![Kebangkitan Istri Tersakiti [Mengejar Cinta Janda]](https://asset.asean.biz.id/kebangkitan-istri-tersakiti--mengejar-cinta-janda-.webp)
Joe kini menghubungi beberapa anak buahnya untuk segera menemukan Dinda, dan menangkap pelaku nya, hidup atau mati pelaku harus bisa di temukan.
Kemarahan sangat jelas terlihat, urat-urat nya bahkan terlihat di setiap cengkraman Joe.
"Dinda, kau pasti akan baik-baik saja, aku akan segera menemukan mu" ucap Joe.
Lalu Joe menelfon seseorang kembali.
"Kau awasi pria yang bernama Zhan, kabarkan jika ada hal yang mencurigakan" ucap Joe pada orang di balik ponselnya.
Sedangkan Marissa dan Alan juga sibuk mencari di area sekitar, Bukan Dinda yang ia temukan, tapi Ponsel Dinda yang mungkin terjatuh atau sengaja di jatuhkan.
Marissa mengambil ponsel Dinda itu. Namun sayang ... ponselnya mati.
"Apa yang harus kita lakukan Joe, apakah kita akan menelfon kak Tian ?" tanya Marissa cemas.
"Tidak perlu, ini hanya permainan anak kecil, jangan libatkan siapapun dalam kasus ini, Joe pasti bisa mengatasi nya" ucap Alan
"mengapa kau sangat tenang ... ? bagaimana jika Dinda di perkosa ? atau di bunuh? atau ... organnya di ambil lalu di jual? atau mungkin juga ... " ucap Marissa khawatir
"Mengapa kau berfikir terlalu jauh, susah kau tenang, kita kembali ke tempat Dinda dan bereskan semua yang berantakan" ucap Alan menarik tangan Marissa.
*****
"Zhan ... jangan bermain hal seperti ini ... ? kau tahu ... aku bisa saja melaporkan mu ke polisi"ucap Dinda teriak pada Zhan yang sedari tadi hanya duduk memandang wajah Dinda
"Kau benar-benar cantik Dinda, pantas saja dia tertarik padamu, jika aku rusak wajahmu, apakah dia alan tetap tertarik padamu" ucap Zhan seraya menyentuh pipi Dinda.
"Apa salah ku ke kamu, kenapa kau memaksa ku untuk ikut dengan mu, dan apa ini ... kau mau menculik ku ... " ucap Dinda yang berusaha menenangkan dirinya.
"Hahahaha ... aku hanya ingin bermain sebentar dengan mu, karena kau tidak mau ikut, ya sudah ku bawa kau secara paksa, kenapa kau begitu setia pada lelaki jahat seperti nya, apakah kau tahu, dia itu pembunuh ... " ucap Zhan tepat di telinga Dinda, membuat Dinda merasa geli sendiri.
__ADS_1
"Dia ... dia siapa yang kau maksud ... ?" ucap Dinda
"Siapa lagi kalau bukan kekasih mu, Jonathan si gila itu" ucap Zhan dengan kesal.
"Jonathan ... "ucap Dinda pelan
"Iya, Jonathan alias Joe" ucap Zhan
Sejenak Dinda terdiam, lalu berusaha memutar otak agar supaya Zhan tidak emosi, dan mau melepaskan ikatan tangannya.
"Kau memiliki dendam dengannya ... ? siapa yang Joe bunuh ... ? katakan Zhan ... " ucap Dinda yang sok sedih dengan cerita Zhan
"Orang yang paling berharga dalam hidupku dan hidup ibuku, dengan tak berhati, Joe membunuh Ayahku tepat di hadapan mataku, Dinda ... bukankah dia sangat jahat ... ! aku ingin sekali ia merasakan apa yang sedang aku rasakan, kehilangan orang yang paling dia sayangi adalah tujuanku, dan itu adalah kamu" ucap Zhan dengan mata yang sudah berkaca penuh emosi.
Dinda terkejut dengan apa yang Zhan cerita kan, tapi Dinda tidak akan menilai seseorang dari satu pihak saja, Dinda tahu dunia Joe, pasti ada hal yang tidak Zhan ketahui.
