![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Kini kaki Tian dan Leona sudah menapaki Negara kelahiran Tian, Leona dan Tian sama-sama memakai kaca mata hitam, tangan Tian selalu menggenggam tangan Leona.
Berjalan tanpa melepaskan pegangannya.
"Mari Tuan " ucap sopir yang sudah menunggu Tian
Tanpa menjawab, Tian membuka kan pintu untuk Leona, memastikan Leona sudah ada di dalam, Tian pun juga ikut masuk, dengan sopir yang membuka kan pintu untuknya.
"Iya Mam ... Tian sudah ada di jalan, sebentar lagi juga akan sampai" ucap Tian
"Menantu Mami ikut kan ... ?"tanya Sang Mami
"Iya Ikut Mam ... " jawab Tian
"Ah baiklah ... Mami akan menyiapkan makanan kesukaan kalian" ucap Maminya seraya mematikan ponselnya
"Mami bukannya menanyakan aku, dia malah menanyakan mu, anaknya dia aku apa kamu " ucap Tian, yang mana membuat Leona tertawa
"Sayang ... kau cemburu dengan hal itu, tentu Mami menanyakan aku, tadi yang ngobrol sama Mami kan kamu, otomatis kamu ada dan lagi dalam keadaan sehat " ucap Leona
"Sama saja, setidaknya Mami bilang, Sayang ... anaknya Mami masih ganteng kayak dulu kan ... "ucap Tian memeragakan suara Maminya, Tentu Leona semakin tertawa melihat tingkah Tian.
Tanpa terasa mereka pun sudah sampai di halaman rumah Tian.
*****
"Kau yakin Veni dan Li akan menyusul ... ? bukankah kau tadi bilang kalau mereka lagi marahan ... ?" tanya Leona sebelum turun dari mobil
"Sahabat mu itu lucu banget loh, kadang terlihat begitu takut padaku, kadang sok akrab, kau tahu ... saat aku bertanya dia tidur dimana semalam karena ngambek, dia malah dengan berani mengajak ku berbisik, takut Li mendengar katanya hahahhaha" ucap Tian yang tidak bisa menahan tawanya.
"Emangnya Veni tidur dimana ...?"tanya Leona yang juga ikut penasaran
"Li mencari Veni kemana-mana, dia hampir tidak tidur karena mencari nya, bolak-balik ke apartemen baru Veni bahkan ke tempat tinggalnya dulu juga di datangi, gak tau nya Veni tidur di apartemen Li, hahahah lucu kan mereka berdua" ucap Tian, yang mana Leona juga ikut tertawa, karena Veni dan Li menurut mereka adalah pasangan yang langka.
__ADS_1
Veni yang dengan tidak tahu malunya selalu mengatakan hal yang aneh-aneh pada Li, sedangkan Li dengan ke kakuan akut nya, namun mampu membuat si Veni klepek-klepek
Setelah lama mereka tertawa bersama, membuat sang sopir juga ikut bahagia melihat tawa lepas seorang Tian secara langsung, itu menjadi anugerah baginya.
Namun ... tawa mereka terhenti saat ada seseorang yang mengetuk kaca mobil mereka, siapa lagi kalau bukan Nyonya Diana sang Mami Tian.
Kaca mobil itu pun turun, Tian langsung menerima jitakan di kepalanya
"Apakah kalian akan membuat Mami dan Papi menjadi patung duluan baru kalian akan masuk ... ?" ucap sang Mami
"Mami ... kenapa memukul Tian ... ?" tanya Tian
"Masih tanya kenapa ... ? mobil kalian sudah dari tadi berhenti, tapi kalian masih saja di dalam, jangan bilang kalau kalian melakukan hal mesum di dalam mobil ... " ucap sang Mami yang membuat sang sopir ingin tertawa tapi sebisa mungkin ia tahan.
Merasa omongan Maminya udah nyeleneh, Tian segera turun dari mobil dan membungkam mulut sang Mami dengan tangannya.
"Iss ... Mami kalau ngomong masih saja sama, tidak bisa di saring" ucap Tian
"Memangnya kau fikir omongan Mami parutan kelapa yang harus di saring dulu agar menjadi santan yang bagus" ucap sang Mami saat tangan Tian sudah terlepas.
