Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]

Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]
Part 185


__ADS_3

Paman Tian terlihat serius berbicara dengan salah satu anak buahnya.


Tian hanya memandang sekaligus cari tahu juga melalui koneksinya.


Rasa penasaran nya tentang Tuan Darel Atmajaya kini telah meliputi nya juga.


Tian ingin tahu wajah sekilas Tuan Darel mungkin itu bisa menemukan jawaban meski hanya sedikit titik terang.


Tapi apalah daya saat itu tidak ada sosial media, satu-satunya jalan adalah mendatangi tempat dimana Tuan Darel bekerja.


"Bagaimana paman ... ? apakah ada petunjuk ?" tanya Tian


"Kau jangan cemas, paman akan mengurus semuanya, Anggota paman ada yang mengenali Darel itu, dia bukan tentara biasa Tian, kemungkinan besar dia masih hidup, tapi jika dia keluar ... maka habislah semua musuhnya, jika benar yang di maksud Darel anak buah paman itu adalah mertuamu, kau pasti alan beruntung menjadi menantu nya" ucap Pamannya Tian seraya menepuk bahu Tian.


"Terimakasih paman, baiklah kita kembali keruangan Leona, siapa tahu dia sudah bangun" ucap Tian


Pamannya pun mengikuti keponakan nya, namun arah pandangan nya terus melekat pada sosok Tian, rasa penasaran nya juga menyelimuti hati pamannya, tentang mertuanya dan siapa mertuanya yang sebenarnya.


Hingga tanpa mereka sadari, mereka berjalan dalam lamunan yang sama, mereka kini sudah sampai di ruangan Leona


Benar saja, Leona sudah duduk bersandar di ranjang tempat tidur.


"Bagaimana keadaan mu ... ?" tanya Tian pada Leona


"Sudah jauh lebih baik, kau dari mana ... aku gak enak sama Mami"bisik Leona yang tidak nyaman


"Kenapa ... ?" tanya Tian


"Tadi aku mau ke kamar mandi, tapi kau tidak ada, jadi aku minta bantuan Mami" ucap pelan Leona


Tian tersenyum dan mengusap kepala Leona


"Mami juga seperti Ibu, dia alan senang jika kau minta bantuannya" ucap Tian.


Mami dan Papi nya sudah duduk di sofa bersama sang paman.


Kedua bayi kembar itupun sudah terlelap kembali, benar-benar bayi yang pengertian.


"Apakah kau ingin makan sesuatu ... ?" tanya Tian


"Mami sudah memberiku susu tadi, Ibu dimana ... ?" tanya Leona


"Ada klien nya datang, dia klien besar dalam perusahaan" ucap Tian


*****

__ADS_1


"Huffttt ... akhirnya sampai juga, Welcome London"


Dinda menatap sekeliling nya, ia bukan anak yang baru lulus SMA tapi dia sudah berpengalaman lebih.


"Dinda semangat ... siapa tabu jodohmu ada di sini hahahhaha" ucap Dinda pada diri sendiri


"Dinda, kau kesini untuk kuliah bukan untuk cari jodoh dasar kau ... !" rutuk Dinda pada diri sendiri seraya menyeret koper nya.


Candra sudah menyiapkan semuanya, tempat tinggal dan semua fasilitas.


Termasuk dimana Dinda akan kuliah.


Dinda mengambil jurusan Management.


Ia merasa sangat lelah saat sudah sampai di sebuah apartemen yang letaknya di lantai 3.


"Ah laparnya, ku cari makan saja dulu "ucap Dinda, di saat Dinda sudah keluar dari apartemen nya, dering ponsel nya membuat nya menghentikan langkahnya.


"Hallo Pa ..." ucap Dinda


"Kau sudah sampai, bagaimana ? apakah kau suka tempat nya ... ?" tanya Candra


"Suka Pa, tempatnya sesuai yang Dinda inginkan, makasih ya pa ... " ucap Dinda


"Kau lagi dimana sekarang ... ? kok rame " Tanya sang Papa


"Baiklah sayang, jaga diri baik-baik ... kalau papa ada waktu ... papa akan kesana"


Panggilan itupun telah terputus, Candra tersenyum menatap foto Dinda di layar ponselnya.


"Terimakasih sayang, karena sudah mau menerima papa mu ini" Candra mengusap layar ponselnya.


