Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 293


__ADS_3

Malam telah tiba, Tian dan Leona sudah siap untuk menuju ke rumah Candra, Papa Darrel tidak bisa ikut karena kakinya yang sakit, Sehingga harus Tian sendiri lah yang menjadi wali Joe. Sedangkan Asisten Li juga sudah menunggu di ruang bawah.


"Maafkan Ayah, Bukannya Ayah tidak ingin ikut" ucap Tuan Darrel dengan bibir yang pucat


"Tidak apa-apa Ayah, kesehatan Ayah, jauh lebih penting, Ibu ... titip Ayah " ucap Leona


"Is ... kamu ini ... Pergilah, salamkan pada Tuan Candra dari Ibu dan Ayah" ucap sang Ibu


"Baik, Bu. Kalau begitu ... kami pamit dulu" ucap Leona dan Tian.


Akhirnya malam ini, Tian dan Asisten Li bersama pasangan nya, menuju ke rumah Tian Candra.


"Li, kenapa kau dari tadi diam?" tanya Tian pada Lihaonan


"Tuan, Saya hanya cemas saja, adik saya tidak memiliki apapun dan siapapun dalam hidupnya saat ini, hanya tersisa saya, Saya hanya tidak tahu apa yang harus saya berikan dan saya lakukan untuknya, Tuan ... saya hanya merasa tidak pantas" ucap Li dengan jujur


"Apa yang kau katakan, Joe adalah orang ku, yang berarti dia juga tanggung jawabku, Dia tidak sendiri, dia malah lebih punya segalanya. Paman juga tidak akan meninggalkan dia, kau tahu ... di balik kemenangan paman ada jasa Joe di situ, sama seperti kamu, yang selalu ada untukku, Terima kasih Li" ucap akhirnya Tian pada Li. Leona dan Veni yang mendengar ucapan kedua lelaki yang mereka cintai, hanya bisa diam dengan kekaguman mereka.


'Karena itulah, aku mencintaimu Tian, Bulan karena hartamu ... aku ada di sampingmu, bukan karena tampang mu aku memujamu, tapi karena sikapmu, aku luluh. Kau pemimpin dalam keluarga ku, Aku mencintai mu Tian Alvaro' bathin Leona


'Tak perduli orang berkata apa tentangmu, aku tetap mencintaimu, meskipun banyak orang berkata, kau bagaikan beruang kutub, tapi bagiku kau adalah pangeran kodok ku' bathin Veni yang tersenyum menatap Lihaonan di sampingnya.


Tanpa mereka sadari, mereka pun sampai di depan rumah Tuan Candra. Tua Candra yang memang kedatangan tamu, kini membukakan pintu, betapa terkejutnya Candra saat melihat siapa yang datang.


"Tuan, kalian ... silahkan masuk ... silahkan masuk" ucap Candra dengan wajah terkejut.


'Ada apa ini, kenapa Tuan Tian malah datang malam-malam seperti ini' bathin Candra seraya mengekori langkah mereka dan menyuruhnya duduk, Seketika tamu Candra berdiri dari duduknya, Ya ... Arsa dan Kamila lah tamu Candra malam ini.


"Silahkan duduk Tuan, Nona" ucap Candra canggung


:Kalian duduklah juga, Kebetulan jika kalian juga ada disini" ucap Tian menatap kearah Arsa yang juga dengan ekspresi terkejut. Leona yang tersenyum kearah Kamila membuat ketakutan Kamila berkurang. Akhirnya semuanya pun duduk dengan suasana menegangkan.


Tidak ada suara sedikitpun, Laksya juga dalam keadaan tidur.


"Silahkan diminum Tuan" ucap Candra saat pembantu nya sudah menghidangkan minuman dan cemilan di atas meja.

__ADS_1


"Bagaimana pekerjaan mu, Tuan Candra?" tanya Tian


" Semuanya berjalan lancar dengan bantuan Tuan" ucap Candra


" Kalau kau Tuan Arsa?" tanya Tian seraya melihat kearah mantan suami istrinya


"Semuanya lancar Tuan" ucap Arsa


"Kalian jangan canggung begitu padaku, santailah ... sebentar lagi kita akan menjadi keluarga " ucap Tian yang semakin membuat Candra dan Arsa terkejut dan bingung


"Lihaonan duduklah dan katakan tujuanmu" ucap Tian pada Asisten Li yang mulai dari tadi berdiri di belakang Tian, sedangkan Veni duduk dengan Leona


Asisten Li pun menunduk kan kepalanya pada Tian dan Candra tapi tidak untuk Arsa ya ...