"Tidak, kok Mam ... Tian sangat baik, bahkan menjadi suami luar biasa buat Leona " ucap Leona seraya melepaskan pelukannya
"Baguslah kalau begitu, kalau dia macam-macam jangan kau kasih jatah saja, biar dia tersiksa sendiri " ucap sinis Maminya Tian, seraya melirik kearah Tian.
Mereka berjalan bersama, dengan Maminya merangkul sang mantu, mendengar ucapan sang Mami, Tian hanya bisa berdecak kesal.
"Atau ... kalau bisa ... aku nikahkan saja kau dengan pria tampan disini, biar enak Mami ada temennya " ucap sang Mami
"Mami ... jangan aneh-aneh deh kalau ngomong ... !" ucap Tian yang tidak mau mendengar candaan tentang Leona dengan pria lain
"Makanya ... sering-sering bawa mantuku kesini, jangan gila kerja, Mami juga butuh teman disini, apakah kau sudah kehabisan uang hanya untuk bayar tiket, Mami sudah tua, Mami juga butuh teman disini, Kalian tega sama Mami, membuat Mami rindu pada kalian setiap hari, apakah kalian tega ... ! hiks ... hiks ... hiks " ucap sang Mami nyrocos meluapkan kesedihan nya.
Saat Tian ingin menjawab, Leona menggelengkan kepalanya, isyarat agar Tian tidak mengeluarkan kata lagi.
__ADS_1
"Mami, maafkan kami ya ... "ucap Leona seraya memeluk sang Mami
"kami janji, akan sering mengunjungi Mami dan Papi disini, jika Baby Nathan dan Nala sudah bisa naik pesawat, kasihan kan Mam ... jika mereka di bawa sekarang" ucap Leona seraya masih memeluk sang mertua
"Kamu menantu yang terbaik sayang, janji ya .. kalian akan sering kemari, atau kalian buatlah lagi bayi, Nathan dan Nala biar Mami yang rawat" ucap Sang Mami
"Tidak ... ! sudah cukup 1x Leona hamil, Tian tidak ingin melihat istriku kesakitan lagi " ucap Tian yang langsung menggeleng kan kepalanya saat mendengar sang Mami berkata seperti itu.
"Apa yang Kalian perdebatkan ... ? Mami juga ... anaknya baru datang, bukannya di suguhkan makanan atau minuman, ini malah di ajak berdebat, Tian ... Leona ... jangan hiraukan ucapan Mami kalian, dia begitu karena dia kalah debat dengan Papi tadi " ucap sang Papi yang turun dari tangga rumahnya, dan mendekati ketiga manusia yang beda expresi.
"Papi" ucap Tian memeluk sang Papi
"Bagaimana kabar anak-anak mu ... ?"tanya sang Papi melepas kan pelukan nya
"Mereka sehat Pi, hanya saja ... akhir-akhir ini Nathan sering menangis" ucap Tian
"Apa ada yang sakit ... ? sekarang bagaimana ... ?" tanya Sang Mami yang khawatir
"Sudah tidak Mam ... itu karena dia mengalami ruam popok Mam, mungkin terasa perih atau gimana gitu" ucap Leona menjelaskan.
"Baguslah, sekarang ayo kita makan bersama, nanti setalah itu kita berangkat ke pesta bersama"ucap Tian
"Tumben ngajak kami ke pesta bersama" ucap Tian
"Iya dong, di sana nanti banyak teman-teman Mami, Mami pasti dong akan membuat iri, secara bersamaan mereka tahu bagaimana hebatnya menantu Mami ucap Maminya Tian yang membuat Tian dan Leona saling menggelengkan kepala
Begitu juga dengan Papinya, Papinya Tian hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan dua wanita beda usia itu.
*****
"Tuan pasti akan segera datang" ucap Li pada Galla saat Li sudah tiba di kediaman Galla bersama Veni.
"Hai Nona Veni, kau semakin cantik" puji Galla
__ADS_1
"Terimakasih Tuan Galla" ucap Veni
"Saya baru tahu, Tunangan anda sudah menunggu anda, sebaiknya anda pergi dan lanjut kan nanti" ucap Assisten Li