Lalu Candra melanjutkan pekerjaan di tempat yang di rekomendasikan Tian


Sebelum Dinda memakan pesanannya ia Selfi dulu dan membuat story di sttus aplikasi hijaunya.


..."Eating alone in a new place"...


Status Dinda lengkap dengan foto dirinya, tentu si tukang kepo langsung melihat status itu.


Joe tahu betul tempat itu, suasana dan nama tempatnya tidak jauh dengan keberadaan nya saat ini.


'Ah tidak mungkin kan kalau dia ada di sini ...


Mungkin hanya kebetulan saja atau ... memang tempatnya yang sama' bathin Joe saat sedang rapat bersama yang lainnya.

__ADS_1


Pikiran Joe susah tidak bisa konsentrasi, ia berdiri dan memilih untuk menunda rapat nya.


"Tidak bisa begini Tuan, rapat sudah berjalan setengah, jika di batalkan maka akan mengulang dari awal lagi" ucap salah satu pemegang saham.


"Kalau begitu, aku tidak ikut rapat saja, kau urus semuanya, aku tidak konsentrasi percuma keberadaan ku disini" ucap Joe yang langsung meninggalkan ruang rapat.


Ia segera menuju ke tempat dimana Dinda memosting gambarnya tadi.


'Semoga saja dia benar-benar ada di sini, jangan sampai ini menjadi kegilaanku karena sudah lama tidak bertemu dengannya'


Bathin Joe yang langsung masuk kedalam mobilnya.


Dinda melihat ke sekeliling, banyak yang makan bersama pasangan nya, ruang terbuka menjadi tempat yang indah tersendiri.


Dinda tersenyum karena iri melihat orang yang berpasangan sedangkan ia hanya sendiri.


'Dinda ... memangnya kau mau ada yang menemani mu, kau baru di sini, tidak ada seorang pun yang kau kenal, tapi ... berharap ada seseorang yang mengenal ku disini kan gak apa-apa' gumam Dinda dengan hatinya sendiri.


Tanpa memikirkan apapun lagi, Dinda menikmati setiap makanan yang ia pesan.


"Apakah seorang wanita akan makan banyak seperti mu ... ?" suara seseorang yang tiba-tiba saja membuat Dinda berhenti mengunyah


Suara yang sudah lama tidak ia dengar langsung.


Seketika mata Dinda terbelalak saat melihat Joe yang kini duduk di hadapannya dengan menopang wajahnya di atas meja.


Bahkan Dinda sampai tersedak karena terkejut.


"Minumlah dulu, kenapa kau begitu terkejut melihat ku, aku bukan hantu" ucap Joe seraya menyerahkan minuman pada Dinda.


"Kau keluar dari lobang mana ... ? kenapa tiba-tiba ada di hadapan ku ... !" ucap Dinda setelah menghabiskan minuman nya.


"Kamu ada di sini ... ? apakah ada urusan bisnis?" Joe tidak menjawab pertanyaan Dinda malah balik bertanya


"Bukan ... ! aku mau kuliah di sini ..., orang-orang panti sudah sangat merindukan mu, kenapa kau malah kelayapan di sini?" tanya Dinda


"Karena tempat asal ku disini, karena kau sudah ada di kota kelahiran ku, aku sebagai tuan rumah akan membawamu berkeliling setelah ini, Bagaimana ...?" tanya Joe


"Yang benar ... ? tentu aku mau, kan gratis ya ..." ucap Dinda, yang membuat Joe tersenyum nyaris tertawa.


"Kau merindukanku ya ... ? makanya kau langsung kemari ... ? sudah katakan saja ... " goda Dinda pada Joe.


"Eh, mana ada ... aku hanya kebetulan kemari dan tidak sengaja melihat gadis kesepian" ucap Joe


"Benarkah ... ? berarti jika kau melihat wanita lain kau akan menghampiri nya juga dong ... " ucap Dinda

__ADS_1


"Kau selalu berkata hal yang tidak masuk akal" ucap Joe mengalihkan pandangannya.


"Hayo ... ngaku lah ... aku tidak akan marah juga kok" goda Dinda pada Joe dengan cara memajukan wajahnya agar bisa mendekati Joe yang sudah salah tingkah.


__ADS_2