"Salam Tuan Candra, Kedatangan saya kemari ... untuk melamar Dinda " ucap Asisten Li yang membuat Candra terkejut tapi bibir nya tersenyum


"Ya .. melamar Dinda untuk adikku Joe" imbuh Asisten Li, ada ketegangan dalam setiap perkataan Asisten Li


namun ... Asisten Li berusaha tidak gugup


"Kami sebagai wali dari Joe ingin meminta restu dari Tuan Candra" ucap Tian akhirnya buka suara.


Terlihat mata Candra berkaca dan bibir nya tersenyum


"Tuan, suatu kehormatan jika putri saya bisa menjadi wanita pilihan Tuan" ucap Candra sebagai jawaban bahwa ia setuju dengan lamaran itu


"Jadi ... ?"


"Saya menerima lamaran itu, Tuan" jawab Candra sumringah


"Dinda dan Joe sudah lama menjalin hubungan, dan sekarang mereka memutuskan untuk meresmikan hubungan mereka, saya sangat bahagia mendengar hal itu Tuan" ucap Candra


Tian tersenyum begitu juga dengan Asisten Li, meskipun senyuman nya kaku, tapi itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.


Perbincangan mereka pun terjadi, bahkan Arsa juga ikut berbaur, sedangkan para wanita berbicara dengan sesama wanita, dengan di temani neneknya Dinda

__ADS_1


'Tebakanku benar, Dinda. kau masuk dalam keluarga mereka, aku bahagia untukmu, bidadari kecilku' bathin seraya mengusap matanya yang mulai berkaca.


"Ini bukan tunangan, tapi langsung pernikahan" ucap Tian memutuskan


"Lah kok begitu?" tanya Leona


"Sayang ... mereka pacaran sudah lama, tidak butuh waktu untuk saling kenalan lagi, buang-buang waktu, Apakah kau tidak lihat, kalau tuan Candra sudah tidak sabar ingin emniman cucu" goda Tian pada Candra, disitu lah, Arsa melihat jiwa humoris dari seorang Tian. Tentu lamaran yang di bawa Asisten Li dan Tian sudah sampai pada telinga Dinda dan Joe


"Selamat ya ... akhirnya kalian mau nikah juga, ayo taruhan siapa dulu yang hamil nantinya" ucap Alan dengan bodohnya


"ya elah ... ini hanya lamaran bukan nikah, sedangkan kamu ....? udah berapa bulan ? baru keluar kamar lagi, " ucap Joe yang disertai tawaan oleh Marissa dan Dinda


"Selamat ya, akhirnya diantara kita sudah tidak ada yang jomblo, kalian akan tinggal di sana ya ... lalu kami ....hanya bersama kak Galla disini" ucap sedih Marissa


"Bukan kah kalian menjodohkan papa kita dengan Mama nya kakak Angelin? siapa tahu mereka jodoh, dan kita bisa tinggal bersama " ucap Dinda yang semakin membuat suasana rame dengan candaan mereka.


"Wajahmu sudah benar-benar sembuh kan?" tanya Joe


" Sudah, jangan cemas, lihatlah hanya sisa merah dikit banget" ucap Dinda seraya menunjuk kan pipi nya


"Untunglah kalau begitu" jawab Joe


"Kenapa takut jelek ya .. ?" tanya Dinda


"Bukan! kalau Papa Candra tahu, bisa gagal nikah aku, karena gak bisa jagain kamu" ucap Joe dengan terkekeh membuat yang lain tertawa kembali .


*****


Malam semakin gelap, Akhirnya Tian dan yang lainnya pamitan untuk pulang.


"Tuan Arsa, ingatlah datang, jangan buat sahabat mu itu kecewa" ucap Tian yang tahu persahabatan antara Arsa dan Dinda


"Pasti, Tuan. Saya dan keluarga pasti akan datang, terimakasih atas undangan nya" ucap Arsa


Lanjut besok pagi ya kak, maaf sibuk dunia nyata kak. Detik -Detik pernikahan Joe dan Dinda

__ADS_1


__ADS_2