![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Dinda menarik tangan Arsa saat Arsa masih mematung memandang Leona.
"Udah ayo ... Kau tidak lihat apa tatapan Tuan P
Tian, ingin kau di buat mati berdiri di sana" ucap Dinda Seraya menarik tangan Arsa.
Arsa melangkah karena tarikan tangan Dinda yang semakin membuat nya terlalu jauh.
"Jangan terlalu emosi padanya, aku sudah tidak ada perasaan terhadapnya"ucap Leona mengelus tangan Tian.
"Tapi aku yang emosi, karena melihat nya aku mengingat bagaimana kau menangis saat itu ... !" geram Tian.
"Tidak baik menyimpan hal yang menyakitkan, aku malah berterima kasih, karenanya ... aku bisa bertemu dengan mu, mendapatkan perhatian darimu, tentu mendapatkan lelaki hebat seperti mu, hanya kamu dan kamu di hatiku"Ucap Leona yang kini ada dalam pelukan Tian.
Tian mengecup pucuk kepala Leona, dan berjalan sambil tubuhnya merengkuh tubuh Leona.
Seiring nya waktu detik berlalu ... Veni tak kunjung kembali ke tempat nya.
"Lihaonan ... kau yakin tidak melihat Veni ...? ponselnya gak aktif juga"Leona berkata dengan nada cemas.
Asisten Li pasalnya kini langsung berdiri karena terkejut dengan ucapan neona.
"saya akan mencarinya Nona "ucap asisten Li yang langsung meletakkan ponselnya di dalam sakunya.
Saat Asisten Li hendak keluar dari ruangan nya, Tian datang, sehingga membuat langkah Asisten Li terhenti.
"Pergilah ... kau telah bersalah padanya, Li ... ku bebas kan kau dari tanggung jawab mu terhadap ku"ucap Tian yang mana langsung membuat kaki Asisten Li ambruk, seakan kekuatan yang ia jaga selama ini hilang seketika.
Tian dan Leona terkejut dengan apa yang terjadi pada asisten Li.
"Kenapa Tuan ... apakah saya melakukan kesalahan? apakah cara kerja saya tidak memuaskan Tuan? apakah ... lalu ... dimana kesalahan saya Tuan?"ucap gugup Asisten Li.
Tian berjongkok mensejahterakan tubuhnya dengan tubuh Asisten Li.
"Bangunlah ... jangan membuat aku terlihat kejam di mata istriku" ucap Tian seraya mengangkat tubuh Asisten Li.
Leona mendekati Tian yang sudah memberi kode padanya.
__ADS_1
"Kau tidak melakukan kesalahan, Liohan ... aku sudah bahagia bersama Leona, kau juga harus memikirkan kebahagiaan, carilah bahagia mu ... kejarlah impianmu, kau akan tetap menjadi Asisten ku, tapi hanya dalam pekerjaan"ucap Tian.
"Tidak Tuan, kebahagiaan kalian belum lengkap, aku akan tenang jika anda dan Noja sudah memiliki keturunan sesuai dengan keinginan kakek, itu adalah sumpah saya Tuan" ucap Asisten Li dengan tegas.
Leona menatap Asisten Li dengan haru yang mendalam.
Sedalam itukah kesetiaan seorang bawahan, sehingga dia rela tidak memikirkan kebahagiaan nya sendiri hanya demi kebahagiaan atasannya?
"Baiklah ... kalau begitu, ku tugaskan kau menemukan sahabat istriku, dan buat dia tersenyum saat sampai di sini" ucap Tian Seraya menepuk pundak Asisten Li.
"Akan saya laksanakan Tuan, kalau begitu ... saya pamit Tuan ... Nona"ucap Asisten Li seraya menundukkan tubuhnya.
Asisten Li pun berlalu dari hadapan Leona dan Tian.
"Kau sangat beruntung sayang ... ada Asisten Li di sisimu, seseorang yang tidak akan mengkhianati mu, orang yang benar-benar setia padamu, tapi ... buatlah dia juga mempunyai kebahagiaan seperti kita" ucap Leona menyandarkan tubuhnya ke tubuh Tian.
*****
"Kenapa kau melamun terus, udah lah Arsa ... move on ... kau yang sudah melukai hatinya, seharusnya kau berfikir sebelum melakukan kesalahan itu, iss ... percuma tau ... !"ucap kesal Dinda saat melihat Arsa masih termenung.