"Dia membunuh ayahmu, dan kau mengira aku adalah orang paling berharga baginya, Zhan kau salah ... ! jika dia seorang pembunuh maka dia tidak akan memiliki hati untuk siapapun, Jika dia menyatakan aku adalah orang terpenting baginya, apakah dia akan membiarkan aku yang sudah menghilang beberapa jam ini, kau lihat kan ... Ponselku saja tidak berdering sama sekali" ucap Dinda
"Lepaskan aku, dan kita bisa bicara baik-baik, aku berjanji tidak akan melakukan hal yang membuatmu marah, aku tidak akan menghubungi siapapun,dan aku juga akan menjadi teman yang baik untukmu, maafkan aku karena beberapa hari ini aku cuek terhadapmu" Dinda berusaha sebaik mungkin membujuk Zhan agar ia tidak melakukan hal yang mengerikan, Dinda begitu ngeri saat Zhan mengeluskan ujung pisaunya ke pipi lembutnya. Bagaimana jika Zhan benar-benar akan melukai nya ? Bagaimana jika Zhan benar-benar membuat nya objek dendamnya pada Joe.
*****
"Bagaimana ? apakah kalian mendapatkan petunjuk ... ?" tanya Joe
"Sesuai petunjuk terakhir, Tuan Zhan membawa Nona Dinda ke gedung kosong pinggiran kota Tuan" ucap anak buah Joe
"Baiklah, kau kabari Alan, aku akan segera kesana "ucap Joe
"Biarkan sebagian dari kami ikut dengan anda Tuan, kami takut Zhan akan melakukan hal di luar batas" ucap anak buah Joe
"Dia hanya anak-anak yang ingin amarahnya tersalurkan, aku bisa mengatasinya " ucap Joe
__ADS_1
Dengan segera Joe membawa mobilnya ke tempat dimana anak buahnya melihat Zhan masuk gudang itu.
'Aku yakin ... kau bisa mengatasinya ... bertahanlah sampai aku datang' bathin Joe
Mobil semakin cepat membelah perjalanan, Bukan Tian dan Li namanya jika kabar itu tidak sampai ke telinga mereka.
"Itu dendam seorang anak, biar bagaiamana kecintaan anak terhadap seorang ayah begitu kuat, aku yakin Joe pasti bisa menanganinya " ucap Tian
"Bagaimana jika Nona Dinda sampai di lukai?" tanya Asisten Li
"Anak itu tidak akan melukai Dinda, dengan tingkah Dinda yang sama dengan wanita mu, kecerdasan nya akan muncul saat dalam keadaan genting, percayalah " ucap Tian.
*****
Alan dan Marissa sudah menerima pesan dari anak buah Joe tentang keberadaan Dinda, tentu mereka langsung menyusul Joe, mereka khawatir akan terjadi sesuatu pada Joe dan Dinda
"Zhan ... percayalah, aku akan membuat Joe meminta maaf padamu, aku janji " ucap Dinda
"Bukan maaf yang aku mau ... " ucap Zhan seraya mencengkeram pipi Dinda karena rasa kesal ya kini datang kembali.
"Lalu apa yang kau inginkan, Zhan ... " ucap Joe yang kini sudah mengarahkan pistol ke arah Zhan, sontak Zhan langsung mengalungkan tangannya yang memegang pisau ke leher Dinda.
"Jangan Zhan ... kau anak baik, aku mohon jangan lakukan ini, ingat Ibumu yang sedang menunggu mu" ucap Dinda ketakutan.
"Kau yang telah membunuh Ayahku, akan aku balas, agar kau tahu rasanya kehilangan orang yang kau sayangi " teriak Zhan
"Kau benar, aku yang membunuh Ayahmu, tapi ayahmu telah membunuh ratusan orang, lalu ... bagaimana nasib anak-anak orang yang telah ayahmu bunuh, apakah mereka menuntut balas padamu ... Ayahmu seorang penjahat, yang akan mati setiap saat, dan kau ... apakah kau ingin mengikutinya jejaknya " ucap Joe seraya mendekati Zhan dan Dinda
"Kau berbohong, Ayahku tidak sejahat itu ... ! kau hanya ingin menutupi kejahatan mu dengan mengobral kan kejahatan Ayahku, kau pintar sekali Joe" ucap Zhan yang semakin menekankan pisau nya ke leher Dinda.
Joe sudah mengambil siasat agar tangan Zhan terlepas. Dan terjadi lah
__ADS_1
Door ... pistol Joe sudah mengenai Zhan, namun Sayang, pisau itu masih melukai leher Dinda.