![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Terlihat pintu gerbang yang begitu tinggi, mobil yang Leona dan Tian pakai tiba terlebih dahulu, di susul oleh mobil Alan.
Saat mereka turun dari mobil, sudah ada beberapa pembantu dan beberapa orang yang menyambut kedatangan mereka.
Sosok mungil langsung berlari, Tian sudah siap dengan sarung tangan nya, namun ... perkiraan nya salah,Mora berlari bukan ingin berpelukan dengannya, tali dengan sosok wanita yang semakin terlihat keren di samping Tian.
"Selamat datang kakak ipar, bagaimana kabarnya ... apakah kakak ku tidak menyiksamu setiap malam ... ?" tanya Mora yang membuat Leona malu sendiri, tentu ... Leona faham dengan pertanyaan semacam itu
"Apa yang kau tanyakan, yang ada kakak yang selalu dia siksa"timpal Tian.
Membuat Leona semakin malu.
"Benarkah ... ? Waw ... berarti kakak ipar sangat hebat, nanti ajari Mora ya ... ?" ucap Mora dengan berbinar, Tian terbelalak saat mendengar Mora minta di ajarin.
"Mora ... sudah ... jangan goda kakak-kakak mu lagi, ayo bawa mereka masuk"ucap Maminya Tian.
"Hehehhe ... jangan harap kakak lepas dariku nanti ya ... , ayo masuk" ajak Mora pada Leona.
Semuanya pun ikut masuk, Leona duduk di samping Maminya Tian, namun ... Tian mengambil tangannya dan membawanya duduk di sampingnya.
"Tian, dia menantu Mami ... "ucap Maminya Tian
"Dia istriku Mam" balas Tian tanpa menghiraukan Mami nya.
Semuanya tertawa melihat tingkah Mami nya Tian, namun ... tawa mereka terdiam sat melihat kedua sosok yang turun dari tangga, ya ... dia adalah Papinya Tian dan juga Omnya Tian.
Pandangan kedua pria itu sama-sama tertuju pada sosok yang ada di sampingnya Tian
Omnya Tian melihat kearah Papinya Tian, yang mana Papinya Tian langsung mengangguk kan kepalanya, seakan mengerti apa arti tatapan itu.
Kedua lelaki itu pun duduk di sofa ruang tamu, tidak butuh waktu lama, mamanya Mora keluar dari arah dapur dengan beberapa pelayan, mereka menyuguhkan beberapa makanan dan juga minuman.
"Sayang,kenalkan ini Om nya Tian, dia bernama marcel dan ini istrinya tante Devi" ucap maminya Tian pada Leona
Leona berdiri dan membungkuk kan tubuhnya memberi hormat dan salam pada kedua orang tua itu.
"Salam Om, Tante ... saya Leona ... " Tian menarik tangan Leona yang mana Leona langsung terduduk.
"Aku sudah mengatakan padamu, tidak usah tunduk di hadapan orang lain kecuali padaku" Tian berkata dengan pandangan tertuju ke arah Om nya.
"Bukan kah begitu Om ... ?" tanya Tian
"Suamimu benar, cukup tundukkan kepala pada suami mu" Marcell menatap kearah Tian.
Itu adalah hasil didikan Marcel pada Tian.
"Acaranya akan di adakan di Hotel The Savoy, semuanya sudah siap, kalian akan menikmati pemandangan sungai Thames yang menakjubkan" ucap Om Marcell pada semua orang.
__ADS_1
Tentu itu membuat Veni terbelalak bahagia.
Ternyata Hotel The Savoy adalah tempat yang paling Veni impikan saat menginjak kan kaki di sini, namun ... ia takut untuk berkata jujur.
Asisten Li melihat raut wajah berbinar itu, ia juga ikut tersenyum, nyatanya ... Asisten Li lah yang merekomendasikan tempat itu lada Om Marcell.
Setelah berbicara perkenalan yang sederhana, Mereka semua kini sudah menuju ke Hotel itu.
Semuanya sudah di siapkan, mulai dari tempat mereka akan bermalam.
Di hotel itu semua fasilitas sudah lengkap, mulai dari Bar,dan restoran yang terkenal.
Di sana terkenal dengan makanan Seafood terbaik.
*****
"Kamila ... aku ingin kau bertemu seseorang hari ini"ucap Arsa
"Siapa ... ?"