Arsa tersenyum mendapati expresi Dinda yang menurutnya menggemaskan.
"Pasti ... pasti akan selalu ku doakan, agar supaya para readers tidak menyangka kita jadian terus oke ... !" ucap Dinda membuat lingkaran dengan jari jempol menempel ke jari telunjuk nya.
Arsa dan Dinda pun melakukan perjalanan yang bisa di sebut lumayan jauh, hingga tanpa sadar Dinda ketiduran, Arsa mengamati wajah Dinda.
Aku tidak akan mungkin menaruh hati pada mu Din ... aku akan mengunci hati ini, aku tidak mau persahabatan kita hancur hanya karena cinta yang tak pasti.
Arsa tersenyum pada Dinda, entah kenapa ada rasa namun bukan rasa ingin memiliki, hanya t
*****
"Arita makanlah ... kau belum makan sedari tadi" ucap neneknya Arita.
"Nanti saja, nek ... kalau Arita lapar, arita akan makan juga kok"ucap Arita seraya terus menatap jendela.
..."Nek, Apakah papa menyayangi ku ... ? Apalagi saat papa tahu kalau Arita bukanlah anaknya, papa pasti lebih tidak menyayangi ku"ucap Arita dengan pandangan yang kosong....
__ADS_1
"Siapa yang bilang, kau jangan berkata seperti itu, meski dari dulu papamu jarang berbicara padamu, tapi dia begitu peduli padamu, sekarang kau dan papu semakin dekat, gunakanlah kesempatan ini, Nak" ucap Neneknya Arita.
"Udah terlambat,Nek ... papa pasti sudah tahu siapa anak kandungnya, dan ... Arita ... akan malin terabaikan ... " ucap Arita seraya menenggelamkan wajahnya di antara kedua lutut yang ia tekuk.
Nenek nya mengelus kepala Arita, sakit yang Arita rasakan entah kenapa seharian ini Arita tahan, bahkan ia tidak meringis sama sekali.
Tatapannya selalu kosong, dia selalu diam di ranjang, tak pernah turun, jarang makan dan minum.
"Papa tambah tidak perduli sama Arita, Nek" ucap Arita masih menenggelamkan wajahnya.
"Sayang ... 18 tahun hampir 19 tahun kamu bersama kami, rasa sayang dan perduli itu pasti ada, Nak"ucap Neneknya Arita.
"Arita ... semangat lah, kau masih ounya Nenek yang akan selalu menemani mu, menjagamu dan berada di sisimu"
"Nek, ... apakah Arita masih bisa berubah ... ? Apakah masoh ada kesempatan itu Nek ...?"tanya Arita dengan mata sembab, bibir pucat.
"Kesempatan itu selalu ada untuk orang yang ingin berubah sayang, dan itu juga berlaku untukmu, asal satu kau harus benar-benar berubah, tidak boleh lagi berbohong seperti kemaren, jika sekali masih bisa di maafkan tapi ... berbohong berulang kali, maka akan sulit di percaya lagi, Nak"ucap Neneknya Arita.
Arita langsung memeluk nenek nya, menangisi akan kehidupan nya.
Apakah Arita benar-benar menyesal ... ?
Saat Arita dan Neneknya masih berpelukan, Ada suara yang terdengar, sehingga mereka berdua melepaskan pelukannya.
"Papa ... "ucap Arita saat melihat papanya yang melintas di depan kamarnya, kebetulan kamarnya Arita tidak ditutup.
Tuan Candra menghentikan langkahnya, ia menoleh ke arah kamar putri nya, awalnya ia ingin sekali langsung menuju ke kamar nya, tapi ... melihat kondisi Arita, Akhirnya Candra pun masuk kedalam kamarnya Arita.
Neneknya oun berdiri lalu pergi meninggalkan anak dan papa berdua.
"Kau belum makan ... ? kenapa ... ?" tanya Candra seraya membelai kepala Arita.
"Arita minta maaf, karena Arita karir papa hancur, Arita .. Arita apa yang harus Arita lakukan, sekira nya karir papa balik lagi ... ?" ucap gugup Arita.
"Tidak ada, kau salah ... memang kau salah, tapi setiap kesalahan pasti bisa di perbaiki,Nak"
Candra memeluknya putri nya yang semakin hari semakin terlihat kurus.
__ADS_1
"Jangan menangis lagi, papa tidak apa-apa" ucap Candra mengelus kepala Arita.