinggi dari ku" ucap Bu Tantri.
"Tapi bagi kami Bu Tantri adalah panutan kami" ucap manis Veni.
Bu Tantri pun kini menerima pelukan dari Leona.
"Bagaimana kabar bu Tantri? terima kasih atas semua yang Ibu lakukan untuk saya selama ini, tanpa ibu ... aku juga tidak akan mengenali Tuan Tian "ucap Leona.
"Asisten Li ... naikkan jabatan Bu Tantri besok"ucap Tian saat melihat kebahagiaan Leona dengan memeluk Bu Tantri.
"Baik Tuan" hanya kata itu yang selalu Asisten Li keluar kan.
Terlihat Leona tertawa mendengar cerita ke irian beberapa karyawan saat mendengar kalau Leona menikah dengan Tian.
"Semoga selalu bahagia ya Na ... kau berhak bahagia setelah luka yang kau rasakan"ucap Akhir Bu Tantri.
"Bu Tantri tidak perlu khawatir ... Leona adalah perioritas ku saat ini, kebahagiaan nya adalah yang utama bagiku, terimakasih karena sudah menjadi atasan yang baik untuk istriku, kau alan mendapatkan hadiah besok" ucap Tian tiba-tiba dari arah belakang Leona.
"Tuan Tian ... terimakasih sebelumnya, Leona adalah karyawan yang baik dan cerdas, tanpa bantuan saya pun dia akan menjadi karyawan terbaik"ucap sopan Bu Tantri.
"Istriku memang yang terbaik Bu ... silahkan nikmati pesta nya, Istriku harus istirahat"ucap Tian sopan.
Leona tidak menolak ajakan Tian, sudah cukup kebahagiaan yang Tian berikan, mematuhinya adalah tugasnya saat ini.
Beberapa hari ini sudah banyak kejutan yang Tian berikan padanya, malam ini ia juga mendatangkan keluarga mantan suaminya, itu adalah hal yang tidak akan pernah orang lain lakukan.
"Kau jangan sampai kelelahan, kita istirahat saja, biarkan mereka menikmati pestanya"ucap Tian pada Leona.
"Baiklah ... Veni ... bagaimana dengan nya?" tanya Leona.
"kau selalu mencemaskan sahabat itu ya ... dia sudah besar dia bisa menjaga dirinya sendiri" ucap Tian.
namun saat Leona dan Tian menaiki tangga menuju kamarnya, tiba-tiba tangan Tian ditarik oleh seseorang.
Membuat Leona dan Tian berhenti seketika.
Betapa terkejutnya Leona saat melihat diapa yang telah menyentuh tangan Tian.
"Arita" ucap Lirih Leona
__ADS_1