"Adikmu ... tapi ... aku akan melakukan tes DNA untuk memastikan apakah kalian benar-benar adik-kakak"ucap Arsa.
Air mata Kamila terjatuh tanpa di rasa, apakah benar ... Arsa tahu akan adiknya, bagaimana keadaan nya, Kamila berharap, dia hidup jauh lebih baik darinya.
Karena itulah harapan Kamila saat membawa adiknya pergi dari rumah bordil itu.
Kamila banyak diam selama di perjalanan, namun airmatanya terus menetes, ia abai kalau dalam pangkuan nya ada Laksya.
"Sudah, jangan menangis, kasihan Laks"Ucap Arsa
"Apakah kehidupan adikku berjalan dengan baik ...? dia pasti berkumpul dengan.krang baik kan ... ?" tanya Kamila.
"Papanya adalah orang yang sangat baik, sangat baik" hanya itu yang Arsa katakan.
*****
Kamila menatap adiknya yang kini berdiri di hadapan nya.
Arita terkejut dengan kedatangan nya, ia menatap Arsa meminta penjelasan nya.
"Dia saudaramu ... " Arsa berkata dengan mata yang berkaca
"Namun ... jika ingin memastikan, kita akan melakukan tes DNA " Arsa menatap kedua wanita yang ada di sampingnya.
"Kakak ku ... ?" ucap Arita gugup
Kamila langsung memeluk Arita, ia menangis apalagi melihat keadaan Arita saat ini.
__ADS_1
Kenapa kehidupan kotor itu terus mengikuti keluarga nya, Kamila semakin membenci ibu fan keluarga nya, Karena mereka anak-anak nya harus menanggung derita.
"Kau akan sembuh dek, kakak di sini sekarang, kakak kakak merawat mu sampai kau sembuh, kita sudah berpisah lama, kakak tidak ingin berpisah lagi dengan mu, kakak akan merawat mu sampai kamu sembuh, Tuan ... bisakah aku merawat adikku ... ?" Kamila berkata sambil menatap Arsa dan Candra bergantian.
*****
Malak telah tiba ... banyak para tamu yang datang, tentu ... pernikahan ini akan menjadi pernikahan yang paling termegah dalam tahun ini
Leona sudah terlihat begitu cantik dengan balutan gaun pengantin, sedangkan yang lainnya sudah memakai seragam yang sudah di rancang sendiri oleh Marissa.
Tema Gold yang kini telah mewarnai ruangan dan pakaian mereka.
Senyum Tian terus berkembang kala melihat wajah Istrinya yanng menuruni tangga.
Semua mata menatap pengantin perempuan yang bagaikan bidadari turun dari kayangan.
Tian mengambil tangan Leona yang sedari tadi di pegang oleh Veni sebagai pendamping.
Kedua pengantin yang terlihat begitu serasi kini bejalan menuju tempat yang sudah disediakan.
Leona tidak ada hentinya memberikan senyuman nya pada semua lara tamu.
"Menantu mu sangat cantik, Tian sangat beruntung" ucap Mamanya Mora.
"Bukannya terbalik ya, Leona yang beruntung mendapatkan putraku " Maminya Tian tertawa saat berkata.
"Kau masih terus saja membanggakan putra mu, aku sudah tahu ... kalau wanita itu sempat menolah Tian kan ... alah ... kau saja yang pura-pura lupa" cebik Mamanya Mora.
Namun candaan mereka terhenti kala pandangan mereka melihat kearah Leona.
Leona seakan memegang kepalanya berulang kali.
"Sayang, kau tidak apa-apa kan ... ?" tanya Tian saat melihat istrinya berulang kali memegang kepalanya.
"Tidak apa-apa, hanya sedikit pusing" jawab Leona.
Namun ... Gubrak ....
Leona terjatuh pingsan tanpa Tian bisa menangkap tubuhnya.
Leona terjatuh kelantai, Tian langsung terduduk lemas di samping Leona seraya menyuruh Li untuk menyiapkan mobil.
Tian menangis berteriak agar Leona sadar, Tian terus menggendong nya, banyak para tamu dan media uang memberitakan hal itu.
Assalamualaikum Semua nya, mampir ya kak ke karyaku yang Kanaya Gadis Culun Jadi Primadona, masih ada 3 bab, belum di terus kan karena menunggu arahan dari editor, mohon dukungannya like komin nya ya kak, karena pertama kali ikut Event.
__ADS_1